Josh terlihat duduk di singgasananya, dan menatap handphone nya dengan cemas berharap zay akan menelepon, jika sudah menyangkut zay hilang sudah kesabaran josh,
Josh segera menelepon alex.
"Halo... Alex kau dimana??
"Saya berada di lobi bawah,menemui clien Tuan".
"Bersiaplah aku akan menjemput zay"
"Tapi tuan...." tuuutt.... Josh sudah mematikan teleponnya.
"Ya Tuhan aku bisa jantungan lama-lama, bahkan aku belum menyelesaikan yang ini". Sebal alex dalam hati.
Mau tidak mau Alex harus membatalkan pertemuan itu, padahal 10 menit yang lalu Josh sendiri yang menyuruh alex untuk menemui cliennya itu, dengan alasan josh memiliki urusan yang lebih penting,tapi ya itulah josh semaunya sendiri.
Diperjalanan Josh mencoba menghubungi zay tapi tak ada jawaban, terlihat raut cemas di wajah josh dan alex melihatnya.
"Apa terjadi sesuatu dengan nona zay, Tuan??". Tanya alex
"Entahlah... Aku tak bisa menghubunginya". Jawab josh.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan kampus zay, terlihat sepi apa para mahasiswa itu sudah pulang atau sedang ada kelas?
Kemudian josh turun dan mencari zay,tapi tak terlihat dimanapun,sampai tiba diujung kampus di bawah pohon yang rindang terlihat 2 gadis yang terlihat serius,
awalnya josh langsung mau menemui zay,tapi josh menghentikan langkahnya dan mendengar semua cerita zay, sampai saat terdengar zay menangis.
Josh hanya mendengar dan menatap mereka,terdengar jelas mereka bercerita meski dari kejauhan,
Hingga sudah tak terdengar tangisan lagi,baru josh mendekat.
"eekhemm... Maaf apa aku mengganggu kalian?? Tanya josh pura-pura tak tau.
Zay dan sherly langsung terkejut, dan langsung mengusap sisa air mata mereka.
"Josh kau disini..??? Tanya zay
"Ya..aku baru saja tiba". Bohong josh, karena tak mau zay terlihat malu.
"oh.. Iya.. Perkenalkan ini sahabatku sherly dan sherly perkenalkan ini suamiku".
"Senang bertemu denganmu sherly". Ucap josh
"Sungguh kehormatan bagi saya bisa berkenalan langsung dengan anda tuan". Balas sherly sambil menundukkan kepala.
"Tak perlu formal seperti itu, kau orang terdekat istriku, jadi anggaplah juga aku seperti temanmu".
"ya.. Terima kasih tuan". Ucap sherly lagi.
Tak berapa lama datanglah alex,dengan ngos ngosan habis berlari,seperti orang yang dikejar anjing rabies.
"Tuan apa anda baik-baik saja??. Tanya alex khawatir, karena sudah lama josh pergi, dan akhirnya alex memutuskan menyusul.
"Apa yang terjadi alex? Kanapa kau berlarian seperti itu?. Tanya zay
Sebelum menjawab pertanyaan zay, alex menoleh ke josh, dengan isyarat josh menggelengkan kepala pelan, alex paham bahwa dia tidak boleh mengatakan yang sebenarnya.
"Tidak apa-apa nona, saya hanya mengira tuan tersesat?". Jawab alex.
"Tidak mungkin tuanmu tersesat di tempat kekuasaannya sendiri alex". Jawab zay lagi
Alex dan josh hanya tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya mendengar perkataan zay.
Disini pertemuan pertama Alex dan Sherly, mereka saling bertatapan dan zay menyadari sambil tersenyum.
"Perkenalkan ini sherly sahabatku alex". Ucap zay pada alex.
"Perkenalkan aku Alex". Ucap alex sambil berjabat tangan dengan sherly.
"ee...iya..." ucap sherly sambil malu-malu.
"Alex ini asisten Josh sherly,tapi juga jadi supir,tapi..kadang juga membantu pekerjaanmu di kantor josh, jadi sebenarnya apa pekerjaan alex, josh??? Tanya zay pada josh bingung, padahal niat awalnya mau memberitahu sherly tentang alex.
Mereka bertiga tertawa mendengar zay berceloteh, zay sudah terlihat ceria bersama mereka.
"Zay disini sudah sepi, apa kau tidak ingin pulang ?? Apa mau tetap disini mendengarkan aku menceritakan tentang alex?? Jawab Josh
Zay dan sherly langsung menoleh ke kanan kiri, mereka tidak sadar kalau sekitarnya sudah sepi dan hanya menyisakan beberapa mahasiswa disana.
"Astaga... Aku akan mendengarkan ceritamu dirumah,Ayo kita pulang sekarang..". Ucap zay sambil menarik tangan josh...
"Sherly ayo ikut bersama kami,alex akan mengantarmu, iya kan josh??. Ucap zay sambil memohon pada josh
Josh hanya berdehem dan menganggukkan kepalanya.
"Lain kali saja zay, aku belum mau pulang masih ada urusan lain, pulanglah..". alasan sherly menolak ajakan zay, sherly juga masih canggung dengan mereka.
"Baiklah...aku akan menghubungimu nanti".
Jawab zay sambil melambaikan tangannya.
"Oke.."
Didalam mobil, zay dan josh terlihat bahagia,sambil melemparkan senyum,di dalam perjalanan mereka terus mengobrol.
"Zay apa kau sudah makan siang??
"sepertinya belum,aku melupakan makan siangku lagi..". Jawab zay.
"Kenapa kau terus melupakannya?? Bagaimana kau akan kuat balas dendam jika seperti itu??.
"Alex berhenti di Restoran depan". Perintah josh pada alex.
"Baik tuan".
Mobil berhenti dan mereka memasuki Restoran seafood itu,di tengah mereka makan zay mengingat sesuatu.
"Josh... Kau pernah bilang mau mengajakku ke suatu tempat?? Apa kita akan kesana sekarang??
Josh menghentikan makannya, josh berfikir ini bukan waktu yang tepat, mengingat zay tadi meluapkan emosinya, tentu saja menguras energinya.
"Tidak sekarang,aku akan mengajakmu nanti setelah kau banyak makan dan berenergi". Jawab josh.
Tentu saja otak mesum zay keluar,dan berfikir negatif tentang josh.
"Kalau begitu tidak usah pergi saja". Ucap zay tiba-tiba. Sambil tersenyum yang dipaksakan.
Josh langsung mengernyitkan dahinya,melihat ekspresi zay dan mengetahui otak mesum zay,
"Cetaakk" josh menjitak dahi zay
"Aww....,". Pekik zay sambil memegang dahinya
"Aku membersihkan otakmu yang mesum itu". ucap josh.
Zay langsung memanyunkan bibirnya sambil mengusap usap dahinya.
"Bagaimana dia bisa tahu isi otakku? Apa dia dukun?" ucap zay dalam hati.
"Si..siapa yang otaknya mesum?". Bela zay, tak mau mengakui.
"Isi otakmu itu mudah ditebak Nyonya Axel..". Balas josh.
wajah zay langsung bersemu merah mendengar josh memanggilnya dengan sebutan itu.
"Bahkan aku juga mengetahui isi dalam hatimu". Ucap josh lagi.
Lagi zay seperti tak bisa berkutik dihadapan josh.
"Astaga.. Apa dia mengetahui kalau aku juga menyukainya,apa aku terlalu jelas memperlihatkan,tapi aku belum pernah mengungkapkannya, bagaimana dia bisa tau??" Zay bertanya tanya sendiri didalam hatinya.
Padahal Sudah jelas orang yang melihat,akan mengira mereka pasangan, dengan zay tidak menolak ajakan josh saja sudah terlihat bahwa zay juga menyukainya.
Itulah kepolosan zay yang belum pernah merasakan pacaran dan baru pertama kali jatuh cinta,zay mengira jika sudang saling mengungkapkan itulah yang sudah resmi jadi pasangan, meski mereka sudah menikah mereka belum pernah mengungkapkan satu sama lain.
Bersambung....
Like nya ya man teman, penyemangat author...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments