Yang Chen memang tidak berharap banyak, sehingga dia tidak kecewa dengan hadiah yang diterima. Bagaimanapun, sistem yang dibangkitkan adalah sistem pertanian.
Saat dia melihat ada air, tiba-tiba tenggorokannya terasa kering.
Dia membuka mencoba untuk mengeluarkan air mineral dari sistem. Cahaya seperti bilangan data muncul di depannya, lalu berubah menjadi air minum dalam botol.
Tanpa banyak berpikir, Yang Chen mengambilnya dan menenggak air hingga habis setengahnya.
"Ini enak, lebih enak dari air mineral yang biasa aku minum." Yang Chen melihat air yang tersisa, dia memiliki keinginan untuk menghabiskannya, tapi dia menggelengkan kepala dan menyimpan kembali.
Yang Chen naik ke jendela, dia melihat tanah yang tidak terlalu tinggi karena saat ini dia hanya di lantai dua.
Dia keluar melalui jendela, lalu menangkap pipa besi yang menempel di tembok untuk bergerak turun.
Dia harus berhati-hati, bukan karena takut jatuh, tapi dia takut jika ada yang tahu bahwa dia mencoba kabur dari tempat ini.
Tinggal di sini diperbolehkan asalkan membayar biaya perlindungan, tapi setelah tinggal, tidak bisa asal keluar. Kabur saat mencari sumber daya di luar? Maaf, Ketua di sini akan mengirim orang untuk mengawasi, dan apabila ada yang mencoba untuk kabur, orang itu akan langsung dibunuh.
Yang Chen berhasil turun, dia langsung bersembunyi di balik tempat sampah. Dia melihat pagar setinggi dua meter yang berjarak sekitar 50 meter dari tempatnya saat ini.
"Aku tidak tahu apa aku bisa pergi ke sana."
Menurut ingatan yang ada, di atap apartemen ada yang berjaga-jaga. Adapun apakah yang berjaga itu membawa senjata, dia tidak tahu, karena bagaimanapun amunisi sangat berharga, dan tidak mungkin digunakan hanya untuk membunuh manusia yang kabur.
Yang Chen menarik napas dalam-dalam, dia mendongak melihat ke puncak apartemen. "Jika ada sinar matahari, aku bisa menentukan apakah di sana ada orang atau tidak."
Yang Chen menyentuh dadanya, detak jantungnya terasa cepat dan dia gugup. Takut? Bohong jika dia tidak takut, karena bagaimanapun nyawanya dipertaruhkan di sini.
"Pergi." Yang Chen bertaruh, dia keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari ke arah tembok.
Dia berlari cukup cepat dan senang saat tidak ada respon dari atas atap. Tapi saat sudah bergerak 20 meteran, ada teriakan dari atap:
"Berhenti!"
Yang Chen tidak peduli, dia terus berlari tanpa melihat ke belakang.
Bang!
Terdengar suara tembakan dari atap.
Yang Chen melihat ke samping kiri, dia menemukan ada peluru yang tertanam di tanah.
Dia sangat takut sampai tubuhnya basah akan keringat, tapi ketakutannya dikalahkan oleh tekad untuk bertahan hidup di luar sana. Dia melompat ke kiri dan berguling, bersamaan dengan ledakan kecil di tempatnya berdiri awal tadi, dan di sana sudah ada peluru yang tertanam di tanah.
Dia sudah berlari sejauh 35 meter, hanya tersisa 15 meter lagi dan dia bisa meninggalkan tempat terkutuk ini.
Yang Chen berdiri setelah berguling, lalu berlari secepat mungkin. Ketika dua atau tiga detik, dia langsung berhenti dan berjongkok.
Suara tembakan lain kembali terdengar, dan kali ini peluru tertanam di tanah di depannya. Jika Yang Chen tetap berdiri tadi, dia pasti akan terkena tembakan tepat di bagian punggungnya.
Yang Chen kembali berdiri dan berlari sekuat tenaga, kali ini dia tidak akan berhenti sama sekali.
"Yang Chen!"
Yang Chen mendengar suara teriakan dari atap, tapi dia tidak peduli sama sekali akan hal itu. Dia berlari secara zig-zag, kadang dua kali ke kanan bawah dan tiga kali kiri, kadang bergantian masing-masing satu kali.
Hingga akhirnya dia hampir sampai di tembok, dia berguling ke kanan tiga kali dan ke kiri sekali, lalu berlari melompati tembok.
Bang!
Tembakan lain kembali terdengar, tapi untungnya Yang Chen sudah mengangkat kakinya lebih dulu dan melewati tembok.
"Ketua, apa kita mengejarnya?"
Ketua menarik dan mengembuskan napas dengan penuh emosi; tangannya mengepal sampai terlihat urat-urat lengannya yang tebal.
Dia menoleh dan mengayunkan tangannya, menampar pria yang bertanya itu. "Bodoh! Kau menghabiskan banyak peluru, tapi tidak bisa membunuhnya?!"
Ketua itu nampak marah, dia melihat bawahan yang mengatakan kalau Yang Chen sudah mati. Dia mendengus dingin, lalu pergi meninggalkan atap untuk masuk ke dalam ruangannya.
***
Yang Chen tidak berhenti berlari meski sudah berhasil lolos dari tempat itu, namun lolos dari tempat itu saja belum berarti dia lolos dari kematian.
Dia harus mencari tempat berlindung lain sebelum malam, karena malam hari adalah waktu paling berbahaya. Terutama dia ingin mencari tahu tentang sistemnya lebih lanjut, dan tentunya harus berada di tempat yang aman agar lebih fokus.
Yang Chen terus berlari dan tidak tahu sudah berapa lama, tapi anehnya dia tidak lelah sama sekali.
Hingga tidak lama, dia menemukan rumah berlantai dua yang terlihat masih bisa ditinggali. Tanpa banyak pikir, dia masuk ke dalam rumah dan pergi ke salah satu ruangan di lantai dua.
Dia duduk di lantai, melihat layar yang muncul di depannya.
Ada karakter permainan yang memiliki penampilan sama seperti dirinya sedang berdiri di luar Gudang.
"Aku tidak tahu apa hasil panen bisa dibawa keluar. Tapi, harusnya bisa, kan? Bagaimanapun, aku bisa membawa keluar air minum dan sandwich."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Toko]
[Beli] [Jual]
[Toko1] [Gandum (¥1,3)] – [🔒Jagung] [🔒Wortel] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]
[Toko2] [Pupuk Super (¥30)] – [🔒Tetes Roh] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Yang Chen melihat item yang dijual, namun perhatiannya langsung tertuju pada Tetes Roh. Dia sangat penasaran akan hal itu, karena Roh sendiri adalah kajian yang masih sulit dijelaskan dengan ilmu modern.
Tapi daripada memikirkan itu, lebih baik melakukan hal yang pasti.
[Ding! Membeli Gandum (×4) dan Pupuk Super (×2). Menghabiskan ¥65,2] [Terisa ¥34,8]
Karakter dalam permainan (sistem) bergerak ke arah petak, lalu menaburkan benih ke empat petak berbeda.
Dia pergi ke Sumur di samping Gudang untuk mengambil air.
[Sumur Spiritual Level 01] [Sumur dengan sumber mata air berkualitas yang menyediakan air tanpa batas. Air bisa digunakan untuk menyinari tanaman, dan lebih baiknya bisa diminum langsung]
Yang Chen menyirami dan memberi pupuk pada tanaman, tapi tidak semua, dia membaginya menjadi kelompok yang berbeda:
Petak No. 01 : Tanpa diberi apapun. Akan matang dalam waktu 1 jam 59 menit 59 detik.
Petak No. 02 : Gandum dengan Air Sumur. Akan matang dalam waktu 3 jam 59 menit 59 detik.
Petak No. 03 : Gandum dengan Pupuk Super. Akan matang dalam waktu 7 jam 59 menit 59 detik.
Petak No. 04 : Gandum dengan Air Sumur dan Pupuk Super. Akan matang dalam waktu 15 jam 59 menit 59 detik.
Yang Chen tidak tahu mengapa yang tidak diberi apa-apa malah tumbuh lebih cepat, yang mana ini tidak masuk akal. "Kesampingkan masalah waktu panen yang tidak masuk akal, mengapa yang diberi semuanya malah memakan waktu lebih lama?"
"Apa kualitas? Gizi? Tapi dalam situasi seperti ini, orang-orang tidak peduli dengan gizi, mereka hanya peduli ada makanan atau tidak."
Yang Chen berdiri, dia pergi ke lemari dengan cermin buram. "Ngomong-ngomong, aku tidak tahu penampilanku di sini seperti apa."
Dia berdiri di depan cermin, mengamati penampilannya. Meski buram, dia tahu bahwa ini adalah penampilannya yang sama di kehidupan sebelumnya. Tapi, struktur wajahnya masih terlihat tidak baik, atau lebih tepatnya kekurangan gizi meski sudah diperbaiki oleh sistem.
"Yah, harusnya tidak masalah. Tidak akan lama untuk mengembalikannya seperti semula, apalagi makanan bukan jadi masalah. Sekarang hanya tempat tinggal dan keamanan yang perlu dipikirkan."
Ada bagian penting lainnya yang dibutuhkannya, namun karena tempat tinggal dan keamanan belum tersedia, maka dia tidak bisa meminta hal itu.
Yang Chen yang memiliki belasan wanita di kehidupan sebelumnya, mana mungkin bisa hidup sendiri tanpa wanita. Meskipun wanita tidak menghidupinya karena dia adalah generasi kedua yang kaya dan mahir dalam saham, tapi para wanita adalah alasan yang membuatnya hidup dan semangat bekerja.
Orangtua? Maaf, di kehidupan sebelumnya, dia tidak mendapatkan perhatian apapun selain transferan uang ¥100 juta per tahun. Orangtuanya bahkan tidak tentu pulang setahun sekali, dan dari kecil, dia dirawat oleh pengasuh.
Dia belajar dengan giat agar besarnya bisa membantu perekonomian keluarga, karena saat kecil, dia berpikiran bahwa orangtuanya bekerja keras untuknya, dan dia tidak ingin orangtuanya banting tulang.
Namun saat berusia 15 tahunan, dia baru sadar kalau orangtuanya adalah pemilik perusahaan terbesar di dunia dalam bidang teknologi informasi dan sumber energi baru. Dengan penghasilan $982,81 miliar per tahun.
Dia mengetahui hal itu juga karena orang kepercayaan orangtuanya datang ke rumah, dan atas perintah orangtuanya, setelah dia menginjak usia 15 tahun, semua uang yang terhitung ¥1,5 miliar ditransfer sepenuhnya setelah sebelumnya ditahan karena dia belum cukup umur.
Dia yang mengetahui bahwa dia memiliki banyak uang, langsung berubah sepenuhnya. Meski dia masih pekerja keras dan giat belajar, namun dalam pengeluarannya sangat boros.
Yang sebelumnya dia menghabiskan ¥300 per bulan, meningkat menjadi ¥100.000 per bulan.
Yang Chen tertawa, entah mengapa tiba-tiba dia teringat akan orangtuanya. "Aku tidak tahu apa mereka sedih saat tahu aku mati tenggelam."
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
Gezza
malah kek game, seru bgt sistemnya
2025-02-08
1
MulyoJati Putro JagadJenar
👍👍👍👍👍
2025-02-13
1
Alaric Atharbatha
lanjut
2024-11-11
1