Chap19

...Happy reading🐿...

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

...________...

Sepanjang bimbingan gadis itu tidak sama sekali memperhatikan edgar yang menjelaskan di depan, Ella membuang mukanya menghadap ke arah jendela,melamun.

Gadis itu tersadar dari lamunan nya mendengar deheman yang cukup keras, dilanjuti kalimat yang membuat Ella panik "yang barisan ke dua dekat jendela tolong jelaskan apa yang tadi sudah saya jelaskan"

Semua atensi kelas menatap ke arah Ella, keringat bercucuran di pelipis nya, gadis itu menundukkan kepala nya dan tidak menjawab pertanyaan itu.

"Kenapa kamu dari tadi malah melamun? Lebih baik kamu keluar kalau ga niat ikut bimbingan" ucap laki-laki itu datar.

Ella bukan nya meminta maaf gadis itu malah benar ke luar dari kelasnya, gadis itu berjalan sendirian di lorong yang sepi, tangga tangga sekolah ia lalui untuk menuju tempat tujuannya, rooftop.

Di rooftop gadis itu menatap langit dengan gelisah "hah, kenapa dia bisa jadi guru di sini sih!!!" Ucapnya frustasi

"Sial"

"Sial"

Ella membanting dirinya duduk di sofa butut yang ada di sana. Menutup mata cantiknya tidak lama gadis itu malah kebablasan tidur.

***

Gadis itu terbangun dari tidurnya, saat jam pulang sekolah telah tiba, dari atas balkon dia bisa melihat banyak siswa siswi yang berhamburan keluar dari kelas  mereka untuk kembali ke rumahnya.

"Ehm" deheman seseorang membuat nya langsung menoleh ke belakang.

"Eh-"

- _-

"Ngapain lo"

"Terserah saya mau ngapain saja"

"Siniin tas gue!!"

"Gamau" ucap laki-laki itu mengangkat ranselnya yang ada di genggamannya ke atas saat tau gadis itu akan mengambil nya.

"Balikin!!" Ella yang kepalang emosi, berjalan cepat mendekat ke laki-laki itu dengan sedikit berjinjit Ella berusaha mengambil ransel nya yang di angkat tinggi tinggi oleh laki-laki ini.

"Ella" panggil Samudra di ambang pintu.

"Sam, tolongin gue dia ngambil tas gue!" Tunjuk Ella kesal pada Edgar.

"Pak bisa tolong di balikin, kita ada urusan harus segera pulang"

Edgar menggembalikan tas milik Ella "besok kamu ke ruangan kepala sekolah, sebelum pulang"

Setelah tas itu berada di gendongannya kembali Ella langsung pergi meninggalkan kedua laki-laki itu, dia juga tidak merespon apa yang di bicarakan Edgar.

"Saya duluan pak" pamit Samudra yang menyusul Ella pergi ke parkiran.

Di parkiran Samudra menaiki motor kebanggaan nya dan mulai menyalakan mesin motor itu, Ella yang sudah naik ketika motor itu mulai berjalan Ella memeluk Samudra dari belakang.

Tujuan mereka sekarang ke rumah sakit untuk mengecek kandungan Ella seperti apa yang mereka bicarakan di sekolah tadi.

Di ruang pemeriksaan Samudra masih menemani Ella,menggenggam tangannya erat tangan gadis itu.

"Gimana dok?"

"Janinnya sehat lebih baik dari pemeriksaan sebelumnya, ingat ya El ga boleh terlalu capek" ucap dokter Renata, mereka berdua tetanggaan Ella sudah mengenal dokter muda itu sejak dia tinggal di kontrakan.

"Iya dok siap"

Ella dan Samudra berpamitan untuk pulang karena sudah mau maghrib, di perjalanan ke rumah, mereka mengobrol ringan agar perjalanan tidak terlalu sepi, Samudra menanyakan banyak hal hal random seperti tadi tas dia yang diambil sama guru pembimbing dan lain sebagainya, Ella pun menanggapi pertanyaan itu dengan tenang dan gadis itu juga sudah mulai terbuka dengan beberapa anggota ERLIXZ yang sudah akrab dengan nya.

Samudra mengantar Ella sampai depan rumah setelah itu dia pulang ke rumahnya, Ella masuk ke dalam rumah melihat Reva,Adel dan Ailyn yang tengah sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.

Reva menatap Ella yang berjalan memasuki kamarnya "El udah pulang? Gimana dedek bayinya? Sehat?"

Ella tersenyum "sehat" jawab Ella, lalu gadis itu masuk ke kamarnya membersihkan diri, kemudian keluar lagi untuk membantu teman-teman nya.

***

*Di kediaman Sanjaya

"ABANGG!!!" teriak gadis itu, lari turun dari tangga menghampiri dan memeluk erat laki-laki yang sudah lama sekali tidak ia temui.

Edgar membalas pelukan rindu yang tidak kalah erat untuk adik perempuan satu satunya.

"Abang kenapa lama banget di LA?" Ucapnya melepaskan pelukan erat itu secara perlahan

"Kerjaan abang banyak si sana"

"Yang penting kemarin abang dateng kan ke acara kamu?"

Gadis itu mengangguk senang, lalu mengajak Edgar ke meja makan untuk makan bersama dengan kedua orangtua mereka.

Kedatangan Edgar di meja makan membuat meryn langsung memeluk putra sulungnya melepaskan kerinduan mendalam, tidak hanya meryn, suaminya ikut juga memeluk Edgar mereka bertiga berpelukan, karlin pun gabung dan keluarga cemara itu menyambut kedatangan putranya kembali dengan kebahagiaan mereka berpelukan seperti teletubbies yang saling menyayangi.

"Udah ih kapan nih makannya karlin laper!" Ucap karlin sebal

"Iya iya ayok" ucap meryn melepaskan pelukan nya dan duduk di meja makan menyajikan dan mengambilkan makanan untuk keluarga kecil nya.

"Mah" panggil Edgar lembut

"Kenapa?"

"Edgar bakal nikah bulan ini"

"HAH!!" Tidak itu bukan reaksi meryn tapi reaksi karlin sontak membuat mereka semua yang ada di meja makan langsung menatap ke arah nya.

Tidak rela gadis itu tidak rela "GAK, ABANG TEGA NINGGALIN KARLIN? ABANG UDAH GA SAYANG SAMA KKARLIN!?" Protes gadis itu tidak Terima

"Bukan gitu karlin"

"Gar"

"Mah Edgar udah ngerusak seorang gadis, Edgar harus tanggung jawab, apalagi dia sedang mengandung anak Edgar"

Deg

Deg

"LO GILA YA BANG!!?"

*Brakk

Gadis itu memukul meja makan dengan kesal dan kecewa naik begitu saja ke kamar nya.

"Edgar mamah ga pernah ngajarin kamu untuk merusak perempuan"

"Edgar ga sengaja mah, lagipula Edgar mau tanggung jawab, Edgar akan nikahin dia"

"Siapa perempuan itu?"

"Ella, Carelyella aylyn andromeda"

"ASTAGA!!"

*Plakkk

"Dia masih sekolah Edgar!!"

"Mamah kenal?"

"Iya, dia penjual bolu, bolu buatan nya enak mama sering beli, bahkan di acara adik mu kemarin, mamah pesan bolu buatan dia"

"BISA-BISANYA KAMU MERUSAK ANAK SEMANIS ITU?!!"

"Mama setuju kamu nikah sama dia Edgar"

"Dia lagi mengandung anak mu kan? Cucu mamah" wanita paruh baya itu menyentuh tangan putra sulungnya "jaga dia, dia anak yang baik" ucap nya tulus, dia memang sudah sayang dengan Ella, sudah menganggap nya sebagai anaknya sendiri.

"Besok mamah mau ke rumah dia, mamah mau ngeliat keadaan dia sama cucu mamah!!" Seru wanita paruh baya itu, meryn pergi dari ruang makan meninggalkan kedua laki-laki yang masih berada di sana.

Jam 00.00 karlin terbangun dari tidurnya, gadis itu turun dari lantai dua ke lantai satu kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum, gadis itu melihat ke arah ruang keluarga ternyata disana masih terang bisa dia lihat ayah dan abangnya masih mengobrol di sana, gadis itu pergi dari dapur menemui mereka di ruang tengah

"Kalian masih di sini?"

"Kamu belum tidur?" Tanya papahnya balik

"Belum pah"

"Abang beneran mau nikah?" Tanya gadis itu menatap mata tajam abangnya.

"Iya"

"Abang-"

"Karlin kamu jangan terlalu kekanak-kanakan, abangmu berhak memilih kebahagiaannya, lagipula calon istrinya tengah hamil anak abangmu"

***

TBC ~

* jangan lupa Vote bab ini

*Follow akun ini

*Follow akun instagram nanvn3

*follow akun toktok nanvn22

***

*kok si Edgar nih yakin banget ya bakal nikah sama Ella ,terlalu percaya diri padahal belum tentu Ella mau kawin ama dia 😏

*kalo karlin tau Ella yang hamil ponakannya dia berubah baik apa makin benci ye ama Ella🗿

* Ella baper ga ya sama samudra secara dia perhatian kali ya kan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!