Chapter 006 : Cara Mendapatkan Kemampuan

—Lahan Pertanian Ilahi—

Yang Chen berdiri sembari menekan pinggangnya dengan kedua tangan. "Sakit sekali, sepertinya punggungku memar."

Dia berjalan ke depan Gudang, dan saat melewati ladang, dia menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma gandum yang sudah matang.

"Mari kita lihat laba-laba tadi." Yang Chen membuka Inventaris dan mengeluarkan laba-laba yang dibunuhnya tadi.

[Ding!...

[Mendeteksi mayat Laba-laba Asam...

[Apakah Tuan Rumah mau menguraikannya?]

"Eh?" Yang Chen bingung saat melihat pilihan di depan matanya, tapi dia tetap memilih untuk menguraikannya.

[Menguraikan mayat Laba-laba Asam...

[Selamat! Tuan Rumah telah mendapatkan Kaki Laba-laba ×2, Cairan Asam 1L, dan Kemampuan Jaring Laba-laba]

Tubuh Yang Chen gemetar karena bersemangat, dia tidak menyangka hanya membawa mayat laba-laba akan membuatnya mendapatkan kemampuan. Meski tidak ada cairan asam, tapi hanya jaring biasa sudah cukup untuk menghentikan pergerakan binatang mutan untuk sementara waktu.

"Hahahaha!" Yang Chen tidak bisa menahan tawanya saat mendapat kemampuan ini.

[Ding! Tuan Rumah mendapatkan 500 Poin Pertanian dari Laba-laba Asam]

"Eh? Aku bisa mendapatkan Poin Pertanian dari menguraikan mayat?"

[Tuan Rumah bisa mendapatkan Poin Pertanian dengan menguraikan binatang mutan yang terkena radiasi. Lahan Pertanian Ilahi dapat mengubah radiasi tersebut menjadi udara segar dan menambah kesuburan tanah]

Yang Chen menganggukkan kepala, meski dia tahu bahwa tanah yang memiliki radiasi tidak cocok untuk menumbuhkan tanaman, namun karena sistem mengatakan demikian, maka tidak masalah.

Yang terpenting saat ini adalah memulihkan stamina, tubuh serta mentalnya, dan cara terbaik adalah makan hingga dia naik level.

Meskipun dia tidak tahu apakah naik level bisa memulihkan fisiknya, tapi sepertinya harusnya bisa, seperti dalam game, di mana saat karakter naik level, semua kelelahan fisik akan sembuh seperti sedia kala.

"Jika ada garam, ini bisa lebih enak." Yang Chen membalik scallop yang dipanggang di atas sekop. "Tapi tempat ini masih kecil, kapak bisa meluas?"

[Ding! Tuan Rumah hanya perlu menaikkan Level Lahan Pertanian Ilahi]

"Level berapa?"

Tidak ada jawaban, sistem tidak memberikan informasi tentang level berapa yang harus dicapai untuk membuat Lahan Pertanian Ilahi meluas. Dengan luas wilayah 2.500 meter persegi ini masih kurang, dia perlu wilayah yang lebih luas untuk perkembangan di masa depan. Terutama tanah yang mengandung mineral.

"Garam sangat penting untuk tubuh." Yang Chen menghela napas.

Dalam keadaan seperti ini, dia merasa garam adalah komoditas paling langka dan mahal, meningkat tidak ada lautan, bahkan kalaupun ada, apa bisa diubah menjadi garam konsumsi, mengingat radiasi yang tinggi.

Saat dia sedang asyik menyantap makanan, tiba-tiba dia merasakan hangat di tubuhnya. Kelelahannya menghilang, rasa sakitnya tidak ada lagi, bahkan darah di kakinya akibat jatuh dari tangga sudah menghilang sepenuhnya.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Nama : Yang Chen]

[Level : 02] [0/30]

[Level Pertanian : 12] [350/2.100]

[Vitalitas : 1.0] [Stamina : 1.25]

[Kekuatan : 0.9] [Kelincahan : 1.15]

[Kecerdasan : 1.2]

[Catatan] [Statistik rata-rata orang dewasa adalah 1.0]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Yang Chen menganggukkan kepalanya. "Satu level untuk 0.2, dan sepertinya tindakan berulang bisa meningkatkan statistik meski hanya 0.05. Meski sedikit, itu tetap lumayan."

Dia senang melihat peningkatannya, tapi masih terlalu lambat, dia ingin wortel maupun jagung cepat-cepat besar hingga akhirnya bisa panen. Karena dengan itu, dia bisa naik level lebih cepat. Meski scallop enak, tapi dia sudah mulai mual setelah menyantap 40 scallop mentah maupun dipanggang.

Setelah beberapa saat, Yang Chen berdiri sambil membawa sekop. Dia pergi berkeliling, dia melihat ayam yang masih membutuhkan 41 jam 38 menit lagi untuk panen. Dia sudah membayangkan berapa banyak Poin Pengalaman yang didapatnya.

"Ngomong-ngomong, bagaimana cara mengeluarkan jaring laba-laba?" Yang Chen membuat pose dengan tangannya, tapi tidak ada jaring yang keluar di pergelangan tangan.

Dia mengubah posisi jari, bahkan hanya jari tengah yang terangkat, namun tetap tidak ada jaring.

"Apa begini?" Yang Chen mengarahkan tangannya ke depan dengan telapak tangan yang terbuka. "Tidak juga? Jaring."

Whoooosh...

Tiba-tiba ada jaring yang meluncur keluar dari telapak tangannya, jarik itu setebal jari telunjuk dan panjang lebih dari 20 meter.

Yang Chen membelalakkan mata saat melihat jaring yang keluar dari telapak tangannya, tapi sepertinya harus ada pemicunya. Dia mencoba mengganti gaya tangan dan berkata, "Jaring!"

Namun, meski dia sudah mengucapkan kata kunci, jaring yang diharapkan tidak muncul.

"Jadi, harus membuka tangan. Tapi apa harus mengucapkan kata kunci? Bukankah itu aneh mengatakan kemampuannya sendiri? Tidak masalah jika melawan binatang, tapi bagaimana dengan manusia? Orang mungkin bisa menebaknya dari apa yang diucapkan."

Yang Chen mengangkat tangannya lagi, dan kali ini mencoba mengucapkan kata kuncinya dalam hati.

Hasilnya sesuai harapan, jaring laba-laba dapat keluar dan meluncur, tapi dia masih belum puas dengan hasil ini. Dia ingin lebih mudah, tidak perlu menggunakan kata kunci hanya untuk mengeluarkan kemampuan ini.

Yang Chen menutup mata, dia membayangkan tubuhnya adalah tempat penyimpanan dari jaring-jaring ini, dan di telapak tangannya adalah jalur di mana jaring laba-laba dapat meluncur keluar.

Dia merasakan sesuatu yang aneh di tangannya, terutama bagian telapak tangan yang terasa sedikit gatal.

Membuka mata, Yang Chen melihat jaring laba-laba yang muncul di telapak tangan hanya sepanjang satu meter, dan itu pun tidak langsung terputus, masih ada bagian lain yang menempel di telapak tangannya.

"Ini lumayan, mari lanjutan." Yang Chen duduk bersila di tanah, dan tangannya tetap dalam posisi yang sama.

...

Yang Chen sudah berada di Lahan Pertanian Ilahi selama lebih dari empat jam, selain untuk berlatih, dia juga memanfaatkan waktunya untuk tidur. Meski hanya tidur sebentar, tapi dia merasa sangat segar, seolah cukup tidur.

Dia berhasil mengendalikan kemampuannya untuk mengeluarkan jaring laba-laba sesuai dengan keinginannya, dan dia berhasil naik level lagi. Karena dia terus berlatih, dia menghabiskan banyak energi yang membuatnya lapar, sehingga dia memakan banyak scallop.

Yang Chen memandang Gandum (C), Jagung (C) dan Gandum (B) yang hampir bisa dipanen. "Sebentar lagi, setelah itu aku bisa makan makanan lain."

***

—Blue Star—

Yang Chen keluar dari Lahan Pertanian Ilahi, dia berjalan di kegelapan malam tanpa tujuan. Masih butuh waktu sekitar tiga jam lagi untuk langit sedikit bercahaya, atau setidaknya bisa membuatnya berjalan lebih baik.

Sebenarnya, dia masih ingin tinggal di dalam Lahan Pertanian Ilahi sampai siang. Tapi sayangnya dia memiliki batas waktu, dan dia sudah menggunakan lebih dari setengahnya.

"Gelap, sunyi, dan dingin..." Yang Chen memeluk tubuhnya sendiri saat melangkah, dan dia terus menoleh ke kiri-kanan meski tidak bisa melihat apa-apa.

Dalam keadaan ini malah membuatnya semakin takut, lebih takut daripada saat dia bertemu dengan zombie.

Entah mengapa dia mulai menyesal meninggalkan kamp tanpa membawa perbekalan lain, misalnya senter atau apa pun itu yang memungkinkannya untuk melihat di malam hari.

"Ini?" Yang Chen berhenti melangkah saat tubuhnya menabrak benda keras. Dia menggunakan tangannya untuk meraba-raba, lalu menghela napas saat tahu bahwa itu adalah tembok.

Dia duduk di tanah dan bersandar pada dinding sambil memeluk lututnya. Dia ingin bersembunyi di sini sampai pagi hari, dan tentunya dia juga akan masuk ke Lahan Pertanian Ilahi secara berkala untuk memulihkan mentalnya.

"Kapten ..."

Yang Chen tersentak saat mendengar suara itu, dia menutup mulutnya rapat-rapat.

"Apa perlu kita keluar pada saat ini?"

"Tentu! Hanya pada waktu inilah zombie berkeliaran. Kita bisa membunuh zombie, membunuhnya dan membawanya ke Kamp Harapan!"

Yang Chen menoleh ke kanan, dia melihat cahaya redup yang menerangi area tersebut, dan di sini dia tahu bahwa ada kelompok yang terpisahkan oleh dinding di belakangnya.

Dari suaranya juga dia tahu bahwa mereka bukan dari pangkalan dia berada, yang artinya dia sudah berlari cukup jauh.

"Huh..." Yang Chen menghela napas panjang, lalu membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya.

"Siapa?!"

Sinar senter berbalik mengarah ke Yang Chen...

Pria paruh baya mengarahkan senternya ke sudut dinding, tapi dia tidak melihat ada orang atau makhluk yang berada di sana.

"Ada apa?"

Pria itu tidak langsung menjawab, dia masih mengamati sudut dinding. "Aku, sepertinya tadi aku mendengar suara desahan napas. Mungkin aku berhalusinasi, Kapten, mungkin aku terlalu takut sampai berpikiran aneh-aneh."

Orang yang dipanggil ‘Kapten’ adalah seorang pemuda kekar, tapi tidak membuat penampilannya buruk. Dia melihat ke sudut dinding, lalu berbalik dan melanjutkan jalannya.

"Ayo pergi, kita akan maju lagi sejauh 500 meter. Jika tidak ada zombie, kita akan kembali ke markas."

"Ya, Kapten."

...

***

*Bersambung...

Terpopuler

Comments

MulyoJati Putro JagadJenar

MulyoJati Putro JagadJenar

hah

2025-02-13

1

MR GOGO

MR GOGO

hoo ada spiderman

2024-11-22

1

miyamura kun~

miyamura kun~

mantap 👍👍👍

2024-03-14

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 001 : Farm System
2 Chapter 002 : Berhasil Pergi
3 Chapter 003 : Panen dan Perkembangan Awal
4 Chapter 004 : Binatang Mutan
5 Chapter 005 : Membunuh Laba-laba Mutan
6 Chapter 006 : Cara Mendapatkan Kemampuan
7 Chapter 007 : Membunuh Manusia untuk Pertama Kalinya
8 Chapter 008 : Semua Statistik Meningkat
9 Chapter 009 : Menukar Gandum dengan Kristal Sumber
10 Chapter 010 : Kura-kura Xuan
11 Chapter 011 : Memurnikan Tanah, dan Membangun
12 Chapter 012 : Membunuh Elang Mutan
13 Chapter 013 : Bertemu dengan Pasukan Militer
14 Chapter 014 : Kota Zunyi
15 Chapter 015 : Lin Hayue “Aku ingin Buah Segar”
16 Chapter 016 : Zhu Houni, dan Lin Hayue yang Menyisihkan Waktu
17 Chapter 017 : Biji Lada
18 Chapter 018 : Lin Hayue, Ditahan!
19 Chapter 19 : Berhasil Pergi dari Kota Zunyi
20 Chapter 020 : Xuanzhu, Level 50
21 Chapter 021 : Asal Kristal Sumber
22 Chapter 022 : Magnet Permanen
23 Chapter 023 : Menyewa Rumah
24 Chapter 024 : Langit Merah, Datang!
25 Chapter 025 : Mendapatkan Kristal Sumber
26 Chapter 026 : Kualitas Tinggi, dan Fitur Baru
27 Chapter 027 : Resmi Menikah
28 Chapter 028 : Menjual Tanah Subur
29 Chapter 029 : Panen Kristal Sumber
30 Chapter 030 : Level 70!
31 Chapter 031 : Pergi ke Kota Xuanzhu
32 Chapter 032 : Datang ke Xuanzhu
33 Chapter 033 : Bertarung
34 Chapter 034 : Sistem Kartu ID
35 Chapter 035 : Yu Jing Mencari Orang
36 Chapter 036 : Membawa Lebih Banyak Orang
37 Chapter 037 : Menanam Pohon Trembesi
38 Chapter 038 : Mengatur Pekerjaan
39 Chapter 039 : Hari-hari Sebelum Distrik Komersial Dibuka
40 Chapter 040 : Mulai Berbisnis
41 Chapter 041 : Pelanggan Pertama
42 Chapter 042 : Membangun Bandara di Kota Qing
43 Chapter 043 : Presiden Qing Berkunjung
44 Chapter 044 : Peternakan Liar
45 Chapter 045 : Kekacauan di Kota Zunyi
46 Chapter 046 : Level 80, dan Roh Kehidupan
47 Chapter 047 : Pergi Meminjam Kendaraan Militer
48 Chapter 048 : Kalajengking Besi
49 Chapter 049 : Bersiap-siap untuk Pergi ke Kota Zhan
50 Chapter 050 : Kota Zhan
51 Chapter 051 : Survei
52 Chapter 052 : Datang ke Kediaman Qin
53 Chapter 053 : Menghilangkan Keluarga Qin
54 Chapter 054 : Melanjutkan Perjalanan Mencari Kota
55 Chapter 055 : Kemampuan Gravitasi
56 Chapter 056 : Pergi Lagi ke Kota Qing
57 Chapter 057 : Bertemu Zhao Hanping
58 Chapter 58 : Menawarkan Pekerjaan
59 Chapter 059 : Kartu ID Versi 2.0
60 Chapter 060 : Mendapat Banyak Bibit
61 Chapter 061 : Meningkatkan Pohon Trembesi
62 Chapter 062 : Hujan
63 Chapter 063 : Misteri Blue Star
64 Chapter 064 : Memanfaatkan Kristal Sumber
65 Chapter 065 : Membangun Jalur Kereta
66 Chapter 066 : Tiga Gadis
67 Chapter 067 : Membelah Pegunungan
68 Chapter 068 : “Jangan Memakan Binatang Mutan”
69 Chapter 069 : Pelatihan yang Keras
70 Chapter 070 : Kereta Listrik
71 Chapter 071 : Memberikan Tetes Roh
72 Chapter 072 : Memasuki Kota Penjara
73 Chapter 073 : Inti Kristal
74 Chapter 074 : Memanen Inti Kristal
75 Chapter 075 : Meninggalkan Kota
76 Chapter 076 : Gadis dengan Kemampuan Kayu
77 Chapter 077 : Yun Qing
78 Chapter 078 : Membunuh Serigala Pengganggu
79 Chapter 079 : Kota Huangsha
80 Chapter 080 : Mendatangi Kediaman Penguasa
81 Chapter 081 : Kerja Sama dengan Kota Huangsha
82 Chapter 082 : Serangan Gelap, Datang!
83 Chapter 083 : Zhu Houni dan Shandian Datang
84 Chapter 084 : Melawan Monster
85 Chapter 085 : Kekecewaan pada Serangan Gelap
86 Chapter 086 : Meninggalkan Kota Huangsha
87 Chapter 087 : Yunqi Tiba di Kota Xuanzhu
88 Chapter 088 : Sebulan Kemudian
89 Chapter 089 : Bertemu Perampok?
90 Chapter 090 : Diberhentikan
91 Chapter 091 : Lin Hayue ”Ada Senjata, Mengapa Butuh Tangan Kosong?"
92 Chapter 092 : Menjadi Pemburu
93 Chapter 093 : Semut Merah Darah
94 Chapter 094 : Penasaran dengan Kekuatan Yu Jing
95 Chapter 095 : Benih Kekuatan
96 Chapter 096 : Membunuh Ular
97 Chapter 097 : Ikan Pari
98 Chapter 098 : Sangat Beruntung
99 Chapter 099 : Kembali ke Kota Pertahanan
100 Chapter 100 : Kompensasi
101 Chapter 101 : Pergi ke Penguasa Kota
102 Chapter 102 : Kekacauan; Meninggalkan Kota
103 Chapter 103 : Zombie di Siang Hari
104 Chapter 104 : Memasang Penghalang Kaca
105 Chapter 105 : Memasuki Lahan Pertanian Ilahi
106 Chapter 106 : Kultus Abadi
107 Chapter 107 : Farm System Level 100
108 Chapter 108 : Su Huangran
109 Chapter 109 : Pergi ke Markas Kultus Abadi
110 Chapter 110 : Tiba di Markas Kultus Abadi
111 Chapter 111 : Menyerang dan Mencari Bibit
112 Chapter 112 : Menyelesaikan Kultus Abadi
113 Chapter 113 : Mengunjungi Kota Harapan, dan Membalas Dendam
114 Chapter 114 : Mengambil Su Qing
115 Chapter 115 : Mencari Botak Gang
116 Chapter 116 : Menunggu Botak Gang
117 Chapter 117 : Bertemu Botak Gang
118 Chapter 118 : Membunuh Botak Gang
119 Chapter 119 : Pulang
120 Chapter 120 : Level 90
121 Chapter 121 : 7 Hari Kemudian
122 Chapter 122 : Tiga Hewan Peliharaan Level 90
123 Chapter 123 : Keempat, Hu Bianae
124 Chapter 124 : Rapat Perluasan Lahan
125 Chapter 125 : Rapat Selesai, dan Bersiap Meningkatkan Pohon Kehidupan
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Chapter 001 : Farm System
2
Chapter 002 : Berhasil Pergi
3
Chapter 003 : Panen dan Perkembangan Awal
4
Chapter 004 : Binatang Mutan
5
Chapter 005 : Membunuh Laba-laba Mutan
6
Chapter 006 : Cara Mendapatkan Kemampuan
7
Chapter 007 : Membunuh Manusia untuk Pertama Kalinya
8
Chapter 008 : Semua Statistik Meningkat
9
Chapter 009 : Menukar Gandum dengan Kristal Sumber
10
Chapter 010 : Kura-kura Xuan
11
Chapter 011 : Memurnikan Tanah, dan Membangun
12
Chapter 012 : Membunuh Elang Mutan
13
Chapter 013 : Bertemu dengan Pasukan Militer
14
Chapter 014 : Kota Zunyi
15
Chapter 015 : Lin Hayue “Aku ingin Buah Segar”
16
Chapter 016 : Zhu Houni, dan Lin Hayue yang Menyisihkan Waktu
17
Chapter 017 : Biji Lada
18
Chapter 018 : Lin Hayue, Ditahan!
19
Chapter 19 : Berhasil Pergi dari Kota Zunyi
20
Chapter 020 : Xuanzhu, Level 50
21
Chapter 021 : Asal Kristal Sumber
22
Chapter 022 : Magnet Permanen
23
Chapter 023 : Menyewa Rumah
24
Chapter 024 : Langit Merah, Datang!
25
Chapter 025 : Mendapatkan Kristal Sumber
26
Chapter 026 : Kualitas Tinggi, dan Fitur Baru
27
Chapter 027 : Resmi Menikah
28
Chapter 028 : Menjual Tanah Subur
29
Chapter 029 : Panen Kristal Sumber
30
Chapter 030 : Level 70!
31
Chapter 031 : Pergi ke Kota Xuanzhu
32
Chapter 032 : Datang ke Xuanzhu
33
Chapter 033 : Bertarung
34
Chapter 034 : Sistem Kartu ID
35
Chapter 035 : Yu Jing Mencari Orang
36
Chapter 036 : Membawa Lebih Banyak Orang
37
Chapter 037 : Menanam Pohon Trembesi
38
Chapter 038 : Mengatur Pekerjaan
39
Chapter 039 : Hari-hari Sebelum Distrik Komersial Dibuka
40
Chapter 040 : Mulai Berbisnis
41
Chapter 041 : Pelanggan Pertama
42
Chapter 042 : Membangun Bandara di Kota Qing
43
Chapter 043 : Presiden Qing Berkunjung
44
Chapter 044 : Peternakan Liar
45
Chapter 045 : Kekacauan di Kota Zunyi
46
Chapter 046 : Level 80, dan Roh Kehidupan
47
Chapter 047 : Pergi Meminjam Kendaraan Militer
48
Chapter 048 : Kalajengking Besi
49
Chapter 049 : Bersiap-siap untuk Pergi ke Kota Zhan
50
Chapter 050 : Kota Zhan
51
Chapter 051 : Survei
52
Chapter 052 : Datang ke Kediaman Qin
53
Chapter 053 : Menghilangkan Keluarga Qin
54
Chapter 054 : Melanjutkan Perjalanan Mencari Kota
55
Chapter 055 : Kemampuan Gravitasi
56
Chapter 056 : Pergi Lagi ke Kota Qing
57
Chapter 057 : Bertemu Zhao Hanping
58
Chapter 58 : Menawarkan Pekerjaan
59
Chapter 059 : Kartu ID Versi 2.0
60
Chapter 060 : Mendapat Banyak Bibit
61
Chapter 061 : Meningkatkan Pohon Trembesi
62
Chapter 062 : Hujan
63
Chapter 063 : Misteri Blue Star
64
Chapter 064 : Memanfaatkan Kristal Sumber
65
Chapter 065 : Membangun Jalur Kereta
66
Chapter 066 : Tiga Gadis
67
Chapter 067 : Membelah Pegunungan
68
Chapter 068 : “Jangan Memakan Binatang Mutan”
69
Chapter 069 : Pelatihan yang Keras
70
Chapter 070 : Kereta Listrik
71
Chapter 071 : Memberikan Tetes Roh
72
Chapter 072 : Memasuki Kota Penjara
73
Chapter 073 : Inti Kristal
74
Chapter 074 : Memanen Inti Kristal
75
Chapter 075 : Meninggalkan Kota
76
Chapter 076 : Gadis dengan Kemampuan Kayu
77
Chapter 077 : Yun Qing
78
Chapter 078 : Membunuh Serigala Pengganggu
79
Chapter 079 : Kota Huangsha
80
Chapter 080 : Mendatangi Kediaman Penguasa
81
Chapter 081 : Kerja Sama dengan Kota Huangsha
82
Chapter 082 : Serangan Gelap, Datang!
83
Chapter 083 : Zhu Houni dan Shandian Datang
84
Chapter 084 : Melawan Monster
85
Chapter 085 : Kekecewaan pada Serangan Gelap
86
Chapter 086 : Meninggalkan Kota Huangsha
87
Chapter 087 : Yunqi Tiba di Kota Xuanzhu
88
Chapter 088 : Sebulan Kemudian
89
Chapter 089 : Bertemu Perampok?
90
Chapter 090 : Diberhentikan
91
Chapter 091 : Lin Hayue ”Ada Senjata, Mengapa Butuh Tangan Kosong?"
92
Chapter 092 : Menjadi Pemburu
93
Chapter 093 : Semut Merah Darah
94
Chapter 094 : Penasaran dengan Kekuatan Yu Jing
95
Chapter 095 : Benih Kekuatan
96
Chapter 096 : Membunuh Ular
97
Chapter 097 : Ikan Pari
98
Chapter 098 : Sangat Beruntung
99
Chapter 099 : Kembali ke Kota Pertahanan
100
Chapter 100 : Kompensasi
101
Chapter 101 : Pergi ke Penguasa Kota
102
Chapter 102 : Kekacauan; Meninggalkan Kota
103
Chapter 103 : Zombie di Siang Hari
104
Chapter 104 : Memasang Penghalang Kaca
105
Chapter 105 : Memasuki Lahan Pertanian Ilahi
106
Chapter 106 : Kultus Abadi
107
Chapter 107 : Farm System Level 100
108
Chapter 108 : Su Huangran
109
Chapter 109 : Pergi ke Markas Kultus Abadi
110
Chapter 110 : Tiba di Markas Kultus Abadi
111
Chapter 111 : Menyerang dan Mencari Bibit
112
Chapter 112 : Menyelesaikan Kultus Abadi
113
Chapter 113 : Mengunjungi Kota Harapan, dan Membalas Dendam
114
Chapter 114 : Mengambil Su Qing
115
Chapter 115 : Mencari Botak Gang
116
Chapter 116 : Menunggu Botak Gang
117
Chapter 117 : Bertemu Botak Gang
118
Chapter 118 : Membunuh Botak Gang
119
Chapter 119 : Pulang
120
Chapter 120 : Level 90
121
Chapter 121 : 7 Hari Kemudian
122
Chapter 122 : Tiga Hewan Peliharaan Level 90
123
Chapter 123 : Keempat, Hu Bianae
124
Chapter 124 : Rapat Perluasan Lahan
125
Chapter 125 : Rapat Selesai, dan Bersiap Meningkatkan Pohon Kehidupan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!