Karena merasa tidak dihiraukan oleh sang Guru, Tamara mengambil tindakan sendiri. Jika Syeila tidak bisa diapa-apain, maka Brandon lah yang akan dia habisi. Ia masuk ke dalam kamar, lalu mendorong rak buku.
Rak buku tersebut memutar sembilan puluh derajat membentuk sebuah pintu. Tamara masuk ke dalam nya, setelah itu rak buku tersebut kembali ke keadaan semula.
Tamara menekan tombol lampu, begitu lampu menyala. Rupanya ruangan dibalik rak buku adalah tempat pemujaan Tamara .
Hatinya sudah bertekad untuk membonoh Brandon, dengan kematian Brandon, maka ia akan mengusir Syeila dari rumah ini dan menguasai semuanya.
Tamara menghitung waktu, antara tempat dirinya tinggal dengan keberadaan Brandon. Setelah diprediksi bahwa waktu nya sangat tepat, Tamara duduk bersila.
Ia membungkus beberapa helai rambut Brandon yang sengaja disimpan dan juga beberapa potong kuku. Tidak lupa Tamara memasukkan foto sang suami ke dalam bungkusan kain hitam tersebut. Lalu ia mengikat nya menggunakan benang merah.
Tamara memulai ritual, mulut nya komat-kamit membaca mantra.
Di tempat Brandon saat ini sudah menjelang malam. Namun pria itu masih sibuk di depan komputer. Ia sudah terbiasa tidur lambat.
Tapi keanehan terjadi, tiba-tiba Brandon merasakan matanya sangat lelah dan mengantuk. Hingga ia beberapa kali menguap namun Brandon masih ingin bertahan untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Robby pada saat itu tengah berjaga di luar rumah. Ia melihat asap hitam menyatu dengan kelamnya malam melayang-layang di udara.
Selaku orang yang memang harus melindungi Brandon, Robby meraih tongkat yang selalu berada disisinya.
Ia bangkit kemudian melompat ke udara, memukul kepulan asap hitam tersebut hingga berbalik arah.
Bersamaan dengan itu rasa kantuk yang dirasakan oleh Brandon hilang seketika.
Robby mendarat mulus, ia memperhatikan kepulan asap hitam itu yang semakin menjauh. Bibirnya tersenyum miring. Lalu ia kembali duduk di tempat semula.
(Siapakah Robby ?)
BOOM
Tamara terpental hingga jungkir balik, serangannya berbalik arah hingga membuat sebagian tubuhnya menghitam.
"B4n9s4t!!!"
Disela kesakitan yang dirasakan, sorot mata Tamara memancarkan kemarahan. Ia tidak percaya jika kiriman nya bisa berbalik arah kepada dirinya sendiri.
Dan menurut nya Brandon bukan orang Sholeh yang memiliki dinding pelindung. Buktinya dia sangat mudah membuat Brandon mencintai nya, meskipun tidak bisa membuat pria itu membenci Syeila .
" Siapa yang melindungi Brandon ?" Gumam Tamara dengan nafas tersengal-sengal.
***
Alicia baru saja hendak makan siang di kantin dengan ditemani oleh Berry. Tangan nya bergelayut mesra di lengan pria hitam itu.
Tiba-tiba muncul didepannya sesosok pria tampan rupawan, wajahnya bening sekali. Sehingga mampu memantulkan cahaya.
Alicia reflek melepaskan lingkaran tangannya, ia bagai terhipnotis oleh ketampanan pria itu. Apalagi ketika si Pria lewat sembari melemparkan senyuman. Alicia bagai terbang melayang, tubuh nya bergerak mengikuti pria tadi.
Berry yang menyadari cepat menahan bahu Alicia. Namun Alicia menepis nya dan terus mengikuti pria tampan tadi.
Berry bergerak menghalangi langkah Alicia , ia berdiri tepat di depan Alicia .
" Aahhh"
Alicia berusaha menyingkirkan Berry, namun pria tinggi besar itu tak bergeming.
" Kau mau kemana ?" Suaranya yang besar segera menyadarkan Alicia . Wanita itu langsung tergagap.
" Aa eeeemm Aku.. Itu.. Aku" Alicia menunjuk ke arah lain, ia takut Berry akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.
Berry bukan tidak paham, dia sangat mengerti siapa Alicia . Tapi Berry sudah bertekad karena dia sangat menyukai gadis seksi itu.
Perlahan Berry menurunkan tangan Alicia yang menunjuk sesuatu.
" Sudahlah... Aku tahu kau terpesona oleh pria tadi. Kalau kamu ingin bersama nya? Silahkan !"
Alicia terpana, dia sungguh tidak mengira jika Berry yang terkenal sangar akan merelakan Alicia untuk pergi dengan pria lain. Bibirnya perlahan menguntumkan senyuman.
" Tapi selama kau masih berhubungan dengan ku, kau tidak akan bisa melakukannya "
Senyuman yang melebar serentak sirna. Berry menarik paksa Alicia masuk kembali ke dalam kantin dan duduk di sebelah nya.
Alicia ketakutan, genggaman tangan Berry terlihat biasa saja. Padahal sangat menyakiti kulit Alicia yang lembut.
Bukan Alicia namanya kalau tidak bisa mendua dan mentiga. Dia memiliki seribu akal hanya untuk memperdaya Berry.
" Aku ke toilet dulu ya"
Pamit Alicia , rasanya Berry sudah melupakan kejadian itu. Pria hitam itu mengiyakan, Alicia cepat pergi ke toilet.
Tiba-tiba ada sesuatu yang menarik bajunya dari belakang, ia menoleh.
" Di belakang kantin kan ada toilet, ngapain kamu kesana?" Ucap Berry, Alicia menoleh ke arah belakang kantin. Dan ternyata memang benar, disana ada toilet.
Alicia nyengir,
" Sorry.. Aku lupa "
Alicia berbalik arah meskipun wajah nya berusaha tidak menampakkan kekesalan.
Ia pun pergi ke toilet di belakang kantin, Berry geleng-geleng kepala.
" Hallo Mer... Kamu tahu nggak kalau di kampus kita ada cowok baru. Ganteng banget Mer, kayak Shahrukh Khan"
Alicia menghubungi temannya yang tidak beda jauh dengan nya.
" Iya, tadi aku juga liat. Anjir ganteng banget cuk " Sambut Merry di ujung talian.
" Jangan coba-coba ya Mer, sebelum aku dapetin dia kamu tidak boleh menggoda nya terlebih dahulu "
" Apa-an sih, dia cuek banget. Aku udah berusaha menarik perhatian nya tapi dikacangin"
Hahahahaha
Alicia tertawa lepas, tapi buru-buru ia menutup mulutnya takut Berry nguping di luar toilet.
" Tadi dia malah melemparkan senyuman padaku " Bisik Alicia .
" Ohya?? Jangan bohong ah"
" Serius !"
" Wah kayaknya itu lampu hijau buat kamu deh Al"
" Mangkanya kamu harus bantu aku"
" Bantu apa?"
" Ngasih nomor telepon aku ke dia "
" Ah nggak !! Mending aku ngasih nomor telepon aku sendiri " Bantah Merry tanpa pikir panjang.
" Kamu belum punya tas LV model Mike mouse terbaru kan ?"
Merry diam, tas branded kesukaannya memang pantang untuk ditolak.
" Gimana ?"
" Emmm Tapi setelah kamu puas, boleh buat aku kan?"
" Ya iyalah... Boleh banget "
Merry tersenyum lebar.
" Baiklah "
Alicia tersenyum puas, dia akan menjalin hubungan dengan pria itu tanpa diketahui oleh Berry. Hehehehehe
Merry menjalankan tugas dengan baik, begitu dia menyebutkan bahwa nomor itu milik Alicia . Pria tampan itu langsung mengambil.
Hampir saja Merry jatuh pingsan ketika untuk pertama kalinya pria tampan itu tersenyum padanya sembari mengucapkan terima kasih.
" Gila !!! Kacau kacau!!"
Merry geram sendiri, begitu hebatnya si Alicia . Baru pertama kali bertemu sudah bisa membuat pria manapun jatuh cinta.
FAISOL ABRORI !
Pria tampan itu tersenyum tipis sembari menatap kertas kecil yang berisikan nomor telepon. Tanpa pikir panjang, Fais langsung menghubungi nomor tersebut.
Tidak menunggu waktu lama suara lembut menyapa.
" Hallo "
" Ini Alicia ?" Fais tak segan untuk bertanya tanpa basa-basi.
" Iya.. Ini siapa ?"
" Aku, Fais... Pria yang bertemu dengan mu di kantin tadi"
Alicia tersenyum lebar, rasanya ingin sekali dia berjingkrak-jingkrak saking senengnya.
" Kau cantik Alicia "
Semakin giranglah anak Tamara itu, dia berkali-kali bersorak tanpa suara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Ray
Fais siapa?
Robby siapa?
Tanda tanya besar dan bikin penasaran🤔🙏
2024-11-16
0
ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
fais siapa sih?dia yang jadi pelindung Brandon tadi kan?
2024-06-24
2
Laila Zayn
kapan up nya, thooorrrr 😩
2024-04-27
0