11. Menemui Fara

"kenapa umi jadi seperti ini ya abi?" umu Azizah bingung.

"abi juga tidak tahu, mengapa umi malah membela wanita yang asal usulnya tidak jelas." zakaria mengeluh.

"Fauzan .. apa tindakanmu nak? Kamu akan tetap mematuhi perintah nenek?" umu Azizah menatap putra tersayangnya.

"iya umi, aku tidak mau dimusuhi nenek kalau sampai tidak menuruti kemauannya." ucap Fauzan lesu.

"kalau kamu sampai menuruti perintah nenek, bagaimana kalau sampai Fara mengetahuinya? Dia bisa salah paham lagi, dan hubungan kalian berdua akan makin memburuk." umu Azizah keberatan.

"kalau begitu jangan sampai ketahuan Fara dan keluarganya." Jawab Fauzan.

"Ayo kita ke rumah sakit, kita jenguk Ginanjar semoga papinya si Fara itu sudah membaik." Zakaria memutuskan.

"abi dan Fauzan saja ya yang ke rumah sakit .. Umu capek dengan kejadian ini." umu Azizah meminta.

"iya umu ... Umu istirahat saja, kalau bisa bujuk nenek untuk mencabut tuntutannya." ucap Fauzan.

"akan umi usahakan untuk melelehkan hati umi Khadijah." umu Azizah mengangguk.

"kami pamit pergi ke rumah sakit, ayo Fauzan." Zakaria bangkit dari sofa diikuti Fauzan.

Pertemuan keluarga sudah bubar. Tidak ada yang berani membantah keinginan umi Khadijah termasuk abah Hasan.

Fauzan dan Zakaria telah sampai di rumah sakit, tempat Ginanjar dirawat. Semula mereka tidak mau menerima kedatangan Zakaria dan Fauzan. Terutama Fara. Hati wanita itu merasa sakit. Satu tahun menjalani taaruf dengan Fauzan, ujung ujungnya dikhianati. Ditinggal menikah dengan wanita lain. Apalagi pengkhianatan Fauzan baru ketahuan saat mereka akan melangsungkan prosesi ijab kabul. Sangat menyakitkan dan memalukan.

"Harus bagaimana lagi aku menjelaskan padamu Fara, kalau pernikahan itu benar benar pernikahan paksa, aku dan Btari menjalani hidup sendiri secara terpisah tanpa saling berhubungan." Fauzan putus asa melihat Fara yang dari tadi duduk memunggunginya sambil menangis tersedu sedu. Hati Fauzan terasa remuk melihat kekasih hatinya menangis seperti ini.

Fauzan tidak lagi membujuk. Ia biarkan Fara menangis sepuasnya. Hingga tangis gadis itu tinggal sedu sedan lirih sampai akhirnya berhenti. Fauzan bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Fara. laki laki itu duduk berjongkok di depan Fara, kedua tangannya menggenggam erat telapak tangan kekasihnya.

"Maafkan aku Fara, aku juga tidak menyangka kalau aku harus menikahi wanita asing yang sama sekali tidak aku kenal! Demi Tuhan wanita itu memijat kakiku yang terkilir, kami tidak melakukan apa apa .. saat itu ada Fadil dan teman Btari! Saat ada Razia Fadil sedang menerima telepon di luar dan teman Btari pergi ke apotik untuk membeli perban elastis untuk membebat kakiku." Fauzan sekali lagi menjelaskan kronologi kejadian pernikahannya dengan Btari.

Fara menatap bola mata Fauzan yang berwarna hitam. Tidak ada kebohongan di mata Fauzan.

"Baiklah .. Aku percaya padamu! Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Fara menghela nafas panjang, ia akan memberi kesempatan pada Fauzan. Bagaimana pun ia masih mencintai laki laki ini. Fauzan cinta pertama dan terakhirnya.

Sebelum mereka melakukan taaruf, Fauzan dan Fara sudah saling mengenal dengan baik. Hubungan mereka terjalin karena hubungan persahabatan dua keluarga.

"Menunggu .. Kita akan menunggu sampai tiga bulan, setelah masa wajib lapor kami selesai .. Saat itu pula kami akan bercerai, bahkan Btari akan mengajukan pembatalan pernikahan karena kami tidak menjalankan sebagaimana mestinya." Fauzan menjelaskan.

"kamu yakin dalam jangka waktu tiga bulan lagi kalian pasti akan bercerai? dengan adanya insiden ini, pihak KUA telah memergoki pernikahan kita yang akhirnya batal, tidak kah mereka akan semakin mengawasi kalian berdua?" Fara tidak yakin.

"perkataanmu benar, aku dan Btari dalam pengawasan, karena itu kita berdua kalau mau bertemu sembunyi sembunyi dulu ya? Agar tiga bulan ke depan tidak ada lagi hambatan." pinta Fauzan.

"Malang nian nasibku, aku yang lama taaruf harus mengalah! Pernikahan batal .. Dan sekarang harus sembunyi sembunyi kalau ingin ketemuan." Fara menghela nafas lelah.

"Maafkan aku Fara .. Aku juga tidak ingin semua ini terjadi, kalau aku tahu akan seperti ini kejadiannya, dulu seharusnya kita segera menikah, tak perlu menunda nunda." Fauzan tertunduk lesu.

"saat itu kita sedang menapaki karier! Karier kita berdua sedang maju pesat, kamu sebagai dokter dan menjadi narasumber dalam berbagai seminar, sementara aku sibuk dengan kegiatan syuting sebagai influencer yang terkenal, kita berdua disibukkan dengan pekerjaan." Fara mengenang perjalanan setahun taaruf mereka yang dipenuhi dengan kesibukan kerja.

"ya .. Kamu benar Fara .. Sekarang marilah kita berdua tidak saling menyalahkan satu sama lain! yang penting sekarang kamu mau mengerti dan mau menerimaku kembali, itu sudah cukup bagiku!" ujar Fauzan.

"Aku memang mau menerimamu kembali Mas .. Tapi aku minta di kesempatan kedua ini aku tidak mau kepercayaanku padamu kamu rusak! Saat ini aku yakin kamu dan perempuan yang berstatus istrimu itu hanya menikah bohongan dan mas Fauzan tidak menyentuhnya! Kamu beneran belum menyentuh istri kamu itu kan mas?" Fara menatap tajam mata Fauzan mencari kepastian.

"Aku bersumpah belum pernah menyentuhnya Fara, meskipun dia berstatus sah sebagai istriku aku tidak bisa menyentuhnya, bukan hanya karena aku tidak mau, Btari pun tidak mau!" Fauzan meyakinkan.

"Baiklah aku percaya, jangan sampai mas Fauzan menyentuh wanita atau bahkan berani jatuh cinta padanya! Kalau sampai semua itu terjadi, aku akan pergi meninggalkanmu!" Fara mengancam.

"iya sayang .. lagi pula aku tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita lain! Yang aku cintai itu hanya kamu Fara!" Fauzan menggenggam erat kedua tangan Fara dan mengecup punggung tangannya.

"janji ya mas! Tetap lah hidup terpisah dengan wanita itu, agar di hati mas Fauzan tidak tumbuh rasa cinta atau tertarik pada wanita ini, bagaimana pun dia istri sah kamu, kedudukannya lebih tinggi dariku!" Fara berkatà sendu.

"aku berjanji Fara .. Jangan khawatir .. hanya kamu satu satunya wanita yang aku cintai." Fauzan berjanji.

Dengan hati bahagia Fauzan masuk ke dalam rumah. Masalahnya dengan Fara sudah terselesaikan. Salah paham diantara mereka sudah terurai.

"Bagaimana Fauzan .. Mau kah istrimu kamu ajak tinggal di sini?"

Fauzan gelagapan, baru saja masuk sudah ditodong pertanyaan oleh umi Khadijah. Sang nenek sudah duduk di sofa ruang tamu, wanita tua itu menatap tajam dirinya.

"Belum nek .. Aku belum bertemu Btari." jawab Fauzan.

"kenapa harus menunggu ketemu? Bukan kah kau bisa mendatangi rumahnya?" umi Khadijah makin jengkel mendengar jawaban Fauzan.

"eh .. Anu nek .. Saya tidak tahu dimana Btari tinggal." jawab Fauzan jujur, ia memang tidak tahu dimana rumah wanita itu, kerabatnya, asal usulnya, Fauzan buta sama sekali tentang Btari. Yang ia ketahui hanya yang ditanyakan oleh petugas KUA tentang hal hal yang berhubungan dengan pribadi masing masing.

"kamu ini benar benar suami yang tidak berguna! Kelakuanmu sangat dholim Fauzan! Kamu ini seperti manusia yang tidak pernah dididik orangtuamu nilai nilai tanggung jawab! Benar benar memalukan!Padahal di keluarga ini tidak pernah dalam sejarah keturunannya menjadi orang pengecut yang tidak mau bertanggung jawab!" umi Khadijah sangat marah.

"tapi umi .. sikap Fauzan tidak salah! Pernikahan mereka bukan karena keinginan Fauzan! Mereka menikah karena keadaan yang memaksa, lagipula wanita itu tidak meminta pertanggung jawaban Fauzan! Mungkin saja wanita itu sudah punya calon suami." umu Azizah nimbrung, ia enggan menyebut Btari istrinya Fauzan, sampai kapan pun dia tidak mau punya menantu yang tidak jelas asal usulnya.

"aku heran denganmu Azizah, kamu ini seorang ibu dan punya anak perempuan, kamu mau anak perempuanmu mengalami kejadian yang dialami oleh Btari yang ditelantarkan oleh Fauzan? Sebagai ibu yang baik seharusnya kamu ini mengajarkan tanggung jawab pada anak anakmu! Bukan malah mendukung sikap salah Fauzan! Sejak keluarga ini dibawah kendali kamu dan Zakaria, nilai nilai luhur moyang kita makin luntur, itu karena kamu selalu saja mendukung semua kelakuan anggota keluarga meski pun itu kelakuan yang salah!" umi Khadijah memandang tajam Umu Azizah menantunya.

Wajah Umu Azizah merah padam mendengar perkataan ibu mertua yang sangat memojokkannya. Selama ini tampuk kekuasaan keluarga besar Maulana memang berada di tangan Zakaria suaminya. Padahal ia sudah berusaha menjadi ibu ketua yang bijak, tapi tetap saja di mata ibu mertuanya terkadang masih saja salah.

"Sudah lah nek .. Ibu .. Jangan bertengkar masalah ini! Hanya karena masalah pernikahan konyol ini nenek dan umi bertengkar!" Fauzan melerai.

"Apaa? Pernikahan konyol katamu? Jadi sumpah yang kau ucapkan dengan disaksikan oleh Allah itu kamu anggap konyol?" umi Khadijah melotot marah.

"itulah kalau seorang ibu mengajari anaknya menjadi pengecut! Apa pun kondisi pernikahanmu dengan Btari karena paksaan bukan berarti kamu dengan santai bisa lepas tanggung jawab begitu saja!" umi Khadijah sewot.

"Fauzan kamu masih ingat perintah nenek bukan? Jangan pernah menapak kaki di rumah ini sebelum istrimu kamu bawa ke rumah ini!" umi Khadijah bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan ruangan.

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Mantab ini si Nenek prinsipnya, pernikahan tetap pernikahan karena itu janji sama Allah.

2024-12-13

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pasien yang tidak diharapkan
2 2. Digerebeg
3 3. pernikahan grebekan
4 4. Hidup sendiri sendiri
5 5. Tentang Dr Fauzan
6 6. laporan bulan pertama
7 7. laporan bulan kedua
8 8. Menikah lagi
9 9. Ricuh
10 10. Pernikahan yang batal
11 11. Menemui Fara
12 12. Penilaian yang salah
13 13. Penolakan Btari
14 14. Sekelumit tentang Btari
15 15. Umi Khadijah bertemu Btari
16 16. Perjuangan Fauzan
17 17. tidak bisa melupakan
18 18. Rencana pembatalan nikah
19 19. Pertengkaran pertama
20 20. Memulai hidup baru
21 21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22 22. Hidup satu atap bersama
23 23. Pesona Fauzan
24 24. Rumitnya hati Fauzan
25 25. Pilihan untuk Fauzan
26 26. Balasan untuk Fara
27 27. Akal licik Fara
28 28. Rencana nikah siri
29 29. Undangan makan bersama
30 30. Jangan ngelunjak
31 31. Dua sejoli
32 32. Pernyataan cinta
33 33. Makan malam atau pesta?
34 34. Tasyakuran pernikahan
35 35. Tangis Fara
36 36. Kekecewaan Fara
37 37. Mulai oleng
38 38. Surga dunia
39 39. Pagi yang melelahkan
40 40 Niat Farid
41 41. Nyonya Fauzan
42 42. WAR
43 43. Rencana busuk
44 44. Pertunjukan dimulai
45 45. sandiwara bodoh
46 46. Pelampiasan kemarahan
47 47. Terkena getahnya
48 48. Bakat istimewa
49 49. Dibatalkan
50 50. Kembalinya ummu Azizah
51 51. Penantian
52 52. Pengkhianat
53 53. Tidak berselera
54 54. Misi yang sukses
55 55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56 56. Badai dalam rumah tangga
57 57. Aku juga istrinya Fauzan
58 58. Tidak sah
59 59. Hanya pasien
60 60. Fara hamil
61 61. Pesan atau curhat?
62 62. Sudah menjadi candu
63 63. Pribadi ganda Fauzan
64 64. Wanita pendusta
65 65. Pernikahan semu
66 66. Terusir
67 67. Kadang di atas kadang di bawah
68 68. Olahraga sore
69 69. Cerita kedua orangtua Btari
70 70. Dua manusia tidak bermoral
71 71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72 72. Bertekad pergi
73 73. Perlawanan bu Endang
74 74. Pernikahan impian
75 75. Rencana Endang
76 76. Pesta pernikahan Farina
77 77. Keluarga toxic
78 78. Selamat Tinggal
79 79. Resmi Berpisah
80 80. Penyesalan Supardi
81 81. Ada yang mau ngajak balikan
82 Arak arakan pengantin heboh
83 83. Mencari Btari
84 85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85 86. Kehamilan simpatik
Episodes

Updated 85 Episodes

1
1. Pasien yang tidak diharapkan
2
2. Digerebeg
3
3. pernikahan grebekan
4
4. Hidup sendiri sendiri
5
5. Tentang Dr Fauzan
6
6. laporan bulan pertama
7
7. laporan bulan kedua
8
8. Menikah lagi
9
9. Ricuh
10
10. Pernikahan yang batal
11
11. Menemui Fara
12
12. Penilaian yang salah
13
13. Penolakan Btari
14
14. Sekelumit tentang Btari
15
15. Umi Khadijah bertemu Btari
16
16. Perjuangan Fauzan
17
17. tidak bisa melupakan
18
18. Rencana pembatalan nikah
19
19. Pertengkaran pertama
20
20. Memulai hidup baru
21
21. Statusmu kini anggota keluarga Maulana
22
22. Hidup satu atap bersama
23
23. Pesona Fauzan
24
24. Rumitnya hati Fauzan
25
25. Pilihan untuk Fauzan
26
26. Balasan untuk Fara
27
27. Akal licik Fara
28
28. Rencana nikah siri
29
29. Undangan makan bersama
30
30. Jangan ngelunjak
31
31. Dua sejoli
32
32. Pernyataan cinta
33
33. Makan malam atau pesta?
34
34. Tasyakuran pernikahan
35
35. Tangis Fara
36
36. Kekecewaan Fara
37
37. Mulai oleng
38
38. Surga dunia
39
39. Pagi yang melelahkan
40
40 Niat Farid
41
41. Nyonya Fauzan
42
42. WAR
43
43. Rencana busuk
44
44. Pertunjukan dimulai
45
45. sandiwara bodoh
46
46. Pelampiasan kemarahan
47
47. Terkena getahnya
48
48. Bakat istimewa
49
49. Dibatalkan
50
50. Kembalinya ummu Azizah
51
51. Penantian
52
52. Pengkhianat
53
53. Tidak berselera
54
54. Misi yang sukses
55
55. Resiko punya suami tampan dan kaya
56
56. Badai dalam rumah tangga
57
57. Aku juga istrinya Fauzan
58
58. Tidak sah
59
59. Hanya pasien
60
60. Fara hamil
61
61. Pesan atau curhat?
62
62. Sudah menjadi candu
63
63. Pribadi ganda Fauzan
64
64. Wanita pendusta
65
65. Pernikahan semu
66
66. Terusir
67
67. Kadang di atas kadang di bawah
68
68. Olahraga sore
69
69. Cerita kedua orangtua Btari
70
70. Dua manusia tidak bermoral
71
71. Sekelumit cerita tentang Endang Suningsih
72
72. Bertekad pergi
73
73. Perlawanan bu Endang
74
74. Pernikahan impian
75
75. Rencana Endang
76
76. Pesta pernikahan Farina
77
77. Keluarga toxic
78
78. Selamat Tinggal
79
79. Resmi Berpisah
80
80. Penyesalan Supardi
81
81. Ada yang mau ngajak balikan
82
Arak arakan pengantin heboh
83
83. Mencari Btari
84
85. Seandainya waktu bisa diputar kembali
85
86. Kehamilan simpatik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!