Fauzan kembali tanpa hasil. Sudah menunggu lama ternyata Btari menolak. sepanjang perjalanan menuju rumah sakit tempat ia bekerja, Fauzan berpikir keras mencari ide untuk membuat Btari mau tinggal di rumah punden. Tapi Fauzan tidak kunjung mendapat ide.
Sampai di rumah sakit, Fauzan bergegas ke ruang prakteknya. Sepanjang jalan menuju ruang praktek, Fauzan jadi bahan perhatian. Orang orang yang duduk menunggu banyak yang memuji ketampanannya. Langkah Fauzan telah sampai di ruang praktek.
"Akhirnya yang ditunggu tiba."
"Assalamualaikum Dr Fauzan."
"Waalaikumsalam."
"Pagi dok."
"pagi."
Begitulah sapaan yang setiap hari Fauzan dengar dari para pasiennya yang sabar menunggu kedatangannya. Fauzan selalu menanggapi mereka dengan ramah. Di rumah sakit kharisma Fauzan terpancar. Ia terkenal sebagai dokter yang kompeten, tampan dan tegas. Btari pasti akan terkejut bila melihat sikap Fauzan di rumah sakit dengan yang pernah dilihatnya. Di mata Btari Fauzan lelaki cemen yang masih berlindung di ketiak ibunya. Di rumah sakit atau di seminar tempatnya berbagi ilmu, Fauzan adalah dokter penuh karisma, tegas, dan smart.
Fauzan melakukan tugasnya sebagai dokter dengan baik dan kompeten. Di rumah sakit ini ada beberapa dokter specialis penyakit jantung. Tapi di antara mereka, Fauzan lah yang mempunyai banyak pasien. Sampai kuota dibatasi, perhari Fauzan menerima tujuh puluh lima orang pasien.
Banyak pasien memilih ditangani Fauzan ketimbang dokter specialis jantung lainnya. Beragam alasan yang membuat mereka cocok bila Dr Fauzan yang memeriksa.
Sementara itu di praktek pijat sangkal putung pucang anom, Btari tengah rehat sejenak di tempat ia tadi menerima Fauzan. Memang tempat ini diperuntukkan untuk dirinya dan ahli pijat lainnya untuk beristirahat setelah menangani pasien.
Sambil makan cemilan, Btari memikirkan permintaan Fauzan yang memintanya untuk tinggal bersama di rumah utama.
"Ada ya orang egois banget seperti Fauzan ini tanpa memikirkan perasaan orang lain, seenaknya memintaku tinggal bersamanya hanya karena dia tidak bisa hidup sendirian! Bisa bisanya aku terjebak menikah dengan laki laki cemen dan egois macam Fauzan." Btari merasa geram.
Btari masih ingat saat Bu Mulyani mengajak dirinya pergi ke acara pernikahan Fauzan dan Fara. Saat itu hatinya seperti tertusuk duri melihat suami sebatas di atas buku nikah sedang mengucap kalimat ijab kabul. Fauzan telah mengkhianatinya.
"Tidak bisakah kamu.bersabar menunggu tiga bulan lagi bang Fauzan? Aku ini juga istrimu ... meski kita menikah karena terpaksa, kenapa kamu sedikit pun tidak memikirkan perasaanku? tidak apa kita hidup terpisah karena memang kita menikah hanya di atas kertas saja, tapi tidak berarti kamu bisa seenaknya menikah lagi! Meski pernikahan paksa aku tetap tidak mau diduakan." Btari sakit hati.
Btari juga masih ingat bagaimana Fauzan memohon maaf dan mengiba iba pada Fara yang tantrum karena mengetahui kalau Fauzan ternyata sudah menikah. Seharusnya Fauzan juga minta maaf padanya karena telah berani menduakannya. Bukan hanya pada Fara. Bukan karena cemburu ... bukan. Kalau Btari cemburu, berarti dia sudah jatuh cinta pada Fauzan. Tidak akan .. Btari tidak akan pernah jatuh cinta pada lelaki tidak setia seperti Fauzan.
Yang membuat Btari marah dan kecewa, Fauzan telah berani berkhianat pada pernikahan mereka. Sedikit pun laki laki itu tidak menghargainya sebagai seorang istri. Tidak bisa berlaku adil antara istri sah dan kekasih pujaan hati. Hanya menunggu tiga bulan, Fauzan dan Fara tidak sabar, akhirnya membuat masalah semakin rumit. Semoga saja pihak KUA makin tidak memperpanjang masalah ini menjadi makin pelik. Btari ingin masa tiga bulan ini segera selesai dan ia bisa mengajukan pembatalan nikah, karena ia dan Fauzan tidak menjalankan pernikahan sebagaimana mestinya. Ia tidak mau berstatus janda atas pernikahan abal abal. Ini. Menyandang status janda itu tidak mudah. Dan Btari tidak mau mengalaminya.
Setelah berniat menduakan Btari, lalu pernikahan Fauzan dan Fara berujung batal dan gagal. Kini dengan seenaknya laki laki itu datang untuk memenuhi permintaan neneknya. Laki laki macam apa si Fauzan ini sampai bisa seegois ini? Datang tidak meminta maaf atas kesalahannya mau menikah lagi, malah menawarkan hal konyol.
Btari menyelonjorkan kakinya dengan nyaman di atas kursi sofa. Sebentar lagi, ia harus menangani pasien yang masih menunggunya dengan setia. Btari sangat bersyukur mempunyai keahlian memijat. Memijat bukan sembarang memijat. Keahlian pijat sangkal putung, hanya sedikit orang yang bisa menguasainya. Dan Btari sangat bersyukur, ia diberi kemudahan dalam mewarisi dan mempelajari ilmu pijat langka ini.
Dengan ilmu pijat yang ia miliki, Btari bisa menjadi orang yang berguna untuk orang lain. Dengan keahlian pijat yang ia punya Btari bisa menolong orang. Terutama orang tidak mampu. Kalau berobat ke rumah sakit memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk kasus patah tulang atau tulang retak.
Bagi orang yang tidak mampu apalagi tidak punya kartu jaminan kesehatan gratis dari pemerintah, biaya operasi yang puluhan juta sangat berat untuk orang tidak mampu. Karena itu pijat sangkal putung adalah solusi untuk orang orang yang mengalami kecelakaan patah tulang yang tidak punya biaya. Karena itu Btari dengan tekun menjalani profesinya.
Selain memijat sangkal putung, untuk mendongkrak perekonomiannya, Btari menjalani pekerjaan freelance sebagai terapis di beberapa klinik kecantikan. Btari juga membekali diri kursus pelatihan kecantikan mulai dari facial .. Totok wajah .. Kecantikan rambut, spa badan, semuanya yang berhubungan dengan kecantikan wanita.
Btari memang tidak kuliah, ia tidak punya biaya untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Bisa lulus sekolah menengah atas saja Btari sangat bersyukur. Kedua orangtuanya sama sekali tidak perduli padanya. Mereka sibuk dengan keluarganya sendiri sendiri.
Ayah dan ibunya Btari berpisah saat Btari masih berumur enam tahun. Btari ikut neneknya yang janda dari pihak ayahnya. Kedua orangtua Btari masing masing sudah menikah dan punya anak dari pasangannya masing masing. Btari tidak pernah diinginkan di kedua keluarga itu.
Karena itu Btari memilih ikut neneknya. Sang nenek adalah penyandang dana sebuah panti asuhan di kota lain yang didirikan sahabatnya. Di panti inilah Nenek dan Btari tinggal. Dari uang penghasilan memijat, Nenek menghidupi semua anak panti. Hingga sampai akhir hayat sang nenek, Btari tetap memilih hidup di panti. Btari tidak mau hidup di keluarga yang tidak pernah menginginkannya. Jarak makin jauh terbentang antara Btari dan kedua orangtuanya. Sejak mereka bercerai, Btari memang hidup seperti anak yatim piatu karena kedua orangtuanya tidak pernah perduli padanya dan mungkin sudah melupakannya. Sampai Btari dewasa mereka tidak pernah mencarinya.
Panti asuhan tempat Btari bernaung, sudah tinggal nama sejak sang pendiri dan penyandang dana meninggal dunia. Anak anak panti pun sudah besar dan sudah hidup mandiri. Saat panti bubar, ada tiga anak yatim piatu yang masih kecil. Mereka akhirnya dititipkan ke panti asuhan lain. Dan Btari menjadi donatur tetap, meski tidak terlalu besar, setidaknya ia bisa membantu meringankan beban panti.
Hari sudah menjelang siang, saat Btari keluar dari ruang praktek pijatnya. Ia akan kembali ke rumah kontrakan untuk beristirahat. Nanti sore jam tiga, ia ada job menjadi terapis. Tadi pagi ia dihubungi salah satu klinik kecantikan yang selalu memperkerjakannya sebagai terapis. Ada customer yang telah reservasi untuk jam tiga sore. Customer meminta paket lengkap mulai dari massage, wajah, spa, rambut dan kuku. Semakin customer minta perawatan lengkap, honor Yang diterima Btari makin gede.
Btari mengendarai sepeda motornya ke rumah kontrakan yang tidak seberapa jauh dari lokasi pijat Pucang Anom. Ia perlu mengistirahatkan tubuhnya. Tubuhnya lumayan capek, setengah hari ia memijat belasan pasien patah tulang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Okto Mulya D.
Wanita yang kuat dan gigih dalam memperjuangkan penghidupan nya..luar biasa
2024-12-13
0
Nur Hidayah
lanjut
2024-12-25
0