Hutan Agroforestri.
Para abdi Istana sibuk memasang perkemahan untuk para anggota kerajaan, mereka mempersiapkan untuk acara besok.
Paul berkuda dari Istana ke Hutan Agroforestri, menaruh kuda jauh dari arena perkemahan agar tak ada yang menaruh curiga dia datang.
Setelah dirasa semua persiapan telah sempurna untuk pembunuhan Pangeran Drake dan Pangeran Garrick, Paul kembali ke Istana.
.
.
Di dalam kamar, Daisy dibantu beberapa pelayan membantu persiapan untuk kebutuhan Leandra dan Pangeran Drake.
"Daisy, bawa bajumu yang banyak. Aku akan meminjam nya jika diperlukan..." ujar Leandra, dia sedang melakukan latihan push-up, tubuh Putri Clarence terlalu lemah dia harus membuat otot di lengan, kaki serta perutnya.
"Baik, Putri."
Daisy sudah tak asing lagi dengan kelakuan aneh dari Leandra, terkadang Leandra akan seperti saat ini melakukan gerakan yang tidak dimengerti Daisy, bahkan kini di dalam kamar Leandra hanya memakai kemeja putih besar milik Pangeran Drake tanpa pakaian lainnya.
Paha mulus dan kaki jenjang milik Putri Clarence terekspos sempurna, begitu putih seperti salju. Leandra masih menunggu baju-baju yang ia inginkan yang ia pesan pada Pangeran Drake.
Tok tok tok.
"Siapa?" Leandra menyudahi push-up nya, sedang Daisy gegas ke arah pintu.
"Aku, Drake."
Daisy gegas membuka pintu, dia menunduk memberi hormat.
"Pergilah, aku ingin bicara dengan istriku."
"Baik, Pangeran."
Daisy keluar dan tak lupa menutup pintu.
Pangeran Drake masih belum menyadari pakaian yang dikenakan Leandra, dia menjinjing sesuatu di tangan lalu menaruh di meja kursi yang ada di ruangan.
"Ini baju pesanan mu, celana dan baju lelaki ukuran kecil. Ada juga topi sesuai yang kau inginkan, juga sepatu. Aku mencari nya langsung di pasar. Asal kau tahu, demi semua ini aku harus menyamar... Ck!" Pangeran ingin Leandra menyanjung dirinya karena rela pergi ke pasar hanya demi mencari barang-barang yang diminta Leandra.
"Oke, terima kasih." Leandra mengambil tas jinjing yang tampak terlihat kuno baginya.
Sebab tak mendapat sanjungan dan hanya respons biasa saja dari Leandra, Pangeran Drake baru lah menoleh pada Leandra.
"Kau__" namun kata-kata nya terhenti kala matanya tertuju pada paha terekspos Leandra. Kemeja nya yang dipakai Leandra hanya sebatas di tengah paha, dari tengah paha ke bawah begitu terpampang nyata kemolekan anggota tubuh wanita itu. Mata Pangeran menatap rakus tubuh Leandra dari atas ke bawah, lalu kembali ke atas terus menyusuri kaki istrinya.
Glek.
Jakun Pangeran naik turun melihat pemandangan indah dari Leandra.
"Mata mu sebentar lagi akan keluar!" ledek Leandra, dia adalah wanita modern dan penganut budaya fashionable meski dia seorang tentara namun dia masih bergaya dalam berpakaian. Mungkin baginya membalut tubuh dengan hanya kemeja sepotong akan biasa saja, lain lagi bagi Pangeran yang jarang melihat wanita sexy.
Leandra mengerti Pangeran Drake sedang mengagumi tubuh nya yang terbuka.
"Aku akan sering berpakaian seperti ini, meski belum berani diluar sana. Awas! Jangan sampai kamu terpikat denganku. Kau bilang kita hanya menyatukan dua kerajaan, nggak akan pernah ada hubungan suami istri... apalagi perasaan cinta, kamu masih ingat dengan kata-kata mu sendiri kan? Kau ingat ya, jangan sampai di balik celana mu itu bangun..." ledek Leandra, mata wanita itu menatap ke arah bagian privasi Pangeran yang memang sudah terbangun.
"Apa yang kau katakan, Clarence. Tentu saja aku nggak akan melanggar kata-kata ku sendiri. Untuk apa aku menaruh minat padamu, jangan terlalu percaya diri!" lain di mulut lain di tubuh, Pangeran Drake melangkah ke kamar mandi untuk menekan hawa panas yang tiba-tiba menggelenyar.
Blam!
Pintu kamar mandi tertutup dengan suara keras.
"Kenapa 'kau' harus bangun! Gara-gara kau aku diledek lagi!" tunjuk Pangeran Drake pada 'miliknya' yang sudah bertegangan tinggi sebab tubuhnya bergairah. "Arghhh! Aku lelaki normal, kenapa harus malu kalau punyaku bangun...! Lagipula dia istriku!" gerutu Pangeran.
Di dalam kamar, Leandra tertawa lepas melihat tingkah lucu Pangeran Drake. Dia sudah melihat 'senjata' milik Pangeran membesar menonjol dari balik celana yang dipakai lelaki itu, ternyata Pangeran adalah tipe lelaki yang mudah teraangsaang.
"Aku harus hati-hati di depan nya, bisa-bisa dia menerkam ku. Tapi sangat menyenangkan menggodanya, aku merasa punya mainan yang bisa melepaskan ku dari rasa bosan disini. Dia terlalu lugu, haha..."
Di dalam kamar mandi, sayup-sayup Pangeran mendengar suara ledakan tawa Leandra. Wajah Pangeran semakin merah, sungguh hal memalukan baginya yang mengatakan tidak menginginkan ada apapun diantara mereka namun tubuhnya sendiri yang telah mengkhianati.
.
.
Esoknya semua siap berangkat, para Putri yang bisa berkuda dipersilahkan menaiki kuda. Namun Putri yang tidak mempunyai keahlian berkuda, menaiki kereta kuda. Sedangkan para Pangeran tentu saja dengan kuda kesayangan mereka.
Leandra masih melongo, dia kira sudah ada kendaraan beroda empat sebab di dunianya mobil sudah ada dari sekitaran tahun 1880.
"Apa dunia yang aku tempati ini lebih kuno dari duniaku, kenapa belum ada mobil dan masih kereta kuda?" gumam Leandra.
"Apa yang kamu gumam kan? Jangan terlalu sering bicara sendiri jika di depan orang lain." Tegur Pangeran Drake.
Leandra tak menggubris perkataan Pangeran Drake
Saat ini nampak Leandra memakai gaun kerajaan yang tidak ia sukai namun ia mengakali dengan memakai celana dan baju lain menjadi dalaman, agar tubuhnya lebih leluasa jika berkuda atau nantinya terjadi sesuatu.
"Para Putri naik kereta kuda ini?"
"Hm, kamu juga harus naik kereta. Tentu kau nggak akan naik kuda, bukan? Tempo hari kau terjatuh dari kuda karena belum mahir, jadi cepat naiklah."
"Kata siapa aku nggak mahir berkuda? Kamu ajak balapan pun, aku bisa mengalahkan mu. Kemarin itu bukan aku.... sekarang kau akan melihat segala versi terbaik dari seorang Putri Clarence."
"Aku meragukan mu..." Pangeran Drake menggeleng.
"Jangan larang aku naik kuda, biarkan kereta kuda ini dinaiki Daisy dan pelayan yang lain." Leandra berkeras.
"Kamu__"
"Jangan pernah melarang ku, kamu ingat kan?"
Akhirnya Pangeran Drake mengalah, dia membiarkan Leandra naik ke atas kuda.
"Aku akan berada di sampingmu, jadi jangan khawatir kau akan terjatuh." Ujar Pangeran Drake tetap tak percaya jika Leandra bisa berkuda.
"Terserah," Leandra mengangkat bahu.
Semua kereta kuda dan kuda-kuda pun mulai berjalan, perjalanan akan memakan waktu sekitar setengah hari untuk sampai ke hutan jika memaki kereta kuda. Namun jika berkuda hanya akan menghabiskan waktu sekitar 3 jam.
Orang-orang yang berkuda sudah sampai lebih dahulu, ternyata yang diucapkan Leandra terbukti.
Wanita itu sangat mahir dalam menangani kuda, bahkan bukan hanya Pangeran Drake yang terkagum-kagum dalam gerakan apik Leandra saat berkuda namun Pangeran-Pangeran lain termasuk Pangeran Garrick yang memang sudah menaruh rasa tertarik pada Leandra sejak mengobrol terakhir kali.
^^^Rover.^^^
^^^Hati-hati, banyak jebakan untuk suami mu Jendral. Jangan lengah dan jangan biarkan Pengeran Drake terluka bahkan sampai mati. Pangeran Drake mengetahui sesuatu yang bisa melindungi mu nanti... Wahai putri dari Ratu Selena yang Agung.^^^
Gerakan Leandra yang akan turun dari kuda sontak terhenti, dia mengedarkan pandangan pada hutan di depannya. Namun sosok Rover tidak terlihat, tetapi Leandra yakin peringatan dari suara Rover yang ia dengar adalah nyata. Ia harus berhati-hati dan harus mengawasi Pangeran Drake seperti kata Rover yang artinya dia harus melindungi Pangeran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
🌸 Airyein 🌸
Definisi usaha yg mengkhianat itulah hasil 🤪😝
2025-01-18
0
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
mah penuh dgn misteri yg harus di ungkapkan
2024-12-12
0
🌸 Airyein 🌸
Ada yg tegak tapi bukan keadilan ☺️
2025-01-18
0