Sementara itu dikamar nya Almira baru saja menyelesaikan sholat maghrib.Setelah melepaskan mukena Almira segera mengotak atik catatan yang terdapat di handphone.
" Besok jam sembilan ada pertemuan dengan klien " gumamnya dalam hati.
Almira segera keluar dari kamar setelah melihat beberapa agenda kerja di handphone nya.Ia menggerai rambut hitam sebahunya.hari ini ia keramas karena cuaca yang sangat panas.
Almira segera menuju dapur membereskan beberapa piring yang belum dicuci.Nenek masih mengaji sampai menjelang isya.Saat menunggu isya datang,Almira membuka handphonenya.Ia melihat status beberapa temannya yang sudah menikah berfoto dengan keluarga kecil mereka.
" Aku kapan ya,seperti mereka " batin Almira.
Tidak munafik kadang ada rasa sedih setiap pertanyaan tentang kenapa belum menikah selama ini ia berusaha kuat tapi ada kalanya down juga.
Almira tidak ingin nenek nya bersedih setiap ada pertanyaan tentang dirinya apalagi di cap dengan label perawan tua.Siapapun perempuan akan sakit hati mendengarnya padahal usia nya dua puluh tujuh tahun belum tiga puluh.
" Al...besok nenek ada pengajian bulanan ditempat ustad soleh,nenek pergi dengan ibuk-ibuk komplek kebetulan sudah disediakan bus nya " ucap nenek saat mereka selesai makan.
" Nenek pulangnya jam berapa ? " sambil Almira membawa buah yang sudah dipotong nya kehadapan nenek yang sedang duduk diruang keluarga.
" Sepertinya sore baru sampai rumah " sahut nenek.
" Yang penting nenek Hati-hati jangan terlalu capek " ucap Almira sambil memeluk nenek nya sayang.Nenek mengusap rambut Almira.
" Al...apapun yang dikatakan orang tentang Almira yang belum menikah tidak usah dipedulikan bukan mereka yang menentukan jodohmu,nenek yakin Allah akan mempertemukan jodoh nya diwaktu yang tepat jangan pernah putus untuk berdoa nak " ucap nenek lembut dengan penuh rasa sayang mengelus punggung Almira.Almira langsung menduduk kan badannya memandang nenek.
" Almira minta doa nenek semoga segera dipertemukan dengan jodoh Almira,saat ini Allah mungkin sedang meminta Almira untuk merawat nenek kalau nanti Almira menikah siapa yang merawat nenek " hibur Almira yang melihat wajah nenek nya yang semakin menua.Nenek hanya tersenyum mendengarnya.
Kalau tidak ada Almira mungkin saat ini nenek hanya tinggal sendiri setelah kematian suaminya.Sungguh sangat beruntung nya nenek memiliki Almira.Meskipun kadang-kadang nenek kesal dan sakit hati dengan omongan orang yang selalu menanyakan kenapa Almira belum menikah bahkan banyak perkataan yang membuat nenek mengelus dada.
Tidak ada seorang wanita yang tidak mau menikah tapi memang belum masanya bertemu dengan jodoh mau dibilang apa .Apalagi setiap ada yang menikah dikomplek nya,nenek harus siap-siap dengan perkataan tetangga dengan segala macam pertanyaan tentang Almira.
Bukanlah Almira tidak cantik tapi selalu terbentur masalah asal usulnya yang membuat nenek bersedih.
Pagi hari Almira sudah siap-siap untuk ke butik begitu juga dengan nenek yang sedang menunggu jemputan untuk pengajian.Almira segera pamit kepada nenek tidak lupa ia berpesan agar nenek jangan sampai kecapean.Nenek masih kuat untuk bepergian cuma ada rasa khawatir dihati Almira melihat nenek sudah memasuki usia tujuh puluh tahun.
Tidak lama Almira pun sampai kebutik ia segera menuju ruangannya ia juga mengecek pakaian yang sedang dipajang dan mengganti dengan pasangan pakaian yang baru.Almira memang selalu mengganti pajangan pakaian dibutiknya dengan model yang berbeda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Neulis Saja
oklah siap2 jodohmu merapat Al
2024-09-28
1
Inooy
sebentar lg Al, besok jg otw 🤭
2024-07-10
0
Isabela Devi
tenang aja Almira kamu akan mendapatkan jodoh
2024-04-10
1