Aghnia menunggu Mark keluar dari kamar mandi sekitar setengah jam dan gadis itu sudah menghabiskan tiga botol air mineral dingin guna menghilangkan rasa gugup dan kagetnya. Bagaimana bisa seorang pria mengalami impoten selektif? Aghnia bukan anak kedokteran dan dia tidak mungkin bertanya pada saudaranya yang dokter karena sudah pasti aura kepo bin Julid akan muncul.
"Maafkan aku princess..." ucap Mark yang harus mengguyur kepalanya dengan air dingin.
"Ti... tidak apa-apa..." jawab Aghnia dengan wajah memerah yang menulari ke Mark.
"Ehem... Apa kamu mau test aku ?" tanya Mark.
Aghnia melongo. "Apa?"
"Coba panggil pengawal kamu, Jeddah. Suruh rayu aku ..."
Mata coklat Aghnia terbelalak. "You're joking !"
"Hanya sebagai comparison ( perbandingan ) ..."
"Bukan modus kamu saja kan?"
Mark menggelengkan kepalanya. "Aku tidak modus, princess... Aku hanya ingin memperlihatkan bagaimana aku ke kamu dan aku ke wanita lainnya ..."
"Not my Jeddah !" pendelik Aghnia.
Mark tersenyum. "Aku hanya ingin kamu tahu aku tidak berbohong..."
"So, mau kamu apa?" tantang Aghnia.
"Mauku, kita berpacaran... Sukur-sukur kita bisa menikah dan..."
Aghnia mengangkat tangannya. "Kamu terlalu pede !"
"Jika memang aku harus menghadapi keluarga kamu, akan aku lakukan. Apalagi namaku sudah jelek di mata pangeran Arsyanendra dan kakak kamu, Emir Kaysan."
"That's much better !" Aghnia pun berdiri dan hendak pergi.
"Kamu hendak kemana princess?"
"Pulang. Kita sudah selesai kan? Sudah sepakat kamu akan menghadapi keluarga aku ..." Aghnia menatap Mark lekat. "Aku belum percaya padamu seratus persen, Mark ... So, berjuanglah... Meyakinkan aku, meyakinkan keluarga aku dan ... You know the rules ..."
"Apakah karena aku sekarang ketahuan sebagai CEO Boeing Qatar, kamu melirik aku ?"
Aghnia tersenyum. "Soal jabatan, pekerjaan atau profesi, keluarga aku bukan masalah asalkan halal. Tapi cara kamu mencari cara atau alasan atau apapun lah itu, untuk mendapatkan wanita yang bisa membuat kamu bisa layaknya pria normal, itu yang membuat aku dan keluarga ku merasa kamu terlalu bebas ..."
"Aku hanya berciuman ! Tidak lebih !" protes Mark.
Aghnia menyentuh pipi Mark. "I know. Tapi tetap saja yang tahu hanya aku kan? Keluarga aku tidak tahu dan mereka tetap melihat Mark Becker yang playboy bukan Mark Kershaw..."
Mark membeku saat tangan Aghnia memegang pipinya. "Princess..."
Aghnia melirik lagi dan menatap wajah Mark. "Astaghfirullah !"
***
Jeddah menatap pria tampan dengan mimik cool dengan tatapan tidak percaya dengan ucapannya. "Minta ditemani?"
Jordy mengangguk. "Saya kan tidak hapal Doha... Yaaaa anggap saja, anda menjadi guide saya miss Jeddah..."
Jeddah hanya bisa memegang pelipisnya. "Mr Jordy, saya bukan guide. Saya adalah pengawal princess Aghnia Khalid..."
"Bagaimana jika saya meminta Mr Kershaw mengajak Princess Aghnia pergi makan malam dan kita juga berjalan-jalan sendiri ?" eyel Jordy membuat Jeddah gemas.
"Kamu tidak menyerah, ya?" sindir Jeddah.
"Nope. Saya orangnya pantang menyerah... Mungkin terbawa boss saya juga ..." jawab Jordy kalem.
"Astaghfirullah..." Jeddah semakin sering mondar-mandir karena merasa gugup. Baru kali ini ada pria terang-terangan minta ditemani dan itu berarti kencan bukan?
Jordy tersenyum geli melihat gadis bermata hijau itu tampak panik. Sejak Jordy tahu siapa yang diincar oleh Mark dan mengapa Bossnya ngotot pindah ke Doha, sebagai asisten dia harus tahu gebetan Mark. Banyak foto Aghnia di beberapa acara kerajaan dengan didampingi oleh Jeddah dan Jordy langsung suka dengan gadis yang selalu berada di belakang sang princess.
Bagi Jordy, wajah khas Jeddah itu sangatlah menarik setelah dia sudah cukup bosan dengan gadis-gadis New York yang dandanannya sangatlah high. Jordy sudah muak akan hal itu. Tak heran jika Mark ngotot pindah ke Doha, Jordy langsung auto oke.
Sekarang Jordy sudah bertemu dengan Jeddah dan seperti Bossnya, dia akan berusaha menaklukkan Jeddah supaya mau menjadi pasangannya. Jordy tahu bahwa sang pengawal itu memang susah ditaklukkan seperti tuan putri nya tapi dia tetap berkeyakinan bisa mengajak Jeddah setidaknya kencan dulu.
Suara pintu ruang kerja Mark terbuka dan Jeddah terkejut saat melihat siapa yang keluar bersama dengan princess nya.
"Mr Mark Becker?"
"Hai, Jeddah ..." senyum Mark sementara Aghnia tetap memasang wajah datar. Hari ini dia merasa gemas dengan Mark yang sampai harus dua kali mandi air dingin hanya gara-gara disentuh olehnya.
"Eeeerrr... Ada apa ini?" tanya Jeddah bingung.
"Jeddah, ini adalah Mr Mark Kershaw, CEO Boeing kantor Doha..." ucap Aghnia membuat Jeddah melongo.
"AAAPPAAA?" seru Jeddah heboh.
***
"Jadi selama hampir empat jam di dalam ruang kerja Mr Becker... Eh Mr Kershaw, adalah proses untuk meyakinkan anda nona?" ucap Jeddah ke Aghnia setelah mereka berada di dalam mobil. "What's going on ?"
"Jeddah, Mark itu adalah anak bungsu Nathaniel Kershaw, pemilik dan CEO Boeing pusat ... Kita hanya tahu Mathew Kershaw tapi tidak Mark Kershaw karena dia memilih memakai nama belakang ibunya..." Jawab Aghnia.
"Jadi selama ini dia menyembunyikan identitasnya?" ucap Jeddah tidak percaya jika rocker urakan dan kacau itu adalah putra bungsu salah satu Sultan penerbangan di dunia.
Aghnia mengangguk.
"Alasannya?"
"Supaya pantas bersama aku ..." jawab Aghnia.
Jeddah menepuk jidatnya. "Karena anda princess Emir ..."
"Yup ... "
"Tapi nona, Mr Alex Darling juga menikah dengan Princess Galena tidak masalah..."
Aghnia menatap Jeddah. "Alex bukanlah pria yang suka hidup hedonisme, beda dengan Mark kan?"
"Peristiwa Brussels..." gumam Jeddah.
"Bingo..." jawab Aghnia.
"Apakah tuanku Emir Alexander dan tuan Kaysan mau menerima Mr Kershaw yang sekarang?"
Aghnia mengedikkan bahunya. "Entah lah ..."
***
Dua hari kemudian, Alexander bersama dengan Kaysan datang ke pesta perkenalan CEO terbaru Boeing setelah resmi diangkat. Ayah dan anak itu tampak bingung saat melihat siapa CEO yang baru.
"Mark Becker?" ucap Alexander dan Kaysan bersamaan.
"Selamat siang Emir Khalid ... Saya Mark Kershaw, CEO Boeing area Doha dan Timur Tengah..." senyum Mark sambil mengulurkan tangannya ke Alexander yang masih harus mencerna kejadian yang mengejutkan ini.
"Siapa kamu sebenarnya, Mark?" ucap Alexander sambil menyalami Mark Becker Kershaw.
"Boleh dibilang ... Saya calon menantu anda, Emir Khalid ..." senyum Mark pede.
Alexander dan Kaysan melongo.
"AAAPPAAA?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Ninik Rochaini
pede ne Mark... /Chuckle/
2024-10-15
1
Murti Puji Lestari
pedenyaaa.... perlu kena banting princess dulu kyaknya...
kalau sampe kejadian seru lhooo😅
2024-03-29
1
mama_im
anjaaaayyy,, pede dulu aja ya mark, soal diterima atau di bogem gimana nanti 🤣🤣🤣🤣
2024-03-29
1