Become a Hero on Doomsday 6

Zombie itu melompati dan ingin melesat kan cakar nya pada Zero, namun sebelum serangan cakar nya itu menyentuh Zero. Lily dengan cepat melesat kan serangan nya ke arah perut Zombie itu.

Seketika Zombie itu hancur dengan tubuh-tubuh nya yang berserakan. Lily menatap tangan nya tak percaya, kekuatan nya benar-benar dahsyat!

Belum lagi Zero pun sama hal nya menatap Lily tak percaya, ia bisa mengalahkan zombie itu dengan sekali serangan.

Keduanya saling menatap dengan tatapan berbeda.

.

.

Mata merah dari kegelapan melihat Lily yang mengalah kan Zombie level 3 itu dengan satu serangan. Bibir nya menyunggingkan senyum miring.

"Menarik"

Sosok itu kemudian menghilang.

.

"๐˜”๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ด๐˜ข๐˜ช, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฉ 50 ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ. " AAA5.

Sementara itu Lily tersentak begitu merasakan ada sebuah aura kekuatan yang terasa kental ia rasakan.

Saat melihat ke sana kemari tak ada siapapun. Lily bingung.

"๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? "

"๐˜’๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช. ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ. " AAA5.

"Arghhh! "

Lily tersadar dari lamunan nya saat mendengar teriakan Zero, ia lupa jika Zero memiliki luka akibat cakaran besi zombie tadi.

Lily sedikit berlari menghampiri Zero."Ya ampun banyak sekali darah! " Kaget Lily, bahkan ia bisa melihat daging perut Zero yang terkoyak.

"๐˜š๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? " -๐˜“๐˜ช๐˜ญ๐˜บ.

"๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ก๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ." - AAA5.

Lily mengangguk, ia berpikir mungkin untuk penyembuhan nya sama seperti tadi. Lily cukup merasakan kekuatan dalam dirinya lalu keluar kan lewat tangan dengan hati-hati.

Saat tangan Lily ia arahkan pada perut Zero, Zero memegang tangan Lily.

"P-pergilah... Ak-aku akan berubah menjadi zombie... A-aku terkena cakaran nya. "

Lily menggeleng, ia khawatir dan sedih melihat keadaan Zero seperti ini.

Tanpa menghiraukan perkataan Zero, Lily mengeluarkan kekuatan nya dan menyembuhkan Zero.

Zero terkejut dengan cahaya yang keluar dari tangan Lily dan perlahan-lahan ia merasakan perut nya yang sangat sakit tadi perlahan sembuh.

"Lily--" -Zero.

"Zombie dengan level 3 tidak akan membuatmu terinfeksi. Ia hanya akan menyakiti dengan cakar besi nya. " Ucap Lily tanpa menatap Zero.

Ia berkonsentrasi akan kekuatan yang di keluar kan nya. Tiga menit berlalu dan luka di perut Zero pun sembuh. Kulit perut nya nampak sama seperti sedia kala.

Zero bangun, menatap tak percaya luka nya yang sudah sembuh. Lalu menatap Lily.

"Jika ingin penjelasan, akan aku jelaskan nanti. " Ucap Lily tanpa menatap Zero. Ia takut Zero malah takut kepada nya dan menganggap nya sama seperti Zombie karena memiliki kekuatan super.

Namun sebalik nya, Zero malah memeluk Lily dan berucap. "Terimakasih, aku tidak akan bertanya jika kamu tidak siap untuk menjawab. Aku tahu kamu pasti memiliki rahasia besar tidak dapat kamu jelaskan. " Ucap Zero membuat Lily tertegun tak bisa berkata-kata.

"Itu Zer--"-Lily.

" HEI KALIAN! AKU SANGAT KHAWATIR PADA KALIAN TAPI KALIAN MALAH PELUKAN MESRA SEPERTI ITU! "

Teriak Luqi yang baru saja melihat adegan pelukan itu.

Lily langsung mendorong Zero, sementara Zero hanya berdecak kesal.

.

.

.

Di perjalanan.

Zero membuang baju seragam nya, dirinya saat ini hanya memakai sweater yang ada di mobil nya.

Luqi tak menyalakan lampu penerangan jalan, Lily melarang nya karena takut akan menjadi pemicu Zombie mengejar.

Sekitar 2 jam mobil berkendara, tiba-tiba...

Brukh!

Brukh!

GROAR!!

"I-itu.. " Luqi gemetaran dengan wajah pucat.

Lia dan Zero yang tadinya memejamkan mata pun terbangun, sementara Lily sudah siaga sedaritadi ia tak tidur.

GROAR!

"Itu Zombie? Besar banget! " Kaget Lia.

๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ!

"๐˜ก๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฆ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ 7

๐˜”๐˜ข๐˜น : 30 %

๐˜š๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ต๐˜ฉ : ๐˜›๐˜ช๐˜ฑ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ. "

SYYUH!

BUKH!

Dari mulut zombie itu mengeluarkan angin ke arah mobil, membuat mobil terhempas layaknya mobil mainan.

Beruntung saat mendarat mobil tidak dalam keadaan terbalik, mereka keluar dari mobil karena kondisi mobil sudah tidak memungkinkan untuk bergerak.

"Larii! " Teriak Luqi.

Lily pun di tarik lari oleh Zero.

GROAR!

Tidak hanya ada zombie level 7 itu, tapi ada juga zombie level 2 yang mengejar mereka dengan membabi buta.

Lily tak bisa begini, ia harus menggunakan alat system agar teman-teman nya bisa selamat.

"๐˜›๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ!

๐˜‘๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช, 70 ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช"

Tak ada pilihan lain selain menghindar, jika Lily melawan bagaimana dengan Zero dan teman-teman nya. Sedangkan banyak Zombie level 2 yang mengejar.

BRUKH!

Jimat itu membawa mereka berteleport sejauh kurang lebih 5 Kilometer dari tempat mereka tadi. Beruntung teleportasi mereka ke tempat dengan ada rumah dan sebuah mobil sport. Seperti nya itu rumah orang kaya tetapi tak ada orang, gerbang pun terbuka.

"G-gimana kita bisa ada di sini? " Tanya Lia dengan masih gemetaran.

Luqi menggeleng, ia juga tak tahu. Namun ia menatap Lily, sebelum menghilang ia melihat Lily mengeluarkan sebuah kertas.

"Apakah itu kau? " Tanya Luqi.

Membuat Lia juga menatap Lily.

"Itu... " -Lily.

GROAR! .

Beruntung sebuah Zombie hadir membuat Lily terhindar dari pertanyaan.

Lily menghelai napas lega, ternyata hanya zombie level 1 . Mereka bisa mengatasi nya dengan mudah, terlebih jumat zombie itu yang tidak seberapa.

Singkat nya mereka berhasil mengalahkan zombie itu dan saat ini mereka sudah masuk ke dalam rumah, tidak lupa mereka mengunci gerbang dan pintu kebetulan kunci pun tergantung di pintu membuat usaha mereka lebih mudah.

Mereka duduk di ruang tamu, rasanya lelah sekali tadi berlari-lari. Ya terkecuali Lily.

"Oke, sebelum tidur kita periksa dulu rumah ini. " Ucap Zero dan yang lain mengangguk.

"Luqi dan Lia, periksa apakah ada kunci untuk mobil di depan tadi. Aku dan Lily akan mencari makanan di rumah ini."

Yang lain mengangguk, mereka mulai berdiri dan melakukan tugas nya.

.

.

.

Masih 20 pendukung sih, tapi terimakasih!

Terpopuler

Comments

lisa

lisa

lily kalo nambah kuatanny badany langsung tinggi gk?? btw smangattt๐Ÿ’ช๐Ÿ˜Š

2024-03-05

0

lisa

lisa

i see myself 3nd๐Ÿฅณ๐Ÿฅณyeyy

2024-03-05

1

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

kayaknya musuh Lily makin tangguh

2024-03-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!