2. Digerebeg

KREEEKK .. KREEK .. KREEK ..

Terdengar bunyi tulang bergeser seiring teriakan membahana Dr Fauzan. Rasa sakit teramat sangat mendera Fauzan sampai ke ulu hati. Keringat dingin mengalir deras dari seluruh pori pori tubuhnya.

"Apa yang kamu lakukan, kamu apakan Mas Fauzan?" Fadil berteriak panik.

Btari tidak menjawab .. Ia terus berkonsentrasi mengurut kaki Dr Fauzan sambil terus menderaskan doa.

"Mas .. Mas Fauzan .. anda kenapa mas?" Fadil makin panik.

Fauzan tidak menjawab. Hanya tangannya yang terangkat menenangkan Fadil agar tidak ikut campur. Kakinya yang cidera dan retak terasa ringan dan dingin. Rasa sakit yang menderanya tadi sudah berkurang. Sebagai dokter ia cukup takjub dengan kepiawaian wanita yang dipanggil Tari ini.

Bukan tanpa alasan ia meminta Fadil mencari tukang sangkal putung untuk menangani cidera kakinya. Meski ia berprofesi dokter specialis jantung sekaligus sebagai influencer kesehatan yang cukup terkenal dan sering menjalankan profesi sebagai narasumber dalam seminar - seminar kesehatan jasmani dan rohani yang mempunyai jutaan followers anak anak muda dan ibu ibu, dirinya lebih memilih ditangani tukang pijat sangkal putung karena dulu pernah punya pengalaman mengalami patah tulang lalu ditangani tukang pijat sangkal putung, dan hasilnya tidak mengecewakan, kakinya sembuh seperti sedia kala.

"Cobalah anda turun .. Dan tapakkan kaki anda di atas lantai!" Btari memerintah.

Fauzan menurut, dengan hati hati ia menggerakkan kaki untuk turun dari ranjang.

"Mas Fauzan yakin? Bagaimana kalau Mas menuruti kata kata mbak Tari ini malah membuat kaki mas Fauzan makin parah?" Fadil khawatir, sejujurnya ia tidak suka dengan pengobatan alternatif ini.

Saat Dr Fauzan mengalami insiden jatuh dan kakinya cidera parah, Fadil sudah menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi Dr Fauzan kekeh meminta dicarikan tukang pijat sangkal putung.

Dengan terpaksa ia menelpon Sodiq untuk mencarikan tukang pijat. Sodiq ini rekan kerjanya dalam partner in crime. Jika Fadil membutuhkan informasi dari bawah, Fadil inilah yang ia hubungi.

"Kalau ngomong itu dijaga .. Saya masih disini! Simbah saya mengajarkan llmu sangkal putung ini bukan untuk membuat cidera makin parah .. Tapi untuk disembuhkan! Kalau sampai rekan anda ini sembuh .. Saya harap tarik kata kata anda yang menyakitkan ini, kalau tidak mau semoga kepala anda kejedot pintu." Btari menatap tajam Fadil, laki laki arogan yang menyebalkan. Tadi sudah seenaknya mengancam dirinya dengan pistol, kini giliran mulutnya yang berkata kata pedas.

Fadil ingin menjawab perkataan Btari.Tapi ia urungkan karena Fauzan sudah menginterupsinya.

"Tolong pegang tanganku." Fauzan berusaha bangkit dari duduknya, ia butuh pegangan.

Fadil mendekat, Fauzan segera berpegangan pada lengan Fadil. Ia mencoba bangkit. Dan usahanya berhasil. Ia bisa berdiri tegak. Pelan pelan tangannya ia lepaskan dari lengan Fadil.

"Bagaimana .. Apa yang anda rasakan? Terutama mata kaki anda?" Btari menatap Dr Fauzan.

"Sudah tidak sakit, Alhamdulilah aku bisa berdiri tegak .. aku bisa berjalan dengan normal kan?" Fauzan menatap Btari.

"Insya Allah bisa! Tapi untuk sekarang anda duduk lagi, masih ada yang harus saya urut agar kesembuhan anda sempurna." ucap Btari.

Fauzan menurut. Ia kembali duduk dengan hati hati. Lalu menyelonjorkan kakinya. Btari kembali duduk di tepi ranjang. Ia mengulurkan tangannya untuk mengurut kaki Fauzan.

Terdengar dering telepon berbunyi. Ternyata handphone milik Fadil. Laki laki itu segera mengambil handphone dari saku baju.

"Hey .. Anda harus minta maaf dulu padaku! Tarik kata kata anda tadi!" Btari mengingatkan.

Fadil menatap tajam Btari yang dibalas wanita itu dengan tatapan tajam yang sama. Fadil hanya mendengus kesal. Lalu berjalan keluar untuk menerima telepon. Saat membuka pintu dengan gerakan cepat ... Tanpa ampun kepalanya terbentur daun pintu dengan keras.

Sejenak Fadil seperti melihat burung burung berterbangan mengelilingi kepalanya. Rasanya mau pingsan. Fadil menyandarkan diri di tembok sambil memejamkan mata untuk meredakan sakit di kepala.

Setelah rasa sakitnya mereda dan burung burung imaginasi yang berterbangan mengelilingi kepalanya hilang, Fadil membuka matanya.Tak sengaja matanya bertemu dengan mata Btari. Gadis itu menyeringai tipis, seolah mentertawakan kesialannya.

Fadil jadi teringat kata kata Btari tadi yang menyumpahinya. Kalau ia tidak minta maaf kepalanya akan kejedot pintu. Dan sumpah gadis itu menjadi kenyataan. Kepalanya terbentur pintu dengan keras. Sakitnya sampai sekarang masih terasa. Dan mungkin kepalanya akan benjol. Fadil jadi ngeri dengan Btari. Wanita ini, kenapa perkataannya bisa terjadi sungguhan? Handphonenya kembali berdering, ia segera keluar dan menutup pintu dengan hati hati, tidak mau kejadian kepalanya terbentur terulang lagi.

Btari meneruskan pijatannya. Ia memijat pangkal paha Fauzan agar peredaran darah yang sempat kacau bisa normal kembali. Fauzan merasa gerah. Kaos yang dipakainya sudah basah kuyup karena keringat. Tanpa pikir panjang ia melepas kaosnya lalu menaruhnya di atas nakas.

"kenapa anda membuka kaos anda?" Btari terbelalak, ia segera menunduk menjaga pandangannya, dibenahinya kerudung Paris yang menutupi rambut. Ia agak grogi berhadapan dengan lelaki yang bertelanjang dada seperti ini. Apalagi sekarang mereka hanya berduaan di dalam kamar.

"Gerah .. Tidak enak memakai baju basah." jawab Fauzan.

Btari memilih tidak mendebat perkataan pasiennya. Ia tahu laki laki di depannya ini sama sama menyebalkan seperti assitennya. Ia terus mengurut paha Fauzan. Ia ingin cepat selesai dan pergi dari tempat ini. Tinggal menunggu kedatangan Sodiq yang sampai detik ini belum kelihatan batang hidungnya.

"Beli di apotik mana sih mas Sodiq ini, kenapa lama sekali?" Btari menggerutu dalam hati.

Karena merasa jengkel dengan Sodiq yang tidak kunjung muncul, tanpa sengaja ia memijat paha Fauzan dengan keras. Membuat laki laki itu berteriak kesakitan.

"Aaauuukh .. sakit .. Bisa pelan pelan kan?" Fauzan meringis sakit.

"Iya .. Iya .. Akan aku pelankan." Btari ikut meringis.

"Aaa .. uuuh." Fauzan mengadu, cukup sakit juga pijatan wanita ini.

"Paha anda ini sedikit mengalami cedera otot kalau dalam bahasa jawa disebut kecethit, ini agak keras di bagian ini? Mau saya pijat juga agar segera sembuh? Aku yakin paha anda ini kadang kadang terasa sakit?" Btari mendiaknosa.

"Kamu benar, pahaku yang ini memang mengalami cidera otot saat bermain futsal, baik lakukan pemijatan saja, aku mau sembuh!" Fauzan menyetujui.

"Ditahan ya .. Agak sakit pijatannya." Btari memberitahu.

"lakukan saja!" Fauzan mengangguk.

"Aaaa .. uuukh .. Aaaakh ... Aaaakhh .. " Fauzan mendesis kesakitan.

Tiba tiba pintu terbuka dengan bunyi yang keras karena menghantam dinding di belakangnya. Segerombolan orang berseragam masuk ke dalam dengan wajah sangar.

Fauzan dan Btari terkejut sekali dengan kedatangan mereka. Tanpa basa basi mereka semua menatap Fauzan yang setengah telanjang hanya memakai celana pendek dengan keringat yang membasahi tubuh. Sementara tangan Btari masih dalam keadaan memegang paha Fauzan.

"Astaqfirllahal adzim .. Padahal wanitanya berhijab! Ternyata tidak menghalangi mereka untuk berbuat mesum." Salah satu dari mereka berteriak marah.

"mana Kartu identitas kalian?" salah satu petugas meminta.

"Ada .. Sebentar ada di dalam tas saya." Fauzan menjawab dengan tenang, meski ia tahu mereka dalam situasi berbahaya. Ia dan Tukang pijat sangkal putung ini terkena razia.

"Aku tidak membawa KTP." Btari kebingungan.

"Arak saja keliling kota pasangan mesum ini! Untuk memberi effek jera pada mereka!" seorang petugas mengusulkan.

"Apa? Pasangan mesum? Jangan menuduh seenaknya .. Aku ini tukang pijat yang dipanggil untuk memijat bapak ini." Btari mencoba membela diri, tidak sadar kalau kata katanya malah memberatkan dirinya.

"Tukang pijat plus plus?" petugas lainnya mengejek.

"Bapak bapak yang dikatakan mbak ini benar! Kami tidak berbuat hal yang mesum, kaki saya sedang cidera karena jatuh, karena itu saya memanggil tukang pijat untuk menyembuhkan kaki saya yang cidera." Fauzan berusaha melakukan pembelaan.

"Halaaah alasan .. kalian terkena pasal berlapis karena melakukan tindak asusila yaitu Zina .. Hanya ada dua pilihan untuk kalian! Ĺangsung menikah sekarang juga atau kalian kami masukkan bui, dan sebelumnya kalian berdua akan kami arak keliling kota dalam keadaan telanjang!" seorang petugas memberikan ultimatum.

"Kami tidak melakukan perbuatan zina, aku murni hanya memijat, tidak kah kalian semua melihat kalau kaki laki laki ini cidera?" Btari tidak terima.

"Sudahlah mbak .. jangan ngeyel! Kalian berdua sudah terkena razia karena melakukan perbuatan mesum, sekarang tinggal memilih sanksinya!" petugas berkata dengan tegas tidak bisa dibantah.

"Baiklah kami memilih dinikahkan saja!" Fauzan tidak punya pilihan, ia tidak mau nama baiknya rusak karena insiden ini.

Jika bersikeras membantah, ia yakin dirinya dan wanita tukang pijat ini akan berakhir diarak ke.seluruh kota dalam keadaan telanjang. Lagipula kasihan wanita ini, jika mereka diarak keliling kota.

"Bagus! Heri telpon petugas KUA untuk menikahkan mereka! Sekarang juga kalian berdua akan menikah secara sah dan diakui oleh negara."

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

ceritanya aneh. jelas jelas yg prempuan pakai baju ketutup rapat,kok bisa kena pasal zina. lakinya juga, dokter kok nggak ngerti peraturan, seperti apa yg masuk kategori zina?

2025-01-01

0

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Hahaha kejam juga ya tukang razia ituuuu. lebih baik nikah lumayan gratis langsung dapat buku nikah hehehe... daripada diarak keliling kota maluu nya pasti seumur hidup kannnn..

2024-12-13

0

Aditya Sandy

Aditya Sandy

sebelumnya maaf kalau mau kasih masukan untuk kakak thor, kalau dokter itu dr sedangkan Dr itu gelar untuk doktor

2025-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pasien yang tidak diharapkan
2 2. Digerebeg
3 3. pernikahan grebekan
4 4. Hidup sendiri sendiri
5 5. Tentang Dr Fauzan
6 6. laporan bulan pertama
7 7. laporan bulan kedua
8 8. Menikah lagi
9 9. Ricuh
10 10. Pernikahan yang batal
11 11. Menemui Fara
12 12. Penilaian yang salah
13 13. Penolakan Btari
14 14. Sekelumit tentang Btari
15 15. Umi Khadijah bertemu Btari
16 16. Perjuangan Fauzan
17 17. tidak bisa melupakan
18 18. Rencana pembatalan nikah
19 19. Pertengkaran pertama
20 20. Memulai hidup baru
21 21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22 22. Hidup satu atap bersama
23 23. Pesona Fauzan
24 24. Rumitnya hati Fauzan
25 25. Pilihan untuk Fauzan
26 26. Balasan untuk Fara
27 27. Akal licik Fara
28 28. Rencana nikah siri
29 29. Undangan makan bersama
30 30. Jangan ngelunjak
31 31. Dua sejoli
32 32. Pernyataan cinta
33 33. Makan malam atau pesta?
34 34. Tasyakuran pernikahan
35 35. Tangis Fara
36 36. Kekecewaan Fara
37 37. Mulai oleng
38 38. Surga dunia
39 39. Pagi yang melelahkan
40 40 Niat Farid
41 41. Nyonya Fauzan
42 42. WAR
43 43. Rencana busuk
44 44. Pertunjukan dimulai
45 45. sandiwara bodoh
46 46. Pelampiasan kemarahan
47 47. Terkena getahnya
48 48. Bakat istimewa
49 49. Dibatalkan
50 50. Kembalinya ummu Azizah
51 51. Penantian
52 52. Pengkhianat
53 53. Tidak berselera
54 54. Misi yang sukses
55 55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56 56. Badai dalam rumah tangga
57 57. Aku juga istrinya Fauzan
58 58. Tidak sah
59 59. Hanya pasien
60 60. Fara hamil
61 61. Pesan atau curhat?
62 62. Sudah menjadi candu
63 63. Pribadi ganda Fauzan
64 64. Wanita pendusta
65 65. Pernikahan semu
66 66. Terusir
67 67. Kadang di atas kadang di bawah
68 68. Olahraga sore
69 69. Cerita kedua orangtua Btari
70 70. Dua manusia tidak bermoral
71 71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72 72. Bertekad pergi
73 73. Perlawanan bu Endang
74 74. Pernikahan impian
75 75. Rencana Endang
76 76. Pesta pernikahan Farina
77 77. Keluarga toxic
78 78. Selamat Tinggal
79 79. Resmi Berpisah
80 80. Penyesalan Supardi
81 81. Ada yang mau ngajak balikan
82 Arak arakan pengantin heboh
83 83. Mencari Btari
84 85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85 86. Kehamilan simpatik
Episodes

Updated 85 Episodes

1
1. Pasien yang tidak diharapkan
2
2. Digerebeg
3
3. pernikahan grebekan
4
4. Hidup sendiri sendiri
5
5. Tentang Dr Fauzan
6
6. laporan bulan pertama
7
7. laporan bulan kedua
8
8. Menikah lagi
9
9. Ricuh
10
10. Pernikahan yang batal
11
11. Menemui Fara
12
12. Penilaian yang salah
13
13. Penolakan Btari
14
14. Sekelumit tentang Btari
15
15. Umi Khadijah bertemu Btari
16
16. Perjuangan Fauzan
17
17. tidak bisa melupakan
18
18. Rencana pembatalan nikah
19
19. Pertengkaran pertama
20
20. Memulai hidup baru
21
21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22
22. Hidup satu atap bersama
23
23. Pesona Fauzan
24
24. Rumitnya hati Fauzan
25
25. Pilihan untuk Fauzan
26
26. Balasan untuk Fara
27
27. Akal licik Fara
28
28. Rencana nikah siri
29
29. Undangan makan bersama
30
30. Jangan ngelunjak
31
31. Dua sejoli
32
32. Pernyataan cinta
33
33. Makan malam atau pesta?
34
34. Tasyakuran pernikahan
35
35. Tangis Fara
36
36. Kekecewaan Fara
37
37. Mulai oleng
38
38. Surga dunia
39
39. Pagi yang melelahkan
40
40 Niat Farid
41
41. Nyonya Fauzan
42
42. WAR
43
43. Rencana busuk
44
44. Pertunjukan dimulai
45
45. sandiwara bodoh
46
46. Pelampiasan kemarahan
47
47. Terkena getahnya
48
48. Bakat istimewa
49
49. Dibatalkan
50
50. Kembalinya ummu Azizah
51
51. Penantian
52
52. Pengkhianat
53
53. Tidak berselera
54
54. Misi yang sukses
55
55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56
56. Badai dalam rumah tangga
57
57. Aku juga istrinya Fauzan
58
58. Tidak sah
59
59. Hanya pasien
60
60. Fara hamil
61
61. Pesan atau curhat?
62
62. Sudah menjadi candu
63
63. Pribadi ganda Fauzan
64
64. Wanita pendusta
65
65. Pernikahan semu
66
66. Terusir
67
67. Kadang di atas kadang di bawah
68
68. Olahraga sore
69
69. Cerita kedua orangtua Btari
70
70. Dua manusia tidak bermoral
71
71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72
72. Bertekad pergi
73
73. Perlawanan bu Endang
74
74. Pernikahan impian
75
75. Rencana Endang
76
76. Pesta pernikahan Farina
77
77. Keluarga toxic
78
78. Selamat Tinggal
79
79. Resmi Berpisah
80
80. Penyesalan Supardi
81
81. Ada yang mau ngajak balikan
82
Arak arakan pengantin heboh
83
83. Mencari Btari
84
85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85
86. Kehamilan simpatik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!