Di dalam kamar mewah itu zay masih terlelap di atas ranjang king size nya.
"Tok..tok..tok.."
Zay membuka matanya karena merasa terganggu dengan ketukan pintu itu, zay terbangun dan segera membuka pintunya.
"maaf nona menggaggu, saya hanya menyampaikan bahwa nona sudah melewatkan jam makan siang" ucap si pelayan
"haa.. Benarkah? Jam berapakah ini?
"jam setengah tiga sore nona"
"baiklah aku akan turun sebentar lagi"
Pantas saja perut zay sudah keroncongan dari bangun tidur.
Zay menyelesaikan makan siangnya sendirian,dan bertanya tanya kemana perginya si penguasa mansion...
"elena..." panggil zay, elena adalah pelayan senior di mansion josh, dan dipercaya josh untuk membantu keperluannya,termasuk membantu zay yang sudah menyandang nyonya di mansion itu.
"iya..nona, apa ada yang nona inginkan?
"tidak..aku hanya ingin bertanya? Dimana tuanmu itu pergi?
"tuan muda pergi bersama tuan alex nona,,tapi kemananya saya tidak tahu nona".
"baiklah..."
"aku sangat bosan disini sendiri,,elena apa kau mau menemaniku melihat lihat mansion ini?
"dengan senang hati nona"
Elena berjalan dulu dan menunjukkan setiap sudut mansion itu,
saat sampai di kolam renang yang besar, zay menelisik setiap sudut ruangan yang ada disekitar kolam renang itu,pada akhirnya mata zay melihat ruangan kaca yang lumayan besar dan dilengkapi berbagai alat gym,bahkan di dalamnya terdapat perlengkapan muay thai termasuk ring mini di dalam ruangan itu,
Zay memang mendalami muay thai nya, selain bela diri lainnya zay lebih suka muay thai.
Zay berjalan mendekati ruangan itu dan seperti mendapat jackpot, zay langsung tertawa bahagia dan zay tak akan bosan disini.
"tapi aku harus mengganti kostumku" karena saat ini zay memakai dress rumahan yang santai.
Zay langsung berjalan menuju kamarnya meninggalkan elena yang keheranan melihat nona mudanya itu,
Di dalam kamar zay langsung memeriksa kopernya,
"tapi dimana koperku,sepertinya dipindah disana" zay menuju walk in closet yang ada dikamar itu,dan melihat kopernya tapi zay tak menemukan kostum yang dibutuhkan,
"aku akan meminjam punya josh,pasti dia memiliki kostum olahraga.
Zay membuka satu persatu lemari yang ada disana dan tak menemukannya hanya berisi kemeja dan jasnya josh, sampai pada akhirnya zay membuka lemari paling ujung dan menemukan banyak drees wanita dan gaun yang tentunya bukan gaun murahan,
"astaga...apa ini disiapkan untukku? Dan ukurannya memang cocok? Tapi masih ada satu lemari lagi yang belum zay buka,saat zay membukanya zay langsung terperangah tak percaya melihatnya,
"apa lagi ini?? Apa josh tahu aku mengikuti balap liar? Josh apa kau menguntitku??
Yaa di dalam lemari itu adalah kostum yang biasa zay gunakan untuk balap liar nya,seperti celana jeans,hoodie tebal,jaket kulit lengkap dengan sarung tangannya...
"aku tak percaya josh melakukan ini" perasaan zay sudah campur aduk antara gelisah,senang,atau takut kalau josh akan memberitahu ibunya.
"aku harus menemuinya,tidak aku harus menelfonnya dulu,astaga bahkan aku tak tau nomer telpon josh,aku harus menanyakannya pada elena"
lalu zay keluar dari ruangan itu dan akan menemui elena, tapi sebelum zay keluar dari kamarnya, josh sudah masuk ke kamarnya dan mereka saling bertemu.
"kau sudah pulang?" kata zay yang terkejut
josh melihat kegelisahan di raut muka zay,
"kenapa zay? Apa terjadi sesuatu? Tanya josh
"hhmm...aku ingin menanyakan sesuatu?
"katakan"
"apa kau mengetahui banyak tentangku? Maksudku apa kau tahu aku ikut balap liar?" ucap zay lirih di akhir pertanyaan
"apa kau sudah melihatnya?
"hhmm..." zay hanya berdehem sambil menggigit bibir bawahnya.
"tenanglah aku tidah akan menceritakan ke keluargamu"
"jadi bagaimana kau tau? Apa kau menguntitku?
"hahaha..." josh tertawa dengan renyah,sambil menuju sofa untuk duduk, sampai zay terdiam melihat josh yang ternyata bisa tertawa selepas itu,
Zay tersadar dan bertanya kembali.
"apanya yang lucu? Kenapa kau tertawa?
"zay duduklah" lalu zay duduk di sebelah josh
"Apa kau ingat pertemuan pertama kita? Saat kau menabrak mobil kesayanganku dari belakang??
"iya aku ingat..." zay ingat-ingat kembali kejadian itu dan...
"jadi karena aku memakai motor gede? Dan kau mencari tahu tentangku??
"hhemm" bohong josh
"tapi kenapa kau langsung pergi waktu itu? Padahal aku bersedia bertanggung jawab dengan mobil kesayanganmu itu?.
"aku hanya malas saja berurusan dengan gadis ugal ugalan"
"tapi kau mau menikah denganku?? Geram zay sambil memanyunkan bibirnya, terlihat gemas dimata josh.
"karena kau berbeda saat mengenakan gaun,kau terlihat sangat cantik dan manis" goda josh lagi
"ayolah max aku serius"
Zay tanpa sadar memanggil max dan membuat josh tersenyum lagi,
"aku juga serius zay,,teruslah memanggilku seperti itu"
dan entah apa yang terjadi, wajah mereka berdua sudah mendekat dan bersiap untuk berciuman,,tapi kemudian zay tersadar dan menjauhkan wajahnya dari josh,wajah zay sudah bersemu merah karena menahan malu..
Berbeda dengan josh yang merasa kecewa, karena gagal berciuman dengan zay..
Zay jadi salah tingkah sendiri, dan tiba tiba josh mendekap kedua tangan zay,
"Zay.. Kau tak perlu merahasiakan apapun dariku, dan kau bebas melakukan apapun yang kau mau asal kau terus bersamaku" ucap josh.
Bertubi-tubi zay mendapat perlakuan manis josh,sampai membuat zay tak berkutik dihadapan josh.
"Sekarang tidurlah,,aku besok akan mengajakmu ke suatu tempat" ucap josh lagi sambil mengusap kepala zay
Zay hanya mengangguk
"tunggu...kau akan tidur dimana?
"menurutmu?? Tentu aku akan tidur disana". Ucap josh sambil menunjuk ranjang besar itu.
"tapi aku akan ke ruang kerjaku dulu"
"hhmm..baiklah". Zay sambil menganggukkan kepala,dan pergi tidur.
Bersambung__
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments