Yang Chen duduk di barisan paling belakang di dalam truk militer, dan di seberangnya adalah Lin Hayue. "Sister, apa yang kalian tangkap? Aku tidak pernah melihatnya."
"Daging mutan."
"Daging mutan?" Yang Chen melihat truk pengangkut besar yang membawa mayat dari makhluk aneh. "Apa enak?"
Lin Hayue melihat daging mutan yang bergoyang-goyang seperti jeli, dia merinding saat melihat pemandangan itu. "Tidak, teksturnya aneh, tapi memang terasa seperti daging."
"Mengapa tidak memakan binatang mutan asli? Mereka ada banyak."
Lin Hayue menghela napas dan berkata, "Daging dari binatang mutan hanya bisa dikonsumsi oleh mereka yang memiliki resistansi terhadap radiasi, seperti dirimu. Untuk manusia biasa, ada gangguan pencernaan dan penyakit lainnya, bahkan kematian ..."
Lin Hayue menunjukan daging mutan. "Itu, manusia biasa bisa memakannya, meski tidak enak, tapi kaya akan nutrisi dan harganya murah."
Yang Chen menganggukkan kepala, dia melihat orang-orang di sekitarnya yang memegang erat senjata masing-masing. "Apa di Kota Zunyi ada makanan selain daging?"
"Ada apa pun di sana." Pria paruh baya yang duduk di samping merangkul bahu Yang Chen. "Kau masih muda, kau mungkin belum berpengalaman. Jika kau memiliki uang lebih, kau bisa datang ke Rumah Mawar Merah. Tempat di sana luar biasa."
"Hahahaha."
Tawa terbahak-bahak terdengar di seluruh truk pengangkut, tapi untuk para wanita yang hadir, mereka mendengus dingin dan menatap Yang Chen dengan tatapan menjijikkan.
Yang Chen hanya bisa tersenyum masam. Meski di kehidupan sebelumnya dia adalah orang yang brengse*, suka berhubungan dengan banyak wanita, tapi dia tidak pernah pergi ke tempat semacam itu, dan dia pasti akan menjadi yang pertama dari wanita yang tidur dengannya.
Lin Hayue menatap Yang Chen, entah apa yang dipikirkannya terhadap laki-laki di depannya ini. Kesampingkan masalah berlari dari Kota Harapan, yang menjadi perhatiannya adalah kulit laki-laki ini lebih cerah dari wanita, pipinya terlihat baik, tidak seperti orang kelaparan dan kekurangan gizi.
"Semua bisa dibeli asalkan ada uang, tapi di sana memiliki aturan. Jika melanggar, kau akan dihukum sesuai aturan dari zaman yang hilang."
Yang Chen kembali mengalihkan pandangannya pada Lin Hayue. "Zaman yang hilang?"
Lin Hayue mengangguk. "Sebelum Perang Dunia Ketiga."
Yang Chen mengangguk kecil, tapi tidak mengatakan apa-apa, dia hanya menundukkan kepalanya. Informasi yang didapatnya kali ini tidak banyak, tapi cukup penting.
Jika di Kota Zunyi ada perpustakaan umum, itu lebih baik karena dia bisa mencari informasi lebih banyak. Apalagi kalau dia bisa berbicara berdua dengan Lin Hayue, tapi sepertinya tidak bisa.
"Apa ada beras?" Yang Chen mendongak, kemudian saat dia melihat tatapan mata semua orang, dia menambahkan, "Aku dengar kalau beras adalah makanan paling enak di dunia, ini makanan pokok yang mengenyangkan. Aku tidak tahu apa itu benar-benar enak. Jika memungkinkan, aku ingin mencari kerja di Kota Zunyi dan membeli beras."
Zhao Hanping, pria yang duduk di samping, menepuk pundak Yang Chen. "Memang ada, tapi sangat mahal. Hanya orang-orang kaya yang bisa membelinya, harganya 20 Kristal Sumber kualitas Menengah untuk seratus gram."
Yang Chen membelalakkan mata dan berteriak, "Bukankah harus membunuh 200 zombie?!"
Walaupun dengan sumber daya yang dimilikinya bisa menukarnya dengan bibit padi, dia harus tetap berpura-pura miskin.
Zhao Hanping menganggukkan kepalanya. "Iya, meski ada banyak misi, tapi dengan pengeluaran kami ..."
Yang Chen menatap Zhao Hanping, lalu mengangguk memahami. Pemasukan mereka mungkin besar, tapi pengeluarannya lebih besar, dan semua hadiah harus dibagi. Meski Zhao Hanping bisa berhemat, bahkan meski bisa membeli beras, beras itu pastinya dimakan anak-anaknya.
"Bagaimana dengan air?" Yang Chen menatap Lin Hayue. "Air di Kota Harapan sulit ditelan, tapi untuk bertahan hidup, aku tidak bisa pilih-pilih."
Zhao Hanping merangkul Yang Chen. "Kau selalu menatap Wakil Kapten kami, apa kau menyukainya?"
Lin Hayue menatap dingin Zhao Hanping, lalu kembali menatap Yang Chen. "Air di tempat kami bersih, tapi dibandingkan dengan zaman dulu, aku tidak tahu perbedaannya."
Yang Chen mengangguk, itu saja sudah cukup, meski masih ada yang membuatnya penasaran, tapi dia memilih menahan diri. Yang membuatnya benar-benar bingung adalah bagaimana mereka menetralisir radiasi dalam air.
Blue Star bukannya tidak memiliki air, ada banyak air di lautan, tapi semuanya penuh dengan radiasi. Adapun air di darat, semuanya telah hilang, entah itu sungai atau danau, mereka semua menguap.
Jadi komoditas air sangat mahal, saat dia di Kota Harapan, untuk satu liter air dihargai dengan 1 Kristal Sumber kualitas Rendah.
Jika dia mengambil air dari Kolam Air dan menjualnya, dia akan sangat kaya. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk itu, apalagi setelah melihat kelompok dengan persenjataan lengkap, ditambah tank dan iron dome.
Lin Hayue menekan tombol di dekatnya, membuat kecepatan mobil melambat hingga akhirnya berhenti, lalu dia menatap Yang Chen. "Kita sampai, kami tidak bisa membawamu masuk, kau harus berusaha sendiri."
Yang Chen mengangguk, dia melompat dari truk pengangkut dan melambaikan tangan ke arah Lin Hayue. "Sister, kau harus tersenyum, sayang kalau kau tidak tersenyum dengan wajah cantikmu!"
Lin Hayue mengambil AK-47 dan mengarahkannya pada Yang Chen.
Yang Chen berlari sambil tertawa kecil, dia keluar dari jalur truk dan menghilang dari pandangan Lin Hayue.
Yang Chen melihat tembok yang menjulang, ini lebih aman dari Kota Harapan, dan dia merasa harapan datang dari Kota Zunyi, bukan Kota Harapan itu sendiri.
Tembok setinggi 15 meter memang membawa rasa keamanan dan kedamaian. Tapi melihat area luar tembok ada banyak gelandangan, ada berbagai macam tenda untuk tinggal, dia merasakan kesenjangan sosial dan ekonomi yang besar.
Tembok itu tidak hanya megah, tapi juga dilengkapi dengan persenjataan berat seperti artileri dan meriam tradisional yang sepertinya masih menggunakan peluru berbentuk bola.
Yang Chen pergi ke area gerbang, gerbang di sini ada dua: yang pertama gerbang besar untuk kendaraan, dan tentunya ini hanya dimiliki oleh kelompok kuat atau pemerintah itu sendiri; dan yang kedua adalah gerbang kecil, itu memiliki lebar tiga meter dan dijaga ketat oleh pasukan bersenjata.
"Berhenti!" Salah seorang penjaga menodongkan senjatanya ke arah Yang Chen.
Yang Chen mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan Kristal Sumber yang dibawanya. "Aku ada Kristal Sumber, kata Wakil Kapten Lin, aku bisa masuk setelah membayar harga tertentu."
Mendengar bahwa Yang Chen mengenal Lin Hayue, penjaga itu menurunkan senjata api. "Untuk tinggal seminggu harus membayar tiga Kristal Sumber kualitas Menengah, untuk tinggal permanen harus membayar seratus."
Yang Chen tercengang untuk sesaat, dia tidak menyangka biaya tinggal di Kota Zunyi akan 30 kali dari Kota Harapan, dan itu belum akomodasi lainnya.
"Ini." Yang Chen meletakkan 30 Kristal Sumber kualitas Rendah. "Kualitas Rendah tidak masalah, kan?"
Penjaga itu melihat dan menghitung. "Tidak masalah, asalkan jumlahnya sesuai." Ia mendongak, menatap Yang Chen. "Ini tandanya, jangan sampai hilang, jangan buat onar, dan kau dilarang memasuki area pusat."
"Area pusat?" Yang Chen menerima tanda pengenal dan melewati gerbang.
Kemudian perhatiannya langsung tertuju pada tembok lain yang lebih tinggi, itu berada cukup jauh dari tempatnya berdiri, tapi tidak mengurangi kemegahannya.
Yang Chen melihat orang-orang yang lewat di depannya, pakaian mereka bagus, meski tidak berkualitas, tapi lebih baik daripada yang dipakainya saat ini.
"Pakaian, beli pakaian, sewa hotel, lalu pergi mencari Wakil Kapten. Aku harap dia tidak sulit ditemukan."
Lin Hayue adalah Wakil Kapten, maka harusnya Lin Hayue bisa merekomendasikan perguruan bela diri untuknya, atau tempat di mana dia bisa membeli senjata api.
Yang Chen berjalan-jalan dan melihat sekeliling, dia mencari toko pakaian, tapi ternyata sangat sulit untuk mencarinya.
"Kakak, sepertinya Kakak tersesat, apa Kakak butuh bantuan?"
Yang Chen berbalik, dia melihat ada anak laki-laki yang mungkin berusia antara 6 - 8 tahun. "Iya, bisa dibilang begitu, kau membawaku ke toko pakaian, dan aku akan membayarnya nanti."
Mata anak laki-laki itu cerah, dia tersenyum lebar dan tertawa. "Tentu, aku akan mengantar Kakak ke sana!"
Yang Chen melihat anak laki-laki itu berlari kecil. Dia tidak langsung bergerak, dia melihat ke arah gerbang lebih dulu, lalu kembali berbalik mengikuti anak laki-laki itu.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
😆😆😆😆😆
2025-02-13
1
divine han
🤣
2024-06-27
2
pembacasetia
mamama
2024-06-02
1