Msh eps 16

Pagi itu,Di kantor Executive AXel group,

Josh sedang berdiri di depan jendela kaca yang sangat besar, menatap gedung-gedung pencakar langit yang bersanding dengan kantornya, dengan memasukkan kedua tangannya di saku celana.

Josh seperti memikirkan sesuatu, tiba-tiba terdengar ketukan pintu.

"tok..tok...tok..."

"Masuklah" ucap Josh

Alex memasuki ruangan itu dengan membawa beberapa kertas,dan menyerahkan salah satu kertas ke Josh.

"Ini berkas yang anda inginkan tuan" ucap alex

Josh membalikkan badannya dan duduk di kursi kebesarannya, lalu josh menerima berkas itu dan mulai membacanya dengan serius.

"Ternyata Justin menyembunyikan identitas dirinya".

"Iya Tuan..., tapi setelah saya selidiki lebih dalam lagi saya menemukan ini tuan". Kata alex menyerahkan kertas satu lagi

"Smith....?? Jadi nama aslinya Justin Smith, sudah kuduga". Ucap josh, dan meneruskan membaca berkas itu.

Tentu saja josh tahu siapa Smith, keluarga bangsawan,terpandang dan pemimpin dari negara K, selama ini Josh menyelidiki diam-diam keluarga bangsawan itu karena berhubungan dengan daddy nya zay.

"Dan sepertinya Justin mencari tahu tentang anda tuan". Kata alex

"Mencari tahu tentangku?? Ternyata cepat juga dia mengetahui siapa aku..?? Berikan apa yang dia mau alex...!!

"Maaf tuan, apa saya tidak salah dengar..??".

"Kau tidak salah dengar Alex,, Biar Justin tahu siapa aku...!!". ucap josh

"Baik Tuan".

...****************...

Zay menidurkan tubuhnya ke sofa, menatap keatas dan sedang memikirkan sesuatu, seperti ada yang mengganjal dihatinya.

"Apa aku tanya langsung saja pada josh, mengenai hubungannya dulu dengan kak Ziya". Ucap zay bertanya tanya sendiri.

"Tapi bagaimana kalau mereka dulu saling ada perasaan..?? Bingung zay lagi.

"Tidak...aku tidak bisa begini terus,aku harus terus terang dengan perasaanku dan aku akan bertanya pada Josh". Ucap zay sambil mendudukkan badannya, Kemudian zay mengambil hp nya dan segera mencari kontak Josh, tak perlu lama mencari karna nama My Sweet Husband berada di paling atas.

Zay senyum-senyum sendiri melihatnya,, dan saat zay akan memencet gambar telepon di layar hp nya, tiba-tiba tangan zay bergetar Drtt...drtt...drrt

Tertera nama "Sherly cute" disana. Lalu zay mengangkatnya.

"Hallo sherly... Ada apa...?? Kenapa kau mengganggu kesenanganku..". Kesal zay pada sherly

"Oh... Astaga apa kau sedang bersama Tuan Josh sekarang??". Tanya sherly penasaran

"Hilangkan otak mesummu itu sherly, aku sendirian disini, kalau tidak ada yang penting aku akan menutupnya".

"Tunggu..tunggu beeb... Aku hanya ingin menagih janjimu".

Zay mengingatnya dan menepuk jidatnya,

"Maafkan aku beb, aku melupakannya lagi". Ucap zay

"Kau memang selalu melupakanku zay".

"Tidak... Bukan begitu beb... Besook.. aku janji besok akan mengajakmu ke restoran seafood paling enak". Bujuk zay

"hhmm... Baiklah". Ucap sherly lesu

Lalu mereka memutuskan telepon,dan zay melupakan josh si suami manisnya.

Kali ini Josh pulang agak malam, karena banyak yang harus dikerjakan, Josh melihat zay yang sudah tertidur, josh mendekati zay dan mencium keningnya,

"Selamat malam Honey....". Ucap josh lirih

kemudian josh membersihkan diri dan bersiap naik keranjang, tak berapa lama Josh terlelap bersama sang istri.

Pagi itu, setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi.

"Zay.... jangan temui Justin lagi". Ucap josh tiba-tiba, dan merupakan perintah.

Zay mengernyitkan dahinya.

"Sebenarnya apa masalahmu Josh?? Kenapa kau terus melarangku bertemu Justin?? Ucap zay dengan kesal.

"Dengarkan aku kali ini zay".

"Kau tidak memberiku alasan josh... Dan selama ini Justin tidak pernah menjahatiku, tapi banyak membantuku". Ucap zay semakin ngegas.

Tidak mungkin Josh memberitahu tentang Justin, mengingat zay yang belum tahu sebenarnya.

"Aku akan pergi sendiri....!!!". Ucap zay

Zay langsung menyambar tasnya dan pergi begitu saja.

"Zay... Kembali... ZAYY......!!! Teriak josh dengan suara yang meninggi. Dan menahan amarahnya.

"Kau biasanya tak seperti ini zay, apa yang membuatmu begini....??" ucap josh yang keheranan sendiri.

Zay tak menggubris Josh dan langsung pergi begitu saja, dengan menaiki kendaraan umum menuju kampusnya.

"Apa yang membuatmu marah beb..?? Tanya sherly, setiba zay dikampusnya.

"Entahlah... Aku juga bingung pada diriku sendiri, kenapa cepat sekali aku meluapkan emosiku".

"Jadi kau tidak sedang marah kan pada suamimu?? Tanya sherly lagi.

"Yaaa.... dia yang mulai dulu, tapi aku tidak marah dengan apa yang dia katakan". Ucap zay lagi

"Apa yang suamimu katakan beb?? Sehingga kau sampai emosi begini..??

"Dia melarangku bertemu Justin sher....??" kata zay

"Dan Kau kurang peka zay... Sepertinya suamimu cemburu...".

"Tidak... Bukan itu, ada sesuatu yang dia sembunyikan, mungkinkah berhubungan dengan daddy???. Tebak zay

"Kau terlalu banyak berfikir zay, sehingga membuatmu seperti ini".

"Ya.. Aku tahu". Ucap zay

"Apa... Perasaanmu sudah kau ungkapkan?? Tanya sherly lagi

Zay menggelengkan kepala...

"Astaga zay.... Apa yang kau pikirkan?? Mau berapa lama lagi suamimu itu menunggu?? Ingat SU..A..MI...,kalian sudah menikah zay, pantas kalau kalian seperti ini..". Crocos sherly

"Lalu aku harus apa???". Tanya zay,

Sherly langsung menepuk jidatnya, tak habis fikir pada zay.

"Kau harus minta maaf pada suamimu dan ungkapkan semua perasaan yang mengganjal dihatimu..!! Apa kau mengerti zay...".

"Ya.. Akan kucoba".

"Haruuss zay.. ". Ucap sherly sedikit gemas pada zay.

...****************...

Di Negara K. Negara yang lumayan maju, tapi masih banyak yang tradisional di negara itu, orang -orang tua yang masih memakai pakaian jadul, dan tradisi leluhur yang masih mereka ikuti sampai sekarang, makanya banyak mitos-mitos yang masih mereka percayai.

Terlihat laki-laki tua sedang mengendap endap akan keluar dari istana malam itu, seperti ingin menemui seseorang.

Tak berapa lama Laki-laki itu menemui seseorang.

"Pangeran muda bagaimana kabarmu??? Aku terus gelisah memikirkanmu," tanya laki-laki tua itu

"Aku baik-baik paman... Kau bagaimana?? Apa terjadi sesuatu diistana?? Tanya seseorang itu.

Mereka berdua terus mengobrol dan menceritakan apa saja yang terjadi di istana selama Pangeran William tidak ada.

Benar Pangeran William/Michael yang sedang berbincang dengan Kepala pengurus istana kepercayaan Raja Wilson pada masa itu.

Setelah mereka bercerita cukup lama, Michael mulai berpamitan.

"Paman... apa paman sudah menemukan bukti terkait kematian putriku?? Tanya Michael.

Terlihat Paman itu merogoh sakunya, dan memberikan rekaman berbentuk segi panjang kecil pada michael.

"Aku harap ini membantu". Sambil menyerahkan benda itu.

"Terimakasih banyak Paman, aku akan membalasmu suatu saat nanti". Ucap michael

"Hanya ini yang bisa aku bantu pangeran, semoga masalahmu cepat selesai, dan segeralah kembali untuk menyelesaikan kekacauan ini".

"Baiklah, jaga kesehatanmu paman, aku pergi dulu". Ucap michael berpamitan.

Selama ini Michael meminta bantuan pada seorang yang dipanggil paman itu, untuk mencari bukti keterlibatan adik perempuannya.

Bersambung......

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!