Aghnia Shock

"Apa yang ingin kamu bicarakan, Mark?" tanya Aghnia ke pria itu.

"Princess, kamu boleh percaya atau tidak tapi itu kenyataannya..." jawab Mark sambil mengusap tengkuknya. "Aku... Memiliki penyakit... Tidak bisa berdiri ..."

Aghnia melongo. "Kamu impoten?" bisik gadis itu dengan mata terbelalak.

"Bukan impoten yang tidak bisa berdiri sama sekali ... Aku hanya bisa dengan satu orang..."

Aghnia memegang pelipisnya. "Tunggu... Setahu aku, jika kamu impoten tidak bisa berdiri sama sekali ..."

"Hanya satu orang yang bisa membuat aku berdiri..."

Mata coklat Aghnia menatap Mark tidak percaya. "Jangan bilang kalau itu aku..."

Mark mengangguk dengan wajah serius.

"You're kidding..."

Mark menggelengkan kepalanya.

"Apa ada buktinya? Atau itu hanya akal-akalan kamu saja... Apalagi berita hidup kamu yang hedonis begitu ..." Aghnia memicingkan matanya.

"Princess, aku hanya berciuman tidak lebih ! Bagaimana mau lebih kalau punyaku tidak mau berdiri ..." ucap Mark serius. "Aku masih ... Perjaka, princess..."

Jika Aghnia tidak ingat Mark adalah orang Amerika yang biasa hidup bebas dan ceplas-ceplos, mungkin sudah kena hajar dirinya hingga babak belur. Namun gadis itu melihat wajah Mark super serius dan tidak ada kebohongan di mata birunya.

"Jadi berita di publik kalau kamu Gonta ganti pacar?"

"Hanya publisitas demi menutupi kenyataannya..."

Aghnia merasa kepalanya pening. "Apakah ... Ada yang tahu?"

"Selain dokter aku ? Tidak ada ... Dan sekarang kamu, princess, karena aku ingin jujur padamu ... Dan juga karena kamu adalah wanita yang aku inginkan ..." Mark memegang tangan Aghnia dan menatapnya lembut. "Jika kamu tidak percaya, aku hubungi dokterku."

"Shoot ! Video call bukan telepon biasa..." perintah Aghnia yang segera menarik tangannya.

"Absolutely..." Mark menelpon dokter David melalui MacBooknya dan tampak dokter paruh baya itu di layar monitor.

"Hello Mark... Well hello, my princess... Mark tidak berbohong... Anda cantik sekali ...Saya Dokter David Stewart. Apa yang ingin anda tanyakan, princess ..." senyum Dokter David yang tampak tidak terkejut melihat Aghnia disana.

"Dokter David ... Apakah nama penyakit Mark?" tanya Aghnia.

"Impoten selektif. Mark tidak bisa berdiri dengan wanita manapun dan baru saat bertemu princess, dia merasakan sesuatu di bagian pribadinya. Mark menceritakan semuanya, princess... Termasuk, maaf, membayangkan bersama anda itu bisa membuatnya berdiri ..."

Aghnia menatap tajam ke Mark. "Kamu membuat aku menjadi subyek pikiran tidak senonoh kamu ?"

"I'm sorry... tapi aku harus tahu ..." jawab Mark dengan wajah minta maaf.

"Lalu apa yang terjadi?" tanya Aghnia.

"Aku tidak bisa jika bukan denganmu, princess..."

Aghnia merasa kepalanya pusing. "Aku butuh air ..."

"Akan aku ambilkan ..." Mark pun berdiri sementara Aghnia menatap dokter David.

"Anda dokter dimana ?"

"Bellevue. Saya teman dokter Blaze Bianchi dan dokter Samuel Prasetyo."

Aghnia mengangguk. "Mereka Oom dan Tante saya ..."

"Yes princess... "

"Apa yang terjadi pada Mark. Setahu aku, impoten terjadi karena berbagai faktor. Penyebabnya bisa dikarenakan adanya gangguan fisik seperti adanya gangguan syaraf, gangguan hormonal, trauma dan pemakaian obat-obatan tertentu, maupun gangguan psikologis, seperti perasaan terburu-buru, ketakutan, kecemasan dan lain-lain..." ucap Aghnia.

"Princess, secara tidak sadar, Mark memiliki kecemasan yang overload ... Dia takut mendapatkan gadis yang hanya melihat uangnya bukan dirinya... Jadi Mark ingin mendapatkan istri yang levelnya sama atau setidaknya sama-sama memiliki finansial yang kuat ..."

"Dan dia melihat aku wanita yang dia cari ... Wanita yang bisa membuatnya berdiri ? " ucap Aghnia sinis.

"Kenyataannya begitu ..."

Aghnia menatap Mark yang datang sambil membawakan sebotol air mineral dingin. "Jadi kamu takut kehilangan perusahaan Boeing kamu ? Apa gunanya perjanjian pra nikah ?"

"Nope. Aku tidak suka perjanjian pra nikah karena aku ingin menikah sekali seumur hidup" jawab Mark sambil menyerahkan botol air mineral dingin itu ke Aghnia.

"So, jika kamu bertemu wanita itu ..." ucap Aghnia sambil menenggak airnya usai membuka tutupnya.

"Dan aku sudah menemukannya..."

"Kamu tidak akan melakukan perjanjian pra nikah?"

"Tidak... " Mark berlutut di hadapan Aghnia. "Karena ... Aku sudah bilang pada Dokter David. Jika aku menemukan wanita yang bisa membuat aku sembuh, maka aku akan setia padanya seumur hidup aku... Dan wanita itu kamu, princess..."

Aghnia menatap wajah Mark dan Dokter David bergantian. "I...ini ... Sangat diluar ... Nurlela ..."

"Apakah kamu butuh bukti ?" tanya Mark dengan wajah dibuat polos.

"Bukti apa?" Aghnia menatap curiga ke Mark.

Pria itu menutup layar MacBooknya sambil mendekati Aghnia dan hendak mencium bibirnya tapi gadis itu lebih cepat.

"Addduuuhhh duh duh !" teriak Mark saat hidungnya dijepit oleh Aghnia.

"Yang benar saja Mark ! Tidak usah modus !" bentak Aghnia.

"Kan biar kamu tahu aku tidak bohong ..." ucap Mark sambil memegang hidungnya.

Aghnia mendekati wajah Mark. "Bukan begitu caranya, Mark. Lakukan dengan benar jika memang aku adalah wanita yang kamu cari !"

"Ma ... Maksudnya?" Baru kali ini Mark tampak gugup didekati oleh seorang gadis. Apa karena yang mendekati princess Aghnia?

"Aku tidak suka kamu ... Ralat .. aku belum suka kamu karena aku tidak mau jumawa bilang tidak suka tapi aku kena batunya... Dan nama kamu sudah jelek di mata Keluarga aku. Sampai sini kamu bisa paham kan Mark?" ucap Aghnia dingin.

Mark hanya mengangguk.

"Satu lagi, jangan menolak jika kakak-kakak aku menguji kemampuan kamu..." Aghnia semakin mendekati wajah Mark dan hidung mereka hanya berjarak beberapa milimeter saja. "Karena aku adalah gadis limited edition. Tidak mudah mendapatkan aku, Mark. Apalagi dengan membawa-bawa kondisi tubuh kamu yang diakibatkan oleh rasa anxiety yang berlebihan..." Gadis itu mencium ujung hidung Mark. Hanya sedetik tapi efeknya di tubuh pria itu sangat dahsyat membuat Aghnia melirik ke arah bagian tengah tubuh Mark.

"Oh my God ... Seriously?" Aghnia menatap Mark tidak percaya.

"Kan aku sudah bilang princess..." ucap Mark yang bergegas menuju kamar mandi sementara Aghnia menutup mulutnya dengan tangannya.

Astaghfirullah...

***

Jeddah berdiri dengan gelisah dan tampak mondar mandir membuat Jordy menggelengkan kepalanya.

"Miss Jeddah ... Please. Anda membuat saya pusing ..." senyum Jordy.

"Princess aku sudah terlalu lama di dalam, Mr Jordy..." ucap Jeddah. "Dan ini pertama kalinya aku tidak bersama dengan nonaku."

"Anda tenang saja ... Mr Kershaw memang ingin berbicara banyak dengan princess Aghnia..." jawab Jordy.

"Entah mengapa kok tidak membantu menenangkan aku ..." gumam Jeddah.

Jordy tersenyum. "Miss Jeddah, dimana saya bisa mendapatkan kebab yang enak di Doha?"

Jeddah melongo. "Apa?"

"Saya baru pindah dari New York dan saya ingin tahu kebab yang enak disini karena keyakinan saya sama dengan anda ..." Jordy menatap serius ke Jeddah.

"Kenapa harus kebab? Cobalah Machboos. Machboos adalah makanan nasional Qatar berupa nasi yang dimasak dalam waktu lama bersama rempah-rempah dan potongan daging, baik ayam, unta, atau domba... "

"Bisakah anda menemani saya?" pinta Jordy.

Jeddah melongo. "Whaaaatttt?"

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

Terpopuler

Comments

Ninik Rochaini

Ninik Rochaini

Cuman bs bilg...wooww...

2024-10-15

1

wonder mom

wonder mom

jeddah dpt pawang n?

2024-04-03

1

Murti Puji Lestari

Murti Puji Lestari

seruuuuuu , ini bos sama asisten sama sama diluar nurlela...

2024-03-28

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!