TAMU TAK DIUNDANG

BYUR

Syeila gelagapan saat merasakan tubuh nya basah dan dingin. Nafasnya tersengal-sengal, setelah sekian menit barulah ia sadar.

Tamara berdiri berkacak pinggang, disalah satu tangan nya terdapat sebuah gayung yang masih menetes air.

Kini Syeila tahu jika Tamara lah yang membangunkannya dengan cara kasar.

" Sudah siuman tuan putri ?" cetus Tamara sinis.

Syeila menghela nafas kasar, ia turun dari ranjangnya yang basah.

" Enak sekali ya tidur sampai jam tujuh ? Kau sudah membuat kesabaran ku habis Ela"

Tamara menarik rambut Syeila hingga kepala nya mendongak ke atas.

" Ah.. Ampun Ma.. Ampun " Rintih Syeila memohon belas kasihan, namun semua itu sama sekali tidak berguna.

Tamara terus saja menarik Syeila ke dapur, kemudian mendorongnya hingga terjerembab ke lantai.

Bik Timo serta Merta menyongsong tubuh Syeila.

" Nyonya.. Nyonya.. Ada apa ini?"

" Suruh anak si*l@n itu mencuci piring !!! Enak saja jam segini masih molor " Teriak Tamara sinis.

Alicia yang tengah asyik mengotak Atik ponsel nya tersenyum tipis, ia sangat menyukai adegan kasar Ibunya terhadap Syeila .

" Baik Nyonya, biar saya yang urus Non Syeila " Bik Timo membantu Syeila untuk bangun, kemudian keduanya bergerak melakukan pekerjaan rumah yang belum selesai.

Tamara kembali ke tempat duduknya, tak lupa ia membelai pucuk kepala Dirgantara anak hasil pernikahan nya dengan Brandon.

" Ma, Papa kapan pulang ?" Tanya Alicia .

" Entahlah dan Aku tidak perduli " Tamara tersenyum tipis begitu Dirgantara mengangkat wajahnya.

" Ganta rindu Papa" Ucap Dirgantara seolah seperti tamparan telak ke wajah Tamara .

" Ah iya sayang, Secepatnya Papa akan pulang " Sahut Tamara sekedar menghibur, Dirgantara diam . Tatapan matanya penuh kepada sang Ibu.

Siang itu, Alicia baru saja pulang dari kampus. Ia diantar oleh pacar barunya. Kebetulan pada saat itu Syeila tengah mengepel lantai menggunakan tangan.

Semua pekerjaan, Tamara melarang Syeila menggunakan alat bantu. Seperti halnya mengepel dan mencuci. Semua harus pakai tangan.

Dalam hati Syeila timbul niat untuk mengerjai Alicia , karena kebetulan sekali Tamara sedang tidak ada di rumah. Tadi perempuan iblis itu pergi bersama teman-teman sosialitanya.

" Hey!! Minggir !! Aku mau lewat " Gertak Alicia .

Syeila pun beringsut mundur, tanpa Alicia sadari jika lantai yang hendak dilewati oleh Alicia telah diberi sabun. Sehingga alhasil Alicia terpeleset, bobot tubuhnya terhempas kuat ke lantai. Lebih parahnya, kakinya tanpa sengaja menciduk timba tempat air kotor hingga terangkat dan mengguyur tubuh Alicia .

AAAKH

BUGH

" Sayang "

Cowok Alicia langsung menyongsong tubuh Alicia yang kesakitan. Syeila tetap diposisi nya, duduk bersimpuh di lantai. Wajahnya tertunduk menutupi tawa yang ditahan.

" Kau!!! Kau sengaja ya!! Hah!!" Bentak Alicia , wajahnya merah padam. Dan sesekali akan meringis kesakitan.

Melihat Syeila tak bergeming dan tetap menunduk, hatinya semakin geram. Ia mengangkat kakinya untuk menendang Syeila . Namun Syeila justru bergerak menelengkan tubuhnya ke samping, seolah menghindari tendangan dari Alicia .

Kemarahan Alicia bertambah, ia hendak maju untuk me-nampar Syeila . Tapi niatnya gagal sebab hampir saja ia terpeleset lagi, untung sang pacar menahan tubuh nya.

" Sudah sayang sudah... Nanti kamu jatuh lagi " Si pacar memperingatkan, akhirnya Alicia mengikuti saran dari pacarnya tersebut. Ia pergi dari hadapan Syeila dengan dirangkul mesra oleh sang pacar.

Bik Timo menyaksikan semua kejadian dari balik dinding, segelintir menghampiri Syeila dan membantu nya bangun.

" Non, kenapa usil sekali ? Nanti akan bahaya jika dia mengadu sama Ibunya " wajah tua perempuan itu terlihat sangat mencemaskan Syeila .

" Tenang saja Bik,,,,"

Bik Timo menghela nafas berat, ditatapnya bekas langkah Alicia yang masuk ke dalam.

" Kenapa Nona tidak ikut masuk kuliah seperti Alicia ?" Gumam Bik Timo.

" Karena mereka tidak mau aku lebih pintar Bik, Jika aku bodoh pasti mereka akan berpikir aku tidak akan bisa mengurus semua perusahaan. Dan Alicia lah yang akan mengambil alih"

" Tapi setahu Bibik semua ini milik Nona Syeila "

Syeila mengiyakan, dia tahu semuanya. Tapi belum saatnya dia merampas nya. Karena masih dikelola oleh Brandon. Pria yang sangat disayangi oleh Syeila .

" Kapan ya Bik, Papa pulang ?" Gumam Syeila sambil memandangi foto Brandon di dinding ruang tamu.

Foto sang Papa yang tengah memangku Syeila kecil yang manja.

" Tuan masih sibuk sekali kata Robby "

Syeila mengalihkan pandangannya kepada sang asisten rumah tangga satu-satunya di rumah ini.

" Bibik menghubungi Robby ? Kapan?"

" Kemarin "

Syeila manggut-manggut.

" Ya sudah Nona Syeila istirahat dulu gih, biar Bibi yang lanjutin ngepelnya"

" Nggak usah Bik, tinggal dikit lagi... Nanggung. Kalau dari tadi kan enak" Goda Syeila , si Bibik tersenyum tipis.

***

Usai ngepel, Syeila berniat ingin mengambil pakaian kotor dari kamar Tamara , Alicia dan Dirgantara. Tapi saat hendak masuk ke dalam kamar Alicia , sayup-sayup Syeila mendengar desahan bersahut-sahutan.

Syeila mengernyit heran, suara apa itu ? Nampak aneh tapi mampu membuat dia merinding.

Seumur-umur Syeila mendengar suara aneh, baru kali ini bulu kuduk nya meremang.

Karena penasaran Syeila berusaha mengintip dari lubang kunci, dan betapa terkejutnya ia melihat Alicia saling genjot bersama pacarnya tadi.

Cepat-cepat Syeila mundur, wajah nya yang putih mulus terlihat memerah.

Syeila gegas pergi, dia tidak ingin melihat sesuatu yang sangat tidak pantas sekali.

" Loh?? Mana cuciannya Non?" Tanya Bik Timo bingung karena keranjang yang dibawa oleh Syeila kosong.

Syeila hanya bisa menggeleng cepat, ia sendiri malu untuk menjelaskan.

Melihat ekspresi wajah Syeila , Bik Timo sudah bisa menebak apa yang terjadi. Karena ia pun sering menyaksikan perbuatan Alicia yang tidak senonoh. Membawa pacar nya ke rumah dan melakukan perzinahan.

Bik Timo membelai wajah Syeila , kemudian ia mengajak Syeila untuk pergi ke pasar guna mengalihkan pikiran gadis polos itu.

Syeila tidak menolak, keduanya pun segera pergi ke Pasar dengan jalan kaki karena tidak terlalu jauh.

Pulang dari pasar, Bik Timo melihat selembar uang seratus ribu tertiup angin. Ia tersenyum lebar dan segera berlari untuk memungut nya.

Syeila yang merasa bingung pun mengikuti Bik Timo. Tapi setelah melihat Bik Timo memungut uang tersebut, Syeila langsung merampas nya kemudian membuang nya lagi.

" Loh?? Kenapa dibuang Non?" Bik Timo kembali hendak mengambilnya tapi Syeila cepat mencegah nya.

" Jangan Bik, jangan !!"

" Kenapa ?? Jangan menolak rejeki, lumayan bisa beli bakso nanti "

Syeila menggeleng dan mempertegas ucapan nya.

" Itu uang pesugihan "

Kini giliran Bik Timo yang terkejut, ia awalnya kurang percaya. Karena aneh Syeila bisa tahu hal itu.

Syeila melihat uang itu mengeluarkan asap hitam, dan sekarang dalam uang itu sudah tersentuh kulit Bik Timo dan juga dirinya.

Berarti malam nanti akan ada tamu tak diundang.

Terpopuler

Comments

Ray

Ray

Semoga Syeila bisa melawan dan ngatasi tamu tak diundang nanti malam🤔🙏❤️

2024-11-15

1

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

waduh,
lawan aja Syeila 💪😁

2024-04-05

3

Evi

Evi

kapan up lg thoor

2024-04-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!