Yang Chen duduk bersantai mengamati peningkatan Farm System atau Sistem Pertanian. Dia tidak tahu akan mendapatkan apa saat naik ke Level 40 nantinya, tapi semoga itu bermanfaat baginya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
[Toko1] [Gandum (¥1,3)] – [Jagung (¥4)] – [Wortel (¥10)] – [Tomat (¥12,5)] – [Kentang (¥16)] – [Tebu (¥18,5)] — [Ubi Jalar ( ¥20)] — [Kucai (¥23,7)] — [🔒Cabai] — [🔒Paprika] — [🔒🔒🔒]
[Toko1.1] [Pear (¥18,2)] — [Apel (¥29,5)] — [Persik (¥30,3)] — [Kiwi(¥31)] —[🔒🔒🔒]
[Toko2] [Pupuk Super (¥30)] –[Tetes Roh (¥50)] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]
[Toko3] [Ayam (¥4)] – [Bebek (¥5)] – [Kelinci (¥20)] – [Kambing (¥310)] – [Domba (¥323)] — [🔒Sapi] — [🔒Kerbau]
[Toko4] [Pakan Ternak (¥50)] – [Vitamin (¥75)] – [🔒🔒🔒]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Apa hanya ini saja? Tidak ada tambahan? Apa tidak ada toko lainnya? Sistem!"
[Ding! Tuan Rumah akan menemukan jawabannya sendiri setelah mencapai level yang cukup]
Yang Chen sedikit kesal. Toko yang ada hanya berkaitan dengan pertanian, perkebunan dan peternakan. Tapi dari semua itu, mengapa tidak ada perlengkapannya?
Malah ada toko yang menjual resep makanan dan alat penggiling, tapi dari semua itu, yang dibutuhkannya saat ini adalah cangkul dan kapak!
"Apa ada yang menjual alat-alat pertanian di kota berikutnya?" Meski dia menyadari betapa konyolnya pertanyaan ini, dia masih berharap ada yang menjualnya.
Jika ada budak yang bisa dikontrak dan tidak bisa berkhianat pada tuannya, dia akan membeli itu. Hal ini sudah dipikirkannya, dan dia butuh tenaga yang mampu mengurus lahannya, tentunya hanya lahan di atas Xuanzhu, bukan lahan di Lahan Pertanian Ilahi.
Yang Chen menundukkan kepalanya, dia melihat pakaiannya yang compang-camping dan terlihat seperti kain pel. "Aku harus membeli baju baru ... apa, ada apa?"
Dia naik ke atas kepala Xuanzhu, melihat di mana Xuanzhu menunjuk dengan salah satu kaki depannya. "Kota? Di sana? Aku tidak bisa melihatnya."
Yang Chen melompat turun dan mendarat di tanah. Karena Xuanzhu bilang di sana ada kota, maka kemungkinannya memang ada. Dia menepuk-nepuk kaki Xuanzhu. "Xuanzhu, aku tidak bisa membawamu ke sana, jadi kau kembali dulu ke Lahan Pertanian Ilahi."
Hewan peliharaannya bisa kembali dan keluar dari Lahan Pertanian Ilahi tanpa harus Yang Chen yang melakukannya sendiri, ini memudahkannya dari banyak masalah.
"Sekarang saatnya berlari ke sana, dan karena aku memiliki kemampuan, aku tidak perlu lagi memutar jalan."
Dalam pelariannya sebelumnya, Yang Chen harus memutar jalan saat ada bangunan di depannya, dan itu sangat menguras tenaga. Tapi kali ini dia bisa melompat dan berayun, seperti salah satu tokoh pahlawan dalam film.
Stamina manusia normal adalah 10 — 15 menit saat berlari, dia bisa berlari selama 90 menit penuh dengan kecepatan 78 km/h tanpa istirahat.
Yang Chen berlari dengan kecepatan penuh di tanah datar dengan bebatuan, saat dia melihat ada reruntuhan yang menghalangi di depan, dia akan mengulurkan tangannya untuk melepaskan jaring yang mengikat puncak reruntuhan.
Dia berdiri di puncak reruntuhan, tapi meski ini adalah reruntuhan, tingginya seperti bangunan empat lantai. "Apa Bumi di masa depan akan seperti ini? Kota-kota futuristik, gedung pencakar langit, teknologi maju dan lain sebagainya menghilang karena keserakahan manusia."
"Jika seluruh negara bekerja sama, Blue Star pasti bisa mereklamasi planet lain daripada berperang demi sumber daya yang sedikit ini. Blue Star sepuluh kali ukuran Bumi, pasti banyak sumber daya manusia berkualitas."
Meski Yang Chen tidak terlalu paham dengan teknologi, tapi orangtuanya adalah pendiri perusahaan bidang tersebut, sehingga dia tahu betapa majunya teknologi di Blue Star. Dengan ukuran planet yang sangat besar, maka aliran internet sangat maju, dan agar penerbangan tidak terlalu lama, maka pesawat memiliki kecepatan di atas kecepatan suara, dan tentunya memiliki teknologi mumpuni untuk menahan G-Force.
"Walaupun aku tidak terlalu menggunakan ponsel, tapi listrik dan lampu harus tetap ada."
Yang harus dimilikinya adalah kipas dan generator, tapi dia tahu itu semua tidak mungkin bisa didapatnya di dunia ini. Dia beberapa kali menemukan bangkai mobil, tapi semua mesinnya sudah dikosongkan. Tapi jangankan mesin, bahkan baterai kecil saja sulit ditemukan.
Yang Chen menghela napas, dia kembali melanjutkan perjalanannya. Dia tidak terburu-buru, karena ini masih pagi, meski binatang mutan masih berkeliaran dan ada di mana-mana, tapi tidak terlalu menakutkan zombie di malam hari.
Dia sendiri tidak tahu mengapa zombie hanya aktif di malam hari dan saat siang semua zombie menghilang, seolah tertelan bumi.
"Apa penyebabnya?" Yang Chen melihat langit penuh debu, dan sepertinya jauh di atas sana ada badai yang menghalau benda apa pun dari Blue Star meninggalkan tempatnya.
Yang Chen menggelengkan kepalanya, membuang semua rasa penasarannya. Jika itu sebelumnya, mungkin dia harus mencari tahu sampai dia menemuka jawaban, tapi sekarang, dia hanya ingin membangun tempat tinggal luas di atas Xuanzhu tanpa memedulikan yang lain.
Dia bergegas kembali dan tidak tahu sudah berapa lama, tiba-tiba dia mendengar suara tembakan dari depannya.
Dia mempercepat langkahnya hingga akhirnya berdiri di samping gedung yang masih berdiri kokoh. Dia melihat puluhan meter di depannya adalah area yang hancur, ada makhluk aneh yang tidak pernah dilihatnya, dan itu terlihat sangat menjijikkan.
Makhluk itu seperti daging mentah, tapi daging yang memiliki mata dan tentakel. Tinggi tubuhnya sama dengan bangunan dua lantai, sesekali ada melepaskan gas dari tubuhnya, dan baunya sangat busuk.
Yang Chen menutup hidungnya, bau busuknya sampai ke tempatnya berdiri hingga membuatnya menangis.
Whoooosh! Bang! Bang!
Proyektil peluru ditembakkan dari moncong tank ke makhluk aneh, membuat peluru itu masuk ke dalam tubuhnya, lalu pemicu yang sudah ditentukan akhirnya meledak.
Ledakan keras itu menimbulkan gelombang kejut yang akhirnya menghamburkan gas awan di sekitarnya.
Makhluk aneh itu tidak lagi bergerak, setengah tubuhnya hancur dan ada lendir yang merembes keluar dari tubuhnya.
Yang Chen mendongak, dan akhirnya dia menyadari bahwa ada mobil militer, tank bahkan ada iron dome dengan amunisi penuh. Adapun berfungsi atau tidak, dia tidak tahu karena di sana tidak ada amunisi yang hilang.
"Hanya pemerintah yang bisa memakai ini, maka aku tidak jauh dari kota itu."
Yang Chen berdiri di tempatnya ragu-ragu, tapi pada akhirnya dia tetap menghampiri.
Salah seorang menoleh, mengangkat helm yang dipakainya. "Manusia?"
Yang Chen tersenyum masam, dia melihat wanita yang berjalan menghampirinya. "Itu, Sister, apa itu?"
"Sister?" Wanita itu melepas helm militer yang dipakainya. "Apa aku terlihat tua? Aku baru berusia 22 tahun! Berapa usiamu?"
"Aku ..." Yang Chen menggaruk belakang kepalanya. "Aku baru 17 tahun seminggu yang lalu."
Wanita itu tertegun, lalu dia menoleh melihat rekan-rekannya dengan tatapan tajam.
"Apa yang kau lakukan?" Wanita itu kembali melihat Yang Chen.
"Aku tersesat, lalu mendengar suara tembakan, jadi aku datang ke sini."
"Dari mana kau berasal?"
"Kota Harapan." Yang Chen menjawabnya langsung tanpa berpikir.
Alasan mengapa dia datang ke sini sendiri adalah untuk meminta tumpangan, adapun apakah dia akan ditangkap dan menjadi budak, dia akan langsung mengeluarkan Xuanzhu untuk membunuh mereka.
"Kota Harapan?" Wanita itu bertanya dengan suara tinggi. "Apa kau pikir aku bodoh?! Kota Harapan berada seratus tujuh puluh kilometer dari tempat ini!"
Yang Chen tercengang, dia tidak menyadari hal itu. Jika dipikir-pikir lagi 1,1 km/h, dan dia duduk di atas Xuanzhu dengan ukuran panjang 33 meter, yang artinya langkahnya adalah 55 kali lebih besar dari kura-kura normal, dan kecepatan langkahnya adalah 55 km/h.
Jika dia memerintahkan Xuanzhu dengan langkah normal, tidak sampai empat jam untuk tiba di sini. Alasan mengapa butuh waktu lama karena dia meminta Xuanzhu memurnikan tanah, entah diletakkan di atas cangkang atau dibiarkan saja.
"Aku berlari, dan sangat cepat!" Yang Chen mengangkat salah satu kakinya dan menepuk-nepuk lututnya.
Wanita itu tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap Yang Chen.
Anggota kelompok lain tidak mengatakan apa-apa, bahkan tidak mendekat, mereka mulai membongkar mayat dari makhluk aneh.
Yang Chen menghela napas, dia mengeluarkan tanda pengenal sementara dari Kota Harapan. "Lihat ini, ini tanda pengenal ku, lalu lihat lagi ini."
Yang Chen melempar tanda pengenal jauh-jauh, lalu dia berlari secepat mungkin, menangkap tanda pengenal dan kembali berdiri di depan wanita bernama Lin Hayue.
Lin Hayue mengangguk dan berkata, "Ya, dengan kecepatan ini memang bisa sampai lebih cepat. Tidak perlu menghabiskan setengah bulan, tapi bukan itu intinya. Mengapa kau pergi dari Kota Harapan dan datang ke kami?"
"Seperti yang aku bilang di awal, aku memang tersesat dan datang ke sini saat mendengar suara tembakan." Yang Chen menunjuk AK-47 yang dipegang Lin Hayue. "Aku meninggalkan Kota Harapan karena hidup di sana penuh siksaan, bukan fisik, tapi mental. Setiap hari aku melihat orang sekarat di jalan, dan penjaga patroli akan membunuh mereka ..."
"Aku tidak ingin ketika tertidur di jalan, tiba-tiba aku dibunuh oleh mereka. Kemudian aku mendengar katanya ada kota yang dikelola oleh pemerintah, tempat di sana teratur, dan pertahanannya sangat baik."
Lin Hayue menatap Yang Chen, dia mengamati perubahan ekspresi sebelum akhirnya berbicara, "Mungkin yang dimaksud adalah kota tempat kami berasal. Kami bisa membawamu ke sana, tapi untuk masuk, kau harus berusaha sendiri. Bagaimanapun ada banyak orang yang mencoba masuk, tapi kami tidak bisa membawa mereka semua. Kota kami butuh makan, ekonomi kami harus berjalan."
Lin Hayue melambaikan tangannya dan berbalik.
Yang Chen tersenyum cerah, dia membungkuk. "Terima kasih, Sister!"
Lin Hayue melirik, tapi tidak mengatakan apa-apa.
...
***
*Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 125 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
🥰🥰🥰🥰🥰
2025-02-13
1
miyamura kun~
nicee
2024-03-14
2
y@y@
👍🏿👍👍🏼👍👍🏿
2024-03-14
1