" Sekarang kamu sudah mengerti kan ? Kenapa Tamara berkata demikian ?" Ucap Robby kepada Syeila sewaktu mereka berempat berkumpul di pondok depan rumah Zulkifli .
" Aku masih bingung, bagaimana cara ku memulai nya ?" Jawab Syeila .
Zulkifli mengeluarkan dua jimat milik nya. Lalu disodorkan ke hadapan Syeila .
" Ambillah ini Nak "
Namun Robby menghalangi.
" Jangan Zul, kau pun tidak memiliki kekuatan apa-apa kecuali jimat itu. Karena Zayra benar-benar telah memutus kekuatan iblis yang dibawa oleh Cahaya "
" Terus bagaimana dengan putri ku?" Zulkifli sangat mencemaskan Syeila . Dan Robby mengerti itu.
" Nyai Agung Gusti Pinatih telah mempersiapkan Syeila , dia telah menitipkan sebilah pedang kembar yang disebut pedang cahaya biru kepada pangeran Faisol Abrori "
Faisol tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
" Aku tahu, tapi menguasai pedang itu bukan hal yang mudah. Kau lihat sendiri kan waktu Syeila latihan, itu cukup sulit. Lebih mudah mengendalikan dua jimat ini " Bantah Zulkifli .
" Pedang itu memang sulit dikuasai, karena lawannya pun bukan pedang biasa. Pedang cahaya biru memiliki kekuatan yang sebanding dengan pedang samurai milik topeng legendaris"
Syeila berpikir keras, pasti pedang samurai yang dimaksud oleh Robby adalah pedang yang dipakai oleh pria bertopeng di rumah sakit.
Pembunuh Tamara yang sebenarnya, Syeila mengepalkan tangannya. Amarahnya tersulut secara perlahan.
" Baiklah, mulai sekarang... Aku akan berlatih dengan sungguh-sungguh. Akan ku musnahkan iblis itu dengan tangan ku sendiri "
Robby tersenyum tipis, begitu pula dengan Faisol Abrori. Zulkifli hanya diam , perasaannya berkecamuk antara takut dan khawatir.
Di lain tempat, Ainur menyaksikan semuanya dari balik cermin sakti milik nya. Ia tersenyum miring, meremehkan musuh yang berniat untuk mengalahkan nya.
" Jika saja kemarin perempuan gila itu tidak ikut campur, sudah pasti kalian lah yang mati"
Para pengikutnya saling berpandangan satu sama lain. Mereka seolah bercengkerama dengan cara sorot mata masing-masing.
Ainur memperhatikan lukanya, masih terasa sangat panas sekali.
" Kemana Dia ?"
Ainur mengedarkan pandangannya mencari sosok yang selama ini menjadi panutannya.
Tapi sosok tersebut tak kunjung datang, padahal Ainur sudah mengirim signal darurat.
>>>
Waktu berjalan, Syeila mulai latihan nya. Kali ini Robby meminta Syeila untuk puasa mutih. Tidak boleh makan apapun saat buka dan sahur kecuali air putih dan nasi putih.
Syeila harus melakukan nya selama empat puluh satu hari, supaya Kanuragan yang akan dipelajarinya mudah diserap oleh aliran tubuhnya.
" Kau gila ya Rob"" Syeila protes, bukankah sebelumnya dia hanya berlatih Saja. Tanpa ada pemberitahuan tentang puasa.
" Ini darurat Syeila , dia sudah berani menggunakan topeng itu meskipun sebenarnya dia belum sepenuhnya menguasai teknik nya"
Robby memberikan alasan, Syeila mendengus kesal.
" Pangeran pun harus puasa juga"
Sontak Faisol Abrori kaget mendengar ia harus melakukan puasa mutih.
" Kenapa harus aku?"
" Ini adalah sepasang pedang, jadi memang harus melakukannya bersama-sama " Jawab Robby.
Faisol Abrori melirik Syeila , gadis itu hanya mengedikkan bahunya.
" Kita akan memulai nya besok "
" BESOK!!!"
Syeila dan Faisol kompak bersuara. Robby tersenyum tipis.
Kemudian ia menatap langit malam yang kelam.
" Bulan merah sebentar lagi muncul, kalian harus bisa menguasai pedang itu sebelum bulan merah muncul. Karena iblis itu akan membawa Syeila dengan segala cara di malam itu"
...----------------...
Sejak setelah pemakaman, Brandon sama sekali tidak melihat keberadaan Syeila dan juga Robby. Dia sudah berusaha menghubungi mereka, namun tak ada satu pun nomor yang aktif.
" Pasti Syeila sudah kabur Pa"
Celutuk Alicia , wajahnya cetus sekali. Digandengnya tangan Dirgantara untuk duduk bersama di ruang tamu.
Brandon menelan air liurnya sendiri, untuk menerima kenyataan jika Syeila adalah pelaku pembunuhan Tamara . Itu sangat menyesakkan dada.
Apalagi saat itu dialah yang meminta Syeila untuk menjaga Tamara di rumah sakit. Tidak disangka jika Syeila akan menghabisi Tamara .
" Pa... Ganta tidak percaya Kak Syeila akan melakukan itu " Tiba-tiba Dirgantara menyahut, reflek Brandon memutar tubuhnya.
" Tidak percaya apanya sih kamu??!!! Sudah jelas-jelas dia yang sama Mama dimalam itu " Hardik Alicia kesal.
" Kalau pun Kak Syeila ingin membunuh Mama, kenapa tidak dari dulu Kak?"
" Karena jika dalam keadaan sehat, Syeila tidak mungkin bisa melawan Mama"
" Tapi kondisi Mama justru sudah sembuh Kak" Dirgantara tetap membenarkan pendapat nya tanpa takut.
" Sok tahu kamu, bisa aja kan Mama mati barulah semua penyakit aneh itu hilang. Dan kalau itu benar, berarti Syeila menggunakan sihir untuk membunuh Mama" Alicia tetap menyalahkan Syeila .
Barulah Dirgantara terpengaruh, begitu pula dengan Brandon. Karena dia percaya sihir itu ada.
***
Selama menjalani latihan secara rahasia di hutan kecil belakang rumah Zulkifli , Syeila tidak dibenarkan untuk pulang.
Dia dan Faisol Abrori benar-benar ditempah secara keras oleh Robby.
Siang dan malam mereka latihan, hingga kurang tidur.
Namun anehnya, tubuh Syeila bukan nya lemas. Tapi semakin bertenaga. Meskipun dia sedang puasa.
Latihan demi latihan Syeila lakukan, hingga empat puluh satu hari berlalu cepat.
Kini Syeila dan Faisol Abrori sudah bisa menguasai pedang cahaya biru. Mereka bagai sepasang kekasih dengan gerak lentur yang sama memainkan pedang nya.
Robby dan Zulkifli tersenyum puas, mereka melakukan TOS penuh kekompakan.
Sedangkan di lain tempat, Di hari yang sama Ainur kedatangan sosok yang selalu ditunggu nya.
Suara derheman menggema, seluruh dedemit yang senantiasa mengabdi kepada Ainur langsung menghilangkan diri. Mereka sangat takut untuk berpapasan langsung dengan raja Iblis mereka.
Ainur bangkit seraya menjatuhkan lutut nya ke atas lantai, kepalanya menunduk sebagai tanda hormat.
Bayangan hitam muncul semakin dekat dan semakin besar. Sosok bertanduk dengan mata merah menyala, menatap Ainur yang tengah berlutut.
Ia mengangkat tangan Ainur yang terluka, meludahi nya.
AAAAAAAKKKKHHH
Ainur menjerit kesakitan, tangan nya seakan melepuh. Tapi itu tidak lama, sesaat kemudian luka di tangan nya perlahan lenyap.
" Terimakasih "
HEMMMMMMMM
Derheman nya menggelegar.
" Mereka sudah bersatu " Ucap si Raja Iblis " Mau tidak mau kau harus menghadapi nya"
" Anda tidak perlu khawatir, saya tidak akan mengecewakan "
HEMMMMMMMMM
Jawaban Ainur yang begitu yakin dibalas dengan derheman.
" Aku tunggu pembuktian dari ucapan mu, patahkan pedang itu !! Baru aku percaya "
Ainur mengangguk mantap. Bayangan itu berbalik dan secara perlahan melangkah jauh meninggalkan gua tempat persembunyian Ainur.
Ainur tersenyum tipis, wajahnya terangkat pelan. Ia memperhatikan luka di lengannya. Sudah sembuh tanpa bekas. Ia bangkit dan berdiri tegak.
" Sekarang, Waktunya aku membalas mereka. Akan ku buat mereka berkalang tanah saat ini juga" Tukas Ainur percaya diri.
Ia membuka kotak hitam di atas meja kemudian mengeluarkan topeng legendaris.
" Tuan... "
Tiba-tiba sesosok genderuwo muncul menghentikan langkah Ainur.
" Berhati-hati lah dalam menggunakan topeng itu, jika salah. Tuan yang akan menjadi korban "
Ainur mengangkat sebelah bibir nya, ia memakai topeng itu. Dalam gerakan cepat samurai yang muncul digenggaman langsung di arahkan ke leher si Genderuwo.
Sontak semua para dedemit gemetaran ketakutan.
" Jangan pernah sepelekan aku..." Ucap Ainur pongah, ia tidak suka direndahkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Ray
Biarin aja si Pongah Ainur. Dikasih tahu si gonderowo malah pongah merasa dirinya paling kuasa😡😡
2024-11-16
1
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Orang sombong akan binasa 😏
2024-05-17
1
Piet Mayong
dari kepongahanmu lah awal dr kehancuranMu aing....
dulu kurang sakti apa si udin, ending hayatnya juga tersiksa ....
2024-05-15
3