...Happy Reading 🐿...
...*...
...*...
...*...
...*...
..._________...
Dengan santai Ella kembali jalan melangkahkan kakinya ke arah perempuan sedang bersandar di dinding.
"Kelas sebelas mipa dua dimana? "
Orang yang ditanya hanya melirik nya sekilas "lantai tiga belok kiri ada tulisan sebelas mipa dua"
"Thanks"Ella kembali melangkahkan kakinya menuju tangga.
"dia berubah? Apa benar tentang rumor itu?"
..._______...
"Hai Ella, kamu udah sembuh?" Ella melihat ke arah belakang ada seorang gadis dengan rambut yang di kepang memakai kacamata.
"Lo siapa? "
"Ka-kamu lupa sama aku? "
"Iya gue gatau dan gakenal sama lo, gue lupa ingatan jadi tolong ingetin gue lo itu siapa?"
"Jadi benar yaa tentang rumor tentang kamu setelah kejadian itu" gumamnya namun masih bisa di dengar oleh Ella.
"Ayo kita masuk dulu El nanti kita kenalan ulang"
Mereka berdua pun jalan bersama memasuki kelas mereka. Ella benar-benar risih dengan gadis ini entah kenapa dari tadi gadis itu menggenggam tangan Ella sangat kencang.
"Ella kamu duduk di sini" ucap gadis itu menujuk kursi di sebelahnya.
Ella segera duduk di samping gadis itu. Ternyata dia ini teman sebangku Ella. Bisa dia simpulkan gadis ini berarti dekat dengan Ella yang asli.
"Nama aku Revalina andaria camerin kamu bisa panggil aku reva. Kita udah sahabatan dari kelas sepuluh" jelasnya
Ella hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Gue boleh tanya sesuatu sama lo? "
"Boleh dong! Mau tanya apa?" Ucapnya antusias.
"Kok gue bisa ada di rumah sakit? Apa yang terjadi sebelum gue berakhir di rumah sakit? Dan sampai lupa ingatan."
"Kamu yakin mau tau? Aku aja bersyukur kamu lupa ingatan El"
"Gausah banyak bacot tinggal cerita doang ribet!" Gertaknya.
"Kok El marah? El udah ga suka lagi sama reva? Hikss.. " bulir-bulir air mata mulai turun dari mata cantik reva.
"Kok lo malah nangis jir"
"Udah jangan nangis lo kan ga gue apa-apain"
"Hikss... Ella kenapa bentak epa hiks... Jahat hiks"
"Udahh cup cup, nanti cantiknya hilang loh kalau nangis"
Reva mengusap air mata yang membasahi pipi tembemnya. Menatap Ella dengan mata yang masih berkaca-kaca dan pipi yang memerah. Astaga menggemaskan sekali rasanya ingin Ella cubit dengan kencang pipi mulus nya.
"Jadi lo sekarang udah bisa cerita kan? Ayo cerita!"
*FLASHBACK ON
"Ella Ayo ke kantin eva Reva udah laper... " ucap gadis imut itu sedang menarik-narik tangan Ella yang sedang asik mengerjakan tugas yang belum selesai.
"Sebentar va.."elak Ella masih asik berkutat dengan soal matematika yang bagi dirinya menyenangkan.
"ihhh Ella lebih sayang sama soal dari pada reva, yaudahh reva tinggal nihh"
"Yaudah iya ayo kita ke kantin"
"Yeyyyy lesssgoooi" girang gadis itu langsung menarik tangan Ella ke luar kelas menuju kantin.
Saat di koridor yang sepi karena anak anak rata-rata ke kantin semua hanya ada beberapa yang terlihat di depan kelas.
Ella dan Reva berjalan dengan santai menuju ke kantin namun saat di tengah tengah koridor mereka berdua melihat ada 8 orang laki-laki dan 4 orang perempuan yang sedang tertawa.
Ella dan Reva saling pandang mereka ingin lewat sana tetapi ada mereka orang yang selalu membuat mental mereka hancur sehancur hancurnya karena perkataan menyakitkan yang selalu mereka katakan.
"Ella ayo kita ke kelas aja ga usah ke kantin aku takut ada mereka" bisik Reva tepat di telinga Ella.
"Udah ayok gapapa aku tau kamu laper, aku juga masa karena ada mereka kita gajadi makan? Kasian lambung kamu rev"
"T-tapi" Ella menggenggam tangan mungil gadis itu. Berjalan ke arah segerombolan itu yang harus mereka lewati.
"Hai miskin" sapa salah satu laki-laki itu dengan seringai miring di bibirnya.
dia 'arvanka zaendra arkastama'
"Kak tolong minggir" ucap Ella dengan nada bergetar ketakutan.
"Heh miskin berani banget lo nyuruh kita minggir!" Seorang perempuan Bernametag 'resyarel antaretsa varkanum'
"Oh iya urusan kita belum selesai jalang!"ucap perempuan yang sedang di rangkul dengan posesif oleh seorang laki-laki dia 'armelia sarkira tanstenta' dan 'arkalex artafar aditama'.
Lia menatap ke tiga temannya memberi kode mereka untuk membawa Ella dan reva.
" kak lepas kak.. Hiks sakit. " tangis reva pecah tangan nya di cengkram sangat kencang.
Mereka membawa Ella dan reva ke rooftop sekolah. Mereka mengikat kaki dan tangan Ella dan reva.
"Brisik banget dua miskin ini!"
Laki-laki bernama 'erkana andraka ageswa' yang sedang menikmati bakso yang ia bawa. Langsung menumpahkan kuah bakso yang panas itu ke arah Ella dan reva.
*BYURR
*BYURR
Rasa sakit mulai menjalar dari kepala hingga kaki keduanya. Keadaan Ella dan reva benar-benar kacau.mereka hanya bisa meneteskan air mata dari mata indah keduanya.
"Diri lo!" Bentak perempuan bernama 'vanessa arfesra artela' vanes perempuan itu mulai mendekat ke arah Ella membuka tali yang mengikat kakinya.
Ella hanya menurut dia berdiri lalu tanpa aba-aba perempuan itu langsung memojokkan Ella ke tembok.
PLAKK...
PLAKK...
Ella merasakan panas di pipinya kepalanya tertoleh ke kanan dan kiri akibat tamparan itu.
"Last"
Karlin menarik tangan Ella dan tanpa aba-aba perempuan itu mendorong Ella dari rooftop.
*BRUKKK....
"ELLAAA!"
FLASHBACK OF
"Reva seneng Ella kuat, Ella bisa bertahan melawan rasa sakit itu! Reva bangga sama Ella!"ucap gadis itu sembari menghapus air matanya yang tanpa sadar kembali keluar.
"Mungkin Tuhan mau kasih karma buat gue yang selalu membully orang lain, sekarang malah gue nyasar ke tubuh ini tubuh yang selalu di jadiin bahan bullying"batin nya pasrah
Tidak lama bell masuk berbunyi.
KRING....
KRING....
Guru juga sudah masuk ke kelas dan mulai mengajar. Sepanjang pelajaran Ella hanya fokus dengan pikiran nya sendiri tentang apa yang terjadi padanya. Kemana Ella yang asli dan lain sebagainya membuat kepalanya pusing.
Tidak terasa pelajaran pertama selsai dan lanjut memulai pelajaran kedua. Tetap sama Ella hanya bengong memikirkan hal yang tidak masuk akal terjadi padanya. Sampai jam pelajaran kedua selesai dan tiba waktunya istirahat.
*KRING...
*KRING...
" El ayo ke kantin" ucap Reva menepuk bahu kanan Ella.
"Ayok"
Mereka berdua pun jalan bersama menuju kantin.
Sesampainya di sana suasana sangat ramai.
"Mau pesen apa rev? Biar gue pesenin sekalian"
"Emm aku samain kaya kamu aja El"
"Oh okey!"
"Mang bakso nya 2 esteh nya 2 ya mang"
"Iya siap neng, di tunggu"
Ella dan Reva pun menunggu makanan mereka sambil sesekali mengobrol dan Ella juga banyak bertanya tentang sekolah ini, orang-orang yang tidak suka dengan mereka dan lain sebagainya.
Saat sedang asik membicarakan tentang beberapa faktor mereka di bully ada suara teriakan perempuan membuat semua mata yang ada di kantin menatap perempuan yang sedang histeris.tidak hanya satu ada banyak perempuan yang sama histeris nya.
...BERSAMBUNG... ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Anthea
Baca cerita ini bikin jantung dagdigdug, seru abis!
2024-03-02
1