Saat ini Fathir sedang bersama Cyra dimeja makan.Sudah menjadi kebiasaan nya sesibuk apapun akan diusahakan untuk berkumpul dengan putri semata wayang nya.Dulu saat Cyra masih kecil Fathir mau tidak mau tinggal bersama orang tuanya barulah beberapa tahun ini tinggal terpisah dari orang tuanya tapi kedua orang tua Fathir masih sering kerumah menjenguk cucunya karena Cyra merupakan cucu pertama.
" Pi jadi tadi ketemu dengan kak Almira,gimana menurut papi cantikkan? papi suka ngak kalau ngak suka berarti mata papi ngak normal perlu dicek kedokter ,Cyra langsung suka pingin punya mami kayak gitu " cerocos Cyra tampa berhenti.
" Anak papi ni nanya atau introgasi? " tanya Fathir tertawa melihat tingkah putrinya memberondong dengan banyak pertanyaan.
" Dua-duanya pi " jawab Cyra sambil tersenyum simpul.Fathir langsung mencubit hidung mancung putrinya.Kalau dilihat wajah Cyra versi perempuan dari Fathir.
" Gimana ya....papi jawab ngak ya...." ucap Fathir sambil melipat tangan dan sambil pura-pura berpikir.Saat ini mereka sedang duduk santai diruang keluarga.
" Papi ngak Asyik " jawab Cyra sambil mengerucutkan bibirnya.
" Memang Cyra suka dengan kak Almira,jangan-jangan udah punya pacar " Cyra tampak berpikir setelah Fathir mengatakan itu.
" Kayak ngak punya pacar,Cyra jamin pi " ucap Cyra serius.Fathir hanya bisa tersenyum mendengarnya.
" Tapi Cyra pingin mami seperti kak Almira,bicara nya lembut banget pi udah tu cantik lagi " Fathir langsung memeluk putri nya dan mengecup kening Cyra.
Dan Cyra pun mulai bercerita tentang pertemuan pertama bersama Almira begitu Cyra mengagumi hasil desain nya yang sangat bagus.Fathir pun mendengar semua yang diceritakan.Cyra tampak semangat dan antusias.
" Ya allah apa yang harus aku lakukan,putri ku begitu sangat menyukainya tapi aku takut wanita itu sudah punya pacar " batin Fathir sambil mendengar cerita putrinya .
Fathir sadar kalau perempuan muda seperti Almira belum tentu suka dengan duda seperti dirinya ditambah lagi ada anak.Tentu tidak mudah menerima dengan rentang usia yang sangat jauh dengan dirinya.
Almira sudah sampai dirumahnya dan sedang berbicara dengan neneknya.
" Gimana pengajian nya tadi nek?" tanya Almira sambil membawa potongan buah.Neneknya memang punya kebiasaan memakan buah,buah apapun neneknya suka makanya Stok buah tidak pernah putus.Tak heran dipekarangan rumah yang tidak begitu luas terdapat beranekaragam pohon buah-buahan.Dan malam ini Almira mengupas buah pepaya hasil dari kebun sendiri.
" Pengajian nya ramai apalagi ada ustad yang lagi viral ikut mengisi ceramah " jawab nenek sambil memakan buah pepaya.
" Nek kemaren Almira ketemu Ririn dia nitip salam ,Almira kelupaan baru ingat sekarang " Kekeh Almira.Nenek pun menjawab salam.
" Gimana butik hari ini ? " tanya nenek lagi.
" Alhamdulilah ramai nek, Doakan Almira banyak rejeki nek " Ucap Almira lagi.
" Amin...." jawab nenek.
" Tau ngak nek tadi Almira kedatangan keluarga konglomerat yang anak nya mau nikah,Almira ngak nyangka nek ternyata rancangan Almira sangat disukai mereka " Almira pun mulai bercerita.Nenek tentu saja senang ternyata rancangan Almira sangat disukai tidak hentinya nenek mengucap syukur.
Karena hari sudah mulai larut malam.Nenek dan Almira akan segera tidur tidak lupa Almira mengecek pintu apakah sudah dikunci atau belum.Karena sudah tugas Almira setiap malam apalagi mereka hanya tinggal berdua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Neli Susanti
Almira belum punya pacar mas Fathir
2024-11-07
0
Neulis Saja
have a nice dream Al 🙏
2024-09-28
1
Yolandamalika 🌸🌺
wah jadi Mak comblang nih cura gercep banget pengen punya ibu.
2024-07-04
0