Perburuan pun dimulai, semua anggota Istana yang mengikuti acara perburuan sudah pergi ke dalam hutan.
Raja membebaskan aturan perburuan, menjadikan orang-orang yang berniat jahat tersenyum puas sebab bisa leluasa.
Leandra tidak terlalu fokus pada objek perburuan, para binatang akan berdatangan padanya dengan sukarela. Leandra bisa memilih hewan apa yang bisa dijadikan hasil buruan, namun dia lebih memilih memperhatikan sekeliling di sekitar Pangeran Drake.
Aku menjaga mu karena Rover mengatakan kau orang penting bagiku, kau tidak boleh sampai terluka apalagi nyawamu dalam bahaya. Aku akan terus menjagamu, Pangeran. Tenang saja!
Mata elang Leandra terus menelisik sekitar dengan waspada, bahkan gemerisik bunyi dedaunan yang tertiup angin pun ia waspadai.
"Sejak tadi kamu sudah siap melesatkan panahmu, kenapa kau tidak melepas satu pun?" tanya Pangeran Drake yang sudah mendapatkan satu kijang dan satu babi hutan yang masih hidup dan di serahkan pada para pengawal yang mengikuti.
"Sebenarnya aku mempunyai semacam keterikatan batin dengan para binatang, jadi aku nggak bisa sepertimu dengan mudah menyakiti mereka," jujur Leandra, itu memang salah satu alasan kenapa Leandra masih berdiam diri dan hanya betah berjaga-jaga seolah dirinya bodyguard dari Pangeran Drake.
Mendengar ucapan Leandra, Pangeran mengurungkan gerakan yang sudah menargetkan ujung panah pada seekor kelinci. "Kamu nggak bisa menyakiti binatang? tetapi jika ada kesempatan... kamu selalu menyakitiku." Tersirat protes dari nada suara Pangeran, karena dia merasa dirinya tidak lebih penting dari seekor hewan.
"Haha, kau merajuk! Astaga! Aku menyakiti mu karena kau mengganggu ku lebih dulu, namun para binatang nggak pernah sekalipun mengganggu apalagi menyerang ku. Mereka sangat menghormati ku...!" jawaban Leandra malah membuat Pangeran Drake menggeleng tak percaya.
"Tidak mungkin binatang buas nggak menyakitimu, Clarence. Salah satu naluri atau intuisi mereka adalah memangsa... jika kau ada dihadapan mereka sudah pasti kau akan diserang. Jangan mengada-ada..."
"Sepertinya kau butuh bukti, Pangeran?"
"Tentu saja, dengan semua perkataan mu yang sering tak masuk akal... ini adalah hal yang tidak bisa aku terima dengan akal waras ku!" Pangeran Drake menunjuk kepalanya dengan jari telunjuk.
"Oke, aku buktikan sekarang. Jangan kaget!"
Tiba-tiba Leandra bersiul nyaring, memanggil para binatang yang bersembunyi tak jauh darinya. Sebenarnya sejak awal kedatangan Leandra, para hewan ingin mendekat namun mereka merasakan marabahaya dari pergerakan Pangeran Drake yang terus memburu.
Burung-burung hutan, ular, rusa, kelinci hutan, tupai, landak, babi, berang-berang, harimau bahkan singa juga beruang serta hewan kecil lainnya berlarian ke arah Leandra lantas sekitar beberapa meter mereka semua berhenti tak jauh dari wanita itu.
"Hai, apa kabar kalian semua? Kemarin kita bertemu sebentar saat aku mandi, kalian mengintip ku bukan?" Leandra mengajak bicara hewan-hewan yang sudah berkumpul berdesakan di depannya, mengacuhkan reaksi Pangeran Drake yang sudah pucat pasi.
"Cla...rence... apa-apaan ini?" Pangeran Drake memundurkan tubuh, rasa takut menyerang nya hingga refleks membuat kakinya melangkah mundur.
"Pa-ngeran..." hal yang sama terjadi pada para pengawal yang menjadi pengikut untuk membawa hasil hewan buruan dan membawa perlengkapan.
"Grrrrrrrr...." seekor beruang besar dan singa mendekati tempat Leandra berdiri. Memang akan terlihat seperti pengecut, namun Pangeran Drake dan para pengawal memilih mundur menjauh.
"Clarence, kemari lah. Mereka bisa menyerang mu kapan saja...!" teriak Pangeran Drake, ia maju mendekat menarik tangan Leandra agar menjauh dari para hewan.
"Ssshhh! Mereka adalah teman-temanku, tenanglah..." Leandra melepaskan cekalan Pangeran Drake, ia mulai melangkah maju semakin mendekat ke arah beruang dan singa, tampaknya perwakilan dari para hewan.
Setelah mendekat ke arah dua hewan itu, Leandra mengulurkan tangan untuk mengelus kepala singa dan beruang.
Singa sang raja hutan merendahkan tubuh lantas menyodorkan kepala seolah memberi izin pada Leandra menyentuh kepalanya, begitu pun si beruang melakukan hal yang sama.
Dengan usapan lembut dan penuh kasih, Leandra mengelus kepala singa sang raja hutan dan beruang bergantian.
"Terima kasih." Ucap Leandra usai mengelus kepala kedua hewan itu.
Kini Leandra menatap lembut ke dalam mata singa, sang hewan pun menatap balik mata Leandra.
"Aku melihat kekhawatiran di matamu untukku, tapi sungguh sangat disayangkan aku tak bisa mengerti bahasamu." Leandra bicara pada si singa.
^^^Rover.^^^
^^^"Kata singa itu... ada ranjau jebakan di depan sekitar 10 meter dari tempat mu berdiri. Hati-hati. Ada jaring jebakan juga di arah kirimu, dan di sebelah kanan mu ada tombak-tombak runcing yang akan melesat pada tubuhmu jika kau menginjak tali pengikat."^^^
"Rover, itu kau? Kemana saja, aku mencarimu semalaman." Leandra berbisik.
^^^Rover.^^^
^^^"Aku selalu ada di sekitar mu, tapi bukan berarti aku bisa ikut campur dalam ekstensi kehidupan mu, Jendral. Aku hanya serupa roh dan jiwa yang bergentayangan, namun ragaku masih ada di suatu tempat. Hanya kamu Jendral, yang bisa melepaskan ragaku. Dengarkan peringatan dari hewan-hewan itu, jauhi arena ini. Berputar lah ke belakang sana, lalu pergi ke arah Utara. Disana banyak babi liar, kau bisa berburu mereka dengan bebas dan tanpa rasa bersalah. Mereka memang babi perusak, disini hanya ada babi hutan yang baik."^^^
"Hahaha, aku baru tahu.... ternyata ada 2 jenis babi, babi baik dan babi liar. Aku benar-benar tak bisa menahan tawaku...!" Akhirnya Leandra bernafas lega, dia bisa berburu dan menjadi juara dengan berburu babi liar.
"Clarence, bisakah kau akhiri ini. Para pengawal sudah ketakutan melihat mata para hewan ini menatap kita seolah kita adalah makanan." Lirih Pangeran Drake. Tentu saja dia juga mendengar perkataan-perkataan Leandra yang terdengar tak masuk akal di telinganya, namun demi kewarasan nya Pangeran tidak ingin bertanya lebih jauh.
"Baiklah," jawab Leandra, dia menoleh pada singa dan si beruang. "Aku ucapkan terimakasih banyak untuk peringatan kalian, sungguh aku beruntung. Silahkan kalian kembali, aku akan memutar jalan ke arah belakang kami."
Sang singa mengedipkan kedua matanya seakan mengerti dan menerima ucapan terima kasih dari Leandra. Singa dan Beruang memutar tubuh, lantas berjalan kembali ke segerombolan hewan-hewan yang ikut berdatangan.
Auman singa menandakan agar para hewan membubarkan diri, tak lama situasi lengang kembali tanpa adanya para hewan.
Brukkk.
Tubuh Pangeran Drake merosot ke tanah, darah surut dari wajah lelaki itu.
"Pangeran, jangan pingsan!"
Tak ada jawaban, hening.
Tiba-tiba....
"Arghhtttt....!!! TOLONGGG...!"
Dari arah samping kiri terdengar teriakan dan jeritan meminta tolong, itu suara seorang wanita.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
HNF G
biarkan saja, jgn ditolong, itu pasti jebakan yg dikatakan rover
2024-11-29
1
Ds Phone
siapa ya
2024-11-06
0
Shinta Dewiana
mantap...siapa yg minta tolong apa itu jebakan..
2024-08-05
1