Msh eps 19

Setelah menemui Justin, Josh langsung pulang menuju mansionnya, dan juga merindukan Zay yang dari kemaren mereka tak saling bicara,

Disaat Josh di dalam mobil dan sedang menyetir tiba-tiba hp nya berbunyi, lalu Josh memasang headseat ditelinganya dan mengangkatnya.

"Haloo...Tuan....apa nona Zay bersama tuan sekarang??". Ucap Alex di dalam telpon, dan terlihat khawatir

"Zay...? Tidak? Apa maksudmu Alex, kenapa kau menanyakan Zay??".

"Tuan Tadi nona Zay datang kekantor dan mencari tuan, dan maaf saya terpaksa memberitahunya karena nona mengancam Tuan".

Josh hanya memejamkan matanya, menahan sesuatu di hatinya.

"Baiklah". Ucap Josh lalu memutuskan teleponnya

Dan Josh segera menelepon Zay berkali kali tapi tak diangkat, akhirnya josh menelpon elena,

"Halo Tuan". Ucap elena diseberang sana

"Elena.. Apa zay ada dirumah?? tanya josh memastikan

"Nona Zay belum pulang Tuan".

"Baiklah".

Josh langsung memikirkan tempat yang mungkin didatangi Zay, dan langsung membalikkan mobilnya putar arah menuju tempat zay berada.

Beberapa jam berlalu dan Josh sudah sampai ditempat tujuan, Dan benar saja zay sedang berada di Sirkuit pribadi itu, Josh langsung mencari keberadaan Zay, Terlihat Zay ada disana sedang duduk di kursi penonton menatap sunset di sore itu,

Josh terlihat lega Zay berada disini, lalu Josh mendekati Zay,

"Zay.....". Panggil josh dengan lembut

"Josh". Zay langsung menoleh dan tak bisa menahan tangisannya lagi.

Josh langsung memeluk Zay,

"Sebenarnya apa semua ini Josh?? Kenapa Semua orang membohongiku?? Tanya Zay dan masih menangis.

Josh hanya menepuk nepuk punggung Zay dan menenangkannya,

"Tidak apa-apa menangislah.... Setelah selesai lanjutkan berbicara".

Lalu Zay langsung menangis dengan keras meluapkan emosi dan kekesalannya dipelukan Josh,

Setelah selesai Josh mengajak Zay ke Restoran yang berada di dekat pantai,

"Apa kau sudah kenyang??". Tanya josh

Zay menganggukkan kepalanya, kemudian mereka duduk ditepi pasir, dan angin malam yang bertiup cukup kencang menerpa wajah dua insan itu,

"Sekarang bicaralah.., dan tanyakan apa yang ingin kau ketahui".

"Tidak... Aku hanya ingin menanyakan apa dulu kau dan kakakku saling mencintai??"

Josh terlihat terkejut dengan pertanyaan itu, mengingat tadi Justin dan Josh tak membahas perasaan, tapi josh tetap menjawabnya

"Tidak... Aku tidak mencintai kakakmu, begitu juga dengan ziya, dia tidak mencintaiku". Ucap josh

"Apa kau yakin?? Bagaimana kau bisa tahu perasaan kakakku??". Tanya zay

Josh tertawa

"Adik seperti apa dirimu yang tak mengetahui tentang kakaknya?? Haa??". Ucap Josh yang mengacak rambut zay

"Bagaimana aku tahu, kita jarang bertemu dan disaat terakhirnyapun aku tidak tahu". Ucap zay langsung menunduk

"Kakakmu sudah memiliki kekasih waktu itu". Ucap josh, dan zay langsung mengangkat wajahnya

"Benarkah?? Berarti benar semua ini ada hubungannya dengan daddy,,kakakku yang malang".

"Apa kau tak penasaran apa yang aku bicarakan tadi dengan Justin?? Tanya Josh

"Tidak....semua ini tidak ada hubungannya denganmu Aku akan mencari tahu sendiri dan menemui daddyku untuk memberitahukan semuanya".

"Baiklah, berarti aku tak perlu menceritakannya". ucap josh

"Kau sudah terlalu banyak membantu kami Josh".

"Kau tahu, lalu apa kau tak berniat membalasnya..??". Kata josh

Zay terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu,

"Jangan dianggap serius Zay, aku tak menyu..ru..". Josh belum selesai berkata

Tiba-tiba Bibir Josh seperti diterpa benda yang kenyal dan lembut,tapi hangat dan terasa memabukkan, Zay lah yang tiba-tiba mencium bibir Josh,

Josh tak mau tinggal diam dan membalas ciuman lembut itu cukup lama kemudian mereka melepas sebentar dan Zay akhirnya mengungkapkan isi hatinya.

"Aku Mencintaimu Josh, Aku juga Mencintaimu,aku sangat mencintaimu". Ucap Zay

"Aku tahu". Ucap Josh dan langsung menyambar bibir tipis yang menggoda itu, ciuman mereka semakin lama semakin panas, mereka saling melumat bibir bergantian seperti sedang meluapkan semua yang selama ini tertahan di hatinya...

Dan mereka melanjutkan di sebuah hotel dekat Resto itu, tak perlu waktu lama setelah mereka memasuki kamar hotel dan menutup pintunya...

Josh terus menciumi Zay dengan ganas sampai Zay kewalahan, kemudian Josh menggendong zay membawa ke atas ranjang dan tak melepas ciumannya, lalu Josh mengungkung Zay diatas ranjang,

"Zay.... Apa aku boleh melakukannya??? Tanya Josh

Zay hanya menganggukkan kepalanya pelan, dan Josh mulai mencium kening Zay lalu turun ke pipi lalu turun ke bibir dan ke leher, tangan josh sudah bergerilya ke dada lalu turun ke bawah,

"aaahhhh.....". Tanpa sadar Zay mendesah kenikmatan dengan sentuhan Josh.

Dan tak berapa lama mereka melakukan penyatuan, dengan kepunyaan Josh yang lumayan besar Josh sempat kesulitan menembus keperawanan Zay, tapi Josh tak menyerah dan akhirnya.... Terjadilah pergumulan nikmat yang sering disebut kenikmatan surga dunia..

Mereka melakukan berkali kali tanpa henti, hingga fajar sudah menampakkan cahayanya dan mereka baru tertidur...

Pagi yang menjelang siang... di dalam hotel itu terlihat pakaian pria dan wanita ber ceceran...

Zay membuka matanya pelan dan tersenyum mengingat kejadian semalam, lalu zay menoleh kesebelahnya terlihat seorang pria tampan yang masih menutup matanya dengan rambut yang acak2an malah menambah ketampanannya.

Zay tersenyum lagi lalu Zay menyentuh rambut Josh yang acak2an dan Josh merasa ada yang menyentuhnya lalu terbangun Josh tersenyum melihat Zay yang malu-malu dan Zay menarik tangannya tapi Josh sudah menangkap tangan zay lalu mencium telapak tangannya...

"Selamat pagi istriku". Ucap Josh

"Pagi suamiku". Balas Zay dengan malu2.

"ah... Aku akan mandi dulu". Ucap zay lagi

Tapi Zay menghentikan gerakannya setelah dirasa ada yang sakit dan perih,, Tiba-tiba Zay seperti melayang, ternyata dengan cekatan Josh menggendong Zay dengan selimut yang menggulung tubuh Zay.

kemudian Josh menurunkan Zay dibawah shower,

"Kau bisa mandi sendiri kan?? Pakailah air yang hangat untuk mengguyur tubuhmu".

"Iya iya Oke.... Sekarang keluarlah biarkan aku mandi...". Ucap zay sambil mendorong tubuh josh yang besar.

"aaww...kenapa sesakit ini?? Padahal tadi malam tidak kerasa hanya sakit pada awalnya saja". Ucap Zay setelah Josh keluar.

"Akhirnya aku sudah tidak perawan lagi, tapi aku bahagia karena melakukannya dengan orang yang aku cintai". Ucap zay lagi di dalam kamar mandi sendiri sambil menatap dirinya di kaca sebelah shower.

Setelah mereka selesai membersihkan diri masing-masing, mereka pergi ke Resto yang ada di dekat hotel itu untuk sarapan sekaligus makan siang...

"Sayang... Makanlah yang banyak, karena setelah ini tenagamu akan terkuras habis". Ucap Josh

"Iya.... Aku harus kuat untuk menghadapi kemungkinan terburuk apa yang terjadi kedepannya nanti..".

"Bagus"...

"Terimakasih Josh kamu selalu mendukungku". Ucap zay

"Karena aku suamimu sayang,dan kau sudah menjadi milikku seutuhnya". Kata Josh

Zay tersenyum malu-malu menanggapi ucapan suaminya.

"Cepatlah makan setelah ini kita akan kembali ke kota".

Zay menganggukkan kepalanya...

Dan setelah itu mereka kembali ke kota...

Bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!