Rekomendasi Kaysan

Mark menatap sebal ke Aghnia yang tertawa terbahak-bahak karena ayahnya menyuruhnya mundur jika tidak mau khitan. Bagi Mark, dia menjadi mualaf tidak masalah tapi soal khitan, itu lain cerita. Seriously? Bagaimana jika aku tidak bisa berdiri setelah khitan?

"Princess... Jangan membuat aku semakin panik dong ..." pinta Mark memelas. "Aku sudah keringat dingin ini ..."

"Memang harus begitu, Mark ..."

Mark pun berjalan mondar mandir di depan Aghnia yang duduk di kursi teras panjang. Keduanya sedang berada di halaman belakang usai acara makan siang.

"Aku tahu dokter yang bisa khitan kamu ..."

Mark dan Aghnia menoleh ke arah Kaysan yang tersenyum usil.

"Mas Kay ... Jangan bilang ..." Mata coklat Aghnia menatap Kaysan panik.

"Hanya dia yang akan menerima pasien dengan riang gembira dan bonus satu ginjal ..." seringai Kaysan membuat Mark semakin parno.

"What? Khitan bonus ginjal ? Princess...." rengek Mark super panik.

"Mas Kay !"

Kaysan tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana CEO Boeing kantor Doha langsung pucat pasi.

"Kamu harus bertemu dengan dokter itu Mark. Aku jamin ... Akan hilang semuanya ..." gelak Kaysan jahat.

Mark langsung duduk lemas di sebelah Aghnia.

***

Sepanjang perjalanan pulang dari istana Khalid, Jordy merasa Bossnya tampak termenung dan lesu. Jordy cukup takut jika Bossnya sakit apalagi mereka sudah akan mulai melakukan pengawasan pembuatan armada baru Qatar Airways.

"Boss, apakah anda baik-baik saja?" tanya Jordy yang menyetir Range Rover milik Mark.

"Jordy ... Keyakinan kamu sama kan dengan keluarga Khalid ..." ucap Mark.

"Yes Sir ..."

"Apakah ... Jika kita menjadi mualaf, harus khitan?"

Jordy mengangguk. "Yes Sir. Saya melakukannya setelah saya memutuskan memeluk keyakinan yang sama dengan keluarga Emir Khalid."

"Wajib ?"

"Wajib."

"Why?"

"Ada alasannya Sir. Nabi Muhammad SAW memerintahkan seseorang yang beru memeluk Islam agar berkhitan, sesuai dengan perintah Allah untuk mengukuti ajaran Nabi Ibrahim AS. Diriwayatkan dari Ibnu Juraji ia berkata bahwa ia mendapatkan berita dari Utsaim bin Kulaib dari ayahnya dari kakeknya bahwa ia pernah datang menemui Rasulullah SAW sambil berkata, "Aku telah masuk Islam."

Beliau berkata, "Buanglah rambut kekafiran darimu." Riwayat lain, "Cukurlah." Ia juga mendapatkan berita bahwa Rasulullah SAW berkata kepada yang lain, "Buanglah darimu rambut kekafiran dan berkhitanlah." ( HR Ahmad, Abu Dawud, Ath Thabrani, Ibnu Addi, Al-Baihaqi )" jawab Jordy.

"Jadi kalian mengikuti ajaran nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW?"

Jordy mengangguk. "Apakah boss tahu Nabi Ibrahim berkhitan di usia 80 tahun dan menggunakan kapak... ( HR Bukhari )."

Mark langsung mengernyitkan keningnya. "Ouch !"

"Menurut kajian ilmu kesehatan, khitan lebih banyak mendatangkan maslahat atau manfaat yang besar. Beberapa di antaranya yakni untuk menjaga kebersihan zakar ( p3nis ) dan mencegah timbulnya berbagai penyakit kelamin ( venereal disease ).

Penyakit kelamin dapat ditimbulkan jika kulup ( qulfah dalam bahasa Arab atau preputium dalam bahasa Latin ) tidak dipotong sebab pada area tersebut merupakan tempat yang subur untuk bakteri berkembang. Apabila dibiarkan dan tidak dibersihkan maka akan menyebabkan penyakit kelamin. Bahkan, dapat membuat hal yang lebih berbahaya yakni mendatangkan kanker rahim pada perempuan yang disetubuhi (bagi yang sudah menikah)" lanjut Jordy. "Aku berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan berkhitan."

"Manfaatnya yang lain?"

"Secara medis sebaiknya kulup yang menutupi kepala zakar harus dipotong atau dihilangkan untuk menjaga kebersihan organ vital. Agar terhindar dari penumpukan kotoran dan najis, khitan perlu dilaksanakan agar ibadah yang dilakukan menjadi sah. Itulah mengapa khitan menjadi hal yang krusial dalam menjaga kesehatan dan kehormatan seorang muslim..." jawab Jordy yang memang banyak mempelajari Islam saat dirinya mendapatkan hidayah dan semakin yakin untuk memeluk agama itu.

"Jadi kesimpulannya, banyak manfaatnya?" tanya Mark.

"Yes Sir..."

"Hanya diambil sedikit?"

"Yes Sir ..."

"Tidak diambil ginjal sekalian kan?"

Jordy menoleh ke Mark. "Excuse me Sir ? Itu hanya operasi kecil ... Tidak sampai harus kehilangan ginjal ..."

"Bukan operasi besar ?" tanya Mark.

"No ... Tapi memang untuk penyembuhan lebih lama dari anak kecil karena kita lebih dewasa dan elastisnya berkurang. Butuh sekitar dua Minggu sementara anak kecil butuh sekitar seminggu ..." jawab Jordy.

Mark menatap Jordy. "Beritahu aku semuanya, Jordy. Sebelum Kaysan membawaku ke dokter jagal dan menyeramkan..."

Jordy terbahak. Ya ampun Boss. Keluarga princess Aghnia kan memang sering ngawur kalau sudah buat cemas orang.

***

Istana Khalid.

"Memangnya kamu kasih ijin Mark dekati Aghnia ?" goda Kalila ke Alexander.

"Tidak. Tidak semudah itu, Lila. Mana aku juga sudah memberikan ultimatum ke Mark. Mutlak hukumnya jika ingin bersama Aghnia" jawab Alexander santai. "Dia seorang rocker yang berusaha berubah dan mencoba hidup lebih baik tapi tetap dong aku harus memberikan dia ujian ..."

"Kamu apa tidak ingat dulu macam apa ke aku ?" ucap Kalila.

"Iya ... Aku yang salah, Lila... Dan tidak pernah aku lupakan dan aku sesali bagaimana aku membuat kamu harus menghadapi semuanya akibat ulahku ..." jawab Alexander pelan. "Karena itu aku tidak mau Aghnia mengalami hal yang sama ..."

"Jika aku tidak mencintaimu, Lex ... Aku tidak akan menerima kamu ... Lagi .." senyum Kalila.

"Terima kasih Lila ..." Alexander memeluk Kalila di sofa sambil mencium bibir istrinya.

"Ehem!"

Alexander dan Kalila terkejut saat melihat Kaysan datang ke sofa. "Ada apa boy?"

Seperti para sepupunya, Kaysan dan Aghnia sudah terbiasa melihat kemesraan kedua orang tua mereka. Bagi mereka, melihat kedua orangtuanya atau pun opa dan Omanya yang selalu mesra, memberikan dampak positif bagi mereka dalam mencari pasangan hidup. Kaysan belum menemukan wanita yang klik seperti halnya ayahnya ke ibunya.

"Aku mau cerita. Aku bilang pada Mark ... Kita punya dokter yang bersedia melakukan khitan ke dia jika memang serius melakukannya..." ucap Kaysan.

"Maksudmu Oom Ken kan?" ucap Kalila karena yang dia ingat adalah saudara kembarnya.

Kaysan menggelengkan kepalanya dengan wajah menyeringai licik.

Alexander dan Kalila langsung menatap tidak percaya ke putra sulungnya. "Nooooo.... Jangan bilang ..." ucap Alexander dengan nada horor.

"Oh yeah... She's the one and only di London. Aku tidak akan mengirim Mark ke Dallas karena bakalan lebih banyak yang hilang nanti ..." gelak Kaysan durjana.

Alexander memegang pelipisnya. "Yakin, si Mark bakalan mimpi buruk !"

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂 💕

Terpopuler

Comments

Ninik Rochaini

Ninik Rochaini

Kayaan nek ngerjain kok ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-10-15

1

Jenong Nong

Jenong Nong

klo g Rania ya Galena kan ...bang ...🤣🤣🤣❤❤🙏🙏

2024-04-16

1

Lusy Aristiani

Lusy Aristiani

Oh God.... Noooooo.... No Rania no Galena.... /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/

2024-04-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!