Di kantin perusahaan AXel terlihat 2 laki-laki tampan sedang menikmati makan siangnya, siapa lagi kalau bukan Josh dengan Alex asistennya..
Tentu saja 2 orang itu membuat heboh seisi kantin, apalagi Josh yang baru pertama kali datang ke kantin perusahaan.
"Tumben Tuan mengajak makan saya disini??. Tanya alex
"Makanlah....!! Jangan banyak bicara selagi makan". Ucap Josh ketus.
Alex langsung menyadari, mungkin Tuannya sedang bertengkar dengan istrinya, bebetapa menit kemudian mereka sudah selesai makan, dan Jos mengambil tisu untuk mengelap mulutnya.
"Alex... Aku akan menemui Justin, aku tidak sabar mengetahui apa tujuannya mendekati zay, kau atur pertemuannya".
"Baik Tuan". Ucap alex tak banyak bertanya
Dan di sore itu Josh bertemu dengan Justin, disebuah Restoran elit yang ada dikawasan kota Z,
Terlihat justin sudah datang duluan dan duduk ditempat yang sudah dipesan, yang sebelumnya Justin sudah dihubungi oleh Alex, bahwa Tuannya ingin menemuinya,
Tak berapa lama Josh datang dan menyapa Justin.
"Apa sudah lama menunggu?? Tanya Josh.
Justin tak menjawab, dan langsung berdiri melihat Josh datang
"Aku Josh". Ucap josh dengan sombong. Sambil berjabat tangan dengan Justin.
"Ya aku tahu". Ucap Justin singkat.
"Duduklah... Jangan terlalu tegang". Ucap josh
Lalu mereka duduk bersama.
"Apa yang membuat anda ingin menemuiku Tuan josh...??". Tanya Justin
"Ayoolah.... Jangan terlalu formal, bicara santai saja padaku".
"Aku yakin anda sudah mengetahui identitas asli saya, mengingat anda ingin menemui saya".
"Yaa tentu aku tahu, kau Justin kan???".
"Maksudku latar belakangku, anda mengetahuinya kan?? Orang sehebat anda pasti tidak akan sulit mencari identitas asliku". Kata Justin.
"Kau memang harus Cerdas Boy, Karena kau akan menjadi Pemimpin di negaramu". Ucap josh
Justin langsung mengalihkan wajahnya kesamping, tidak suka dengan ucapan Josh.
"Aku tidak menginginkannya, dan masih ada tetua terdahulu yang berhak mendudukinya".
"Maksudmu Michael ?? Pamanmu ??". Tanya Josh keheranan, dan tak menyangka Justin ada dipihak pamannya dan bukan ibunya sendiri.
"heemmm". Justin hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya.
"Lalu apa tujuanmu mendekati Zay?? Aku dengar kau selalu berada didekatnya saat masih SMA??
"Aku hanya ingin menjaganya dari orang jahat". Ucap Justin lagi
Josh semakin penasaran Apa Justin benar-benar tulus atau hanya berkedok,
"Apa ibumu tahu mengenai Zay??".
"Tidak tahu, dan aku tak akan memberitahunya". Jawab Justin lagi
"Lalu bagaimana kau tahu tentang Zay, dan ibumu tidak tahu?? Josh semakin dibuat pusing.
"Karena Ziya...". Ucap Justin lagi
"Aku semakin pusing, kau ceritakan dari awal saja". Kata Josh
"Tepatnya 4 tahun lalu, nenekku sakit keras dan menyuruh ibuku untuk mencari paman michael istri dan anaknya,nenek ingin meminta maaf,dan ingin paman serta keluarganya tinggal lagi diistana,karena nenek merasa bersalah,nenek juga ingin memberikan setengah kekuasaanya pada anak paman michael jika paman mempunyai anak,dan mengangkat paman sebagai Raja,,
Ternyata tak berapa lama ibuku menemukan keberadaan paman tanpa memberitahu nenek, Akhirnya ibu mengajakku ke negara ini untuk menemui paman,
"Aku senang skali waktu itu,karena ternyata aku memiliki seorang paman,tapi ternyata aku salah, waktu itu Ibuku menemui pamanku yang sedang bersama putrinya Ziya,aku tidak tau pasti apa yang dibicarakan ibuku dan paman, mereka meninggalkanku bersama Ziya yang waktu itu sudah berkuliah, aku bertanya dan berbincang dengan ziya.
"hei...."sapa ziya
"Apa kau anak paman itu?? Tanya ku.
Ziya hanya menganggukkan kepalanya,
"aku Justin...Berarti kau saudaraku?? Tanyaku lagi
"Aku ziya....
Saudara?? Bagaimana bisa?
Ziya langsung bingung dan terkejut
"Ibuku adalah saudara ayahmu". Aku bilang
"Benarkah? Aku tidak mengetahuinya, aku nanti akan menanyakannya pada ayahku". Ucap ziya
Justin hanya menganggukkan kepalanya,
"Jadi apa kau sendiri?? Maksudku kau tidak memiliki adik atau kakak sepertiku??
"Aku memiliki adik, dia sangat cantik, sayangnya kau tak bisa bertemu dengannya".
"kenapa?? Tanyaku
"karena dia bersekolah di tempat yang sangat jauh,aku saja sudah merindukannya lagi karena kita jarang bertemu". Ucap ziya
"Oh....
"Jadi kalau kita benar bersaudara, bisakah aku minta tolong padamu??".
"Tentu saja, minta tolong apa?? Ucapku karena aku bahagia bertemu paman dan sekaligus saudaraku.
"Tolong jaga adikku ya suatu saat nanti, adikku sangat manja tapi di baik dan manis". Ucap ziya
"Memangnya kau mau kemana, kenapa tak kau sendiri yang menjaganya??".
"Entahlah... Aku hanya berfikir kita tidak memiliki saudara laki2 yang akan menjaga adik perempuanku, aku lebih lega kalau seorang laki-laki yang menjaganya". Ucap ziya
"Baiklah.. Aku akan menjaganya".
"Kau janji??" tanya Ziya
"Iya aku janji".
Sebenarnya Ziya tak menganggap serius perkataannya, tapi aku sudah menyimpan dalam hatiku,
Dan diperjalanan pulang dari menemui mereka, aku ingin bercerita kalau trnyata aku memiliki 2 saudara sekaligus,tapi ibuku menyelanya
"Justin apa kau tadi bicara dengan anak paman michael?? Tanya Lucy
"Iya buu aku tadi berbincang deng....". Justin belum selesai bicara.
"Jangan lagi menemuinya, kalau perlu tidak usah kenal lagi dengan keluarga pamanmu itu,
"Aku kira William tak memiliki anak,ternyata dia memiliki seorang putri". Ucap lucy
"Apa maksudmu bu??". Tanyaku
"Kau tahu jika aku membiarkan anaknya hidup, dia akan merebut posisimu dan akan menguasai harta keluarga Smith".
"apa ibu bercanda??
"Aku serius Boy.. Tapi aku akan melihat jika dia mengikutiku dengan baik aku akan membiarkannya".
Waktu itu aku sangat tidak menyangka bahwa ibuku adalah wanita yang jahat dan serakah,dan akhirnya aku mengurungkan niatku untuk memberitahu tahu bahwa paman Michael memiliki 2 putri, dan aku selalu menutupi keberadaan Zay,
Sejak itulah aku berniat untuk menjaga zay dan memutuskan tinggal disini.
"Lalu apa ibumu tidak melarangmu??" tanya Josh setelah mendengar cerita yang panjang
"Tidak.. Aku beralasan kalau aku menyukai tempat ini, dan aku berjanji akan belajar lebih giat disini untuk menjadi Pemimpin ,terlebih aku tinggal ditempat yang lumayan jauh dari tempat tinggal paman,dan ibuku menyetujuinya mengingat negara ini adalah negara yang maju dengan pendidikannya".
"Oke aku paham sekarang". Ucap Josh
"Jadi... Apa kau sudah mempercayaiku??".
"Entahlah... Aku akan melihatnya nanti". ucap Josh yang masih ragu.
Justin hanya bisa menghembuskan nafasnya.
Dan tak disangka ternyata Zay mendengar semuanya, dan zay langsung terduduk dilantai mendengar semua cerita itu, dan setelah itu Zay langsung pergi entah kemana.
45 menit yang lalu,Ternyata Zay mendatangi Kantor Josh dan menanyakan keberadaan Josh, awalnya Alex tak mau memberitahu, tapi Zay mengancam akan kabur dari Mansion jika Alex tak memberitahunya, dengan terpaksa Alex memberitahu zay, dan Zay langsung menyusulnya takut kalau mereka berkelahi,
Tapi Zay malah mengetahui sebuah rahasia yang menyangkut dirinya.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments