" Kapan kita bisa ketemu ?" Lanjut Fais.
" Aaa.. Emmmm "
Alicia gelagapan, ia mengibas-ngibaskan tangan nya seperti orang kepanasan. Padahal itu efek Alicia grogi parah.
" Sekarang ya aku ke tempat mu?" Imbuh Fais lagi dengan suara yang sangat lembut.
" Apa? Sekarang ?"
Alicia celingukan, ia berlari keluar melihat situasi rumah. Ada rasa takut juga kalau Berry tiba-tiba datang.
Tingkah nya sangat membingungkan Tamara , yang pada saat itu tengah duduk di ruang tamu. Ia sedikit kesulitan membalur sebagian tubuhnya yang menghitam dengan ramuan.
" Ada apa Alicia ?"
Mendengar pertanyaan Ibunya, Alicia hanya menoleh dan tersenyum.
Tamara ada di rumah, jadi Alicia bisa minta tolong kepada sang Ibu sebagai pelindung.
" Baiklah, aku di rumah sekarang. Kamu bisa datang kesini " Jawab Alicia kemudian.
Faisol Abrori tersenyum simpul, tanpa ba-bi-bu lagi ia memutuskan talian. Dan langsung menginjak pedal gas mobil nya.
" Mama tanya kok nggak dijawab sih?!!" Tamara kesal pertanyaan nya diabaikan.
Alicia tetap saja senyam-senyum nggak jelas, dia mendekati sang Ibu seraya duduk di salah satu kursi kosong.
" Ma, sebentar lagi Alicia akan kedatangan tamu. Cowok ganteng, ganteng banget deh pokoknya " Alicia bercerita penuh semangat.
" Kamu ini, cowok aja yang diurusin. Bantuin Mama kek" Tamara menanggapinya dengan cetus.
Alicia melirik sekujur tubuh sang Ibu yang hanya memakai daster long, ia terpana setelah menyadari bahwa sebagian tubuh Tamara menghitam dan kulitnya menggelembung seperti habis terbakar.
" Mama kenapa ? Kok sampai segitunya sih?"
" Udah nggak perlu banyak tanya, cepat bantuin Mama olesin ramuan ini dibagian belakang "
Tamara membalikkan tubuhnya, luka bakar dipunggung nya jauh lebih parah hingga terlihat berair.
Alicia bergidik geli, mau menolak rasanya tidak mungkin. Hanya akan membuat Ibunya marah.
Maka dengan hati terpaksa Alicia melakukan apa yang diperintahkan oleh Tamara .
Syeila memperhatikan mereka, ia sedikit heran dengan luka bakar yang diderita oleh Tamara . Padahal pagi tadi perempuan itu baik-baik saja. Namun Syeila tidak mau bertanya, ia biarkan saja Ibu dan Anak tersebut melanjutkan rutinitasnya tanpa terganggu.
Mendengar deru mobil datang, Alicia buru-buru bangkit. Ia menyudahi pengobatan kepada Tamara tanpa ijin.
Dibukanya sedikit tirai jendela untuk memastikan jika itu benar si Faisol Abrori.
Tamara mengernyit mengikuti gerakan sang anak tersebut.
" Siapa Alicia ?"
Alicia tersenyum lebar karena yang datang itu benar Faisol Abrori.
" Dia datang Ma, emmm Mama cepat masuk gih"
Alicia bergerak cepat mengemas peralatan obat Tamara .
" Tapi ini belum selesai " Bantah Tamara meskipun ia terpaksa mengikuti keinginan Alicia .
" Udah kok Ma... Nanti Alicia bantu lagi. Tapi sekarang Mama masuk kamar dulu"
Alicia terus menggiring sang Ibu masuk ke dalam kamar. Setelah berhasil, ia pun merapikan pakaiannya dan bersiap menyambut kedatangan calon gebetan baru.
Fais keluar mobil, ia membuka kaca mata hitam yang bertengger di batang hidungnya. Begitu dibuka, matanya langsung menangkap sosok tubuh yang tengah sibuk menjaring dedaunan kering di dalam kolam.
Dia teringat dengan pesan gurunya, Nyai Ageng Gusti Pinatih. Jika gadis yang dicarinya memiliki ciri-ciri, wajah nya seakan mengeluarkan sinar kebiruan. Dan hanya Fais yang diberikan kemampuan untuk melihat sinar tersebut.
Perlahan Fais melangkahkan kakinya mendekati gadis itu. Ia sudah tidak sabar untuk menyapanya langsung.
" Fais"
Seruan Alicia membuat langkah Fais terhenti, Syeila pun mendengar nya dan menoleh. Ia terkejut ada orang asing yang jika diperhatikan dari posisi nya sedang menuju ke tempatnya berada.
Alicia tersenyum canggung, ia setengah berlari menghampiri Fais.
" Ngapain kamu disini ?" Alicia melirik Syeila .
" Oh, Aku ingin menyapa dia" Tanpa sungkan Fais menjawab sejujurnya sembari menunjuk Syeila .
Sudah tentu hal tersebut membuat Alicia sedikit ketar-ketir.
" Ngapain sih?! Dia hanya babu disini Fais, sudah tentu tidak selevel sama kamu " Tidak canggung lagi, Alicia langsung menggelayuti lengan Fais dengan manja. Kemudian menarik nya untuk pergi.
Fais tidak menolak, dia masih menyempatkan diri untuk menoleh ke arah Syeila yang masih diam mengamati.
Fais tersenyum tipis, namun Syeila sama sekali tidak membalas.
" Ayo silahkan duduk "
Fais pun duduk, dengan lemah gemulai Alicia duduk di kursi bersebelahan dengan pria tersebut.
" Fais mau minum apa ?" tawar Alicia .
" Terserah kamu aja" jawab Fais penuh kharisma.
" Baiklah, tunggu sebentar "
Alicia kembali bangkit, dia sengaja melenggak-lenggok seperti model profesional untuk semakin menarik perhatian Fais.
Namun tanpa dia sadari bahwa Fais sama sekali tidak memperhatikan. Dia justru mengamati Syeila diluar rumah.
Pekerjaan Syeila sudah selesai, dia kembali masuk ke dapur. Dan langsung disambut oleh Bik Timo.
" Non, udah selesai bersihin kolam nya?"
Syeila menjawab dengan anggukan kepala.
" Oh bagus lah, tolong anterin ini buat tamunya Non Alicia ya. Bibik kebelet nih"
Belum mendapatkan jawaban, Bik Timo main pergi aja masuk ke dalam toilet. Syeila pun mengikuti permintaan Bik Timo, ia membawa nampan yang berisi dua gelas jus lengkap dengan kudapan ringan.
Melihat Syeila yang mengantarkan suguhan, Alicia terhenyak. Spontan ia langsung melirik Fais dan menemukan pria itu tersenyum manis.
Namun apa yang bisa Alicia lakukan, dia hanya bisa menggertakkan gerahamnya.
" Kalau boleh tahu, siapa namamu ?" Tiba-tiba Fais bertanya ketika Syeila meletakkan suguhan di atas meja dengan posisi bersimpuh.
Alicia dan Syeila sama-sama terkejut mendengar pertanyaan Fais yang tidak diprediksi.
" Ngapain sih sayang nanyak-nanyak gitu ?" Cetus Alicia masih bisa berpura-pura lemah lembut.
Syeila melirik Alicia , dia tahu jika pasti Alicia tidak suka dengan sikap pacar barunya.
" Cepat pergi !"
Alicia melebarkan matanya supaya Syeila takut dan segera bangun. Syeila pun bangkit, bukan karena takut. Melainkan dia sendiri tidak berminat untuk mengenal pria itu.
" Kau mau kemana ? Duduk lah!!"
Alicia semakin panik mendengar seruan Fais. Namun Syeila memilih untuk pergi.
" Hey!!!"
Fais bangkit dan berseru lantang, membuat Syeila berhenti. Sudah tentu Alicia tidak akan membiarkan hal itu.
" Sayang... Ayo ikut aku ke kamar yuk " Alicia membujuk dengan rayuan maut. Ia bergelayut mesra, karena sudah pasti semua pria tidak akan menolak ajakannya.
Tapi beda halnya dengan Fais, Pria itu justru melepaskan tangan Alicia lalu berjalan mendekati Syeila .
" Tidak ada seorang pun yang berani membantah perintah ku, Aku meminta mu untuk duduk ! Tapi kau malah pergi. Apa kamu tidak tahu siapa aku?" Nada bicara Faisol Abrori yang sudah terbiasa dengan tone seorang Raja keluar.
Alicia terpana, ia segera mendekat meskipun sebelumnya sedikit kecewa dengan sikap Fais.
Syeila tersenyum sinis, ia malah berbalik pergi. Namun Faisol Abrori tidak membiarkan nya, dengan satu gerakan. Cekalan kuat mampu menahan Syeila .
Alicia bingung, ia tidak mau pria gebetan nya itu malah beralih menyukai Syeila . Tapi apa yang bisa dia lakukan ? Rayuan mautnya justru diabaikan.
" Lepaskan !!"
Syeila berusaha melepaskan diri, cekalan itu cukup kuat untuk dilepaskan. Dia terhenyak, pria itu bukan orang biasa.
(Saya minta maaf sebesar-besarnya karena telah Hiatus cukup lama. Karena saya mudik dan sinyal IM3 tidak cukup memadai di tempat tinggal saya. Jangan kan untuk menulis, membuka bab saja loading parah)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Ray
Semoga Outhor selalu sehat dan tetap semangat Up cerita Outhor🙏❤️
2024-11-16
0
Kardi Kardi
never give up kang. lets gooo
2024-05-24
3
Sani Srimulyani
akhirnya thor balik lagi, ditunggu kisahnya lagi ya thor.......
2024-05-10
1