Yang Chen terlihat bahagia, itu karena dia sudah menunggu lama dan Gandum akhirnya panen. Tapi sebenarnya dia agak kecewa, karena bibit awalnya bukanlah beras.
Mengolah gandum cukup sulit apabila ingin mencari rasa yang enak, berbeda dengan beras, hanya perlu mengupas kulitnya, lalu mencuci dan merebusnya.
Tapi, untuk saat ini patut disyukuri, setidaknya dia tidak perlu mengais sampah atau menggali tanah untuk mencari cacing.
Adapun binatang yang terkontaminasi oleh radiasi nuklir yang belum hilang semenjak peperangan, memang bisa dikonsumsi, tapi tidak untuk semua orang. Jika tidak memiliki ketahanan, manusia yang mengonsumsi akan berubah seperti monster.
Dalam ingatan Yang Chen sendiri, tidak pernah melihatnya, itu hanya diceritakan oleh seseorang. Tapi jangankan monster, dalam ingatannya sendiri tidak ada yang namanya orangtua di kehidupan ini.
Kesampingkan masalah itu, Yang Chen melihat Gandum yang berhasil dipanen.
[Ding! Berhasil memanen hasil pertanian untuk pertama kalinya]
[Ding! Mendapatkan 10.000 Poin Pertanian, ¥100, Kolam Air , 10 Slot Gudang]
[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (6)] [Mendapatkan 1 Petak Lahan]
[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (7)] [Mendapatkan 1 Petak Lahan]
...
[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (10)]
[Ding! Membuka Toko Hewan Ternak, Meningkatkan 200% Kualitas Udara, ¥1.000, 10 Slot Gudang, Tubuh Utama bisa Memasuki Lahan Pertanian Ilahi]
...
[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (11)] [Mendapatkan 1 Petak Lahan]
Yang Chen terdiam membeku saat melihat banyak notifikasi yang muncul di depan matanya. Dia membacanya satu-satu, dan akhirnya mengerti bahwa tempat yang seperti Kotapraja ini ternyata memiliki nama Lahan Pertanian Ilahi.
"Aku, bisa masuk?" Matanya terbelalak penuh keterkejutan, lalu ada kebahagiaan yang tidak bisa ditahan.
Dengan fitur baru ini, keamanannya di dunia ini bisa dibilang sudah terjamin. Hanya saja, apakah ada batas waktu atau tidaknya.
"Coba dulu." Yang Chen berdiri dan berkata, "Masuk ke Lahan Pertanian Ilahi."
Tidak ada perubahan atau suatu tanda pada tubuhnya, namun tiba-tiba dia menghilang di tempatnya berdiri.
Ketika dia muncul, dia sudah tiba di hamparan rumput kecil dengan udara segar, serta ada aroma rumput yang menenangkan.
Yang Chen membuka mata, melihat langit biru. Merentangkan tangannya, menikmati tiupan angin sejuk yang menggoyangkan rambut dan pakaiannya.
Dia menoleh ke kanan, melihat bangunan berwarna merah dengan ukuran 25 meter persegi, yang sepertinya adalah Gudang.
Di arah kiri ada petak tanah yang dibatasi oleh pagar kayu, dan di sana ada 14 petak, yang masing-masing petak memiliki ukuran 2,5 × 2,5 meter.
Di samping Gudang ada Sumur dan Kolam Air. Ada juga lahan kosong di samping tempat dia menanam Gandum, dan sepertinya tempat itu digunakan untuk Peternakan. Tapi dia juga bisa mengatur ulang posisi masing-masing bangunan yang ada di tempat ini.
Yang Chen pergi ke Gudang dan masuk ke dalamnya. Tempatnya seperti bangunan gudang pada umumnya, namun di seberang pintu, terdapat meja kontrol dan layar yang menempel di dinding.
Fiturnya sama seperti saat dia melihatnya dari luar Lahan Pertanian Ilahi.
"Jika mau mengeluarkan hasil panen ke luar, harus memindahkannya dulu dari Gudang ke Inventaris? Tidak sulit sama sekali." Yang Chen memindahkan setengah dari hasil panen barusan.
Jika 1 ha lahan bisa menghasilkan 2 — 6 ton gandum, dan ambil saja sebagai hasil tertinggi, maka lahan 6,25 meter persegi akan mendapatkan 375 gram gandum, tapi nyatanya hasil yang didapatkan dari satu petak lahan tadi berjumlah 750 gram. Itu adalah jumlah besar, hasil ganda dari panen di dunia nyata.
Yang Chen tidak suka gandum, dan dia langsung menjual semuanya.
[Ding! Berhasil menjual 750 gram Gandum (E). Mendapatkan ¥9,75]
[Total ¥1.044,55]
Yang Chen hanya menjual gandum mentah, jika gandum diolah seperti menghilangkan kulit maupun menghaluskannya menjadi tepung, itu akan meningkatkan harga jual. Tapi, tidak seperti yang lain, untuk mengolahnya mengharuskannya untuk membeli alatnya dengan harga ¥1.333. Itu sudah satu paket dengan alat untuk mengubahnya menjadi tepung.
"Inventori awal adalah sepuluh, dan karena aku naik ke Level 10, mendapat tambahan lima slot. Bukan berarti aku tidak bisa menyimpan barang di Gudang, tapi jika aku menyimpannya di sana, aku harus masuk ke Lahan Pertanian Ilahi dulu untuk mengambilnya."
"Yang lebih penting, tubuhku bisa memasuki Lahan Pertanian Ilahi. Dengan demikian, aku tidak perlu khawatir jika bertemu bahaya. Aku juga bisa mencoba makanan di sini tanpa diketahui orang lain. Tapi, setelah delapan jam, aku akan dipaksa keluar."
Yang Chen melihat barang-barang yang dijual, termasuk harga yang harus dibayar untuk meningkatkan Gudang sebesar ¥25.000. Dia mengepalkan tangannya, lalu menekan tombol untuk membeli kandang.
[Ding! Berhasil membeli Kandang 100 m². Menghabiskan ¥400]
[Tersisa ¥644,55]
[Ding! Berhasil membeli 100 Ayam. Menghabiskan ¥400]
[Tersisa ¥244,55]
[Ding! Berhasil membeli Pakan Ternak. Menghabiskan ¥50]
[Tersisa ¥194,55]
Yang Chen menghela napas melihat uang yang dimilikinya berkurang lebih dari setengahnya hanya dalam sekali napas. Terutama untuk membeli pakan, harga ¥50 itu hanya bisa bertahan selama satu hari untuk 100 ekor anak ayam. Jika ayam sudah dewasa, mungkin akan menghabiskan ¥100 — ¥150.
Yang Chen keluar dari Gudang, dan di seberang sebelah kiri sudah terbangun sebuah kandang sederhana. Kandang itu memiliki setengah atap dari ukuran sebenarnya, dan setengahnya lagi dibiarkan terbuka terkena sinar matahari.
Tanpa berlama-lama lagi, Yang Chen melompat pagar yang setinggi pinggang orang dewasa. Dia mengeluarkan karung berisikan pakan ayam ke dalam tempat yang berupa tong besar, di bagian bawahnya adalah tempat untuk menampung pakan yang keluar dari dalam tong.
Dia juga mengambil air dari sumur untuk ayam minum.
Seperti lahan, di atas kandang ada waktu yang dibutuhkan untuk menanam ayam. Itu adalah 48 jam atau dua hari, cukup cepat untuk memanennya.
Dia tidak tahu berapa banyak yang dibutuhkan untuk ayam makan di hari esok, tapi dia sudah memperkirakan estimasi biaya yang dibutuhkan.
Yang Chen tersenyum melihat ayam-ayam yang lahap memakan makanan yang disiapkannya.
"Di dunia nyata, panen ayam dua kali lebih cepat daripada gandum. Tapi di sini, panen ayam malah 24 kali lebih lama daripada gandum."
Yang Chen berjongkok, menangkap anak ayam, mengusap kepalanya dan meletakkannya lagi. "Apa karena makhluk hidup? Tapi tumbuhan juga makhluk hidup."
"Ngomong-ngomong, apa aku bisa membawa orang lain masuk ke sini?"
[Ding! Tuan Rumah belum memenuhi syarat untuk membawa orang lain ke Lahan Pertanian Ilahi]
Belum memenuhi syarat, yang artinya dia bisa membawa orang lain nantinya, dan itu sudah cukup.
Sekarang, dia hanya perlu bekerja keras untuk meningkatkan Level Lahan Pertanian Ilahi dan mencari wanita untuk menemani di malam hari.
Yang Chen pergi ke bawah pohon, duduk bersandar sambil melihat layar di depannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Nama : Yang Chen]
[Level : 01] [0/20]
___________________________________________
[Level Pertanian : 11] [1.700/1.850]
[Uang : ¥194,55]
___________________________________________
[Toko1] [Gandum (¥1,3)] – [Jagung (¥4)] – [Wortel (¥10)] – [🔒Tomat] – [🔒Kentang] – [🔒Tebu]
[Toko2] [Pupuk Super (¥30)] –[Tetes Roh (¥50)] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]
[Toko3] [Ayam (¥4)] – [Bebek (¥5)] – [Kelinci (¥20)] – [🔒Kambing] – [🔒🔒🔒]
[Toko4] [Pakan Ternak (¥50)] – [🔒 Vitamin] – [🔒🔒🔒]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Tidak ada padi, dan bagaimana cara menaikkan level ku sendiri?"
Yang Chen sendiri tahu bahwa manusia di sini sudah memiliki ketahanan terhadap radiasi nuklir, dan kekuatan fisik juga mengalami peningkatan. Itu karena dia sudah merasakan tendangannya tadi, dan dia masih sadar. Jika itu di kehidupan sebelumnya, bahkan meski dia sehat, meski dia tidak mati karena pendarahan otak, setidaknya dia pasti akan pingsan.
Yang Chen melihat gandum yang memancarkan cahaya. "Apa mungkin aku harus memakan hasil panen yang ditanam dengan perawatan lengkap?"
"Sistem, apa aku bisa menumbuhkan tanaman dengan bibit dari luar?"
[Ding! Tuan Rumah bisa menanam apa pun di Lahan Pertanian Ilahi menggunakan bibit dari luar. Bahkan Tuan Rumah bisa mendapatkan poin dari bibit langka]
Yang Chen tersenyum tipis. Dalam ingatannya, Ketua memiliki bibit berharga, tapi tidak bisa ditanam karena tidak ada tanah subur. Bahkan kalaupun ada, tidak ada air, dan orang lebih memilih menggunakan air itu untuk minum.
"Berbicara tentang air, aku punya kolam." Yang Chen berdiri, dia berlari ke arah kolam. Melepaskan semua pakaiannya, lalu melompat ke dalamnya langsung.
Yang Chen menyelam, dia menemukan bahwa kolam ini cukup dalam, dengan diameter 20 meter dan bagian terdalam antara 2 — 3,5 meter.
"Apa itu?" Yang Chen melihat ada sesuai yang berkilau di dasar kolam. Dia memilih untuk mencari tahunya, adapun apakah ada bahaya atau tidak, dia tidak perlu khawatir, karena bagaimanapun tidak ada peringatan di awal.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
⏭️
2025-02-13
1
Alaric Atharbatha
Lanjut
2024-11-11
1
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
baru tau Sistemnya cuma ada waktu 8 jam disuruh log out/Grin/gimana mau berlindung dari bahaya atuh , kalo pas darurat malah keluar paksa dari sistem
2024-09-16
1