—Lahan Pertanian Ilahi—
Yang Chen berdiri sembari menekan pinggangnya dengan kedua tangan. "Sakit sekali, sepertinya punggungku memar."
Dia berjalan ke depan Gudang, dan saat melewati ladang, dia menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma gandum yang sudah matang.
"Mari kita lihat laba-laba tadi." Yang Chen membuka Inventaris dan mengeluarkan laba-laba yang dibunuhnya tadi.
[Ding!...
[Mendeteksi mayat Laba-laba Asam...
[Apakah Tuan Rumah mau menguraikannya?]
"Eh?" Yang Chen bingung saat melihat pilihan di depan matanya, tapi dia tetap memilih untuk menguraikannya.
[Menguraikan mayat Laba-laba Asam...
[Selamat! Tuan Rumah telah mendapatkan Kaki Laba-laba ×2, Cairan Asam 1L, dan Kemampuan Jaring Laba-laba]
Tubuh Yang Chen gemetar karena bersemangat, dia tidak menyangka hanya membawa mayat laba-laba akan membuatnya mendapatkan kemampuan. Meski tidak ada cairan asam, tapi hanya jaring biasa sudah cukup untuk menghentikan pergerakan binatang mutan untuk sementara waktu.
"Hahahaha!" Yang Chen tidak bisa menahan tawanya saat mendapat kemampuan ini.
[Ding! Tuan Rumah mendapatkan 500 Poin Pertanian dari Laba-laba Asam]
"Eh? Aku bisa mendapatkan Poin Pertanian dari menguraikan mayat?"
[Tuan Rumah bisa mendapatkan Poin Pertanian dengan menguraikan binatang mutan yang terkena radiasi. Lahan Pertanian Ilahi dapat mengubah radiasi tersebut menjadi udara segar dan menambah kesuburan tanah]
Yang Chen menganggukkan kepala, meski dia tahu bahwa tanah yang memiliki radiasi tidak cocok untuk menumbuhkan tanaman, namun karena sistem mengatakan demikian, maka tidak masalah.
Yang terpenting saat ini adalah memulihkan stamina, tubuh serta mentalnya, dan cara terbaik adalah makan hingga dia naik level.
Meskipun dia tidak tahu apakah naik level bisa memulihkan fisiknya, tapi sepertinya harusnya bisa, seperti dalam game, di mana saat karakter naik level, semua kelelahan fisik akan sembuh seperti sedia kala.
"Jika ada garam, ini bisa lebih enak." Yang Chen membalik scallop yang dipanggang di atas sekop. "Tapi tempat ini masih kecil, kapak bisa meluas?"
[Ding! Tuan Rumah hanya perlu menaikkan Level Lahan Pertanian Ilahi]
"Level berapa?"
Tidak ada jawaban, sistem tidak memberikan informasi tentang level berapa yang harus dicapai untuk membuat Lahan Pertanian Ilahi meluas. Dengan luas wilayah 2.500 meter persegi ini masih kurang, dia perlu wilayah yang lebih luas untuk perkembangan di masa depan. Terutama tanah yang mengandung mineral.
"Garam sangat penting untuk tubuh." Yang Chen menghela napas.
Dalam keadaan seperti ini, dia merasa garam adalah komoditas paling langka dan mahal, meningkat tidak ada lautan, bahkan kalaupun ada, apa bisa diubah menjadi garam konsumsi, mengingat radiasi yang tinggi.
Saat dia sedang asyik menyantap makanan, tiba-tiba dia merasakan hangat di tubuhnya. Kelelahannya menghilang, rasa sakitnya tidak ada lagi, bahkan darah di kakinya akibat jatuh dari tangga sudah menghilang sepenuhnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Nama : Yang Chen]
[Level : 02] [0/30]
[Level Pertanian : 12] [350/2.100]
[Vitalitas : 1.0] [Stamina : 1.25]
[Kekuatan : 0.9] [Kelincahan : 1.15]
[Kecerdasan : 1.2]
[Catatan] [Statistik rata-rata orang dewasa adalah 1.0]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yang Chen menganggukkan kepalanya. "Satu level untuk 0.2, dan sepertinya tindakan berulang bisa meningkatkan statistik meski hanya 0.05. Meski sedikit, itu tetap lumayan."
Dia senang melihat peningkatannya, tapi masih terlalu lambat, dia ingin wortel maupun jagung cepat-cepat besar hingga akhirnya bisa panen. Karena dengan itu, dia bisa naik level lebih cepat. Meski scallop enak, tapi dia sudah mulai mual setelah menyantap 40 scallop mentah maupun dipanggang.
Setelah beberapa saat, Yang Chen berdiri sambil membawa sekop. Dia pergi berkeliling, dia melihat ayam yang masih membutuhkan 41 jam 38 menit lagi untuk panen. Dia sudah membayangkan berapa banyak Poin Pengalaman yang didapatnya.
"Ngomong-ngomong, bagaimana cara mengeluarkan jaring laba-laba?" Yang Chen membuat pose dengan tangannya, tapi tidak ada jaring yang keluar di pergelangan tangan.
Dia mengubah posisi jari, bahkan hanya jari tengah yang terangkat, namun tetap tidak ada jaring.
"Apa begini?" Yang Chen mengarahkan tangannya ke depan dengan telapak tangan yang terbuka. "Tidak juga? Jaring."
Whoooosh...
Tiba-tiba ada jaring yang meluncur keluar dari telapak tangannya, jarik itu setebal jari telunjuk dan panjang lebih dari 20 meter.
Yang Chen membelalakkan mata saat melihat jaring yang keluar dari telapak tangannya, tapi sepertinya harus ada pemicunya. Dia mencoba mengganti gaya tangan dan berkata, "Jaring!"
Namun, meski dia sudah mengucapkan kata kunci, jaring yang diharapkan tidak muncul.
"Jadi, harus membuka tangan. Tapi apa harus mengucapkan kata kunci? Bukankah itu aneh mengatakan kemampuannya sendiri? Tidak masalah jika melawan binatang, tapi bagaimana dengan manusia? Orang mungkin bisa menebaknya dari apa yang diucapkan."
Yang Chen mengangkat tangannya lagi, dan kali ini mencoba mengucapkan kata kuncinya dalam hati.
Hasilnya sesuai harapan, jaring laba-laba dapat keluar dan meluncur, tapi dia masih belum puas dengan hasil ini. Dia ingin lebih mudah, tidak perlu menggunakan kata kunci hanya untuk mengeluarkan kemampuan ini.
Yang Chen menutup mata, dia membayangkan tubuhnya adalah tempat penyimpanan dari jaring-jaring ini, dan di telapak tangannya adalah jalur di mana jaring laba-laba dapat meluncur keluar.
Dia merasakan sesuatu yang aneh di tangannya, terutama bagian telapak tangan yang terasa sedikit gatal.
Membuka mata, Yang Chen melihat jaring laba-laba yang muncul di telapak tangan hanya sepanjang satu meter, dan itu pun tidak langsung terputus, masih ada bagian lain yang menempel di telapak tangannya.
"Ini lumayan, mari lanjutan." Yang Chen duduk bersila di tanah, dan tangannya tetap dalam posisi yang sama.
...
Yang Chen sudah berada di Lahan Pertanian Ilahi selama lebih dari empat jam, selain untuk berlatih, dia juga memanfaatkan waktunya untuk tidur. Meski hanya tidur sebentar, tapi dia merasa sangat segar, seolah cukup tidur.
Dia berhasil mengendalikan kemampuannya untuk mengeluarkan jaring laba-laba sesuai dengan keinginannya, dan dia berhasil naik level lagi. Karena dia terus berlatih, dia menghabiskan banyak energi yang membuatnya lapar, sehingga dia memakan banyak scallop.
Yang Chen memandang Gandum (C), Jagung (C) dan Gandum (B) yang hampir bisa dipanen. "Sebentar lagi, setelah itu aku bisa makan makanan lain."
***
—Blue Star—
Yang Chen keluar dari Lahan Pertanian Ilahi, dia berjalan di kegelapan malam tanpa tujuan. Masih butuh waktu sekitar tiga jam lagi untuk langit sedikit bercahaya, atau setidaknya bisa membuatnya berjalan lebih baik.
Sebenarnya, dia masih ingin tinggal di dalam Lahan Pertanian Ilahi sampai siang. Tapi sayangnya dia memiliki batas waktu, dan dia sudah menggunakan lebih dari setengahnya.
"Gelap, sunyi, dan dingin..." Yang Chen memeluk tubuhnya sendiri saat melangkah, dan dia terus menoleh ke kiri-kanan meski tidak bisa melihat apa-apa.
Dalam keadaan ini malah membuatnya semakin takut, lebih takut daripada saat dia bertemu dengan zombie.
Entah mengapa dia mulai menyesal meninggalkan kamp tanpa membawa perbekalan lain, misalnya senter atau apa pun itu yang memungkinkannya untuk melihat di malam hari.
"Ini?" Yang Chen berhenti melangkah saat tubuhnya menabrak benda keras. Dia menggunakan tangannya untuk meraba-raba, lalu menghela napas saat tahu bahwa itu adalah tembok.
Dia duduk di tanah dan bersandar pada dinding sambil memeluk lututnya. Dia ingin bersembunyi di sini sampai pagi hari, dan tentunya dia juga akan masuk ke Lahan Pertanian Ilahi secara berkala untuk memulihkan mentalnya.
"Kapten ..."
Yang Chen tersentak saat mendengar suara itu, dia menutup mulutnya rapat-rapat.
"Apa perlu kita keluar pada saat ini?"
"Tentu! Hanya pada waktu inilah zombie berkeliaran. Kita bisa membunuh zombie, membunuhnya dan membawanya ke Kamp Harapan!"
Yang Chen menoleh ke kanan, dia melihat cahaya redup yang menerangi area tersebut, dan di sini dia tahu bahwa ada kelompok yang terpisahkan oleh dinding di belakangnya.
Dari suaranya juga dia tahu bahwa mereka bukan dari pangkalan dia berada, yang artinya dia sudah berlari cukup jauh.
"Huh..." Yang Chen menghela napas panjang, lalu membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya.
"Siapa?!"
Sinar senter berbalik mengarah ke Yang Chen...
Pria paruh baya mengarahkan senternya ke sudut dinding, tapi dia tidak melihat ada orang atau makhluk yang berada di sana.
"Ada apa?"
Pria itu tidak langsung menjawab, dia masih mengamati sudut dinding. "Aku, sepertinya tadi aku mendengar suara desahan napas. Mungkin aku berhalusinasi, Kapten, mungkin aku terlalu takut sampai berpikiran aneh-aneh."
Orang yang dipanggil ‘Kapten’ adalah seorang pemuda kekar, tapi tidak membuat penampilannya buruk. Dia melihat ke sudut dinding, lalu berbalik dan melanjutkan jalannya.
"Ayo pergi, kita akan maju lagi sejauh 500 meter. Jika tidak ada zombie, kita akan kembali ke markas."
"Ya, Kapten."
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
hah
2025-02-13
1
MR GOGO
hoo ada spiderman
2024-11-22
1
miyamura kun~
mantap 👍👍👍
2024-03-14
3