12. Penilaian yang salah

"Belum bertemu wanita itu saja, nenek kamu sudah membelanya mati matian. Bagaimana kalau dia beneran tinggal di rumah ini? Aku yakin wanita itu akan ngelunjak karena merasa dibela oleh umi! Jika itu terjadi, tidak akan aku biarkan! Akan aku buat wanita itu tidak kerasan tinggal di rumah ini." umu Azizah kesal bukan main, hatinya tidak terima dikatakan tidak becua mendidik keluarga oleh ibu mertuanya.

"umu sudah lah jangan menambah buruk situasi! Kalau umu berencana membuat Btari tidak kerasan, yang ada sikap umu makin buruk dimata nenek! Umu mau kedudukan umu digeser dan digantikan oleh bibi Fairuz? Semakin umu menentang keinginan nenek, semakin cepat umu lengser dari posisi sebagai ibu ketua keluarga besar Maulana, memangnya umu mau seperti itu?" Fauzan mengingatkan.

"Tentu saja umu tidak mau, enak saja si Fairuz mau menggeser posisiku." umu Azizah menggeram, teringat adik iparnya Fairuz istri Zulfikar Maulana, adik kedua suaminya. Wanita itu sangat berambisi menjadi tetua. Posisi tetua memang menguntungkan. Selain harta yang diperoleh lebih banyak, keluarga tetua lah yang memimpin perusahaan Maulana Corporation.

"Bila umu tidak ingin posisi tetua sampai diambil alih, maka turuti lah apa pun perintah nenek! Nenek itu pemegang hak absolut, bahkan kakek saja tidak berani membantah!" Fauzan mengingatkan.

"Tapi umu khawatir Zan .. nenek pasti punya rencana dengan meminta kamu membawa wanita itu ke rumah ini! umu yakin begitu wanita itu melihat kamu yang berasal dari keluarga kaya, akan silau matanya dan menjadi serakah! Umu tidak mau wanita yang tidak jelas asal usulnya itu menikmati kekayaan keluarga Maulana." Umu Azizah keberatan.

"kalau kulihat Btari tidak seperti itu, dia gadis yang sederhana umu, kelihatan sekali kalau dia tidak pernah neko neko!" Fauzan membela Btari, dari yang dia lihat istrinya itu wanita jujur dan sederhana.

"Justru itu, orang miskin seperti wanita itu akan silau dengan kekayaan! Melihat kamu yang mapan dan tampan, aku yakin wanita itu tidak akan melepaskanmu! Apalagi dengan dukungan dari nenek kamu, umu yakin wanita itu tidak akan pernah mau berpisah denganmu Fauzan, ini akan merusak hubunganmu dengan Fara." umu Azizah menghina.

"Btari tidak seperti umu tuduhkan, jangan menghina Btari yang tidak tidak kalau umi ketemu dengannya saja tidak pernah! Umi tahu, bahkan dia tidak pernah mau menerima uang belanja dariku, karena apa? Karena dia ingin segera lepas dari pernikahan ini! Agar jika waktunya nanti tiba, Btari akan mengajukan pembatalan pernikahan .. Jadi tuduhan umu itu salah besar! Kalau ada yang sangat ingin keluar dari pernikahan paksa ini Btari ini lah orangnya." Fauzan jengkel, dari tadi umu Azizah terus menghina Btari, bagaimana pun wanita itu berstatus istrinya.

"Heran dari tadi kamu terus membela wanita itu .. jangan jangan kamu sudah terpengaruh atau kamu sudah mulai jatuh cinta padanya?" umu Azizah menatap tajam bola mata Fauzan.

"umu jangan ngadi ngadi, wanita yang aku cintai hanya Fara. Aku membela Btari karena dari tadi umu terus menghinanya, padahal umu sedikit pun tidak tahu apa apa tentang Btari." Fauzan makin kesal.

"umu hanya melindungi hubungan kamu dan Fara, jangan sampai memburuk lagi kalau sampai Fara tahu nenek kamu meminta wanita itu tinggal di rumah ini!" umu Azizah membela diri.

"untuk masalah Fara dan keluarganya, umu tidak perlu khawatir! Fara sudah aku beri pengertian dan dia mau mengerti, mau menunggu sampai aku dan Btari berpisah! Sementara untuk pak Ginanjar, kata abi papinya Fara dan keluarganya sudah mau menerima kita kembali! Jadi sekarang tugasku memenuhi tuntutan nenek!" Fauzan menenangkan umunya.

"Baiklah .. Terserah kamu Fauzan! Lakukan yang terbaik, nenek memang keras kepala, sayangnya dia pemegang kekuasaan absolut di keluarga ini." umu Azizah tidak bisa berkutik.

"sudah tahu kekuasaan nenek itu absolut, umu selalu menentangnya! Bersikap lah seperti bibi Fairuz yang selalu menuruti apa kata nenek." Fauzan memberi saran.

"umu tidak akan mengikuti jejak bibimu, ingat itu!" kembali Umu Azizah naik darah, sudah menjadi rahasia umum kalau hubungan mereka seperti anjing dan kucing.

"oke .. Oke .. Terserah umu! Aku pergi dulu!" Fauzan berpamitan.

"Mau kemana kamu Zan?" umu Azizah heran.

"umu lupa peringatan nenek? aku tidak boleh menapakkan kaki di rumah ini kalau belum membawa Btari ke rumah ini." ucap Fauzan.

"Tinggal lah sampai makan malam Zan! Setelah makan malam bersama kamu boleh pergi!" umu Azizah menghela nafas, di dalam hati ia merutuk ibu mertuanya yang dengan tega telah mengusir Fauzan. Padahal Fauzan selama ini menjadi cucu kesayangan.

"Bagaimana kalau nenek marah bila masih melihatku di rumah ini?" Fauzan khawatir.

"Nenek tidak akan marah .. Hanya makan malam, tidak mungkin nenek kamu tega mengusirmu saat makan bersama." umu Azizah memaksa.

"Baiklah!" Fauzan mengiyakan, ia juga ingin makan malam bersama keluarganya, ia paling tidak bisa kalau makan sendirian.

Waktu makan malam sudah tiba. Tidak seperti biasanya, sebelum waktu makan malam tiba, rumah ini sudah ramai dengan kedatangan anggota keluarga besar Maulana. Tapi malam ini kenapa tidak ada satu pun anggota keluarga yang datang?

Sudah menjadi tradisi keluarga besar Maulana setiap malam selalu menyempatkan diri untuk makan malam di rumah punden atau rumah utama. Rumah anggota keluarga besar Maulana memang berdekatan. Nyaris semuanya tinggal di kompleks perumahan yang sama. Karena itu mereka tidak merasa keberatan kalau setiap malam harus makan bersama di rumah punden.

"Tumben belum ada yang datang, padahal sudah jam tujuh malam?" umu Azizah keheranan.

"iya umu benar .. Ada apa ya, apa ada yang tidak kita tahu?" abi Zakaria ikut heran.

Mereka berjalan ke arah ruang makan. Sesampai di ruang makan yang luas dengan meja makan yang panjang dan besar serta kursi kursi makan mengelilingi meja. Umu Azizah makin heran. Di atas meja tidak ada secuil pun makanan. Dengan kesal Umu Azizah berteriak memanggil Bu Jumik kepala pelayan di rumah ini.

"ini sudah waktunya makan malam, mengapa sampai sekarang meja masih kosong, belum ada makanan yang dihidangkan?" umi Azizah bertanya dengan nada marah.

"Malam ini tidak ada makan malam nyonya." Bu Jumik menjawab dengan kalem, tidak terpengaruh nada suara Umu Azizah yang melengking marah.

"Tidak ada makan malam? Apa maksud kamu Jumik?" abi Zakaria ikutan jengkel.

"Perintah dari umi Khadijah Tuan .. Beliau sendiri yang memerintahkan malam ini tidak akan ada makan malam bersama, selama masih ada yang menentang perintah beliau .. Permisi." Bu Jumik melenggang pergi.

"Astagaa abiii .. Ibu kamu itu sangat keterlaluan!" umu Azizah geram.

"Jaga bicaramu Azizah, jangan pernah memaki ibuku!" Abi Zakaria memperingatkan, membuat umu Azizah kicep.

"Aku tadi sudah mau pergi dari rumah ini tapi umu menghalangi niatku! Beginilah akhirnya! Nenek tahu dan marah!" Fauzan mengeluh.

"Tak apa Fauzan, sementara tinggallah di apartemen kamu, cari dan bawa wanita yang berstatus istrimu ini ke tempat ini sesegera mungkin agar kamu bisa segera kembali ke rumah ini." abi Zakaria menatap putranya dengan prihatin.

"iya abi .. Aku akan segera membawa Btari ke rumah ini, agar nenek tidak marah lagi." Fauzan berdiri dari duduknya.

Umu Azizah menatap kepergian putra kesayangannya dengan sedih. Putra kesayangannya terpaksa harus berjauhan dari keluarganya. Di dalam hati ia tak henti hentinya merutuki umi Khadijah dan istri Fauzan.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Luar biasa, pengaruh nenek pemegang kekuasaan absolut, sudah kayak apa yaa kerajaan kalii ya

2024-12-13

0

Holipah

Holipah

keluarga benalu yang mengandal kn kekayaan orang tua aja sombong 😏😏

2024-04-19

3

lihat semua
Episodes
1 1. Pasien yang tidak diharapkan
2 2. Digerebeg
3 3. pernikahan grebekan
4 4. Hidup sendiri sendiri
5 5. Tentang Dr Fauzan
6 6. laporan bulan pertama
7 7. laporan bulan kedua
8 8. Menikah lagi
9 9. Ricuh
10 10. Pernikahan yang batal
11 11. Menemui Fara
12 12. Penilaian yang salah
13 13. Penolakan Btari
14 14. Sekelumit tentang Btari
15 15. Umi Khadijah bertemu Btari
16 16. Perjuangan Fauzan
17 17. tidak bisa melupakan
18 18. Rencana pembatalan nikah
19 19. Pertengkaran pertama
20 20. Memulai hidup baru
21 21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22 22. Hidup satu atap bersama
23 23. Pesona Fauzan
24 24. Rumitnya hati Fauzan
25 25. Pilihan untuk Fauzan
26 26. Balasan untuk Fara
27 27. Akal licik Fara
28 28. Rencana nikah siri
29 29. Undangan makan bersama
30 30. Jangan ngelunjak
31 31. Dua sejoli
32 32. Pernyataan cinta
33 33. Makan malam atau pesta?
34 34. Tasyakuran pernikahan
35 35. Tangis Fara
36 36. Kekecewaan Fara
37 37. Mulai oleng
38 38. Surga dunia
39 39. Pagi yang melelahkan
40 40 Niat Farid
41 41. Nyonya Fauzan
42 42. WAR
43 43. Rencana busuk
44 44. Pertunjukan dimulai
45 45. sandiwara bodoh
46 46. Pelampiasan kemarahan
47 47. Terkena getahnya
48 48. Bakat istimewa
49 49. Dibatalkan
50 50. Kembalinya ummu Azizah
51 51. Penantian
52 52. Pengkhianat
53 53. Tidak berselera
54 54. Misi yang sukses
55 55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56 56. Badai dalam rumah tangga
57 57. Aku juga istrinya Fauzan
58 58. Tidak sah
59 59. Hanya pasien
60 60. Fara hamil
61 61. Pesan atau curhat?
62 62. Sudah menjadi candu
63 63. Pribadi ganda Fauzan
64 64. Wanita pendusta
65 65. Pernikahan semu
66 66. Terusir
67 67. Kadang di atas kadang di bawah
68 68. Olahraga sore
69 69. Cerita kedua orangtua Btari
70 70. Dua manusia tidak bermoral
71 71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72 72. Bertekad pergi
73 73. Perlawanan bu Endang
74 74. Pernikahan impian
75 75. Rencana Endang
76 76. Pesta pernikahan Farina
77 77. Keluarga toxic
78 78. Selamat Tinggal
79 79. Resmi Berpisah
80 80. Penyesalan Supardi
81 81. Ada yang mau ngajak balikan
82 Arak arakan pengantin heboh
83 83. Mencari Btari
84 85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85 86. Kehamilan simpatik
Episodes

Updated 85 Episodes

1
1. Pasien yang tidak diharapkan
2
2. Digerebeg
3
3. pernikahan grebekan
4
4. Hidup sendiri sendiri
5
5. Tentang Dr Fauzan
6
6. laporan bulan pertama
7
7. laporan bulan kedua
8
8. Menikah lagi
9
9. Ricuh
10
10. Pernikahan yang batal
11
11. Menemui Fara
12
12. Penilaian yang salah
13
13. Penolakan Btari
14
14. Sekelumit tentang Btari
15
15. Umi Khadijah bertemu Btari
16
16. Perjuangan Fauzan
17
17. tidak bisa melupakan
18
18. Rencana pembatalan nikah
19
19. Pertengkaran pertama
20
20. Memulai hidup baru
21
21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22
22. Hidup satu atap bersama
23
23. Pesona Fauzan
24
24. Rumitnya hati Fauzan
25
25. Pilihan untuk Fauzan
26
26. Balasan untuk Fara
27
27. Akal licik Fara
28
28. Rencana nikah siri
29
29. Undangan makan bersama
30
30. Jangan ngelunjak
31
31. Dua sejoli
32
32. Pernyataan cinta
33
33. Makan malam atau pesta?
34
34. Tasyakuran pernikahan
35
35. Tangis Fara
36
36. Kekecewaan Fara
37
37. Mulai oleng
38
38. Surga dunia
39
39. Pagi yang melelahkan
40
40 Niat Farid
41
41. Nyonya Fauzan
42
42. WAR
43
43. Rencana busuk
44
44. Pertunjukan dimulai
45
45. sandiwara bodoh
46
46. Pelampiasan kemarahan
47
47. Terkena getahnya
48
48. Bakat istimewa
49
49. Dibatalkan
50
50. Kembalinya ummu Azizah
51
51. Penantian
52
52. Pengkhianat
53
53. Tidak berselera
54
54. Misi yang sukses
55
55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56
56. Badai dalam rumah tangga
57
57. Aku juga istrinya Fauzan
58
58. Tidak sah
59
59. Hanya pasien
60
60. Fara hamil
61
61. Pesan atau curhat?
62
62. Sudah menjadi candu
63
63. Pribadi ganda Fauzan
64
64. Wanita pendusta
65
65. Pernikahan semu
66
66. Terusir
67
67. Kadang di atas kadang di bawah
68
68. Olahraga sore
69
69. Cerita kedua orangtua Btari
70
70. Dua manusia tidak bermoral
71
71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72
72. Bertekad pergi
73
73. Perlawanan bu Endang
74
74. Pernikahan impian
75
75. Rencana Endang
76
76. Pesta pernikahan Farina
77
77. Keluarga toxic
78
78. Selamat Tinggal
79
79. Resmi Berpisah
80
80. Penyesalan Supardi
81
81. Ada yang mau ngajak balikan
82
Arak arakan pengantin heboh
83
83. Mencari Btari
84
85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85
86. Kehamilan simpatik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!