Chap 16

...Happy reading...

...*...

...*...

...*...

...*...

...*...

..._______...

Sampainya Ella di rumah gadis itu langsung masuk melengos menghindari teman-teman maupun ayahnya yang berkumpul di depan dengan air mata yang tidak berhenti turun dari mata yang sudah mulai bengkak.

"Kok el main masuk aja sih" gumam adel yang masih terdengar jelas oleh reva yang berada di samping nya.

"Udah yang penting dia baik-baik aja"

"Eksa makasih ya sudah mau bantu om" ucap eri, tersenyum tulus pada remaja itu, dia bersyukur Ella mempunyai teman yang baik dan peduli Ella.

"Iya om" balas eksa memberi senyuman manis pada laki-laki yang sudah lumayan berumur itu.

"Om kita pulang ya udah mau pagi gini" pamit adel

"Eh iy kalian hati-hati di jalan"

"Iya siap om" kedua remaja perempuan itu melenggang pergi dari sana.

"Saya juga pulang ya om assalamu'alaikum" areksa juga pergi dari rumah itu.

Eri masuk ke dalam rumah laki-laki itu menuju ke kamar putrinya,sejak Ella pergi perasaan nya tidak enak di tambah lagi anaknya pulang dengan keadaan yang tidak baik-baik saja mata sembab rambut,berantakan.

Saat ia membuka pintu itu dia melihat Ella yang tengah tertidur lelap, eri membiarkan anak itu beristirahat dulu, dia menutup kembali pintu kamar, dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat juga.

***

Paginya seperti biasa Ella bersiap ke sekolah, gadis itu keluar dari kamarnya menuju ke ruang tengah makan bersama ayahnya.

Hanya ada decitan garpu dan sendok yang bersautan di sana, di tengah-tengah hal itu eri memulai percakapan pada putri nya.

"Kamu semalam kemana el?"

Ella hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan itu tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan ayahnya.

"Kalau orang tua nanya itu di jawab carelyella" kata eri tegas

Ella tetap tidak menjawabnya, gadis itu malah langsung pergi dari rumahnya tanpa pamit pada ayahnya, eri menatap punggung putrinya tidak biasa Ella seperti ini.

Di sekolah gadis itu sekarang cenderung pendiam sedari tadi reva mengajak nya bicara dia hanya merespon dengan anggukan dan gelengan.

Di kantin, Ella bahkan tidak memakan apapun gadis itu benar benar menjadi seperti orang yang bisu, reva kembali mencoba membuka obrolan.

"Oh iya semalam kamu kemana el? Kita semua panik tau, kuat pikir kamu di culik"

Mendengar pertanyaan yang sama keluar dari mulut yang berbeda Ella malah marah-marah pada reva gadis itu bahkan sempat membentak nya dan mengatai Reva.

"LO SEMUA BRISIK DASAR JALANG!!" Ella malah menjawab nya dengan emosi lalu pergi begitu saja dari kantin, meninggalkan reva yang Terbengong tersirat kekecewaan pada matanya.

R

eva terkejut tentu saja dengan responnya itu, memang nya reva salah? Dia kan hanya bertanya kenapa Ella menjawab nya seperti itu.

Rooftop tempat yang paling dia suka, sepi dan tenang, disana lah Ella sekarang meratapi nasibnya yang akan datang menangis di bawah teriknya matahari yang masuk ke rooftop,

Areksa setelah selesai makan di kantin laki-laki itu pergi untuk menyesap benda nikotin miliknya, laki-laki itu pergi ke lantai paling atas dan masuk ke ruangan yang di bilang angker padahal mah sebenarnya tidak.

Baru saja laki-laki itu satu langkah masuk ke dalam dia sudah di merinding, bagaimana tidak di tempat yang seharusnya sepi ini dia mendengar suara perempuan menangis.

Laki-laki itu berniat kabur dari sana tapi suara itu seperti tidak asing, memberanikan diri, areksa masuk kembali ke sana dan suara itu masih ada masih terdengar sangat jelas.

Dan benar saja di pojok ada siswi perempuan yang sedang menangis, areksa kenal dengan gadis itu, Ella kenapa dia disini? Kenapa dia nangis? Rentetan pertanyaan mulai muncul di benaknya.

"El" panggil areksa lembut.

Ella yang merasa terpanggil, mendongak kan kepala nya dan menatap laki-laki itu sendiri.

"Lo kenapa nangis?" Tanya areksa bingung.

Ella menggeleng pada laki-laki itu, gadis itu beranjak pergi dari sana, tapi ada tangan besar yang menariknya, Ella jatuh kepelukan areksa, laki-laki mendekap Ella erat.

"Lo kenapa? Cerita sama gue"

"ENGGAK!!" Gadis itu memberontak, melepaskan pelukan nya lalu pergi begitu saja dari sana.

Areksa laki-laki itu bingung setengah mati dengan sikap Ella yang seperti ini bahkan sikapnya dengan reva saja bisa sekasar itu, areksa mengeluarkan handphone nya menelfon seseorang di sana

...📞...

Areksa : cari tau apa terjadi sama dia semalam

Unknown : ya

...Tut! ...

Di kelas Ella dan reva hanya saling diam tidak ada yang memulai obrolan, sampai pulang sekolah pun mereka masih tidak saling bicara bahkan yang seharusnya mereka mengerjakan orderan yang masuk, tidak mereka kerjakan hari ini, suasana hati keduanya benar-benar memburuk.

Di rumah, Ella mengunci dirinya di kamar.

"hueekk!!" sudah 5x gadis itu pergi ke kamar mandi, sedari tadi gadis itu memang merasa kurang enak badan sejak pulang sekolah suhu tubuh gadis itu juga tinggi di tambah mual dan pusing yang terus menyerang badannya.

Begitulah keadaan nya sampai sore hingga malam, eri yang melihat putri nya seperti itu sudah beberapa kali membujuknya untuk pergi saja ke dokter namun gadis itu tidak mau, memang keras kepala.

Akhirnya eri hanya memberikan obat yang dia beli di warung, dan obat itu memang di minum oleh Ella dan keadaan nya juga sudah lumayan membaik, tidak separah tadi.

Keesokan harinya panas Ella belum turun jadi eri tidak mengijinkan anak itu untuk pergi ke sekolah, hanya di rumah beristirahat dulu.

Ella di rumah itu sendirian, mengunci kamarnya dan tertidur sampai sore, ayahnya sudah pulang tetapi tidak sendiri, bersama reva dan adel, Ella tau mereka berdua pasti ke sini untuk mengurus orderan yang sudah masuk.

"el gimana keadaan kamu?" Tanya adel

"Ya begini"

"El kita ke sini mau ngurus orderan sama" reva menyerahkan satu kresek berisi makanan untuk Ella "ini dimakan"

"uuuu sweet banget sih kalian" ucap Ella dengan mata berbinar, tapi sungguh dia tidak ada nafsu untuk memakan bubur yang di berikan mereka.

Reva sudah di buat terkejut lagi dengan perubahan sikap Ella, "kenapa secepat itu sikap nya berubah lagi? Aneh" batinnya

Jadi gadis itu hanya meletakkan nya di meja makan, kemudian Ella kembali masuk ke kamarnya.

sekitar jam 8 malam ada segerombolan laki-laki yang datang ke rumahnya.

ERLIXZ? Ella tidak percaya mereka ke sini untuk apa mereka kesini.

Ella beranjak dari kasurnya, gadis itu keluar kamar melihat ruang tengah nya sudah di penuhi pemuda laki-laki yang seperti nya menunggu nya.

"Ngapain kalian kesini?"

"Jenguk lo"

"Dih"

"Kok dih?"

"nggak"

"Btw lo mau makan apa kita traktir!"

"Kita bingung mau bawa apa ke sini buat lo, jadi mending lo ngomong ke kita mau apa nanti kita beliin" jelas samudera

"Wihh, kebetulan gue mau seblak!!" Seru Ella "Yang pedes!!" Pintanya

"Ella kamu tuh lagi sakit malah minta seblak, yang bener aja!!"

***

~TBC 🐿

*thankyou buat yang sudah baca sampai akhir, jangan lupa pencet tombol vote!!

*follow akun instagram nanvn3

*follow akun tiktok nanvn22

*follow akun ini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!