Hari pertama setiap anggota kerajaan di bebaskan untuk melakukan apapun sesuai keinginan, besok acara perburuan akan diadakan dari pagi hari setelah sarapan.
Orang yang bisa membawa buruan paling besar akan mendapatkan hadiah, siapapun pemenangnya berhak mengajukan hadiah apa yang di inginkan.
Mendengar hal itu tentu saja Leandra sangat bersemangat untuk berburu, tetapi sayangnya sebenarnya Leandra mempunyai hati yang lembut pada para binatang.
Bagaimana agar bisa menang tanpa menyakiti mangsa buruannya?
Leandra sudah memisahkan diri sejak diperbolehkan untuk bebas dengan kegiatan masing-masing.
Beberapa Pangeran yang belum menikah malah mengikuti dari belakang dan bersembunyi.
Tentu saja Leandra mengetahui para penguntitt itu, dia berpura-pura tidak tahu sebab merencanakan sesuatu, misalnya demi menambah sekutu.
Leandra memang tampak menawan dengan tubuh proporsional tinggi 170 cm dengan bobot badan sekitar 63 kg. Ditambah keahlian nya berkuda, setiap yang melihat seolah terhipnotis. Belum lagi jika mereka mengetahui kekuatan Leandra dalam bertarung, baru Pangeran Drake lah yang sudah merasakan skill-nya.
Dua putri kerajaan yang tadi berkuda dengannya, nampak berpakaian sopan dengan rambut yang di ikat rapi ke dalam. Namun lain lagi dengan Leandra, rambut bergelombang nya ia biarkan terurai menambah aura kewibawaan dan kecantikan Leandra saat berkuda tadi.
Seraya berjalan, Leandra menunduk menatap sebuah peta. Ia mencari sungai untuk menyegarkan tubuh, meski air untuk mandi dan keperluan para anggota kerajaan sudah tersedia namun baginya itu tidak lah cukup.
Selain bermaksud membersihkan tubuh, Leandra ingin mempelajari alur hutan yang akan dijadikan tempat perburuan agar besok dia tidak tersesat dan lancar dalam berburu. Nampak bendera-bendera kerajaan berukuran kecil berwarna merah terang sebagai tanda sudah terikat di tangkai pohon untuk tanda perburuan besok, Leandra berusaha mengingatnya.
"Selain kau selalu memaksakan keinginan mu, kau juga haus akan perhatian ya. Sampai-sampai kau dikejar para lelaki." Tiba-tiba saja Pangeran Drake sudah berjalan di samping Leandra dan mulai berjalan bersisian.
Leandra mengacuhkan Pangeran Drake, dia terus memeriksa peta dan akhirnya sungai berada beberapa meter lagi di depan sana.
"Aku ingin membersihkan tubuh lengket ku karena berkuda, sebaiknya kau mengusir para saudara mu itu. Jangan salahkan aku jika aku bertelanjaang di hadapan mereka, karena mereka lah yang tidak sopan mengintip ku mandi!" gurau Leandra, namun omongan wanita itu dianggap serius oleh Pangeran Drake.
"Sialan!" umpat lelaki itu, entah marah pada Leandra karena ucapannya atau marah pada saudara-saudara nya.
Sebelum Leandra membalas umpatan Pangeran Drake, lelaki itu sudah menghilang dari pandangan.
"Cepat juga dia pergi, biarkan dia sibuk mengusir para pangeran itu. Ck... apa aku begitu menawan sampai mereka mengikuti ku." Leandra tersenyum percaya diri.
^^^Rover.^^^
^^^"Jangan sombong, Jendral. Aku menyuruhmu mencari pengikut dan orang-orang yang akan bersumpah setia padamu bukan untuk tebar pesona..." ledek sang serigala.^^^
"Hahaha, ternyata kamu masih ada di sekitarku.... tapi sayangnya aku nggak bisa lihat wujudmu. Apa kau hanya jiwa tanpa raga? Kau roh gentayangan, Rover?" tanya Leandra tanpa menghentikan langkah, terus berjalan ke arah sungai yang suara gemericik airnya sudah terdengar.
^^^Rover.^^^
^^^"Entahlah, kau bisa menganggap ku apa saja. Ahya... sepertinya Pangeran Drake menyukaimu. Gerak-gerik dan tatapan matanya saat menatap mu nampak seperti mengagumi namun dia masih gengsi."^^^
Leandra terdiam, lalu gelak tawanya menggema di dalam hutan itu. "Hahaha... kau bahkan bisa mengetahui masalah hati manusia, Rover. Kau bahkan tahu apa itu suka dan gengsi! Haha..."
^^^Rover.^^^
^^^"Aku juga dulu adalah manusia, lalu dikutuk menjadi serigala oleh wanita penyihir itu! Jadi aku tahu rasanya mengagumi seorang wanita dan rasa menyukai termasuk rasa gengsi!"^^^
Ucapan Rover benar-benar menghentikan langkah Leandra, padahal sungai sudah terlihat di depan sana. Wanita itu tertegun, dia lalu menoleh ke arah suara Rover terdengar.
Leandra kini dapat melihat Rover di bawah bayang-bayang pohon besar tak jauh darinya, dia memicingkan mata agar bisa melihat sosok Rover dengan jelas dan ia melihat di dalam mata Rover tergurat kesedihan.
"Kamu benar-benar pernah menjadi seorang manusia?" tanya Leandra.
^^^Rover.^^^
^^^"Ya, nama manusia ku adalah Damian. Aku Pengawal pribadi Ratu Selena, Ibumu. Suatu hari aku memergoki wanita penyihir itu sedang bersama Raja Wyn di dalam kamar, lantas aku disihir olehnya menjadi serigala.^^^
^^^Sejak saat itu aku menghilang dari Ibumu, saat aku mendengar Ibumu telah dibunuh... Aku kembali ke Istana, namun hanya bisa melihat raganya yang sudah tak bernyawa.^^^
^^^Aku menyesal telah meninggalkan Ibumu, aku hanya belum bisa menerima bentuk tubuhku sebagai serigala. Andaikan aku tak pernah meninggalkan Ibumu sendiri, dia... dia... Ratu pasti akan selamat."^^^
Terdengar kesedihan dan penyesalan dalam suara Rover, bahkan Leandra dapat merasakan suatu perasaan yang dalam dari Rover untuk Ratu Selena.
"Kau mencintai Ibuku, Rover?"
Tak ada jawaban, hanya hembusan angin membuat bulu kuduk Leandra berdiri. Sosok Rover menghilang kembali, layaknya hembusan angin tiba-tiba datang lalu pergi.
"Kau sedang bicara dengan siapa?" Pangeran Drake berada tak jauh di belakang Leandra.
"Hanya dengan pohon-pohon, konon katanya tumbuhan pun bisa merasakan jiwa terdalam manusia dan dapat mendengar serta mengerti ucapan kita." Jawab Leandra lalu melanjutkan langkah menuju aliran sungai.
Pangeran Drake mengikuti Leandra, "Para Pangeran sudah aku usir, kau bisa mandi dengan nyaman. Aku akan berkeliling di sekitar sungai, kau tak usah menghiraukan aku akan mengintip mu mandi."
"Kenapa aku takut kau mengintip ku mandi, kau suamiku dan berhak melihat tubuh telaanjangg ku," keluar lagi jahilnya Leandra.
Benar saja wajah Pangeran Drake memerah seperti udang rebus, malu mendominasi. Lelaki itu tak menyangka, mulut wanita yang telah dinikahinya begitu blak-blakan.
Apa dia tidak tahu aku juga lelaki normal, kenapa dia harus berkata seperti itu?! Sialnya aku malah sudah membayangkan dia tanpa pakaian!
Pangeran meraup wajahnya frustasi, dia seolah termakan omongannya sendiri yang mengatakan tidak akan ada hubungan suami istri diantara dirinya dan istrinya.
"Pangeran, jangan jauh-jauh dariku atau kau bisa mati tanpa aku!" Leandra teringat peringatan dari Rover untuk melindungi Pangeran Drake.
"Kenapa kepercayaan dirimu tinggi sekali, Clarence. Kenapa aku harus mati jika nggak berada di dekatmu, aku bahkan tak menyukaimu... hidup tanpamu aku pasti masih bisa hidup."
Pangeran Drake salah mengartikan maksud dari Leandra, dia pikir Leandra mengatakan itu padanya seolah-olah Pangeran tak bisa hidup tanpa Leandra sebab takut kehilangan wanita itu.
____
Maaf, aku ngetawain Pangeran Drake. Lanjut godain ahhhh... setebal apa 'imin' nya... Eh!🤣🤣🤣🤣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
🌸 Airyein 🌸
Jiah 🤣🤣🤣
2025-01-18
0
Ds Phone
pecaya diri dia
2024-11-06
0
Sri Mulyaningsih
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭
2024-09-18
0