Misi Mark

Alexander dan Kaysan menatap wajah percaya diri Mark. Alexander sedikit tergagap saat mendengar bahwa Mark adalah calon menantunya. Sejak kapan cumiii !

"Tunggu dulu ! Hold on ! Apa maksud dari semua ini Mark? Dan siapa kamu sebenarnya?" ucap Alexander.

"Mark Becker Kershaw, Emir Khalid. Saya adalah putra bungsu Nathaniel Kershaw, pemilik Boeing."

"Tapi Nathaniel tidak pernah menyebutkan nama anak bungsunya... Kami hanya mengenal Matthew Kershaw..." ucap Kaysan serius.

"Karena saya yang memintanya. Sejak elementary school, saya memilih memakai nama belakang ibuku. Karena belajar dari pengalaman kakakku yang dikelilingi penjilat meskipun masih kecil, membuat saya memilih tidak dikenal sebagai anak Nathaniel Kershaw bahkan data sekolah pun memilih memakai nama kakek dan nenek saya dari ibu..." jawab Mark panjang lebar.

Alexander dan Kaysan saling berpandangan.

"Tunggu. Kamu ingin menjadi menantu aku? Kamu ingin menikah dengan Aghnia? Serius?" tanya Alexander.

Mark mengangguk. "100 persen serius !"

"Tapi Aghnia tidak cinta kamu kan? Bahkan kami ilfil dengan gaya hidup hedonis kamu !" ucap Alexander kesal.

"Aghnia belum mencintai saya tapi dia satu-satunya wanita yang saya cintai. As a matter of fact, hanya Aghnia yang saya inginkan menjadi pendamping saya, Emir Khalid ..."

Alexander merasakan kepalanya pusing. "Seriously, Mark. Kamu bukan kategori pria yang boleh berhubungan dengan Aghnia..."

"Emir Khalid... Ijinkan saya membuktikan bahwa saya pantas menjadi pendamping Aghnia... Berikanlah kesempatan itu, Sir ..." pinta Mark.

"Jadi kamu memilih mundur dari dunia entertainment, karena ingin mendekati Aghnia?" tanya Kaysan.

"Yes. Kalian pastinya tidak mau putri dan adik kalian bersama dengan rocker yang sudah pasti membuat banyak orang mencibir lalu menganggap saya benalu serta pansos ke anda. No, saya tidak mau hal itu terjadi. Saya harus pantas dengan Aghnia yang membuat saya harus memilih. Karier saya di dunia musik atau Aghnia ..." jawab Mark.

"Ya jelas kamu pilih Aghnia ..." sindir Alexander.

"Tapi saya juga harus sadar diri atas kepantasan bisa mendekati Aghnia. Saya tidak akan dilirik jika kehidupan saya masih amburadul..."

"Nah tuh sadar ..." sinis Alexander.

"Karena itulah saya kembali ke perusahaan keluarga agar bisa pantas di keluarga Khalid...." ucap Mark mengacuhkan nada sinis Alexander.

Kaysan menoleh ke arah ayahnya. "Dibicarakan dulu pada Aghnia, Dad. Kan percuma juga kalau Mark sudah main pindah haluan tapi Aghnia tetap tidak mau ..."

"Saya yakin Aghnia mau bersama saya ..." timpal Mark yakin.

Alexander hanya menggelengkan kepalanya.

***

"Jadi si Mark itu anak bungsunya Nathaniel Kershaw?" seru Kalila saat mereka makan malam membuat semua keluarga Khalid terkejut termasuk As'ad dan Rauf.

"Kok bisa selama ini kita tidak tahu..." ucap As'ad bingung. "Setahu aku, Nathaniel hanya punya Matthew..."

"Karena Mark yang tidak mau dikenali sebagai putra Nathaniel Kershaw jadi sejak elementary school, dia memilih memakai nama belakang ibunya bahkan memakai nama kakek dan neneknya sebagai wali..." sahut Kaysan.

"Tapi apakah hanya itu saja alasannya? Demi Aghnia?" tanya Rauf. "Aku rasa ada yang aneh disini...."

"Aku rasa nggak aneh bang Rauf. Mungkin Mark merasa dia tidak mau dianggap nebeng dengan keluarga kita karena kita tahu kan musisi itu ada masanya..." jawab Aghnia.

Semua orang menatap Aghnia. "Apa kamu tertarik dengan anak berandalan itu?" tanya Alexander.

"Well, setidaknya anak berandalan itu CEO Boeing Timur Tengah lho Dad ..." senyum Aghnia. "Jadi uang aku aman kan?"

Kaysan dan Rauf tertawa terbahak-bahak. "Jangan mau ada uang bersama Aghnia. Bikin surat perjanjian kalau memang dia nekad ingin menikah dengan kamu ..." ucap Rauf.

"Lalu, bang Rauf sendiri, apakah juga begitu dengan Diana ?" kerling Aghnia.

"Tentu saja. Justru aku yang minta agar Diana mau bersamaku, karena aku tidak akan utak-atik uangnya ..." jawab Rauf yakin.

"Ampun deh ..." gumam Kaysan.

***

Penthouse Mark di Doha

"Bagaimana proses pendekatan kamu dengan keluarga Princess Aghnia?" tanya Nathaniel dan Matthew ke Mark melalui panggilan video malam harinya.

"Auto ditolak ..." gelak Mark. "Butuh waktu Dad..."

"Lagian kamu juga pakai acara naksir putri Emir ... Auto ditolak lah..." ejek Matthew.

"Mark, kamu itu tidak main-main lho naksir nya dan jika memang kalian berjodoh, kamu harus tahu konsekuensinya..." ucap Nathaniel.

"I know Dad. Mengikuti semua aturan keluarga Khalid ... Tapi bukankah kita juga mendapatkan keuntungan dari sana?" Mark menatap ayah dan kakaknya.

"Asal kamu tahu, Keluarga klan Pratomo yang pakai Boeing hanya keluarga Dubai. Lainnya pakai Gulfstream jadi kamu harus bisa membuat mereka berpindah dari Gulfstream ke Boeing. Jangan sampai mereka ke Airbus juga ..." ucap Nathaniel.

"Pangsa pasarnya kita bukan keluarga Pratomo, Dad. Kita ke maskapainya dan setahu aku, Aghnia juga masuk jajaran eksekutif Qatar Airways sebagai desain interior. Jadi ... Sambil menyelam minum air lah..." senyum Mark. "Aku bersama Aghnia, bisnis kita juga berjalan lah ..."

Nathaniel tersenyum. "Semangat, Mark ! Yang penting jangan kecewakan Daddy di Qatar !"

***

Hari Senin ini, Aghnia hadir dalam rapat direksi Qatar Airways untuk membicarakan penawaran tender dari Boeing guna mengganti beberapa unit pesawat yang sudah harus peremajaan. CEO Qatar Airways yang juga sepupunya Sheikh Amaludin Khalid, menerima pihak Boeing karena mereka juga bersedia melakukan daur ulang bagi pesawat - pesawat yang sudah tidak digunakan menjadi barang baru.

Mark datang bersama dengan Jordy serta seluruh jajaran tim nya ke dalam ruang meeting. Beberapa direksi yang mengenali Mark sebagai rocker band yang terkenal, sedikit terkejut karena tidak menyangka pria itu adalah anak bungsu keluarga Kershaw.

"Mark Kershaw, apakah benar anda sekarang memilih menjadi pengusaha pesawat?" kekeh Amaludin yang juga fans band milik Mark dulu.

"Ini identitas saya yang sebenarnya, Sheikh Khalid. Menjadi penyanyi rock itu pekerjaan sampingan saya. Anggap saja i want to do something that I won't regret it ( saya ingin melakukan sesuatu yang tidak akan saya sesali ) dan menjadi penyanyi rock, memberikan pengalaman tersendiri..." senyum Mark. "Mari kita mulai meetingnya?"

Sheikh Amaludin mengangguk. "Silahkan."

Sementara Mark dan manajer pemasaran menjelaskan penawaran mereka, Jordy tampak celingukan mencari Jeddah.

Kemana gadis itu? - batin Jordy

***

Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

wonder mom

wonder mom

mark very peri serius n

2024-04-03

1

amilia amel

amilia amel

Jordy dah ketularan Mark... ayo semangat kalian berdua untuk menaklukkan hati gebetan

2024-04-02

2

Tri Yoga Pratiwi

Tri Yoga Pratiwi

Jordy pun ketularan boss nya 🤣🤣

2024-04-02

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!