" Ayo !!"
Fais mengajak Syeila untuk mengikuti nya, ia berlari masuk ke dalam rumah Bik Timo mencari sesuatu. Sedangkan Syeila masih berusaha keras mengangkat pedang itu.
Ia juga mencoba untuk menarik nya , tapi memang sangat berat sekali. Kesabaran Syeila yang hanya setipis tisu membuat nya menyerah. Ia membanting pedang itu begitu saja.
" Ah... Merepotkan sekali "
Semua orang termasuk Bik Timo dan saudara nya, saling berpandangan satu sama dengan perasaan bingung.
Tingkah Fais yang aneh, ditambah dengan senjata yang terbilang cukup membuat orang penasaran.
" Hey!"
Fais melompat cepat menghampiri Syeila , ia terkejut melihat pedang yang diberikannya tergeletak di tanah.
" Apa yang kau lakukan ?? Hah?? Kau tahu barang ini sangat berharga "
Fais memungut pedang tersebut kemudian menyatukannya kembali dengan pedang yang dipegangnya.
Syeila acuh, ia sama sekali tidak perduli. Malah ia pergi bergabung dengan Bik Timo dan saudarinya tanpa rasa bersalah.
Sudah tentu hal tersebut membuat Fais geram, tangan nya mengepal kuat.
" Inikah gadis istimewa yang disebutkan oleh Eyang guru ? Apa sebenarnya yang terlihat istimewa ? Mengangkat pedang suci saja tidak sanggup " Gerutu Faisol Abrori yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
<>
" Tega nian Ainur menghabisi Ibunya sendiri " Bik Timo mengeluh sedih, air matanya masih saja menetes membasahi wajahnya yang sudah termakan usia.
" Aku juga tidak menyangka Mbak Yu, sampai setragis itu Ainur menghabisi Nining. Sepertinya ia memang menyimpan dendam terhadap Ibunya " Tambah Lastri, adik Bik Timo yang tadi menyambut kedatangan nya dengan tangisan.
Bik Timo diam, bayangan masa lalu sekelibat terkenang dalam benak nya. Meskipun Bik Timo sudah sedikit pelupa, tapi kejadian waktu itu tidak akan bisa ia lupakan.
Kesalahan terbesar Nining yang membuat Ainur menjadi anak yang dijuluki sebagai orang aneh.
" Kok bisa anak dendam dengan Ibunya ?" Syeila menimpali, ia bingung dengan alibi yang dituduhkan kepada Ainur. Setahu Syeila , seorang anak apalagi anak laki-laki. Cinta pertama nya adalah sang Ibu.
Bik Timo menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan.
" Dulu, Nining pernah meninggalkan Ainur di dalam rumah sendirian. Dia pergi jalan-jalan bersama pacar barunya " Bik Timo membuka cerita yang selalu diingat nya. Bahkan terkadang menjadi mimpi buruk bagi Bik Timo.
" Pada saat itu Ainur masih kecil, sekitar umur empat tahun "
Lastri tertunduk sedih, hatinya selalu digelayuti rasa bersalah jika mengenang kejadian itu.
" Hanya karena itu Ainur dendam ?" Syeila terdengar kurang puas hati.
Lastri menggeleng, kepalanya mendongak perlahan. Wajahnya yang masih terlihat kencang nampak basah oleh air mata.
" Nining pergi selama dua Minggu, dan ketika itu saya dan Mbak Yu terlalu disibukkan oleh pekerjaan sehingga tidak punya waktu untuk menjenguk rumah Nining"
Syeila mengerutkan dahinya, ia shock mendengar penuturan Lastri. Seorang balita ditinggal pergi selama dua Minggu di rumah ? Bagaimana dia makan dan minum ?
" Mpok Nining sinting kali ya?"
Syeila geleng-geleng kepala, ia membayangkan bagaimana kondisi Ainur pada saat itu ?
" Dan diluar dugaan, Ainur baik-baik saja meskipun tubuhnya yang gembul menjadi kurus kering. Sejak itu pula Ainur berubah, sebelum nya dia bocah yang sangat periang, mendadak berubah pendiam dan sangat tidak suka dengan Nining "
" Ainur akan menangis histeris jika didekati oleh Nining. Oleh karena itu, Ainur dipindah ke rumah Lastri "
Bik Timo mengakhiri ceritanya, miris sekali sampai tidak bisa dibayangkan keadaan Ainur selama dua pekan tanpa makan dan minum.
Tiba-tiba beberapa orang masuk ke dalam rumah Bik Timo.
" Mpok, ini ada polisi yang sedang mencari keberadaan Ainur" Ucap seseorang yang masuk lebih dulu.
Bik Timo mengiyakan, dia bangkit mendekati beberapa pria yang berseragam polisi.
" Kami membutuhkan sedikit banyak keterangan tentang saudara Ainur, agar mudah kami mencari jejak nya"
Bik Timo mengiyakan, dia siap membantu polisi supaya bisa menemukan Ainur yang menghilang setelah menghabisi Ibu kandungnya.
***
Syeila menghela nafas panjang, ia menyender ke badan mobil milik Faisol Abrori sembari memperhatikan rumah Bik Timo yang didatangi oleh polisi.
" Sungguh sangat ironis sekali " Gumam Syeila . Otaknya masih memikirkan kasus yang menimpa keluarga Bik Timo ini.
" Mereka tidak akan menemukan pelakunya " Tiba-tiba Fais yang duduk di belakang setir bersuara.
Syeila menoleh, kebetulan kaca mobil sedang terbuka jadi dia bisa mendengar ucapan Fais dengan jelas.
" Kok kamu bisa bilang begitu ? Sok tahu banget "
Faisol Abrori tersenyum miring, ia melirik Syeila .
" Yang mereka hadapi sekarang adalah iblis, entah bagaimana dia bisa mendapatkan kekuatan besar ini ?"
Syeila mengernyit heran, dia cepat masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Faisol Abrori guna lebih tahu secara detail tanggapan aneh pria itu.
" Sepertinya kamu tahu sesuatu deh?" Imbuh nya.
Faisol Abrori tersenyum, dagunya terangkat.
" Aku bisa mencium aura iblis dari dia, tidak dekat tapi tidak jauh. Dia sedang memantau kita"
" Dimana ?" Tanya Syeila lagi sembari mengendus aroma yang dimaksud oleh Fais.
Faisol Abrori mengedarkan pandangannya dengan tajam.
" Entahlah, seharusnya kamu yang bisa tahu "
" Aku?? Kenapa harus aku ?"
" Karena kau punya hubungan dengan dia"
Syeila tercengang untuk beberapa saat, tapi kemudian ia tertawa lepas.
" Kau memang aneh, sangat aneh .. Bagaimana aku bisa punya hubungan dengan Ainur ? Kenal saja kagak .. Benar-benar aneh.. Sudahlah.. Ayo cepat anterin aku pulang "
Faisol Abrori tidak bergeming, tatapan nya tajam sekali kepada si Syeila .
" Ayok !!!"
Gertak Syeila memaksa, bagaimana pun Syeila merasa tak nyaman dengan jelingan tajam tersebut.
Faisol Abrori menghela nafas panjang, sekali lagi ia mengedarkan pandangannya kemudian menghidupkan enjin mesin dengan satu tombol.
Sepasang mata memperhatikan semuanya dari sebuah dahan pohon yang cukup tinggi. Dedaunan lebat mampu menutupi keberadaannya dari pandangan kasar orang-orang.
Dia tahu jika kedatangan pria yang membawa pedang bukan pertanda baik. Ainur harus hati-hati ! Sebisa mungkin dia harus menghindar supaya tidak bertegur sapa dengan pria tersebut.
Selama pedang itu tidak bersama pengantin nya, maka tidak akan terjadi apa-apa dengan mu
Bisik sebuah suara yang terdengar hanya seperti tiupan angin saja.
" Perempuan itu siapa ?" gumam Ainur membalas suara tersebut.
Dia cantik! Dapatkanlah!! Dan buat lah keturunan dari nya.
Ainur tersenyum tipis, hal tersebut adalah kesukaannya. Namun selama ini jika dia menyetubuhi wanita, selalu nya calon bayi akan lenyap menjadi santapan sosok yang mendampinginya.
" Apakah kali ini kau akan membiarkan aku memiliki anak?"
Tak ada jawaban selain semilirnya angin.
" Ini tidak biasa, tapi baiklah ! Sudah lama aku mengidamkan keturunan "
Ainur bangun dan berdiri di atas dahan pohon, kemudian ia melesat cepat ke dalam rerimbunan pepohonan yang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Ray
Ok pengantin Pedang Fais dan Syeila
Terus hubungan Ainur ini apa? Masih rancu, AQ belum paham, apa ada yg terlewat yg belum AQ baca ya cerita Outhor?🤔🙏❤️
2024-11-16
0
Thr!b!
Pengantin pedagang itu, Shella kah?
2024-07-04
0
😻 Kim 😻
jadi Faisol dan syeila itu sepasang pengantin dimasa depan
wah daebak
2024-06-24
1