"CEWEK GENDUT ITU CUMA BISA NYUSAHIN ZERO, MENDING LO USIR DIA!! " Teriak Daoran menggema membuat Zero melepaskan pelukan nya dan menoleh.
Dan secara tidak langsung tubuh Lily yang tadi nya terhalangi tubuh Zero pun terlihat, membuat mereka terdiam akan sosok gadis cantik bak dewi.
Mereka terpesona, seakan melihat air di gurun pasir dan seakan mendapatkan pertolongan di saat krisis ini.
Begitupun Daoran, laki-laki itu kini terdiam memandang Lily dengan takjub.
GROAR!!
Suara menakutkan dari Zombie itu membuat perhatian semua nya teralihkan, mereka diam. Zero dengan sigap langsung menutup pintu dan ingin memindahkan barang-barang untuk menahan pintu.
Luqi pun di cepat ikut membantu, namun sayang belum banyak barang yang menahan pintu sudah ada dorongan dari Zombie di luaran sana.
Luqi dan Zero dengan sekuat tenaga menahan pintu. Sementara Daoran, Lina dan perempuan berambut kuning bernama Lia itu terlihat gemetaran ketakutan.
"TUH KAN ITU SEM--"-Lina.
" Diem! " tekan Lily pada Lina. "Jangan banyak suara, Zombie akan lebih semangat buat dorong pintu itu. Mereka kesini karena denger suara teriakan! "
"Maksud lo apa? Lo nyalahin kita?! " Ucap Lina dengan marah.
Lily tak berkomentar, ia hanya melirik laki-laki tadi yang meneriaki nya gendut tengah gemetaran ketakutan seperti kedua perempuan itu.
"U-udah Lina jangan berisik, nanti Zombie nya makin banyak" takut Lia. Lina hanya mendengus, namun ia juga takut.
"ARHHH! Bantuin woii! Gue udah gak bisa!! " Teriak Luqi.
Daoran mundur sedikit demi sedikit dengan gemetaran. "Nggak! Gue gak mau mati sama Zombie-zombie itu! "
Bukan nya membantu Daoran malah berlari ke arah jendela, ia keluar dari jendela dan berpegangan pada dinding untuk memanjat ke atas rooftop.
"Daoran sialan! Bantuan woii, jangan kabur! " Teriak Luqi.
"Daoran, gue ikut!! " Teriak Lina.
"Lina! " Lia tampak bingung, ia takut dan ingin ikut dengan Lina namun tak tega pada Luqi dan Zero. "Ah, Lina sialan! " Akhirnya Lia berlari ke arah pintu dan membantu Luqi dan Zero.
Lily menatap mereka marah, bisa-bisa nya mereka lari saat Zero dan Luqi menghadang Zombie dengan sekuat tenaga. Namun Lily juga bersyukur mereka kabur, ia jadi tak harus menyelamatkan mereka karena saat bertemu ia sudah tak menyukai pandangan perempuan bernama Lina itu dan Daoran yang meneriaki nya walaupun akhirnya kagum namun tetap saja pandangan nya sudah tak suka maka tak suka.
BRAK!
"Akhh!! "
Pintu berhasil di buka membuat Zero, Luqi dan Lia terjungkal ke belakang. Zombie-zombie itu berbondong-bondong mulai masuk namun sebelum Zombie masuk Lily langsung mengeluarkan cahaya dari tangan nya.
Membuat Zero, Luqi dan Lia tembus pandang. Zombie-zombie hanya mendapatkan tempat itu kosong tak ada isi.
Zero yang pertama kali membuka mata terkejut, Luqi lalu Lia. Bagaimana bisa mereka tembus pandang dan Zombie melewati mereka dengan begitu mudah. Apakah mereka sudah mati? Pikir mereka.
"Ayo! " Lily mengulurkan tangan nya pada Zero.
Zero menatap Lily, namun tak banyak tanya ia menerima uluran tangan itu lalu kabur dari tempat itu.
TAP!
TAP!
TAP!
"Kita kemana? " tanya Zero yang tangan nya di pegang Lily.
"Kita cari kendaraan tertutup! Mobil mungkin, saat ini kita harus pergi ke tempat penyelamatan yang ada di wilayah timur" jawab Lily.
Zero mengangguk, mereka melanjutkan lari hingga keluar sekolahan. Mereka aneh, tak ada Zombie yang mengejar mereka. Tubuh mereka masih tembus pandang menembus zombie-zombie itu.
Mereka berlari ke arah tempat parkir, kebetulan Zero membawa mobil dan kunci ada di kantong nya.
Namun mereka harus berlari cepat karena tempat parkir berada di barat sekolah. Kalian tahu kan sekolah ini sangat besar.
"𝘗𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯!
𝘚𝘪𝘴𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘮𝘣𝘶𝘴 𝘱𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 15 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵. "
"LEBIH CEPAT! " Teriak Lily namun tak bisa di dengar oleh zombie-zombie sekitar.
Sekitar 10 menit berlari akhirnya mereka sampai di tempat parkir, beruntung tidak ada zombie di tempat parkir tersebut.
Mereka menstabilkan napas nya, sangat lelah dan keringat bercucur. Namun tidak dengan Lily, ntah kenapa Lily juga tak tahu. Tapi itu karena tubuh nya sudah tak sama dengan manusia, ia kan sudah mendapatkan kekuatan super dari sistem.
1 jam hanya untuk ke tempat parkir? Jangan salah, mereka harus berlari turun dari lantai tiga menggunakan tangga setelah itu harus melewati lapangan yang luas nya melebihi perumahan komplek.
"𝘞𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴"
Mereka pun sudah kembali tak tembus pandang, mereka bersyukur sudah ada dalam mobil. Dengan Zero menyetir, Lily di samping dan Luqi serta Lia di belakang.
Mobil pun keluar, saat suara mobil itu terdengar seperti semut menemukan gula para zombie itu langsung mengerubungi mobil tersebut. Namun Zero memaksimalkan kecepatan membuat Zombie-zombie itu tertabrak dan hancur.
"Fyuhh... Syukur lah" Lia dan Luqi menyandar lelah.
Tiba-tiba Luqi buka suara. " Tadi itu.. Tubuh kita tembus pandang, itu kenapa ya? " Tanya nya di sela sandar nya.
"Nggak tau, gue juga ngerasa aneh. " Zero menimpali.
"Iya, tapi syukur deh. Kita jadi selamat" ucap Lia.
"Udah, mungkin aja itu keajaiban" ucap Lily, ia tak ingin jujur. Sistem sudah melarang nya untuk tidak menyebarluaskan kekuatan yang di miliki nya.
Luqi dan Lia hanya mengangguk percaya saja namun tidak untuk Zero yang merasa itu hal yang mustahil.
•
•
•
Sementara itu Daoran dan Lina sudah sampai di rooftop dengan selamat. Beruntung keadaan rooftop sepi.
Saat di atas, ia melihat sebuah mobil melaju keluar dari sekolah. Membuat mereka terkejut apalagi itu adalah mobil milik Zero.
Otomatis Lina berteriak. "Zero, tolong!! Bawa aku juga! "
Plak!
Daoran menampar Lina. " Jangan teriak be-go!"
Lina menatap Daoran marah, tak terima karena di tampar. "Maksud lo apa? Emang kenapa kalo gue teriak! " Nyolot Lina.
Daoran semakin deg-deg an, bukan karena jatuh cinta. Tapi ingat ucapan Lily waktu itu jika Zombie datang karena suara teriakan nya.
Jadi tidak boleh ada kebisingan jika tak ingin di datangi Zombie.
"Jangan berisik! Nanti Zombie dat--"
GOAR!!
DEGH!
Kan, muka keduanya seketika pucat pasi. Melihat ke arah pintu yang menghubungkan dengan tangga jalan menuju ke bawah.
Zombie-zombie itu berlari seperti zombie di film tren tobusan (Author lupa tulisan film nya) membuat Lina berteriak takut dan Daoran mematung.
Tak dapat di pungkiri keduanya menjadi makanan Zombie atau mungkin berubah menjadi zombie?
Ntahlah, itu adalah bayaran yang mereka dapatkan atas sikap mereka.
Ingat! Dia saat seperti ini kesetiaan akan di uji dengan berbagai cara, jadi kesetiaan yang pudar akan hilang di telan keegoisan.
.
.
.
Like dan komentar sebanyak-banyaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Triiyyaazz Ajuach
sukurin jadi mangsa Zombie salah sndri ada teman susah nggak dibantuin tapi malah kabur skrg stlh kawan yg ditinggalin bsa lolos gantian 2 org itu yg jadi korbannya Zombie
2024-03-01
1
Love
train to busan, thor😂
2024-03-01
2
lisa
akhirnya beban2 nya udh gaada😊
2024-03-01
2