Yang Chen menemukan benda pipih seperti batu dan agak kasar pada permukaannya. Dia mencoba mengibaskan tangannya, menghilangkan lumpur yang menempel, lalu mengangkat tangannya ke arah sinar matahari yang menembus sampai ke kedalaman kolam.
"Ini ..." Yang Chen membuka mulutnya dan tersedak, dia buru-buru naik ke permukaan.
Sampai di permukaan, dia pergi ke darat dan melihat benda yang di tangannya. "Ini scallop! Aku menemukan harta! Tapi sial, bagaimana mungkin kerang ini ada di kolam?"
Yang Chen mengeluarkan kapak, dia membuka cangkang kerang, membersihkan kotoran dan organ lainnya yang tidak bisa dimakan. Dia ragu-ragu sejenak, dia takut jika ada bakteri ataupun racun.
[Ding! Tuan Rumah tidak perlu khawatir, semua yang ada di Lahan Pertanian Ilahi tidak memiliki racun, dan tidak ada bakteri berbahaya bagi tubuh manusia. Tapi bukan berarti Tuan Rumah bisa memakan kotoran ayam!]
Yang Chen senang, tapi tiba-tiba kesal saat mendengar kalimat terakhir. Namun, dia tetap membuka mulutnya dan memakan scallop mentah-mentah.
Dia mengunyahnya dan menelannya, tiba-tiba matanya terbuka lebar dengan kilauan bahagia. Rasanya manis, gurih dan segar, ini benar-benar enak, kualitas terbaik, lebih baik daripada restoran terkenal di kehidupan sebelumnya.
Dia melihat kolam lagi, lalu melompat dan menyelam. Dia ingin mengambilnya sebanyak mungkin, membersihkan kerang dan menyimpannya di dalam Inventaris agar bisa dimakan kapan pun di mana pun dalam keadaan segar.
...
Yang Chen memanen gandum lainnya dengan kualitas D dan C. Untuk kualitas D, dia memiliki hasil panen sebanyak 1.500 gram; memiliki harga jual ¥19,5/kg, dan untuk kualitas C, dia berhasil memanennya sebanyak 4.500 gram; memiliki harga jual ¥31/kg.
[Ding! Berhasil menjual 8.250 Gandum (E). Mendapatkan ¥107,25]
[Ding! Berhasil menjual 21.000 Gandum (D). Mendapatkan ¥409,5]
[Ding! Berhasil menjual 4.000 Gandum (C). Mendapatkan ¥124]
[Total ¥801,5]
"Sayangnya hasil panen ini tidak bisa ditanam, aku harus membeli bibit dari awal. Tapi tidak masalah, enam jam di sini, aku sudah memanen 11 Gandum (E), dan 14 Gandum (D)."
Awal panen tadi, dia langsung menanam Gandum (E) di 11 petak kosong, dan panennya bersamaan dengan Gandum (D) dan naik level, lalu menggunakan 13 petak kosong untuk menanam Gandum (D), dan saat panen, itu bersamaan dengan Gandum (C). Sekarang, lahan kosongnya ada 14 petak.
Bagaimanapun, memanen dengan kualitas E akan mendapatkan 50 Exp, D mendapatkan 100 Exp, C mendapatkan 150 Exp dan seterusnya. Untuk setiap kenaikan level, dia juga akan mendapatkan bonus petak lahan tambahan.
"Level Lahan Pertanian Ilahi sudah naik ke Level 12. Petak lahan awal dan ditambah dengan kenaikan level, aku memiliki 15 petak."
Yang Chen membeli Pupuk Super ×14 yang menghabiskan ¥420.
Dia akan menumbuhkan 12 Gandum (C), dan 2 Jagung (C).
Gandum ×12 menghabiskan ¥15,6 dan Jagung ×2 menghabiskan ¥8. Dengan modal ¥443,6, akan mendapatkan ¥1.813,5 dan itu belum termasuk penjualan dari Jagung (C).
Adapun mengapa tidak menumbuhkan tanaman dengan kualitas B, yang mana keuntungannya mungkin bisa dua kali lebih banyak. Untuk saat ini, dia tidak bisa melakukannya, atau lebih tepatnya tidak bisa menunggu terlalu lama.
Yang Chen melihat barang ada di Inventaris:
[Kapak Besi (D)] [Cangkul Besi (D)] [Sabit Besi (D)] [Sekop Besi (D)] [Air Mineral 1,5L] [Sandwich ×5] [Daging Scallop ×99] [Daging Scallop ×81] [Gandum (C) 500 gram] [Kosong] [Kosong] ... [Kosong]
"Yah, lumayan, sekarang hanya perlu mencari pemantik. Tidak mungkin aku terus memakannya mentah-mentah."
[Nama : Yang Chen]
[Level : 01] [5/20]
[Level Pertanian : 12] [1.950/2.100]
[Vitalitas : 0.8] [Stamina : 1.0]
[Kekuatan : 0.7] [Kelincahan : 0.9]
[Kecerdasan : 1.0]
Yang Chen menganggukkan kepalanya saat melihat ada peningkatan jumlah dalam poin yang dibutuhkan untuk menaikkan level tubuhnya. "Jika sehari makan sepuluh, maka butuh tiga hari lagi untuk naik level. Tapi jika aku bisa membeli alat penggiling gandum, aku bisa membuat gandum menjadi roti."
"Harusnya ada resepnya di sini, kan?"
Yang Chen membeli buku resep seharga ¥50, yang memiliki lebih dari 100 menu makanan, dan ada sekitar 20 menu makanan berbahan gandum.
Ini lumayan, meski dia tidak bisa memasak, harusnya dia bisa mendapatkan makanan enak dengan mengikuti resepnya.
***
Yang Chen keluar dari Lahan Pertanian Ilahi setelah hanya tersisa 45 menit waktu masuk untuk hari ini, dan sekarang masih ada banyak waktu sebelum pergantian hari.
Dia melihat keluar jendela, malam hari sangat gelap, bahkan tidak ada sinar bulan, semuanya benar-benar gelap gulita seperti berada di dalam ruangan sempit tanpa pencahayaan.
"Menyalakan api di sini sama saja dengan mencari kematian, kan?
Yang Chen kembali bersandar di dinding, dia berada di sudut ruangan yang jauh dari jendela dan pintu. "Hidup sendiri di dunia ini berbahaya, aku harap bisa mendapatkan rekan yang pintar memasak. Tapi, apa mungkin ada yang bisa memasak di dunia ini?"
Dia merasa harusnya ada yang bisa memasak, dan menurut orang-orang yang tinggal di apartemen, ada sebuah kota kecil yang dibangun oleh para penyintas. Namun, kota kecil itu tidak aman, meski ada hukum, tapi hukum dipegang oleh yang kuat.
Tapi harusnya ada barang bagus yang bisa didapatnya, dan adapun alasan mengapa orang yang tinggal di apartemen meninggalkan kota, dia tidak tahu.
Kemudian kembali membahas tentang sistem yang didapatnya, dia tidak berpikir sederhana sistem pertanian biasa. Karena dalam kehidupan sebelumnya, ada game dengan tema pertanian, tapi nyatanya setelah berkembang dan mampu membuka lahan, ada bangunan untuk menambang, bahkan pabrik produksi.
Meski dengan sistem pertanian biasa sudah bagus, tapi hidup dengan makanan saja tidak cukup.
"Ngomong-ngomong, malam hari sangat dingin." Yang Chen memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil, dia ingin kembali ke Lahan Pertanian Ilahi dan memanggang scallop.
Perbedaan suhu yang besar sangat sulit membuatnya beradaptasi, terutama kehidupannya yang biasanya mewah, tiba-tiba harus memulainya dari dasar.
Saat dia mengeluh, tiba-tiba terdengar suara merayap di luar bangunan yang membuat tubuhnya menegang kaku; takut bergerak karena bisa memberi tahu tempat keberadaannya.
Tapi sepertinya semua itu sia-sia...
Booom!
Dinding di samping jendela hancur, menghamburkan debu-debu di dalam ruangan yang memperparah keadaan.
Dalam kegelapan yang, samar-samar Yang Chen masih bisa melihat apa yang membuat dinding hancur. Dia melihat benda hitam setebal paha orang dewasa, bagian ujungnya tajam seperti jarum, dan di sekelilingnya ada bulu-bulu halus seperti duri.
Meski tidak ada ingatan, mungkin karena pertemuan jiwa yang berbeda, membuat ingatannya di dunia ini sebagiannya rusak. Namun dia tahu benda apa itu, itu adalah kaki laba-laba. Adapun mengapa ukurannya besar, mungkin karena radiasi nuklir.
Tubuhnya sedikit gemetar saat tahu bahwa ada binatang mutan yang mengancamnya, tapi dia mencoba untuk tetap tenang dan mencari tahu bagaimana lepas dari situasi ini.
Tiba-tiba dia memikirkan sesuatu tentang bermacam-macam jenis laba-laba. Ada yang menggunakan indra penciuman, penglihatan dan suhu. Melihat dari laba-laba yang keluar pada malam hari, maka laba-laba ini mengandalkan suhu dan pendengaran.
Yang Chen menahan napas dan terlihat sangat gugup. Dia mengeluarkan kapak dari Inventaris dan juga obor sederhana yang dibuatnya tadi saat di dalam Lahan Pertanian Ilahi.
Dia tidak bisa memegang obor terlalu lama, dia langsung melemparkannya jauh-jauh setelah obor itu muncul di tangannya.
Laba-laba mengeluarkan desis seperti ular, tubuhnya yang besar bergerak ke arah obor berada. Kakinya yang besar terangkat, lalu menusuk ke arah obor.
Kaki itu menghancurkan obor, dan karena serangan yang terlalu kuat, lantai di bawahnya sampai hancur berlubang.
Yang Chen memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang. Meski dia tahu keputusannya ini bodoh, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Melarikan diri? Dia tahu tidak bisa melakukan itu, dia pasti kalah dalam hal kecepatan.
Klang!
Kapak yang diayunkannya mengenai kaki laba-laba, tapi peristiwa di mana kaki laba-laba patah yang diharapkan tidak terjadi.
"Aku tahu ini tindakan bodoh." Yang Chen tertawa getir.
Laba-laba menghentakkan kakinya ke tubuh Yang Chen dengan keras.
Yang Chen terlempar saat badan kaki laba-laba mengenai dadanya, kemudian dia membentur dinding dan duduk tergeletak di tanah dengan lemas.
Dia merasakan sakit di punggungnya dan napasnya yang sesak. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu batuk beberapa kali dan memuntahkan darah dari dalam mulutnya.
Laba-laba bergerak ke arah Yang Chen dan mengangkat salah satu kakinya.
Yang Chen mendongak dan berteriak, "Masuk!"
Tubuh Yang Chen tiba-tiba menghilang dari tempatnya, dan tepat setelah dia menghilang, tempatnya duduk tadi hancur tertembus kaki laba-laba.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
💪💪💪💪💪
2025-02-13
1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
2024-03-16
3
miyamura kun~
lanjut 👍👍
2024-03-14
1