Yang Chen memandangi hamparan rumput yang tumbuh di atas tubuh Xuanzhu, dan menanam di sini akan lebih lama ketimbang pada petak yang sudah disediakan. Tapi ada kesamaan, yaitu sama-sama bisa mengatur dalam pemindahan bangunan.
Walaupun caranya tidak sama, seperti di Lahan Pertanian Ilahi, dia harus pergi ke Gudang. Tapi di atas Xuanzhu, dia hanya perlu memberi perintah pada Xuanzhu untuk mengendalikan tanah dan memindahkan bangunan ataupun tumbuhan.
"Tidak ada indikator waktu pertumbuhan, tapi dengan Tetes Roh dicampur air dari Kolam Air bisa membuatnya seperti ini." Yang Chen tersenyum penuh kemenangan saat melihat hasil kerja kerasnya membuahkan hasil, meski ini hanya rumput, dia memiliki rasa pencapaian yang luar biasa.
Yang Chen menempelkan jaring laba-laba dari sudut ke sudut untuk menemukan titik tengah, titik tengah ini akan digunakannya untuk tempat tinggalnya di masa depan nanti.
"Sistem, apa aku bisa membeli Sumur atau Kolam Air dan meletakkannya di sini?"
[Ding! Tuan Rumah akan tahu jawabannya dengan terus menaikkan level]
Yang Chen tidak terlalu terkejut lagi, dia sudah mengharapkan itu, dan menang sesuai yang dikatakan oleh sistem, harus menaikkan level untuk mendapatkan jawabannya langsung.
"Tengah-tengahnya di sini." Yang Chen memberi tanda dengan meletakkan batu besar di atasnya.
Dia melihat sekeliling, melihat area yang tidak terlalu besar. "Apa aku harus meningkatkan levelnya lagi?"
"Tidak cukup." Yang Chen menggelengkan kepalanya. "Kristal Sumber akan habis, kecuali aku tinggal di selokan."
Yang Chen duduk di atas batu yang baru diletakkannya, lalu dia mencari Fitur Hewan Peliharaan.
Dia ingin mencari hewan untuk mengamankan lahan di atas Xuanzhu, dan lebih baik yang memiliki serangan kuat, karena tidak hanya keamanan, tapi dia juga perlu kekuatan tempur saat bertemu binatang mutan atau zombie di dalam hari.
"Mengapa ini semua telur?" Yang Chen terus menggulir daftar, semuanya telur dengan pola yang berbeda dan tidak ada satu pun nama yang tertera di sana.
Yang Chen menggulir daftar dari paling atas, lalu meluncurkan guliran dan menekan layar di depannya.
Ya, saat dia di Lahan Pertanian Ilahi, dia bisa mengoperasikan layar di depannya dengan sentuhan, tapi saat di luar, dia hanya bisa mengoperasikannya dengan gerakan mata dan pikiran.
Dia melihat telur muncul memenuhi layar, telur ini berwarna oranye dan ada corak merah seperti api.
Hal pertama yang dipikirkannya terhadap telur ini adalah telur naga, dan saat dia melihat harga yang harus dibayarkan, dia semakin yakin.
[Ding! Berhasil membeli Telur Hewan Peliharaan. Menghabiskan ¥10.000]
[Tersisa ¥6.268]
Yang Chen tidak merasakan apa-apa setelah kehilangan banyak uang, karena dia membeli banyak lahan dan tentunya penjualannya mencapai hasil yang memuaskan, apalagi dengan adanya Tepung Gandum (C) dan (B).
Dia melihat telur dengan penuh harap. Fenomena yang sama muncul kembali, telur itu memancarkan cahaya dengan suhu yang mulai meningkat.
Naga, naga, naga, aku dapat naga! Yang Chen bergumam dalam hatinya.
Telur pecah dan akhirnya menetas...
Piyik... Piyik... Piyik...
Senyum Yang Chen membeku dan akhirnya menghilang, yang muncul di depannya bukanlah naga seperti yang diharapkannya, tapi anak ayam yang kecil dengan bulu merah.
[Burung Phoenix Api]
[Burung dengan garis keturunan Zhuque. Memiliki kemampuan menyemburkan napas api yang tidak bisa dipadamkan, dan kekuatannya mampu melelehkan benda apa pun]
[Burung Phoenix Api menambah +5 Kekuatan dan +5 Kelincahan]
Burung Phoenix Api mematuk ibu jari Yang Chen yang mencoba mengusap kepala, lalu menelan setetes darah.
[Ding! Burung Phoenix Api menerima darah, berhasil mengikat Burung Phoenix Api dengan Tuan Rumah!]
Kekecewaan Yang Chen berubah menjadi kebahagiaan, dia langsung memberikan Burung Phoenix Api banyak Kristal Sumber untuk mencapai Level 40 dan mengganti namanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Nama : Zhu Houni]
[Level : 40] [Exp : 5/10.000]
[Vitalitas : 26.0] [Kekuatan : 27.0]
[Stamina : 25.8] [Kelincahan : 27.7]
[Kecerdasan : 26.0]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dengan naik ke Level 10, Xuanzhu atau Zhu Houni akan mendapatkan tambahan +2 All Stat, Level 20 tambahan +3, Level 30 tambahan +4, dan Level 40 akan mendapatkan tambahan lagi sebesar +5. Kemudian dari semua itu, Yang Chen sebagai Tuan Rumah yang terkontrak akan mendapatkan 25% dari setiap stat yang didapat.
Zhu Houni sudah Level 40, memiliki panjang tubuh 11,5 meter dan itu belum termasuk ekornya. Bentangan sayapnya adalah 28,75 meter dan tinggi tubuhnya adalah 3,8 meter.
Yang Chen tersenyum melihat ini, dengan adanya Zhu Houni, dia tidak perlu khawatir tentang binatang mutan di udara yang menyerang di masa depan.
Yang Chen memeluk kepala Zhu Houni, dia mengusap lehernya yang dipenuhi bulu lembut. "Aku juga harus menaikkan level."
Yang Chen mengeluarkan mayat dari elang mutan, dia meminta Xuanzhu untuk membuat jembatan tinggi, lalu mengikat kaki elang dan menggantungnya.
Dia tidak mengerti cara membersihkan unggas, jadi dia sangat lambat dan sesekali harus membuka buku.
Setelah dia membuang semua organ dalamnya, dia meminta Zhu Houni untuk membakar semua bulu elang hingga bersih tapi tidak merusak dagingnya.
Zhu Houni sangat pintar, ditambah dengan Kendali Api Level 04. Jadi meski baru menetes, tapi kemampuannya sudah sangat ahli.
Zhu Houni menyemburkan api untuk membakar semua bulu hingga habis total.
Yang Chen tersenyum tipis, dia membawa elang mutan ke Kolam Air untuk membersihkan semua kotoran yang tersisa.
Dia menggosok semuanya hingga bersih, lalu menggantung elang mutan yang sudah bersih. "Houni, bakar ini dengan suhu kecil."
Yang Chen menunggu hingga matang. Akan lebih enak jika menambahkan garam, tapi sayangnya dia tidak memiliki perlengkapan, serta tidak tahu bagaimana cara memurnikan garam mineral.
***
—Keesokan Harinya—
Yang Chen kembali pergi ke tempat militer berada dan menemukan Lin Hayue yang sedang beristirahat. "Sister!"
Lin Hayue mendongak, dia berkata sambil memutar matanya, "Kau lagi, ada apa?"
Yang Chen duduk di depan Lin Hayue. "Sister, apa Sister ada waktu kosong?"
"Tidak ada."
Yang Chen tetap tersenyum meski jawaban Lin Hayue cukup dingin. Dia mengeluarkan kotak makan yang sudah dipersiapkannya dari tadi malam.
"Sister, sepertinya dendeng asap itu keras." Yang Chen menunjuk dendeng yang dimakan Lin Hayue. "Aku membawa bekal, bagaimana kalau kita makan bersama?"
Lin Hayue melirik kotak makan Yang Chen, itu sepertinya daging bakar yang kemudian diiris tipis-tipis sebelum disiapkan ke dalam kotak.
Yang Chen membuka kotak makan lain, ini adalah saos yang dibuatnya. Karena bahan-bahannya tidak ada, maka saosnya cukup asal-asalan di mana dia mencampur bahan-bahan yang menurutnya masuk akal.
Ada tomat, wortel, sari apel, serta air kaldu dari elang mutan.
Yang Chen mengambil irisan daging dan mencelupkannya ke dalam saos, lalu memakannya. Rasanya enak, ada asam manis dari campuran tomat dan sari apel, serta gurih dari kaldu. Sayangnya kekurangan garam dan cabai, sehingga rasanya tidak lengkap.
Dia tersenyum, dia melihat Lin Hayue mencuri-curi pandang tapi tidak berani mengambilnya. Dia mengambil irisan daging lain, lalu membawanya ke depan bibir Lin Hayue.
Lin Hayue tidak menanggapinya untuk beberapa saat, tapi terlihat bahwa dia sangat ingin sampai menelan air liur.
Hingga akhirnya, Lin Hayue membuka mulutnya dan memakan irisan daging itu. Dia merasakan mulutnya penuh, kematangan daging sangat luar biasa, tapi tetap lembut dan tidak keras sama sekali.
Lin Hayue sudah lama tidak merasakan ini, dalam beberapa tahun ini dia hanya makan-makanan kering karena merepotkan jika harus memasak, apalagi kayu bakar termasuk langka.
Yang Chen tersenyum penuh kemenangan, tapi dia merubah ekspresinya dengan cepat. Dia melakukan ini semua agar Lin Hayue mau melatihnya, lalu ikut dengannya, meski dia tahu ini akan menghabiskan banyak Kristal Sumber, tapi itu semua tidak masalah.
Lin Hayue menghela napas, dia menatap Yang Chen. "Hari aku bertugas sampai siang hari, satu jam setelah istirahat makan, aku bebas."
Yang Chen tersenyum cerah, dia menoleh membalas tatapan mata Lin Hayue. "Kalau begitu aku akan menunggu di sini."
Lin Hayue mengangguk, dia mengambil irisan daging dengan tangannya sendiri dan mencelupkannya ke dalam saos sebelum memakannya. Dia merasakan rasa yang belum pernah dirasakannya, dan ini sangat enak, dia bahkan mulai tersenyum.
Yang Chen tersenyum tipis saat melihat Lin Hayue yang tersenyum, dan hatinya menghangat saat melihatnya.
Tidak butuh waktu lama, aku pasti membawa Sister Lin meninggalkan tempat ini.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
😁😁😁
2025-02-13
1
Aneuk Perley Perhatian
tak bisa dipadamkan..?? bukankah akan membakar seluruh planet..!?
2024-04-12
2
Chemouth II
next
2024-03-13
1