Chap 17

...Happy reading 🐿...

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

..._______...

"POKOKNYA GUE MAU SEBLAKK!! Teriak Ella tidak mau kalah.

"Iya iya dibeliin" ucap samudera mengiyakan keinginan nya, samudera keluar dari rumah itu.

"Samudera mau ikutt!!" Ella berlari menyusul samudera yang hendak pergi.

"Lo tuh lagi sakit disini aja!!"

"Gamau"

"Ella" panggil samudera lembut.

"Gamau,pokoknya mau ikut!!"

***

Karena gadis itu terus memaksa samudera jadi laki-laki itu mengijinkan nya ikut. Sekarang keduanya sedang mengantri untuk memesan makanan mereka, untuk menghilang kan rasa bosan dan gabutnya, gadis itu meninggalkan samudera di warung seblak membiarkan laki-laki itu saja yang mengantri dan dia berjalan jalan di sekitar sana.

Dengan hanya menggunakan baju tidur berwarna pink bermotif hello kitty, gadis itu jalan tanpa arah menikmati angin sepoi yang menusuk di kulit putih nya.

*TINNNN!!!!

Ella melihat ke belakang ada mobil mewah berwarna hitam, tidak lama ada seorang laki-laki yang keluar dari mobil itu, Ella tentu saja merasa ketakutan saat melihat wajahnya, tanpa mengucapkan apapun gadis itu langsung berlari sekenceng kencang nya ke warung seblak tempat samudera mengantri.

"TUNGGU!!!" Suara laki-laki itu menggelegar di telinga gadis itu tanpa memperdulikan nya Ella semakin kencang berlari.

Pas sekali saat Ella tiba di warung itu samudera sudah menenteng kantong plastik yang ia yakini adalah seblak miliknya, samudera yang melihat gadis itu berlari ke arahnya menatap nya bingung "ngapain lari-lari sih? nanti kalau lo jatuh gimana hm?"

"Sam ayo kita pulang!!"

Samudera mengikuti perkataan gadis itu, samudera menyalakan mesin motor nya, Ella naik ke atas motor milik samudera saat motor itu perlahan berjalan gadis itu menengok ke arah belakang, dia melihat Edgar yang menatap kepergian nya dengan samudera.

"Lo kenapa lari-lari kaya tadi? Pertanyaan gue belum lo jawab"

"Gapapa"

"Jangan bohong, gue tau pasti ada sesuatu kan?"

Ella terdiam mendengar perkataan laki-laki itu "gue tau apa yang terjadi sama lo kemarin waktu ulang tahun karlin" ucapnya datar  "gue tau lo di rusak sama laki-laki brengsekkk itu"

*Deg

Jantung Ella serasa mau copot saat itu juga, samudera bagaimana dia bisa tau, astaga rasanya kepalanya akan meledak saat ini juga.

"Semua inti erlixz juga udah tau"

*Deg

"Lo ngomong apaan sih gue ga ngerti!"

"Mau sampai kapan lo sembunyiin ini semua sama bokap lo?"

"Sam lo gaperlu ikut campur urusan gue"

***

Sampai di rumah ternyata di rumah nya masih ramai dengan anak-anak erlixz, ada beberapa yang membantu reva dan adel juga, Ella pergi ke dapur untuk menyiapkan seblak yang akan dia makan.

Lalu gadis itu kembali ke ruang tengah menikmati seblak yang di belikan samudera dengan lahap, setelah habis tidak tersisa Ella kembali merebahkan dirinya ke kamar.

Di kamar entah kenapa perutnya mendadak sangat mual, gadis itu sedari tadi bolak-balik ke kamar mandi dan tidak luput dari pandangan anak-anak erlixz yang menatap nya dengan penuh kekhawatiran.

"El mending kita ke rumah sakit"

"Gak usah"

Arvan menatap sepupunya tajam "heh semprul,lo beli dimana sih seblak nya liat noh Ella malah makin parah sakitnya"

"Gue beli di tempat yang dia tunjukin lah" ucap samudera tidak mau di salah kan.

"Hueekk" suaranya terdengar sampai ruang tengah, semua yang ada di sana pun semakin khawatir dengan gadis itu.

Keluar dari kamar mandi, gadis itu kembali lagi ke kamar nya melewati semua orang yang di sana.

*cklek

*brukk

Tubuh Ella ambruk di ambang pintu, semua orang terkejut dan bergerak cepat untuk menggendong gadis itu, areksa membawa tubuh Ella masuk ke dalam mobilnya laki-laki itu mengendarai mobil seperti orang kesetanan,sementara anggota erlixz membawa motor mereka masing-masing mengawal mobil areksa dari belakang.

***

"Dok?"

"Pasien baik-baik saja, mungkin karena efek hamil, jadi mas nya bisa konsultasi saja ke dokter hamil"

"APA!!" Semua shock mendengar apa yang keluar dari mulut dokter itu.

Reva gadis itu terduduk lemas di lantai, air mata mulai menetes dari mata indahnya menatap tidak percaya.

"Dok apa Ella sudah boleh di jenguk?"

Dokter itu mengangguk, lalu pergi dari ruangan dari sana, hanya beberapa dari mereka yang menemui Ella, ayahnya areksa, samudera dan arvanka yang ikut masuk ke dalam.

Di sana mereka melihat Ella yang Terbengong tatapan kosong dengan air mata yang ingin jatuh ke pipinya.

*plaakkk

Wajah gadis itu tertoleh ke samping, merasakan panas di pipinya dengan air mata yang sudah berjatuhan gadis itu berusaha membalas tatapan sang ayah yang tersirat kebencian dan kekecewaan yang sangat dalam.

"DASAR PEREMPUAN MURAHAN!!" Teriak eri tepat di depan muka Ella.

"SIAPA AYAH DARI BAYI YANG KAMU KANDUNG!?" Ella hanya terdiam seribu bahasa dia tidak bisa bicara apapun, tubuhnya sangat lemas batinnya tersiksa, seluruh badan nya sakit, mentalnya sakit.

"Hiks.. Maaf... Maaf...ayah" tangis Ella pecah gadis itu berusaha meraih lengan ayahnya tetapi ketika ia menggenggam nya dengan cepat ayahnya melepaskan genggaman itu dengan kasar dan pergi dari ruangan itu. Hati Ella hancur, hancur sehancur hancur nya dia lebih baik mati daripada hidup seperti ini.

"Gue Tanya sama lo Ella siapa yang udah hamilin lo?" Tanya samudera lembut, dia tahu Ella tidak akan menjawab jika di tanya secara kasar.

"Jawab demi kebaikan lo"

"DEMI KEBAIKAN GUE?!! DIA AJA GA BAKAL PEDULI SAMA ANAK YANG GUE KANDUNG APA LAGI SAMA GUE!! GUE BISA NGURUS ANAK INI SENDIRIAN TANPA AYAHNYA!!"

"Kamu gak sendirian aku bakal bantu kamu el" ucap Reva tulus yang baru saja masuk ke ruangan itu bersama adel.

Ella tersenyum manis kepada mereka, Ella bersyukur masih ada sahabatnya yang ada di sisinya.

***

Pagi ini Ella mengemasi semua barang-barang nya gadis itu akan pergi dari rumah ini setelah di usir langsung oleh sang ayah.

Ella membawa barang-barang nya keluar rumah berjalan kesana kemari tanpa arah, gadis itu mencari kontrakan kecil untuk dia tinggal. Karena lelah gadis itu beristirahat di warung kecil yanga da di pinggir jalan memesan makanan dan minuman untuk dirinya dia lupa hari ini belum makan apapun kasian sekali anaknya di dalam perut pasti sudah kelaparan.

"Maaf ya sayang bunda baru sempat makan, kamu pasti sudah lapar banget ya?" Ucap gadis itu tulus menatap perut nya yang masih rata, tidak lama makanan yang ia pesan sudah datang, Ella  segera memakannya dengan lahap dia sadar di dalam perut nya sekarang ada malaikat kecil yang harus selalu ia jaga.

"Neng teh mau kemana bawa tas segede itu?" Tanya ibu penjaga warung itu.

"Eh ini bu saya lagi cari kontrakan buat saya tinggal"

"Wah kebetulan di samping rumah saya ada rumah kosong yang mau di kontrakan, saya juga kenal sama pemilik rumah itu, kamu mau lihat rumahnya?"

Ella tersenyum senang gadis itu dengan semangat mengangguk,setelah selesai memakan makanan nya dan memebayar, betul saja ibu warung itu mengantarkannya ke rumah yang di kontrakan itu.

Ella melihat-lihat rumah itu kebetulan sekali ada pemiliknya yang memang berkunjung di sana, Ella menanyakan tentang uang sewa nya listrik dan lain sebagai nya.

Menurut nya rumah ini tergolong murah untuk semua fasilitas yang dia dapatkan rumah ini juga sudah di dalam nya sudah ada beberapa barang yang bisa ia pakai, tanpa berlama-lama Ella langsung deal mengontrak rumah ini untuk ia tinggal dan membangun usaha nya lagi toko bolu miliknya yang akan di buka kembali.

Hari pertama gadis itu tinggal di sini dia hanya membersihkan beberapa bagian rumah yang kotor, lalu menelfon Reva untuk menemani nya belanja beberapa alat untuk memproduksi kue bolu mereka.

***

~TBC 🐿

* thankyou yang sudah baca sampai akhir jangan lupa vote bab ini 💗

* follow instagram nanvn3

*follow akun ini

*follow akun toktok nanvn22

*babay sampai bertemu di chap berikutnya, chap selanjutnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!