15. Umi Khadijah bertemu Btari

Jam tiga kurang setelah mengerjakan sholat Ashar, Btari sudah melaju menuju klinik kecantikan yang sudah menghubunginya. Lokasi klinik kecantikan tidak seberapa jauh dari tempat tinggalnya, hanya sepuluh menit perjalanan. Jam tiga tepat, Btari sudah sampai di lokasi. Customer belum datang.

Sambil menunggu kedatangan customer, Btari menyiapkan semua peralatan terapis. Ranjang tempat pasien berbaring juga sudah ia bersihkan dan dipersiapkan. Karena sudah terbiasa, hanya dalam waktu sepuluh menit Btari sudah selesai mempersiapkan alat tempurnya. Kini ia bisa bersantai duduk di sofa ruang tunggu menunggu kedatangan customer.

Customer yang ditunggu Btari datang. Seorang wanita tua. Tapi wajahnya terlihat masih kencang, segar dan terawat. Orang kaya memang beda .. Meski tua tetap terawat, ada uang untuk biaya perawatan tubuh dan kesehatan. Sementara orang miskin cepat terlihat tua, selain karena tekanan hidup, faktor ekonomi juga tidak ada biaya untuk perawatan badan. Jangankan untuk perawatan badan, untuk makan sehari hari saja musti lintang pukang bekerja keras.

"Assalamualaikum." Wanita itu menyapa.

"Waalaikumsalam." Btari menjawab sambil berdiri menyambut kedatangan customer.

"Selamat sore .. saya Khadijah yang sudah reservasi untuk jam tiga .. Mohon maaf saya datang agak terlambat, jalanan macet." customer bernama Khadijah menjelaskan dengan ramah.

"Selamat sore juga nyonya Khadijah .. Perkenalkan saya Btari yang akan menjadi terapis anda sesuai permintaan yang meminta saya untuk menjadi terapis." Btari menjawab sambil tersenyum manis.

"Mari silahkan duduk nyonya Khadijah!" Btari mempersilahkan.

Nyonya Khadijah berjalan mendekati sofa. Lalu dengan hati hati khas gaya orang tua yang selalu melakukan sesuatu dengan hati hati, ia mendudukkan diri di atas sofa yang empuk. Lalu bersandar dengan gaya elegan. Btari menyusul duduk di sofa berhadapan dengan nyonya Khadijah.

"jadi anda yang bernama Btari? Btari Saraswati?" Nyonya Khadijah bertanya.

"Benar nyonya." Btari tersenyum manis.

"Nama anda secantik orangnya." puji Nyonya Khadijah.

"Terima kasih." Btari tersipu malu.

"Kembali kasih." nyonya Khadijah terkekeh.

"Mari nyonya Khadijah kita ke kamar." Btari mempersilahkan.

Keduanya bangkit dari sofa. Berjalan menuju kamar. Nyonya Khadijah meletakkan tas miliknya di rak di samping ranjang. Btari menyerahkan kain panjang untuk pengganti pakaian.

"Nyonya butuh bantuan untuk melepas pakaian?" Btari bertanya.

"Tidak perlu Nak, ibu bisa sendiri." jawab Nyonya Khadijah.

"Baiklah saya keluar kamar dulu, kalau perlu bantuan silahkan memanggil, saya ada di depan pintu." ucap Btari.

Btari keluar kamar untuk memberikan kesempatan Nyonya Khadijah melepas pakaian dan menggantinya dengan kain panjang bertali yang diberikannya.

Di dalam kamar, sambil melepas pakaian, nyonya Khadijah tersenyum senang. Akhirnya kesampaian ia bisa berjumpa dengan istri cucunya. Ya hari ini yang menjadi customer Btari adalah umi Khadijah, neneknya Fauzan. Secara pribadi, Umi Khadijah ingin mengenal lebih dekat dengan cucu menantunya. Karena itu Umi Khadijah meminta anak buahnya mencari tahu tentàng segala sesuatu yang berhubungan dengan Btari. Ia harus tahu banyak tentang cucu menantunya ini. Tidak perlu menunggu lama, umi Khadijah sudah mengantongi data data dan cerita hidup Btari. Karena itu ia membuat reservasi di klinik kecantikan dimana Btari bekerja secara freelance. Klinik kecantikan dimana Btari bekerja adalah klinik rumahan, bukan klinik besar yang punya banyak terapis, ada dokter khususnya, ada alat alat mutakhir untuk membantu terapis. Tidak klinik kecantikan tempat Btari bekerja adalah klinik yang cenderung menggunakan ramuan herbal untuk customernya. Pemiliknya seorang dokter kecantikan.

"Hmmm seperti dugaanku, Btari adalah wanita yang baik ... Sopan dan ramah. Aku heran dengan Fauzan, punya istri yang cantik dan pintar ditelantarkan, malah milih kekasihnya yang tak jelas itu. Si Fara yang pintarnya cuma berkoar koar di handphone promosi barang, semua orang juga bisa kalau hanya promosi barang! urusan cantik, sudah jelas lebih cantik Btari kemana mana .. Cantiknya alami bukan hasil suntikan pemutih dan obat obat kimia, Fauzan benar benar buta, dia belum tahu wajah asli si Fara mungkin, cantiknya Si Fara itu kan karena dempulan make up, coba kalau polos, fiuh mengerikan .. wajahnya memerah seperti kulit babi." umi Khadijah lekas mengucap isqtifar karena telah menghina orang. Umi Khadijah segera memakai kain panjang untuk menutup tubuhnya yang hanya mengenakan underwear. Setelah merasa siap melakukan perawatan, Umi Khadijah memanggil Btari masuk.

Btari masuk sambil membawa alat aroma terapi. dipasangnya alat aroma terapi ini di bawah ranjang. Tak lama seluruh kamar dipenuhi harum yang merilekskan pikiran dan tubuh. Umi Khadijah sudah berbaring tengkurap siap untuk massage.

"suhu AC nya sudah cukup kah nyonya? perlu dikurangi atau ditambahi?" Btari bertanya dengan sopan.

"Sudah cukup ... jangan memanggilku nyonya, panggil umi saja Nak Btari." pinta umi Khadijah.

"Siap nyo .. Eh umi." jawab Btari.

"segini tekanan massagenya umi .. Apakah perlu dikurangi atau ditambah tekanannya?" Btari memulai memijat.

"cukup segini saja Nak Btari." umi Khadijah menjawab, ia mulai menikmati pijatan Btari.

Pijatan Btari sangat enak. Ternyata penilaian orang orang di sosial media tidak sekedar omong kosong. Cara memijat Btari benar benar enak dan membuat tubuhnya nyaman. Selama sesi massage, Umi Khadijah banyak mengajukan pertanyaan pada Btari, mulai dari hal hal umum sampai hal pribadi. Jawaban Btari sesuai dengan info yang diberikan informannya.

"Anak yang malang, dari kecil sudah ditelantarkan kedua orangtuanya, sekarang menikah pun ditelantarkan oleh suaminya, dan suaminya itu adalah cucuku." hati Umi Khadijah terasa teriris.

"kamu sudah menikah nak Tari?" umi Khadijah bertanya, ia ingin tahu apa jawaban Btari.

Btari tidak segera menjawab. Sejak menikah paksa dan dadakan dengan Fauzan, Btari selalu kesulitan menjawab jika ditanya status, sebisa mungkin ia akan menghindari pertanyaan seperti itu. Btari yang tidak biasa berbohong benar benar bingung harus menjawab pertanyaan itu dengan jawaban apa. Kalau menjawab belum, padahal ia sudah menikah. Kalau dijawab menikah, ia dan Fauzan sudah sepakat pernikahan ini tidak boleh diketahui oleh orang lain.

Dan hari ini, Umi Khadijah bertanya tentang statusnya. Lagi lagi Btari bingung harus menjawab apa. Masa ia harus membohongi orang yang sudah tua? Beruntung diantara kebingungan Btari harus menjawab jujur atau bohong, terdengar dering panggilan handphone berbunyi. Umi Khadijah meraih handphone di atas meja yang terletak di sebelah ranjang.

"Selamat .. Selamat .. Aku tidak harus berbohong, semoga umi Khadijah tidak bertanya lagi tentang statusku." Btari berdoa di dalam hati, ia kembali meneruskan pijatannya.

Usai massage selama satu jam, Btari meneruskan dengan spa tubuh, mulai dari body scrub sampai luluran. sepanjang waktu itu, Umi Khadijah mengajaknya mengobrol. Btari sampai merasa kalau Umi Khadijah ingin akrab dan dekat dengannya. Usai spa badan dilanjutkan dengan totok wajah dan facial. Waktu totok wajah, umi Khadijah sampai tertidur. Sesi totok wajah memang terasa nyaman membuat orang yang sedang ditotok wajahnya sampai tertidur.

"Lain kali saya ke sini lagi ya Nak Tari dan Nak Tari yang harus jadi terapisnya, pijatan nak Tari enak." ujar Umi Khadijah, sesi perawatan sudah selesai, mereka kembali duduk di ruang tunggu.

"Siap umi, asal jamnya jangan pagi sampai siang, itu waktu saya untuk.bekerja di tempat lain." Btari senang, customernya merasa puas dengan layanannya.

"Bekerja di mana Nak Tari?" Umi Khadijah pura pura tidak tahu.

"pagi sampai siang saya memijat di pijat sangkal putung Pucang Anom Umi." jawab Btari.

"itu kan pijat sangkal putung untuk orang orang yang mengalami patah tulang bukan?" umi Khadijah bertanya lagi.

"Benar umi." jawab Btari.

"Luar biasa, semuda ini bisa menguasai ilmu pijat yang langka." umi Khadijah memuji dengan tulus.

"Terima kasih." Btari tersipu.

"Bisa minta nomor handphonenya nak Btari, kalau nanti ada perlu, umi bisa menghubungimu tanpa harus lewat klinik ini." pinta Umi Khadijah.

"Bisa umi .. Tapi tolong kalau urusan perawatan kecantikan, saya minta tetap menghubungi kontak pemilik klinik ini ya umi? Saya tidak mau menyalahi kode etik kerja, bagaimanapun saya ini pekerja freelance di sini." pinta Btari.

"Tentu nak, jangan khawatir!" umi Khadijah makin salut melihat sikap Btari yang jujur dan bijaksana. Tidak mau mengambil keuntungan membabi buta. Bisa saja dia merebut customer yang jadi langganannya. Tapi Btari orang yang tidak suka melanggar kode etika pekerjaan. Orang baik dan jujur seperti Btari kok disia siakan, Fauzan benar benar bodoh.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

cucumu memang bodoh dan sedikit sombong nenek, menuduh Btari ingin menguasai hartanya.

2024-12-13

0

Nur Hidayah

Nur Hidayah

org sabar pasti byk penolongnya

2024-12-25

0

Holipah

Holipah

cucu mu udah buta 😂😂

2024-04-23

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pasien yang tidak diharapkan
2 2. Digerebeg
3 3. pernikahan grebekan
4 4. Hidup sendiri sendiri
5 5. Tentang Dr Fauzan
6 6. laporan bulan pertama
7 7. laporan bulan kedua
8 8. Menikah lagi
9 9. Ricuh
10 10. Pernikahan yang batal
11 11. Menemui Fara
12 12. Penilaian yang salah
13 13. Penolakan Btari
14 14. Sekelumit tentang Btari
15 15. Umi Khadijah bertemu Btari
16 16. Perjuangan Fauzan
17 17. tidak bisa melupakan
18 18. Rencana pembatalan nikah
19 19. Pertengkaran pertama
20 20. Memulai hidup baru
21 21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22 22. Hidup satu atap bersama
23 23. Pesona Fauzan
24 24. Rumitnya hati Fauzan
25 25. Pilihan untuk Fauzan
26 26. Balasan untuk Fara
27 27. Akal licik Fara
28 28. Rencana nikah siri
29 29. Undangan makan bersama
30 30. Jangan ngelunjak
31 31. Dua sejoli
32 32. Pernyataan cinta
33 33. Makan malam atau pesta?
34 34. Tasyakuran pernikahan
35 35. Tangis Fara
36 36. Kekecewaan Fara
37 37. Mulai oleng
38 38. Surga dunia
39 39. Pagi yang melelahkan
40 40 Niat Farid
41 41. Nyonya Fauzan
42 42. WAR
43 43. Rencana busuk
44 44. Pertunjukan dimulai
45 45. sandiwara bodoh
46 46. Pelampiasan kemarahan
47 47. Terkena getahnya
48 48. Bakat istimewa
49 49. Dibatalkan
50 50. Kembalinya ummu Azizah
51 51. Penantian
52 52. Pengkhianat
53 53. Tidak berselera
54 54. Misi yang sukses
55 55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56 56. Badai dalam rumah tangga
57 57. Aku juga istrinya Fauzan
58 58. Tidak sah
59 59. Hanya pasien
60 60. Fara hamil
61 61. Pesan atau curhat?
62 62. Sudah menjadi candu
63 63. Pribadi ganda Fauzan
64 64. Wanita pendusta
65 65. Pernikahan semu
66 66. Terusir
67 67. Kadang di atas kadang di bawah
68 68. Olahraga sore
69 69. Cerita kedua orangtua Btari
70 70. Dua manusia tidak bermoral
71 71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72 72. Bertekad pergi
73 73. Perlawanan bu Endang
74 74. Pernikahan impian
75 75. Rencana Endang
76 76. Pesta pernikahan Farina
77 77. Keluarga toxic
78 78. Selamat Tinggal
79 79. Resmi Berpisah
80 80. Penyesalan Supardi
81 81. Ada yang mau ngajak balikan
82 Arak arakan pengantin heboh
83 83. Mencari Btari
84 85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85 86. Kehamilan simpatik
Episodes

Updated 85 Episodes

1
1. Pasien yang tidak diharapkan
2
2. Digerebeg
3
3. pernikahan grebekan
4
4. Hidup sendiri sendiri
5
5. Tentang Dr Fauzan
6
6. laporan bulan pertama
7
7. laporan bulan kedua
8
8. Menikah lagi
9
9. Ricuh
10
10. Pernikahan yang batal
11
11. Menemui Fara
12
12. Penilaian yang salah
13
13. Penolakan Btari
14
14. Sekelumit tentang Btari
15
15. Umi Khadijah bertemu Btari
16
16. Perjuangan Fauzan
17
17. tidak bisa melupakan
18
18. Rencana pembatalan nikah
19
19. Pertengkaran pertama
20
20. Memulai hidup baru
21
21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22
22. Hidup satu atap bersama
23
23. Pesona Fauzan
24
24. Rumitnya hati Fauzan
25
25. Pilihan untuk Fauzan
26
26. Balasan untuk Fara
27
27. Akal licik Fara
28
28. Rencana nikah siri
29
29. Undangan makan bersama
30
30. Jangan ngelunjak
31
31. Dua sejoli
32
32. Pernyataan cinta
33
33. Makan malam atau pesta?
34
34. Tasyakuran pernikahan
35
35. Tangis Fara
36
36. Kekecewaan Fara
37
37. Mulai oleng
38
38. Surga dunia
39
39. Pagi yang melelahkan
40
40 Niat Farid
41
41. Nyonya Fauzan
42
42. WAR
43
43. Rencana busuk
44
44. Pertunjukan dimulai
45
45. sandiwara bodoh
46
46. Pelampiasan kemarahan
47
47. Terkena getahnya
48
48. Bakat istimewa
49
49. Dibatalkan
50
50. Kembalinya ummu Azizah
51
51. Penantian
52
52. Pengkhianat
53
53. Tidak berselera
54
54. Misi yang sukses
55
55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56
56. Badai dalam rumah tangga
57
57. Aku juga istrinya Fauzan
58
58. Tidak sah
59
59. Hanya pasien
60
60. Fara hamil
61
61. Pesan atau curhat?
62
62. Sudah menjadi candu
63
63. Pribadi ganda Fauzan
64
64. Wanita pendusta
65
65. Pernikahan semu
66
66. Terusir
67
67. Kadang di atas kadang di bawah
68
68. Olahraga sore
69
69. Cerita kedua orangtua Btari
70
70. Dua manusia tidak bermoral
71
71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72
72. Bertekad pergi
73
73. Perlawanan bu Endang
74
74. Pernikahan impian
75
75. Rencana Endang
76
76. Pesta pernikahan Farina
77
77. Keluarga toxic
78
78. Selamat Tinggal
79
79. Resmi Berpisah
80
80. Penyesalan Supardi
81
81. Ada yang mau ngajak balikan
82
Arak arakan pengantin heboh
83
83. Mencari Btari
84
85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85
86. Kehamilan simpatik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!