Aghnia dan Jeddah berjalan menuju gedung perkantoran terkenal di Doha dengan dua pengawal lainnya di belakang. Melihat putri Emir Alexander datang, manajer gedung pun menghampiri Aghnia.
"Princess, anda mau ke lantai berapa?" tanya sang manajer.
"Lantai 16."
"Kantor Boeing?"
Aghnia dan Jeddah saling berpandangan. "Boeing?"
"Yes princess... Dua lantai 16 dan 17 diambil perusahaan Boring. Bahkan CEO nya sekarang baru..." jawab manajer itu.
"Oh ..."
"Mari saya antar princess..."
***
"Selamat datang di kantor Boeing Doha, princess Aghnia. Saya Jordy, assisten Mr Kershaw."
Aghnia melihat seorang pria berwajah serius lengkap dengan suit bewarna abu-abu tua, menemui Aghnia dan Jeddah.
"Yes. Saya mendapatkan undangan dari Mr Kershaw." Aghnia tersenyum ke arah Jordy.
"Mari princess..." Jordy membuka pintu. "Silahkan masuk..."
Aghnia pun masuk tapi Jordy menghalangi Jeddah yang hendak masuk.
"Maaf, Miss... Mr Kershaw ingin bicara empat mata dengan princess Aghnia..." Jordy menatap pengawal Aghnia.
Jeddah hanya memandang pintu yang tertutup itu dan berharap princessnya tidak kenapa-kenapa di dalam.
***
Aghnia menoleh ke pintu yang tertutup dan melihat seorang pria berdiri di depan jendela membelakangi dirinya. Aghnia pun berjalan ke tengah ruang kerja CEO itu yang tampak sophisticated dengan banyaknya model pesawat disana. Termasuk blue print yang ada di meja.
"Ehem... Excuse me. Mr Kershaw?" panggil Aghnia yang merasa pria itu seperti tidak mendengar dia masuk.
Pria itu pun berbalik dan mata coklat Aghnia pun terbelalak.
"Mark?" bisik Aghnia tidak percaya pada orang yang berdiri disana.
"Hello, princess..." senyum Mark sambil berjalan menuju Aghnia yang berdiri di tengah-tengah ruang kerja dengan wajah bingung.
"What's going on here ?" bisik Aghnia sambil menatap Mark yang semakin dekat dengannya. "Aku mencari Mr Kershaw... Tapi kenapa jadi kamu?"
"Karena princess... Akulah Mr Kershaw. Nama lengkap aku Mark Becker Kershaw. Aku memang tidak memakai nama belakang ayahku ... Becker adalah nama belakang ibuku... " Mark menatap lembut ke Aghnia.
"Why?" tanya Aghnia.
"Aku tidak mau dikenal sebagai putra Nathaniel Kershaw ... Jadi aku memilih memakai nama ibuku. Aku bebas melakukan apa saja termasuk bermusik..."
"Lalu ... Kenapa kamu kemari dengan identitas berbeda...?" Aghnia tampak tidak mengenali Mark yang sekarang. Sangat berbeda sekitar sebulanan lalu saat di Brussels.
"Karena princess, aku tidak bisa mendekati kamu kalau aku masih menjadi Mark Becker... Aku tahu bagaimana keluarga besar klan Pratomo. Dan sejujurnya, aku merasa tidak pantas jika aku tidak satu level denganmu, princess..."
Aghnia merasa kakinya lemas. "Tunggu, aku harus duduk ..." Gadis itu duduk di sofa dibantu Mark.
"Princess..." Mark pun duduk di sebelah Aghnia.
"Jadi uang lukisan aku ?"
Mark menunjuk ke tembok di depan mereka. "Lukisan kamu princess..."
Aghnia melihat di tembok tampak lukisannya yang sudah dipigura. "Dan kamu membelinya dengan harga..."
"Uang bukan masalah bagiku, princess... Aku suka lukisan kamu apalagi kamu yang membuatnya jadi aku tidak sayang mengeluarkan uang sebanyak itu..." potong Mark.
"Tapi Mark ..."
"Uang itu untuk badan amal kamu kan princess... Harusnya lebih dari kemarin ya aku membelinya..." gumam Mark.
"Mark ..."
"Harusnya $250,000..."
"MARK !"
"Yes princess ?" Mark menatap Aghnia.
"kenapa ? Kenapa kamu membeli lukisan aku dan ..."
"Princess... Aku ingin meminta maaf padamu sudah membuat tidak nyaman di Brussels dan sebagai permintaan maaf aku..."
"Kamu membeli lukisan aku dengan harga fantastis karena ingin mendapatkan maaf dariku?" Aghnia memandang wajah Mark yang tetap serius menatapnya.
"Aku sangat menyesal kamu melihatnya princess... Tapi aku ada alasan mengapa melakukannya..." ucap Mark sungguh-sungguh.
"Aku tidak mau tahu, Mark. Kehidupan hedonisme kamu, itu urusan kamu ..." potong Aghnia. "Yang ingin aku tanyakan ... Bagaimana bisa kamu menjadi CEO Boeing Kantor Doha?"
"Jelek-jelek begini aku adalah sarjana aeronautical dari Caltech..."
Aghnia melongo. "Really?" Wajah gadis itu tampak skeptis dengan pendidikan Mark.
"Kamu tidak percaya, princess?" tanya Mark yang tidak menyangka reaksi Aghnia.
"Nope."
Mark tertawa kecut. "Ya ampun ... Aku benar-benar sarjana dari Caltech, princess..."
"Prove it !"
Mark mengambil remote tv dan memperlihatkan rekaman dirinya wisuda di Caltech. Aghnia mencari nama Mark di daftar alumni Caltech dari iPadnya. Ternyata nama Mark terdaftar sebagai alumni dengan gelar cumlaude..
"Percaya kan sekarang?" senyum Mark.
"Lalu kamu menjadi musisi?"
"Aku ingin menikmati kehidupan aku sebelum terjun di dunia bisnis penerbangan dan desain pesawat dengan mesin ciptaan keluarga kamu terutama pengembangan dari Kaia Blair dan Levi Reeves. Boeing sudah bekerja sama dengan keluarga kamu dulu ... Dan sekarang di lanjutkan oleh Bayu O'Grady ..."
Aghnia menatap Mark bingung. "Aku memang tidak tahu jika keluarga aku sudah bekerja sama dengan Boeing sejak jaman Oma buyut aku ..."
"Karena kamu tidak terjun di dunia ini, princess..."
"Touché. Sekarang kamu mulai memegang bidang yang sebenarnya kamu kuasai karena aku?"
Mark mengangguk.
"Kenapa aku merasa bukan hanya itu alasannya..." ucap Aghnia.
Mark mengusap dagunya. "Ada banyak yang ingin aku ceritakan padamu ... Hanya saja aku belum tahu apakah kamu bisa menerimanya..."
Aghnia memicingkan matanya. "What's going on, Mark ?"
Mark menghela nafas panjang. "Apakah kamu bisa mempercayai ucapan aku bahwa hanya kamu yang bisa menyelamatkan aku ?! Dan aku sepenuhnya bisa sangat tergantung padamu ?"
"What?"
***
Jeddah duduk di sofa di depan ruang kerja Mark dengan perasaan gelisah sementara Jordy yang duduk di kursinya hanya melirik wanita cantik di hadapannya itu.
"Apakah princess aku baik-baik saja?" tanya Jeddah dengan wajah cemas.
"Princess akan baik-baik saja, miss Jeddah."
Jeddah menggigit bibir bawahnya. "Aku kok tidak yakin ..."
Jordy hanya tersenyum smirk.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
wonder mom
jebulnya....
2024-04-03
1
Jenong Nong
jgn lngsung diterima agnia hajar dulu aja si mark ...🤣🤣🤣❤❤🙏🙏
2024-03-26
1
ellyana imutz
smg aghnia g pengsan bin syok klo tau alasan yg sebenar ny ...duch mark ko ono2 wae y dan unlimetid cm aghnia yg bs bikin mark ngereog ala boing
2024-03-26
1