Become a Hero on Doomsday 5

GOAR!!

DEGH!

Kan, muka keduanya seketika pucat pasi. Melihat ke arah pintu yang menghubungkan dengan tangga jalan menuju ke bawah.

Zombie-zombie itu berlari seperti zombie di film tren tobusan (Author lupa tulisan film nya) membuat Lina berteriak takut dan Daoran mematung.

Tak dapat di pungkiri keduanya menjadi makanan Zombie atau mungkin berubah menjadi zombie?

Ntahlah, itu adalah bayaran yang mereka dapatkan atas sikap mereka.

Ingat! Dia saat seperti ini kesetiaan akan di uji dengan berbagai cara, jadi kesetiaan yang pudar akan hilang di telan keegoisan.

.

.

.

Di perjalanan.

Kruyuk~

Kruyuk~

Kruyuk~

Lily menatap ke belakang, Lia tersenyum canggung sembari memegang perutnya.

"A-aku lapar, dari kemarin belum makan" -Lia.

"Yeah, aku juga lapar. Kita sudah terjebak hampir 2 hari dan dari kemarin kita tidak makan ataupun minum. " Ucap Luqi menambahkan.

Lily bingung, bukan tidak mau ia memberikan makanan dalam sistem nya pada mereka. Namun bagaimana jika mereka menanyakan darimana makanan ini. Ia kan tidak membawa tas untuk menjadi alibi.

"Seperti nya kita harus berhenti di supermarket, perjalanan kita pun tidak membutuhkan waktu satu atau dua hari. Menuju tempat pelindungan di wilayah barat mungkin memerlukan waktu kurang lebih 5 hari jika kita tak berhenti." Ucap Zero sembari pokus mengemudi.

Mereka mengangguk mengiyakan. Begitupun juga Lily itu memang benar. Namun jalan yang mereka lewati tidak ada yang tidak ada zombie nya, akan sangat berbahaya kalau berhenti. Tapi mereka juga harus mementingkan makanan untuk mengisi tenaga bukan?

"Di depan ada Indomaret, kita berhenti di sana. Lia dan Lily ambil makanan yang bisa di makan. Luqi sama gue akan jagain kalian" ucapan Zero memberikan arahan.

Lily menatap Zero khawatir, bagaimana jika saat itu akan ada banyak zombie? Mereka pasti dalam bahaya.

"๐˜ˆ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜“๐˜ช๐˜ญ๐˜บ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข! "

Kebetulan pemberhentian mereka di depan indomaret hanya ada beberapa zombie, setiba di luar Lia dan Lily langsung berlari masuk ke dalam Indomaret. Luqi mencari alat pemukul dan Zero sudah menyerang beberapa zombie itu menggunakan besi yang ada di dalam mobil nya.

Di dalam Indomaret.

Terlihat sangat berantakan namun masih banyak makanan yang layak untuk di makan. Mereka mengambil Roti, makanan ringan, snack dan minuman. Hanya itu yang dapat di ambil.

Kebetulan Lily melihat tas ransel di sana yang tergeletak. Ia mengambil nya, lumayan ia bisa mengambil barang-barang sistem lewat tas itu nanti nya.

"Ayo, kayaknya ini udah cukup"

Lia mengangguk, ia segera mengikuti Lily keluar. Saat di luar mereka terkejut sudah banyak zombie yang sedang di hadapi Luqi dan Zero. Namun aneh nya mereka bergerak cukup lambat membuat Zero dan Luqi mudah-mudah saja melawan mereka.

Lia segera masuk ke mobil. Lily memanggil Zero lalu setelah itu Luqi dan Zero segera masuk ke dalam mobil.

Mobil pun melesat dengan mereka duduk di tempat seperti tadi.

"Kalian gak apa-apa kan? Gak ada yang ke cakar atau ke gigit kan? " Tanya Lily.

Zero menggeleng sembari tersenyum, satu tangan nya membelai surai Lily.

"Tenang aja, kita gak apa-apa kok" ucap Zero lembut dan Lily membalas dendam tersenyum lega.

"Gak apa-apa kok, lagian tadi zombie nya lelet beda banget sama yang di sekolah yang kaya orang atlet lari. " Ucap Luqi, sembari mengunyah roti dan meminum minuman kaleng begitupun dengan Lia.

Lily memberikan roti dan minuman kaleng kepada Zero juga. "Suapin, aku lagi nyetir." Ucap Zero.

Membuat Luqi hanya mendengus dengan bergumam. "Ambil kesempatan dalam kesempitan"

Lily mengangguk, ia menyuapi Zero juga.

"Kamu juga makan yaa" sela Zero saat mengunyah.

Lily juga makan, namun pikiran nya bertanya pada sistem.

"๐˜ˆ๐˜ˆ๐˜ˆ5 ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ก๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต? ๐˜š๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช. "-๐˜“๐˜ช๐˜ญ๐˜บ.

" ๐˜ก๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ป๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ 1 , ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ป๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ป๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ 2 "

"๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ก๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ 2 " Tanya Lily lagi.

"๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ง๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ป๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ. "

Lily tak lagi bertanya, sudah pasti jika si pengendali zombie itu pasti bukan orang baik.

.

.

.

Malam harinya, kali ini giliran Luqi yang menyetir sementara Zero istirahat. Mereka bergantian menyetir siang Zero dan malam Luqi.

"Wah, kayaknya bensin lo mau abis deh Ze. Kalo di terusin nanti takutnya berenti tengah jalan. Mending cari pom bensin, gimana? "

Ucap Luqi, membuat Zero membuka mata nya.

"Kalo kamu ngantuk biar aku aja sama Luqi yang keluar nanti cari bensin. Kamu istirahat aja lagian kita cuma ambil bensin nya terus masukin ke mobil aja kok" - ucap Lily yang saat ini duduk di belakang bersama Zero.

Zero menggeleng. " Biar aku aja"

Akhirnya mereka berhenti di pom bensin, tak ada sedikitpun sinar lampu di sana membuat tempat itu begitu gelap.

Zero keluar, saat Luqi ingin keluar pun Lily menahan nya. Biar dia saja yang menemani Zero.

"Kenapa keluar? Biar ak--"

GROAR!!

Keduanya terdiam, Zero pun menghentikan ucapan nya ia melihat zombie di belakang Lily. Namun ada yang aneh pada zombie itu, matanya terlihat merah.

GROAR!

Zombie itu berlari cepat ke arah keduanya. Zero menarik Lily untuk menghindari.

Brukh!

Lily terjatuh karena Zero mendorong nya dan sedetik kemudian Lily melihat Zero bertarung dengan Zombie itu menggunakan tongkat besi.

๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ!

"๐˜ก๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ 3

๐˜”๐˜ข๐˜น : 10 %

๐˜š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ข : ๐˜›๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช.

Informasi : Zombie level 3 adalah zombie yang tubuh nya bermutasi menjadi sekeras besi. Zombie mutasi 3 adalah jenis perusak dan pembunuh. Kelemahan, cakaran dan gigitan zombie ini tak akan membuat infeksi. " -AAA5.

"๐˜”๐˜ช๐˜ด๐˜ช :

๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ก๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฏ 50 "

Luqi keluar, ia ingin membantu Zero namun Lily menahan.

"Kakak di sana aja, isi bensin nya. Biar Lily yang bantu Zero! " Ucap Lily lalu berlari ke arah pertarungan.

"Tapi... " Luqi tak bisa berkata-kata lagi, ia khawatir kepada Zero dan Lily. Terlebih dalam pikiran nya Lily hanyalah seorang gadis, apakah bisa membantu Zero?

Trang!

Trang!

Trang!

Suara gesekan anatara besi di tangan Zero dan besi cakar tangan zombie itu terus berdenting menciptakan suara-suara keras.

Zero mengarahkan pemukul besi nya pada kepala Zombie itu, namun zombie itu sungguh benar-benar cepat. Zombie itu menghindar membuat lalu mengarahkan cakar nya pada tubuh Zero membuat Zero terpental kebelakang akibat serangan zombie itu.

"Arghhh! "

Terik Zero merasakan perut nya benar-benar sakit baju bagian perut nya pun sobek.

GROAR!

Zombie itu melompati dan ingin melesat kan cakar nya pada Zero, namun sebelum serangan cakar nya itu menyentuh Zero. Lily dengan cepat melesat kan serangan nya ke arah perut Zombie itu.

Seketika Zombie itu hancur dengan tubuh-tubuh nya yang berserakan. Lily menatap tangan nya tak percaya, kekuatan nya benar-benar dahsyat!

Belum lagi Zero pun sama hal nya menatap Lily tak percaya, ia bisa mengalahkan zombie itu dengan sekali serangan.

Keduanya saling menatap dengan tatapan berbeda.

.

.

Hai, tolong berikan dukungan untuk cerita ini ya usahakan Like dan berikan komentar sesudah baca.

Tengkyu ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

Terpopuler

Comments

Zee

Zee

keren si awalnya ak cuma mau baca aja engga begitu tertarik ternyata bagus cerita ny๐Ÿ˜

2024-03-26

1

Anthea ๐– ๐—‹๐–บ๐—†๐—‚๐—๐–บ

Anthea ๐– ๐—‹๐–บ๐—†๐—‚๐—๐–บ

semangat thor

2024-03-03

0

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

jgn sampai teman" Lily curiga darimana Lily bsa pnya kekuatan

2024-03-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!