Msh eps 15

Di pinggiran kota Z, Di hamparan lahan yang luas dan di keliling pantai di pinggirnya, itulah lokasi Sirkuit balap itu berada,

Terlihat dua orang sedang bertanding dengan sangat Keren, setelah beberapa putaran akhirnya mereka berhenti di sebuah kontainer besar yang disulap menjadi markas, dengan beberapa perlengkapan untuk perawatan motor-motor besar itu.

"Aku bisa mengalahkanmu josh". Ucap zay sambil membuka helm besarnya itu.

"Ya... Tentu saja kau hebat zay". Ucap josh memang sengaja mengalah, josh tidak mau kalau sampai zay terjatuh, mengingat zay baru pertama kali menaiki motor besar itu.

"Tapi aku sedikit kesulitan karena baru pertama". Ucap zay lagi

"Nanti kau akan terbiasa". Kata josh sambil tersenyum

Karena biasanya zay memakai motor biasa dan bukan motor khusus waktu mengikuti balapan liar dulu.

Kemudian Mereka duduk di tengah-tengah kursi penonton yang berada di atas,sambil memandang laut lepas yang jauh didepan mata mereka.

"Terima kasih.. Josh kau selalu membuatku bahagia".

"Tentu saja... aku suamimu, dan ingat jangan pernah mengikuti balapan liar lagi, kesinilah jika kau ingin balapan, karena bukan hanya kau sendiri yang bertanggung jawab atas nyawamu sekarang, tapi aku juga, apa kau mengerti..?? Kata josh, yang tentu saja sudah menyiapkan dokter si sirkuit itu.

"Iya Tuan muda Max,aku mengerti". ucap zay sambil bergidik ngeri, karna josh menyebut nyawa.

"tunggu apa ini janjimu waktu itu, ingin mengajakku ke suatu tempat?? Dan kau bilang aku harus berener..gi...??? Tanya zay lirih diakhir kalimat

"heemm,dan kau berotak mesum". Ucap Josh

"Astaga.... Aku tak memikirkannya".

"Sekarang Ceritakan... Bagaimana bisa gadis sepertimu bisa menyukai balapan....?? Tanya josh

"Kau ingat Justin?? Ya...aku mengikuti justin, dan dia yang mengajariku waktu SMA.

"Dia lagi..?? Bagaimana bisa kau berteman dengannya..?? Cecar josh merasa geram.

"Entahlah... aku ingat waktu itu dia selalu mengikutiku, dan akhirnya kita berkenalan".

"Apa dia menguntitmu???" tanya josh lagi semakin curiga pada justin.

"Bukan... Dia mengikutiku karena ingin berkenalan denganku"..

"Teruss..".

"Terus kita berteman, pada suatu hari aku melihat justin balapan dan terlihat keren, lalu aku mengikutinya, aku berfikir mungkin jika aku ikut balapan, aku juga akan terlihat keren, hehe... Konyol ya...??". kata zay

"Aku tak menyangka kau dulu sekonyol itu, teruskan, bagaimana si justin itu mengajarimu..?". Tanya josh lagi, yang terus menyelidiki justin.

"Awalnya dia tak mau mengajariku, tapi aku terus merengek padanya, dan akhirnya dia mengajariku setiap hari dan sesekali mengajakku balapan, tapi suatu hari dia mengingatkanku jangan coba-coba mengikuti balapan liar seperti apa yang dia lakukan, dan menyuruhku melakukannya disaat aku lagi terpuruk, sedih atau ingin meluapkan sesuatu,maka hatiku akan lega,ya seperti pelampiasan,kira-kira seperti itulah". Cerita zay yang panjang

"Justin menyuruhmu begitu?? Apa dia tak tahu kalau itu berbahaya..??.tanya josh

"Entahlah....dan sepertinya Justin sendiri juga begitu".

"Dan kau mempraktekkannya setelah kematian kakakmu".

Zay langsung terkejut dengan ucapan josh,tanpa disadari zay membuka rahasianya sendiri.

zay langsung terlihat sedih dan menangis, tentu saja josh langsung memeluknya, entah apa yang membuatnya sedih,mungkin zay teringat kakaknya.

"Sekarang ada aku zay, kau bisa meluapkannya padaku kau bisa cerita padaku apapun itu, tak perlu melampiaskan pada apapun atau siapapun". Kata josh menenangkan zay

Terdengar tangisan zay semakin keras, zay hanyalah gadis manis yang lembut tak jauh dari sifat kakaknya,terlebih zay adalah keturunan bangsawan, tapi zay menyembunyikan sifat aslinya dengan cover gadis nakal, biar tidak mudah ditindas dan bisa melawan saat dirinya dalam bahaya, siapa yang akan melindunginya, bahkan daddy nya jarang menjenguknya, itulah yang difikirkan zay.

Josh masih memeluk zay dan mengusap air mata zay yang terus menetes.

"Josh kenapa kau begitu baik padaku..?? kau memberiku semuanya yang aku butuhkan, dan yang tak pernah kubayangkan sekalipun".

Josh menangkupkan tangannya ke wajah zay dan mengusap usapnya.

"Apa kau ingin tahu??? Tanya josh

Zay menganggukkan kepalanya.

"Karena aku Mencintaimu Zay... I Love You....!!". Ucap josh lembut.

Lalu Josh mencium bibir zay dengan lembut dan sayang...

Terlihat matahari sudah ingin menenggelamkan dirinya, terlihat indah sunset sore itu apalagi disuguhi dua orang insan yang sedang berciuman yang menambah keindahan sunset kala itu....

Setelah cukup lama mereka berciuman, Josh melepaskan ciuman itu dan tersenyum...

Zay melihat senyuman indah itu, tapi zay jadi ragu apakah sekarang waktunya dia membalas perasaan josh, tapi zay tak mau serakah, zay sudah sangat bahagia dengan apa yang diberikan josh selama ini.

"Zay... Apa kau mau menerimaku,setelah mengetahui semua tentang daddy dan kakakmu..?? Tanya josh tiba-tiba.

"Ya.. Sepertinya". Ucap zay singkat

"Aku sudah menerimamu josh, tapi aku masih berat mengungkannya". Ucap zay dalam hati.

"Aku akan mempertemukanmu dengan daddymu secepatnya". Ucap josh.

Zay hanya menganggukkan kepalanya, karena zay juga penasaran.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, terlihat zay sedang menuju kamar mandi dan josh menunggunya di dalam mobil dan memegang handphone nya ingin menelepon seseorang.

"Haloo...alex...".

"Iya tuan, ada apa???" jawab alex diseberang sana

"Aku ingin kau mencari tahu tentang justin". Ucap josh.

"Justin siapa tuan?? Sepertinya rekan bisnis anda tidak ada yang namanya Justin".

"Dia temannya zay waktu SMA sepertinya dia dari luar negeri, cari tahu dari negara mana dan apa tujuannya mendekati zay".

"Baik tuan...maaf Tuan apa ada informasi lain lagi mengenai jus.....". Tuuutt belum selesai alex bicara sudah dimatikan oleh josh

Josh langsung mematikan hp nya melihat zay keluar dari toilet, kemudian zay memasuki mobil dan mereka melanjutkan perjalanannya.

...****************...

Ditempat lain masih di kota Z, Di apartemen mewah terlihat seorang laki-laki muda usia 21 tahun sedang menelepon seseorang.

"Haloo...Bagaimana?? Apa kau dapat informasi...". Tanya laki-laki muda itu

"Iya tuan sepertinya nona Zara sudah memiliki suami". Jawab pria di dalam telepon.

"Suamii...?? apa ada informasi lainnya??

"tidak ada tuan, saat ini hanya itu yang bisa kami sampaikan".

"Cari tahu siapa suaminya". Perintah laki-laki muda itu lagi

"Sepertinya Suami nona Zara bukan orang sembarangan tuan, dan kami kesulitan untuk melacaknya,". Ucap pria dalam telepon lagi

"Cari cara lain... Aku sudah membayarmu mahal jangan sampai mengecewakanku".

"Baik tuan.. Kami akan bekerja lebih keras lagi"..

Lalu laki-laki itu memutuskan teleponnya,

Ya..benar....Justin...lah laki-laki itu, tapi apa hubungannya dengan zay..??

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!