7. laporan bulan kedua

"Apa kamu ingin kita menjadi suami istri yang sebenarnya?" Fauzan menatap Btari yang duduk di ujung bangku halte.

"Aku tidak tahu .. kadang di hatiku timbul rasa bersalah karena berani mempermainkan arti suci sebuah perkawinan, terlepas perkawinan ini terjadi karena tragedi." Btari mengutarakan isi hatinya.

"Kamu sedang tidak mengarang alasan untuk menjeratku bukan? Dengan alasan klise yang kamu katakan?" Fauzan menatap Btari dengan tajam.

"Maksud anda apa? Aku tidak mengerti." Btari keheranan.

"Aku yakin sekarang kamu tahu siapa aku! Setelah kamu tahu siapa aku, kamu berusaha menjeratku untuk menjadi suamimu yang sebenarnya!" ujar Fauzan dingin.

"Iya benar .. Saya sudah tahu siapa anda! Anda Dr Fauzan Maulana yang terkenal itu! Tapi apa hubungannya dengan menjerat, aku sama sekali tidak ada niat untuk menjerat anda!" Btari masih tidak mengerti.

"jangan pura pura polos tidak tahu apa apa! Aku yakin kamu ingin menjadi istriku yang sebenarnya karena aku kaya raya dan mapan! Kamu sama saja dengan wanita wanita gila harta di luar sana yang berlomba lomba mendekatiku dan merayuku!" Fauzan menuduh dengan kejam.

Btari tercengang mendengar perkataan Fauzan. Sekaya apa sih laki laki ini sehingga punya pikiran jahat kalau semua wanita ingin menggodanya karena merasa dirinya sangat kaya raya?"

"Anda ini seorang dokter yang sering memberikan motivasi untuk selalu berpikir positif menjalani kehidupan bukan? Ternyata nasehat anda tidak berlaku untuk anda sendiri! Maaf ya kalau perkataan jahat anda tidak berlaku padaku .. Anda boleh merasa mapan dan kaya raya, tapi aku tidak tertarik untuk menjebakmu! anda pikir harta yang banyak akan membuat setiap wanita bertekuk lutut padamu! Dengar ya Tuan sok mapan dan kaya raya, aku sama sekali tidak tertarik menjadikan anda suamiku sesungguhnya, alasanku berkata seperti itu karena ingin segera bercerai darimu agar tidak merasa bersalah telah mempermainkan sucinya sebuah pernikahan." Btari ganti menatap tajam Dr Fauzan.

Fauzan tersenyum remeh mendengar bantahan Btari. Semua wanita kalau sudah ketahuan modusnya pasti akan berusaha membela diri.

"Anda boleh tidak percaya pembelaanku! anda pikir cukup tampan dan kaya raya sehingga dengan pedenya menganggapku berusaha menjeratmu? Kalau anda sekaya dan setampan pangeran Hamdan, aku dengan suka rela berusaha menjerat anda." Btari bangkit dari duduknya dan segera berjalan di atas trotoar.

"Hai .. Tunggu! Kamu mau pergi kemana? Btari kamu belum memberikan nomor handphonemu!" Fauzan menyusul Btari.

"Sudah kukatakan aku tidak akan memberikan nomor handphoneku pada orang asing!" Btari terus melangkah.

"Ayolah Btari, jangan membuat sulit situasi! Kalau bulan depan kita tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan petugas akan semakin lama kita terbelenggu pernikahan palsu ini." Fauzan jengkel.

"Andà kan kaya, pakai uang dan kekayaan anda untuk menyuap seluruh pegawai KUA agar segera membatalkan pernikahan kita ini." seru Btari dingin.

"Oke .. Oke aku cabut kata kataku tadi! Kamu bukan wanita gila harta yang akan menjeratku menjadi suamimu sesungguhnya! Aku minta maaf Btari!" Fauzan mengalah, ia tidak mau lama lama berdebat dengan Btari.

"Gampang sekali anda meminta maaf setelah menghinaku dengan kata kata kejam! Aku bukan manusia yang gampang memberi maaf!" Btari masih dongkol.

"Aku harus bagaimana agar kamu maafkan Btari" Fauzan merendahkan dirinya sendiri meminta maaf.

"Bisa kah hari ini juga anda mengucapkan talak padaku? Kita bercerai saja secara agama .. Nanti kalau sudah enam bulan kita berpisah secara negara!" pinta Btari.

Fauzan tertegun mendengar kata kata Btari. Entah kenapa tiba tiba hatinya langsung merasa tidak nyaman dengan permintaan cerai dari Btari.

"Tolonglah Btari jangan keras kepala! Beritahu aku nomor telepon kamu, agar kita berdua bisa saling bertukar info hal hal pribadi tentang kita agar bisa menjawab semua pertanyaan petugas KUA." Fauzan mencoba membujuk, mengabaikan permintaan Btari.

Btari menatap Dr Fauzan dengan sebal. Tapi pada dasarnya, ia orang yang tidak tegaan. Meski kesal dan marah ia menyebutkan nomor handphonenya. Bertepatan dengan itu sebuah angkot lewat. Btari segera menyetopnya, tanpa pamit ia segera naik ke dalam angkot.

Dr Fauzan menatap kepergian angkot yang ditumpangi Btari sampai angkot itu menghilang dari pandangannya. Dr Fauzan menghela nafas panjang.

"Kenapa jalan hidupku seperti ini? Menikah dengan wanita asing akibat razia .. Aku tahu dengan mengacuhkan Btari aku telah mempermainkan arti dari pernikahan suci, aku telah menyalahi sumpah yang aku ucapkan di hadapan Tuhan dan semua orang .. Meski sumpah itu aku lakukan dengan terpaksa! Ya Tuhan aku harus bagaimana?" Dr Fauzan frustasi, ia kembali berjalan menuju mobilnya dengan hati diliputi kebimbangan.

Hari terus berganti. Tidak terasa sudah hampir dua bulan. Satu minggu lagi, jadwal melapor. Dr Fauzan makin frustasi. Ia sudah mengantongi info hal hal pribadi Btari. Begitu juga Btari sudah mengetahui hal hal pribadi tentang dirinya yang nantinya akan jadi pertanyaan petugas KUA. Bukan Btari yang membuat Fauzan frustasi. Tapi pernikahannya dengan Fara lah yang membuat Fauzan kalut.

Entah kenapa ia mempunyai firasat buruk dengan pernikahannya kali ini. Fadil sudah berhasil mengurus berkas pendaftaran nikah tanpa banyak kendala. Tapi tetap tidak bisa membuat hati Fauzan senang, rasa resah itu tetap menggelayuti hatinya. Sementara persiapan pesta pernikahannya dengan Fara sudah berjalan hampir delapan puluh persen. Meski terkesan mendadak, dengan kekuatan uang semuanya berjalan lancar.

Hari senin di bulan kedua, Fauzan dan Btari sudah duduk di hadapan Bu Mulyani. Keduanya bisa menjawab pertanyaan Bu Mulyani dengan lancar. Meski ada satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh keduanya. Fauzan dan Btari sampai memerah malu mendengar pertanyaan masing masing.

Bagaimana tidak, Bu Mulyani bertanya berapa ukuran bra Btari pada Fauzan. Dan pada Btari menanyakan berapa ukuran celana dalam Fauzan. Pertanyaan yang membuat wajah keduanya memerah malu.

Meski keduanya tidak bisa menjawab masing masing satu pertanyaan, cukup membuat Bu Mulyani tersenyum lebar. Wanita petugas KUA ini bisa melihat kalau Fauzan dan Btari sudah menjalankan nasehatnya. Kedua pasangan suami istri ini sudah tidak canggung lagi. Gestur tubuh mereka sudah tidak canggung lagi seperti bulan kemarin yang masih terlihat seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal.

Tentu saja Fauzan dan Btari sudah tidak canggung lagi. Setelah Btari memberikan nomor handphonenya, keduanya sering berhubungan lewat handphone. Mau atau tidak Fauzan dan Btari kini sudah sering berinteraksi, membuat hubungan keduanya berjalan dengan baik meski masih hidup terpisah.

"Saya doakan semoga pernikahan kalian berdua selalu bahagia ... Kalian berdua akan saling menyayangi dan diberikan keturunan yang sholeh dan sholeha." Bu Mulyani berkata tulus.

"Aamiin .. Aamiin." Btari dan Fauzan menjawab berbarengan.

Fauzan dan Btari tertegun. Bagaimana bisa keduanya mengaminkan pernikahan mereka berbarengan? Padahal enam bulan lagi mereka akan berpisah .. Pernikahan mereka hanya sebatas di atas buku nikah.

"Maaf .. jangan salah sangka, saya tadi mengucapkan kata Amin karena reflek, bukan berarti saya berharap pernikahan kita seperti yang didoakan oleh bu Mulyani." Ucap Btari, sesi laporan sudah selesai ... keduanya berjalan menuju halte. Btari tidak mau dituduh ingin menjadi istri seperti bulan lalu

"Tak apa .. Aku mengerti! Kita memang terbiasa cenderung mengaminkan doa doa baik." Fauzan tersenyum.

"Saya pamit duluan." Btari berpamitan.

"ayo aku antar sampai rumah kamu!" Fauzan menawari.

"Tidak .. terima kasih .. Saya naik angkot saja .. Assalamualaikum ." Btari undur diri.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ... hati hati di jalan, sampai jumpa bulan depan." Entah kenapa hari ini Fauzan bersikap ramah pada Btari.

Terpopuler

Comments

Rieya Yanie

Rieya Yanie

semangat btari

2024-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pasien yang tidak diharapkan
2 2. Digerebeg
3 3. pernikahan grebekan
4 4. Hidup sendiri sendiri
5 5. Tentang Dr Fauzan
6 6. laporan bulan pertama
7 7. laporan bulan kedua
8 8. Menikah lagi
9 9. Ricuh
10 10. Pernikahan yang batal
11 11. Menemui Fara
12 12. Penilaian yang salah
13 13. Penolakan Btari
14 14. Sekelumit tentang Btari
15 15. Umi Khadijah bertemu Btari
16 16. Perjuangan Fauzan
17 17. tidak bisa melupakan
18 18. Rencana pembatalan nikah
19 19. Pertengkaran pertama
20 20. Memulai hidup baru
21 21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22 22. Hidup satu atap bersama
23 23. Pesona Fauzan
24 24. Rumitnya hati Fauzan
25 25. Pilihan untuk Fauzan
26 26. Balasan untuk Fara
27 27. Akal licik Fara
28 28. Rencana nikah siri
29 29. Undangan makan bersama
30 30. Jangan ngelunjak
31 31. Dua sejoli
32 32. Pernyataan cinta
33 33. Makan malam atau pesta?
34 34. Tasyakuran pernikahan
35 35. Tangis Fara
36 36. Kekecewaan Fara
37 37. Mulai oleng
38 38. Surga dunia
39 39. Pagi yang melelahkan
40 40 Niat Farid
41 41. Nyonya Fauzan
42 42. WAR
43 43. Rencana busuk
44 44. Pertunjukan dimulai
45 45. sandiwara bodoh
46 46. Pelampiasan kemarahan
47 47. Terkena getahnya
48 48. Bakat istimewa
49 49. Dibatalkan
50 50. Kembalinya ummu Azizah
51 51. Penantian
52 52. Pengkhianat
53 53. Tidak berselera
54 54. Misi yang sukses
55 55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56 56. Badai dalam rumah tangga
57 57. Aku juga istrinya Fauzan
58 58. Tidak sah
59 59. Hanya pasien
60 60. Fara hamil
61 61. Pesan atau curhat?
62 62. Sudah menjadi candu
63 63. Pribadi ganda Fauzan
64 64. Wanita pendusta
65 65. Pernikahan semu
66 66. Terusir
67 67. Kadang di atas kadang di bawah
68 68. Olahraga sore
69 69. Cerita kedua orangtua Btari
70 70. Dua manusia tidak bermoral
71 71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72 72. Bertekad pergi
73 73. Perlawanan bu Endang
74 74. Pernikahan impian
75 75. Rencana Endang
76 76. Pesta pernikahan Farina
77 77. Keluarga toxic
78 78. Selamat Tinggal
79 79. Resmi Berpisah
80 80. Penyesalan Supardi
81 81. Ada yang mau ngajak balikan
82 Arak arakan pengantin heboh
83 83. Mencari Btari
84 85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85 86. Kehamilan simpatik
Episodes

Updated 85 Episodes

1
1. Pasien yang tidak diharapkan
2
2. Digerebeg
3
3. pernikahan grebekan
4
4. Hidup sendiri sendiri
5
5. Tentang Dr Fauzan
6
6. laporan bulan pertama
7
7. laporan bulan kedua
8
8. Menikah lagi
9
9. Ricuh
10
10. Pernikahan yang batal
11
11. Menemui Fara
12
12. Penilaian yang salah
13
13. Penolakan Btari
14
14. Sekelumit tentang Btari
15
15. Umi Khadijah bertemu Btari
16
16. Perjuangan Fauzan
17
17. tidak bisa melupakan
18
18. Rencana pembatalan nikah
19
19. Pertengkaran pertama
20
20. Memulai hidup baru
21
21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22
22. Hidup satu atap bersama
23
23. Pesona Fauzan
24
24. Rumitnya hati Fauzan
25
25. Pilihan untuk Fauzan
26
26. Balasan untuk Fara
27
27. Akal licik Fara
28
28. Rencana nikah siri
29
29. Undangan makan bersama
30
30. Jangan ngelunjak
31
31. Dua sejoli
32
32. Pernyataan cinta
33
33. Makan malam atau pesta?
34
34. Tasyakuran pernikahan
35
35. Tangis Fara
36
36. Kekecewaan Fara
37
37. Mulai oleng
38
38. Surga dunia
39
39. Pagi yang melelahkan
40
40 Niat Farid
41
41. Nyonya Fauzan
42
42. WAR
43
43. Rencana busuk
44
44. Pertunjukan dimulai
45
45. sandiwara bodoh
46
46. Pelampiasan kemarahan
47
47. Terkena getahnya
48
48. Bakat istimewa
49
49. Dibatalkan
50
50. Kembalinya ummu Azizah
51
51. Penantian
52
52. Pengkhianat
53
53. Tidak berselera
54
54. Misi yang sukses
55
55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56
56. Badai dalam rumah tangga
57
57. Aku juga istrinya Fauzan
58
58. Tidak sah
59
59. Hanya pasien
60
60. Fara hamil
61
61. Pesan atau curhat?
62
62. Sudah menjadi candu
63
63. Pribadi ganda Fauzan
64
64. Wanita pendusta
65
65. Pernikahan semu
66
66. Terusir
67
67. Kadang di atas kadang di bawah
68
68. Olahraga sore
69
69. Cerita kedua orangtua Btari
70
70. Dua manusia tidak bermoral
71
71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72
72. Bertekad pergi
73
73. Perlawanan bu Endang
74
74. Pernikahan impian
75
75. Rencana Endang
76
76. Pesta pernikahan Farina
77
77. Keluarga toxic
78
78. Selamat Tinggal
79
79. Resmi Berpisah
80
80. Penyesalan Supardi
81
81. Ada yang mau ngajak balikan
82
Arak arakan pengantin heboh
83
83. Mencari Btari
84
85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85
86. Kehamilan simpatik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!