Msh eps 7

Setelah 45 menit perjalanan,mobil yang membawa zay dan josh sudah sampai di depan gerbang mansion milik josh.

"Waah....". Kekaguman zay melihat mansion josh yang megah,bahkan jauh dibanding mansion daddynya zay dulu,

Terlihat juga beberapa bodyguard beserta anak buahnya disana yang menjaga mansion josh,sebagai pebisnis yang sukses jelas josh memiliki musuh atau pun pesaing di dunia bisnisnya,dan tak sedikit para konglomerat memiliki bodyguard handal,tak terkecuali josh meskipun josh juga sangat handal dalam bela diri,tapi tetaplah josh membutuhkan anak buah yang bisa diandalkan.

Di depan pintu mansion yang tinggi dan besar, terlihat beberapa pelayan yang sudah menundukkan kepalanya,menandakan sang penguasa mansion sudah tiba.

Josh turun dari mobil dan memasuki mansion mewah itu diikuti alex dan zay dibelakang..

"zay pergilah dulu ke kamar, aku akan keruang kerja" ucap josh pada zay

dan zay menganggukkan kepalanya.

"alex panggil kan pelayan untuk mengantar zay ke kamarnya,setelah itu ikuti aku ke ruang kerja" perintah josh pada alex

"baik tuan"

Zay berada di depan kamar utama mansion itu setelah diantar salah satu pelayan.

"jika membutuhkan sesuatu nona bisa memanggil saya" ucap pelayan itu sambil menundukkan kepalanya

"iya.. Terima kasih,tapi bagaimana aku bisa memanggilmu? Tanya zay pada pelayan.

"panggil saya elena nona" jawab pelayan lagi

"baiklah, aku akan masuk dulu"

pelayan itu menundukkan kepalanya dan pergi, semua penghuni mansion sudah mengetahui kalau tuan muda mereka sudah menikah, dan akan pulang hari ini membawa nona muda.

Mansion ini adalah milik josh sendiri,sejak datang dari luar negeri josh memilih tinggal sendiri, dibandingkan tinggal dengan orang tuanya,karena josh sudah terbiasa sendiri, dari masih senior high school josh sudah diluar negeri dan itu menjadikan josh seorang yang mandiri, tanpa tau kalau orangtuanya juga kesepian tanpa josh.

Di ruang kerja josh sedang sibuk dengan berkas berkasnya,dan menandatangani berkas yang sudah dipilih dan layak untuk kerja sama dengan AXel group.

"aku sudah selesai,bisakah kau menyingkirkan berkas-berkas ini dari hadapanku??

"baik tuan, saya akan membawa berkas berkas ini ke kantor"

"dan ingat jangan menggangguku lagi,aku akan menemui istriku" ucap josh dan langsung melenggang pergi.

"astaga tuan,bahkan nona muda belum terlalu mengenalmu,tapi tuan sangat ngebet sekali dengan nona muda" ucap alex dalam hati tentunya,sambil menggeleng geleng kan kepalanya.

Zay memasuki kamar utama yang mewah dengan nuansa berwarna putih dan abu-abu,

"kamar ini sangatlah luas,tunggu apa ini kamar josh? Zay langsung memeriksa setiap sudut kamar dengan teliti membolak balikkan badannya, dan bola matanya berhenti saat melihat bingkai foto di meja sebelah ranjang besar itu.

foto josh kecil dengan kedua orang tuanya

"gak salah lagi ini kamar josh,tapi apa aku harus sekamar dengannya? Tidak aku belum siap" dan zay melihat koper dan barang-barangnya sudah dipindahkan ke kamar ini.

"oh...astaga" zay sambil menepuk keningnya dengan satu tangannya,

"aku harus meminta bantuan pelayan untuk memindahkan ini,dan pindah dari kamar ini, tak apa apa aku tidur di kamar pelayan yang penting tak sekamar dengan pria dingin itu" omel zay pada dirinya sendiri.

saat zay mau keluar dari kamar itu,

"bruuk..." pas di depan pintu kepala zay seperti menabrak sesuatu yang besar.

"aaah..."zay sambil memegang kepalanya,dan mendongak ke atas,

"ternyata aku menabrak dada bidangnya,aw... Kenapa sakit,seperti menabrak besi saja"

"kau tak apa-apa? Tanya josh

"dadamu seperti besi"

"maaf aku tak sengaja, memangnya kau tadi mau lari kemana?

"aku mencari pelayan untuk memindahkan barang-barangku"

josh mengernyitkan dahinya.

"kau ingin pindah kamar?? Jangan coba-coba zay kau adalah istriku"

"tapi aku tak mau sekamar denganmu"

"apa yang kau takutkan? Apa aku seperti pria cabul dimatamu?

"emmm... Aku hanya...." zay belum meneruskan kata-katanya josh sudah menarik tangan zay untuk masuk kamar dan mendudukkan di sofa kamar itu.

"zay aku akan menunggumu sampai kau merasa nyaman denganku? Apa kau mendengarkan? Ucap Josh sambil menyelipkan rambut zay ketelinga kirinya.

Zay hanya menganggukkan kepalanya,terpesona sesaat melihat wajah tampan josh,

"zay.." panggil josh yang kedua kalinya.

"eh...iya" zay salah tingkah dengan perlakuan josh.

"kamu bilang ada yang ingin kau tanyakan padaku? Apa itu? Tanya josh mencairkan suasana,

Zay berfikir dan zay baru ingat,zay akan menanyakan tentang kakaknya.

"apa kau mengenal kakakku? Basa basi zay,tidak mungkin zay langsung to the poin mengenai kakaknya.

Tapi josh sudah menebaknya zay akan bertanya tentang kakaknya,

"ya.. Aku mengenalnya"

"dan kau bertunangan dengannya?

"lebih jelasnya belum, karena sebelum itu terjadi kakakmu sudah..." josh berhenti melihat mata zay yang mau menangis.

"zay... Apa kau percaya dengan apa yang kamu lihat waktu itu?? Tanya josh

"ya..aku mempercayainya, aku membaca di surat kabar waktu itu,bahwa yang membunuh kakakku adalah tunangannya". Zay sambil mengingat waktu itu.

Josh menghembuskan nafasnya,dan sudah menebaknya.

"zay apa kau percaya kalau ada orang yang menjebakku??

"maksudmu seseorang menjebakmu? apa itu musuhmu? Lalu kenapa kakakku yang menjadi korban? Tanya zay beruntun

"tepatnya...karena keluargaku membantu daddymu"

"daddy?? maksudmu musuh daddyku??"

Zay semakin pusing dibuatnya.

"hhmm...dan daddymu masih mencari tahu dan mencari bukti tentang meninggalnya kakakmu"

"kau mengetahui semuanya?? Tolong ceritakan padaku yang kau tahu". Mohon zay pada josh

"hanya daddymu yang berhak menceritakan semua zay"

"jadi kau tak mau bercerita? Biarkan aku menemui daddyku sekarang" zay sambil berdiri dan bersiap untuk pergi.

"tidak sekarang zay" josh sambil menarik tangan zay dan jatuhlah zay di pangkuan josh

Zay langsung berdiri dari pangkuan josh dan josh menariknya lagi,dan mendekap pinggang zay.

"apa yang kau lakukan? Marah zay

"zay bisakah kau tenang dulu? Percayalah pada daddymu?

zay terdiam,dan josh menggendong zay menuju ranjangnya.

"istirahat lah zay, aku akan mengantarkan ke daddymu nanti" ucap josh dan mencium kening zay.

Zay terpaku lagi dengan perlakuan josh

"kenapa dia menciumku? Dan kenapa aku tak bisa berkutik saat bersamanya? Oh zay sadarlah...".

bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!