Chap 13

...Happy reading 🐿...

...*...

...*...

...*...

...*...

..._________...

Selama di ruang tamu Ella dan Reva banyak mengobrol,bercerita dan lain sebagainya. Reva juga menceritakan tentang kejadian kemarin malam saat perjalanan pulang ke rumah nya pada Ella.

Tidak lama ailyn dan adel yang tadi ada di dapur ikut gabung ke ruang tamu, Reva yang melihat kedatangan adel menyuruh adel duduk disamping nya kemudian Reva bertanya tentang hubungan dia dan Ethan "kamu punya hubungan apa del sama Ethan? " tanya Reva, adel terdiam lalu menjawab "mantan"

"Oh" saut Reva.

"Eh ai gimana kabar ernan di sana?" Tanya Ella, tadi sore saat ke rumah bu Sri- ibu ailyn, rencana nya dia mau mengajak ernan kerja bersama nya eh ternyata baru dia ketahui ernan sudah dipindahkan keluar kota, tinggal bersama neneknya.

Ella juga baru tau kalau ernan punya adik yaitu ailyn karena ada ailyn jadi dia mengajak yang ada saja.

"Kakak sehat kok" jawab ailyn

Ella hanya mengangguk kan kepala sebagai respon.

*JDERRR

*JEDERRR

*CTEK

"Astaga apaan itu!!!" Pekik Reva

Tiba-tiba saja ada petir, hujan turun lebat, dan semua ruangan di rumah Ella menjadi gelap, eri segera keluar dari kamar mengecek kondisi mereka.

"Kalian gapapa?"

"Gapapa kok yah" Jawab Ella tenang

"Ck ayah ke depan dulu" ayah Ella berjalan ke luar rumah

ternyata hujan turun sangat deras di iringi petir yang saling bersautan, lingkungan mereka yang memang seperti kampung gelap semua seperti nya memang ada pemadaman listrik.

Eri kembali masuk ke dalam rumah "kayanya emang ada pemadaman, lebih baik kalian malam ini nginap saja, jalanan gelap banget takut kalian kenapa-napa lagian orderan belum selesai kan?" Jelas ayah Ella

Mereka semua mengangguk, ailyn yang rumah nya dekat saja takut untuk pulang, apalagi Reva dan adel, jadi mereka semua memutuskan untuk menginap di rumah Ella.

"Sudah sudah kalian masuk ke kamar Ella, kunci pintu, orderan kalian lanjutkan besok saja ini sudah larut malam sebaiknya kalian tidur!" Ucap Eri tegas, meninggalkan mereka masuk ke dalam kamarnya.

Mereka berempat mengikuti apa yang di perintah kan ayah Ella semuanya masuk ek kamar Ella, dan bersiap tidur walau dengan kegelapan yang menemani mereka.

***

"El bangun udah pagi!!" Ucap adel menggoyangkan lengan Ella tetapi gadis itu tak kunjung bangun bahkan adel juga tidak segan segan menampar pelan pipinya namun tetap saja gadis itu tak kunjung bangun, ada satu ide terlintas di otaknya adel pergi dari kamar membawa segelas air dari dispenser lalu..

*byurrr

"Anjingg!!" Pekik Ella

*Plakk

gadis itu reflek langsung terduduk dan menampar orang yang ada di depan nya, kebetulan sekali tangan Ella  dengan sempurna mendarat di pipi adel yang memang berada di dekatnya nya.

"Gila lo yah bisa-bisanya gue di gampar!!" Omel adel

"Ya maap ga sengaja, reflek del, lagian lo ngapain sih pake segala nyiram liat nih basah kasur gue!!" Geram Ella

"Ya siapa suruh lo susah di bangunin!!"

"Heh kok malah ribut sih? Udah ayok del kita pulang ganti baju berangkat sekolah deh!!" Ujar Reva yang tiba-tiba saja datang dari luar kamar.

"Eh ailyn mana?" Tanya Ella yang menyadari ailyn belum terlihat sama sekali batang hidungnya.

"Pulang" kata Reva.

"Parah ga pamit ama gue!!"

"Tadinya dia mau pamit sama lo, ehh taunya masih molor lu nya" jelas adel

"Udah udah ayo del kita pulang biar ga telat sekolah nya" ucap Reva "El kita balik dulu, kamu juga gih siap-siap sekolah" kata Reva menyusul adel yang sudah jalan lebih dulu keluar rumah, Ella hanya mengangguk saja sebagai jawaban.

Setelah semua temannya pulang barulah Ella bersiap ke sekolah.

***

Ella dan Reva kembali bertemu di sekolah, sekarang kedua gadis itu berada di depan kelas, mereka duduk di kursi yang ada di sana.

Tidak lama ada edvan yang datang bersama kedua temannya eksa dan samudera.

"Reva" panggil edvan dengan lembut laki-laki itu mengenggam tangan Reva.

"Kenapa?" Bingung Reva

"Ikut aku" kata edvan,

Reva mengalihkan pandangan nya ke Ella menatap dia dengan tidak enak, Ella yang mengerti dengan tatapan itu mengangguk pada Reva seolah menjawab tidak papa dia pergi.

Akhirnya Reva dan edvan pergi dari sana hanya tersisa tiga makhluk yang saling diam dan menciptakan kecanggungan.

Ella yang merasa risih dengan adanya eksa dan samudera memutuskan untuk pergi, tapi malah cegah oleh eksa laki-laki itu menatap Ella tajam, eksa menarik Ella ikut dengannya.

Ella yang kebingungan hanya bisa menurut saja, lagipula tangan nya sudah di genggam laki-laki itu mana bisa dia yang badan nya kecil melawan.

Eksa dan samudera membawa Ella ke parkiran "ngapain lo bawa gue ke sini" tanya Ella "bawel lo, pakek ini!" Eksa menyerahkan helm full face berwarna putih pada Ella, "lo mau ngajak gue bolos?"

"Iya"

"Gilak lo! Ogah lah nanti beasiswa gue di cabut gimana anjir"

"Gak bakal, udah nurut aja inget gue itu bos" titah Eksa tegas.

Dengan perasaan dongkol Ella memakai helm itu "naik!" Perintah eksa,

Ingin rasanya Ella marah-marah pada eksa tapi entah kenapa sulit sekali melawan laki-laki ini, ada sesuatu yang terasa seperti dia tidak bisa melawan laki-laki ini dan berakhir menurut padanya padahal kan dia bisa melawan eksa seperti dia melawan teman-temannya beberapa hari lalu...

Ella menurut dan kedua motor itu bergabung di tengah padatnya jalanan menuju ke tempat yang Ella tidak tau

***

Sampai lah mereka di sini tempat dimana semua orang sakit di rawat.

*Rumah sakit erdika medika*

Mereka bertiga turun dari motornya melepas helm yang mereka pakai, "ngapain kita kesini?"

"Bawel lo" kali ini yang bersuara adalah samudera.

"Dihh, lo berdua yang gak jelas tiba-tiba bawa gue kesini!!" Omel Ella, menghentakkan kakinya seperti anak kecil

Karena gemas samudera mencubit pipi gadis itu, "heh ga usah soken lo!!" Bentak Ella.

"Soken apaan?" Tanya kedua laki-laki itu bersamaan

"SOK KENALL!!"

"Udah ayok masuk" titah Eksa,entah dengan keadaan sadar atau tidak laki-laki itu menggenggam tangan kecil Ella lalu berjalan masuk ke rumah sakit diikuti samudera di belakang nya..

Ella yang merasa tangan nya di genggam erat oleh Eksa tidak merasa risih atau marah justru membuat nya sedikit membuat nya tenang, wajahnya memang tidak menunjukkan reaksi apapun tapi percayalah jantungnya sekarang berdebar debar dan Ada rasa senang dan hangat di hatinya.

Mereka menuju ke kamar VIP yang sangat luas dan mewah mereka masuk kedalam dan Ella ternganga melihat seseorang yang ia kenal bahkan sempat makan eskrim bersama nya terbaring tidak sadarkan diri di atas brankar rumah sakit.

***

...Bersambung🐿... ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!