Faisol Abrori mengunci pintu rapat-rapat, kemudian meletakkan kodok itu dengan hati-hati ke atas tempat tidur.
" Kenapa kau disini ?" Tanya Faisol.
" Untuk menolong mu"
Sesuai perkiraan, kodok itu benar kodok yang sama dengan yang tempo hari.
" Kau harus pergi dari tempat ini "
Faisol mengernyitkan keningnya.
" Misiku belum selesai disini, gadis itu sangat keras kepala dan selalu membantah "
Faisol Abrori duduk di bibir kasur tepat di samping kodok.
" Kalau begitu kau harus pindah dan tinggal bersama nya"
" Dimana ?? Di rumah itu?"
Faisol cukup shock, Si kodok mengangguk yakin.
" Ah tidak, lebih baik aku tinggal di hotel saja. Aku akan mati muda jika setiap saat harus bertemu dengan perempuan itu " Tegas Faisol menolak .
Si Kodok geleng-geleng kepala, ia melompat ke atas lantai.
" Kau pun tidak berbeda jauh dengan nya, terserah kamu lah. Jangan harap kau bisa membuka segel stempel emas tanpa Syeila "
Faisol tercengang, ia baru menyadari tujuan awal mencari Syeila dan mengikuti perintah gurunya. Bagaimana pun masa depan kerajaan Brunei ada di tangan Syeila .
Faisol menghela nafas berat, ia mengedarkan pandangannya mencari si kodok. Rupanya kodok itu sudah menghilang entah kemana ?
>>
Angga menekan tuas pintu, baru saja pintu terbuka. Sebuah tekanan besar menghantam tubuhnya hingga terpental keluar.
BUGH!!
Dada Angga terasa sesak, urat matanya berubah menjadi merah darah.
Bayangan hitam nampak melangkah keluar dari kamar Angga. Pria yang sudah berumur itu membeliak lebar, warna pekat hitam perlahan membentuk tubuh sesosok manusia.
Ainur !!
Dia tersenyum tipis, mendekati Angga yang masih berjongkok kesakitan.
" Tugas semudah itu, kau tidak mampu melakukan nya.. Hemm???"
Angga menunduk dalam menatap lantai.
" Ampuni saya Tuan"
Tubuh Angga gemetar, ia takut jika Ainur akan benar-benar melakukan ancamannya.
" Saya berjanji, jika saya diberikan satu lagi kesempatan. Niscaya saya akan membinasakan Pangeran "
Ainur tersenyum miring, tangan yang melipat di balik punggung nya terlepas. Ia memegang ubun-ubun Angga, sontak Angga merasa kepalanya mendidih.
AAAAAAKKKHHHHHHHH
Angga berteriak kesakitan, matanya menonjol keluar.
Para bodyguard nya segera datang menghampiri mendengar teriakkan Angga.
Dan betapa terkejutnya mereka melihat Angga yang melolong kesakitan serta tubuhnya bergetar hebat.
PUSH PUSH
Sebuah letupan terdengar seperti ban bocor itu berasal dari bola mata Angga yang meledak keluar.
Para pelayan wanita menjerit sambil menutup mata.
Kulit wajah serta tubuh Angga meleleh, menyisakan tulang-belulang saja.
Setelah melenyapkan Angga dengan cara kejam, Ainur mencampakkan tubuh Angga begitu saja. Kemudian ia menjentikkan jarinya, spontan para pelayan dan bodyguard pingsan berjamaah.
Mungkin disebabkan rumah keluarga Ilyas yang sangat besar, sehingga Faisol tidak menyadari pembantaian yang terjadi.
Faisol keluar dari rumah itu untuk mengikuti perintah si Kodok, baru saja ia hendak masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba Robby datang dengan mengendarai mobil.
" Cepat !!!" Seru Robby sambil melambaikan tangan.
Faisol tidak mengerti, tapi ia tetap mengikuti kode dari Robby. Segera ia melajukan mobilnya mengikuti Robby dari belakang.
***
Sementara Syeila , ia ikut Brandon datang ke rumah sakit untuk menjenguk Tamara . Baru saja ia datang, Alicia langsung mengoceh.
" Enak sekali ya kamu, sudah tahu Mama sakit malah nggak datang menjenguk. Kejam sekali ya kamu!! Lihat tuh Pa, anak kesayangan Papa!!! Pasti diam-diam dia sujud syukur melihat Mama ku sakit seperti ini "
" Bisa nggak jangan ngomong sembarangan, lagian siapa juga yang niat nggak datang. Mama sakit aja aku nggak tahu" Syeila membela diri.
" Pinter banget ya kamu ngomong !!" Alicia menunjuk muka Syeila dengan emosi.
" Kamu kan yang mencelakai Mama sampai seperti ini !!" Alicia mempertajam tuduhan nya terhadap Syeila , supaya Brandon semakin yakin jika Alicia tidak berbohong.
" Ngawur!!! Dokter udah ngecek keadaan Mama, dan mereka sudah menyimpulkan jika Mama kena luka bakar bukan karena disiram air panas seperti yang kamu tuduh kan"
Syeila berhasil membungkam mulut Alicia , si mulut pedas itu reflek menganga.
" Sudah - sudah.. Jangan bertengkar lagi, kasian Mama kalian " Brandon menengahi, ia mendekati ranjang tempat Tamara di rawat. Keadaan Tamara semakin memprihatinkan, luka bakar itu sudah hampir mencederai hampir sembilan puluh persen tubuh nya.
Padahal terakhir Brandon meninggalkan Tamara , luka bakar itu masih di angka enam puluh persen. Cepat sekali merambati tubuh perempuan itu.
Syeila bergidik ngeri, Tamara tak dapat merespon apapun. Hanya bola matanya yang bisa bergerak, sedangkan mulut nya kesulitan mengatup disebabkan luka bakar tersebut.
Brandon menyeka air liur Tamara , baunya busuk sekali.
" Papa..."
Dirgantara mengucek matanya, ia baru saja bangun tidur.
" Ganta mau pulang ikut Papa ya" Rengek Dirgantara.
Brandon mengangguk setuju.
" Aku juga Pa" Timpal Alicia .
" Loh?? Terus yang jaga Mama siapa?" tegur Brandon.
" Syeila !! Sekarang jatah dia jagain Mama, besok aku ada kuliah pagi Pa" Alicia membuat alasan, Brandon tidak langsung setuju. Ia melirik Syeila untuk meminta jawaban dari anaknya.
Syeila tersenyum tipis, ia mengangguk sebagai jawaban.
" Baiklah !"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Faisol Abrori tiba di rumah kediaman Brandon, Robby melapor jika Brandon adalah salah satu anak saudara nya dan akan tinggal sementara di rumah itu.
Brandon mengijinkan, karena ia percaya kepada Robby.
Alicia yang tahu jika Pria gebetan nya akan tinggal di rumah nya, sudah tentu sangat girang sekali. Dia langsung mendekati Faisol Abrori ketika sedang memasukkan beberapa pakaian nya ke dalam lemari.
" Hay!!" Sapa Alicia , gerakan tubuhnya centil, manja menggoda.
Faisol hanya meliriknya sekilas kemudian melanjutkan kegiatannya.
" Aku nggak nyangka kalau ternyata kamu itu masih ada hubungan keluarga dengan Robby " Meskipun diabaikan, tapi Alicia tetap bersikap akrab serta hangat.
" Semoga kamu bisa betah tinggal disini, dan kita akan semakin dekat "
Faisol Abrori merasa telinga nya gatal sekali, ia muak mendengar tutur kata menye-menye seperti yang dilakukan oleh Alicia .
" Syeila mana?"
Wajah Alicia bagai disiram air dingin yang mendadak beku.
" Ngapain sih kamu nanyain dia?" Cetus Alicia .
" Karena aku nggak liat dia sejak tadi "
Alicia memonyongkan bibirnya ke kiri dan ke kanan.
" Dia ada di rumah sakit, nungguin Mama" Akhirnya Alicia memberikan jawaban yang sebenarnya.
Tubuh Faisol sontak berdiri, jadi sekarang Syeila jauh dari pantauan Robby dan yang lainnya.
Faisol menutup lemari dan cepat menyambar kunci mobil.
" Kau mau kemana ?" Seru Alicia sembari menghalangi jalan Faisol Abrori.
" Tolong minggir, aku ingin menyusul Syeila " Jawab Faisol jujur.
" Buat apa? Kamu disini aja sama aku, nggak usah nyariin Syeila . Dia belum tentu bisa membuat kamu happy " Alicia mencoba merayu dengan meraba wajah Faisol menggunakan ujung telunjuk nya.
Tak terduga justru Faisol menepis tangan Alicia secara kasar.
" Jaga sikap mu!!" Ucapan yang bernada ancaman sedikit membuat Alicia ketakutan. Sehingga ia tak mampu berbuat banyak ketika Faisol pergi begitu saja meninggalkan nya.
Alicia hanya bisa menahan geram sendiri dan berteriak kesal setelah tidak ada orang lain di kamar tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Ray
Alicia cocoknya sama Ainur tuh. Melahirkan keturunan Iblis😱
2024-11-16
0
kalea rizuky
kok Brandon mau ama tamara katanya cinta mati ama cleo cleo meninggal dia nikah lagi dasar
2024-08-16
0
kriwil
syeila mu mungkin pengen di buka segelnya sama ainur makanya keras kepala 🤣
2024-07-08
0