" Doakan saja buk mudah-mudahan saya segera dipertemukan dengan jodoh secepatnya " jawab Almira sambil tersenyum.Nenek terlihat tidak suka dia memandang buk Risa dengan tatapan tajam.
" Jangan kelamaan lho nanti ketuaan ngak ada yang mau " dengan nada sedikit mencemooh buk Risa menjawab sinis.
" Insyaallah,Allah akan mempertemukan jodoh saya tentang kapan waktunya saya pun tidak tahu yang penting sekarang saya sedang menikmati hidup ini,tidak perlu buk Risa pusing-pusing ngurus jodoh saya,urus saja keluarga ibuk,dengar-dengar anak ibuk yang baru menikah sudah bercerai ya ....." ucap Almira.
" Saya turut prihatin buk,makanya saya tidak mau gegabah menikah hanya karena di cap perawan tua dan tak laku takut nya terjadi seperti anak ibuk,mungkin jodoh saya lagi otw sekarang,saya permisi dulu ya, Assalamualaikum " ucap Almira lagi sambil menyalami nenek nya dan segera berlalu memasuki mobilnya.Ia tidak ingin terlalu memperpanjang pembicaraan yang tidak ada faedahnya.Yang belum nikah Almira tapi yang sibuk ngurusin hidupnya orang lain.
Sedangkan Buk Risa menatap kesal Almira karena sudah mengungkit anaknya yang akan bercerai.Nenek dan buk Ani bersama satu tetangganya hanya tersenyum melihat Almira berhasil membungkam mulut Buk Risa.
Almira segera berlalu menggunakan mobilnya ia memandang kaca spion dan tersenyum melihat Buk RIsa yang segera berlalu dari rumah neneknya dengan muka masam.
Sebenarnya Almira malas mau meladeni Buk Risa tapi mulut nya makin lama makin menjadi.Almira menghembuskan nafas nya kasar Pagi-pagi ia sudah dibuat emosi jiwa.
Almira pun bersenandung kecil di dalam mobil nya mengikuti irama musik.Almira memang mempunyai suara yang bagus bahkan ia juga menguasai alat musik seperti gitar dan biola kebetulan kakeknya adalah guru kesenian jadi dirumah ada beberapa alat musik bahkan tak jarang saat almarhum kakek masih ada mereka sering bernyanyi bersama dengan berkolaborasi kakek yang mainkan gitar Almira dan nenek bernyanyi.
Tak jarang kalau ada acara pentas seni saat sekolah dulu ia juga sering bernyanyi atau di acara event tertentu tapi itu hanya sekedar hobi bukan dijadikan sebagai ladang mencari uang.Almira lebih fokus dalam bidang mendesain yang merupakan bakatnya dari kecil.
Tidak lama kemudian Almira sampai dibutiknya terlihat beberapa karyawan nya sedang melayani beberapa pembeli yang datang karena memang butik Almira saat ini sedang terkenal apalagi ia juga tidak terlalu tinggi mematok harga.Almira juga bekerjasama dengan beberapa usaha rumahan untuk menjahit hasil rancangannya.Almira ingin berbagi rejeki dengan penjahit kecil yang merupakan usaha rumahan tapi kualitas juga harus diperhatikan.Almira terjun langsung memantau kualitas jahitannya.
Almira mulai bekutat dengan desain gambarnya hari ini ia ingin menyelesaikan orderan baju pengantin salah satu klien langganan.Ada keinginan di hati Almira saat nanti ia bertemu jodohnya dan menikah ia akan merancang sendiri busana pengantinnya.
Saat memasuki jam makan siang Almira pun sudah menyelesaikan rancangannya dan sudah mulai tahap pengguntingan.Hari ini ia sudah ada janjian dengan sahabatnya Ririn untuk makan siang bersama.
" Lia mbak keluar dulu mau makan siang dengan Ririn,hari ini mbak ngak ada janji dengan klien,kalau ada yang ingin jumpa sama mbak segera telpon " ucap Almira kepada Lia.Kebetulan Lia sudah sangat mengenal Ririn karena sering kebutik.
" Oke mbak " jawab Lia sambil tersenyum.
Almira pun segera berlalu menuju parkiran mobilnya ia pun sudah menelpon Ririn agar segera menunggu diluar kebetulan jarak kantor Ririn satu arah dengan butik dan tidak jauh cuma butuh waktu sepuluh menit,Almira harus cepat agar tidak terjebak macet.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Neulis Saja
si Bu Risa mendahului Allah yg menentukan takdir suruh cepet2 nikah emang situ siapa ? jodoh dan mati Allah yg ngatur manusia hanya mempunyai keinginan
2024-09-28
1
Jizah Nst
mantap AL...
2024-08-14
0
Inooy
maka nya Bu Risa jd orang jgn julid, untng kata2 Almira g sepedes para NETTI 🤣🤣🤣
2024-07-10
0