Msh eps 12

Di Rumah minimalis yang terdapat banyak tumbuhan dan bunga di sekitarnya,terasa nyaman dan sejuk,Dikediaman mommy zay, tepatnya di kios bunga milik sania, Michael mendatangi perempuan yang masih menyandang sebagai istrinya itu.

"Michael..? Lirih sania lalu membuka pintu kaca yang bertuliskan OPEN itu,dan mempersilahkan michael masuk.

"Sania.. Apa kabarmu??. Tanya michael.

"Aku baik,kau bagaimana michael??"

"Aku juga baik....,Sania aku kesini untuk minta maaf padamu,beribu maaf takkan cukup untuk kuucapkan padamu".

"Sebenarnya apa yang terjadi mick? Apa yang kau sembunyikan dariku?? Tanya sania, merasa ada yang tidak beres sejak kematian Ziya,bahkan sebelum ziya meninggal, sania sudah merasa ada yang janggal pada suaminya, tapi michael tidak pernah cerita.

"Aku akan menceritakan semuanya padamu, karena aku merasa Zay sudah aman,aku hanya tinggal melindungimu saja". Ucap michael

Sania semakin bingung dibuatnya,mengira zay dan josh dijodohkan atas dasar pertemanan Michael dan barrack.

"Tapi aku mohon,tenangkan hatimu dulu aku tidak mau kalau kau sampai terkejut", ucap michael lagi, karena sania memiliki masalah jantung sejak kematian ziya,memendam masalahnya semua sendiri mungkin itulah penyebabnya.

"Iya....mulai berceritalah aku akan mendengarkan".jawab sania,yang memiliki sifat sabar, penurut dan lembut yang diturunkan ke ziya.

"Apa kau ingat tentang negara K..?? tanya michael.

"Tentu saja, itu kampung halamanku..".

"Kau juga ingat Pemimpin negara K saat itu??

"Ya...Tentu...Raja Wilson Smith". Jawab Sania lagi

"Dia adalah ayahku sania". Ucap michael sambil menahan nafas antara,gugup,takut bagaimana tanggapan sania.

"Apa maksudmu Michael?? bahkan namamu tak terdaftar smith?? sania berucap dengan kegugupan,keterkejutan,ketakutan jadi satu.

"Itu bukan nama asliku sania, nama asliku William Smith...??"

sania semakin terkejut,dan memegang dadanya yang terasa nyerii.

Michael dan Sania memang berasal dari negara K,mereka bertemu di negara K yang masih memakai sistem kerajaan di pemerintahannya,dan pemimpin tertinggi adalah Raja.

___William mengingat saat pertama kali bertemu dengan sania, di sebuah desa kecil dan dihamparan taman bunga, michael langsung tertarik pada sania,dan memperkenalkan diri sebagai Michael, karena tidak mau rakyatnya mengetahui identitasnya saat william berbaur dengan mereka, William juga jarang memperlihatkan diri di media atau di khalayak umum,sehingga jarang orang yang mengetahui dirinya.

William juga orang yang sangat bijaksana, hangat dan baik,tidak pernah menyombongkan apa yang dimilikinya pada waktu itu, berbeda dengan adik perempuannya yang berbanding berbalik sifatnya dengan william___

Dan disaat sania sudah mulai membaik, sania ingin meneruskan michael bercerita.

"Apa tidak apa-apa aku meneruskannya??

"iya...aku sudah tidak apa-apa". Jawab sania.

Akhirnya Michael bercerita semuanya dari awal hingga akhir, dan tentu saja Sania menangis sesenggukan,apalagi michael sudah membohonginya sejak awal.

"Lalu kapan kau akan menceritakannya pada zay?? Cecar sania,yang masih tak percaya dan marah pada michael.

"Aku akan segera memberitahunya tapi dengan bantuanmu juga sania, mulai sekarang tinggallah bersamaku..?". Ajak michael.

"Tapi untuk sekarang biarkan aku sendiri dulu mick..". Ucap sania, ingin menenangkan diri dan mencerna semua cerita michael, seperti mendapat jawaban dengan apa yang terjadi selama ini.

"Baiklah,,aku akan menjemputmu lagi nanti". Ucap michael yang masih menemani sania.

...****************...

Di Mansion mewah itu terlihat sepasang suami istri sedang berdebat tentang kostum mana yang akan dipakai.

"Aku akan memakai ini josh". Ucap zay sambil memegang celana ketat pendek dan bra sport yang memperlihatkan perutnya.

"Tidak...,kau akan memakai ini". Ucap josh tak mau kalah, sambil menunjukkan celana ketat tapi panjang dan kaos oblong..

"Atau kau tak akan berlatih hari ini". Ucap josh lagi.

Akhirnya zay mengalah dan hanya mengambil kaosnya saja.

"Oke... Aku akan memakai ini, kau Puas??? Balas zay sambil mengambil kaos oblong itu, dan meninggalkan celananya. josh hanya trsenyum melihat kelakuan zay.

Josh hanya membayangkan bagaimana josh akan melatih zay dengan pakaian seperti itu, yang ada josh akan menelan ludahnya sendiri dan tidak fokus.

Yaa..Mereka akan berlatih muay thai tentunya Josh yang akan mengajari zay, terlihat dari tubuh josh yang atletis dan terawat, zay yakin kalau Josh pasti jago muay thai apalagi sudah ada tempat berlatih dan perlengkapannya.

Hampir satu jam mereka berlatih, dan josh memberitahu dan memperbaiki kesalahan-kesalahan tekhnik yang dipakai zay.

"Kau masih terlalu pemula girl". Ucap josh sambil mengacak rambut zay.

"Yaa.. Aku baru satu tahun mendalaminya, tapi aku yakin jika giat berlatih aku pasti lebih hebat darimu". ucap zay yang percaya diri.

josh hanya mengiyakan dan mengangguk sambil tersenyum..

"Kau harus banyak makan dan giat berlatih jika mau hebat".

"Tentu saja, akan aku lakukan semua itu". Ucap zay semangat.

Waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam, Josh dan zay bersiap turun untuk makan malam.

"Apa kau tak ingin makan diluar?? Tanya josh

"Entahlah... Aku lagi gk mood, dan gak ingin keluar, sepertinya masakan rumahan lebih enak".

"Apa yang membuatmu badmood??

Zay tak menjawab, hanya sedikit kepikiran tentang keluarganya yang rumit.

"Baiklah ayo makan dirumah, aku akan masak buatmu". Ucap josh lagi

"Benarkah?? Kau bisa memasak??

"Tentu".

Didapur terlihat sepi,entah dimana perginya para pelayan, mungkin josh sudah mengusirnya atau menyuruh mereka tidur duluan.

Terlihat Josh yang memakai celemek, terlihat sangat tampan membuat zay menyangga dagunya, dan melihat aksi josh memasak.

Beberapa menit josh menyelesaikannya dan bersiap untuk makan,mereka duduk berdua di meja makan yang besar.

"Makanlah". Ucap josh

Zay mengangguk dan memulai makan.

"hmmm.... Apa kau seorang chef juga josh??

Josh hanya tersenyum.

"Makanlah yang banyak zay". Josh berucap

Dengan mulut yang penuh makanan,zay hanya mengangguk anggukan kepalanya.

"Ahh...kenyangnya". Ucap zay sambil mengelus elus perutnya,

Zay berjalan memasuki kamar dan saat zay mau menutup pintu kamar tiba-tiba pintu ditahan oleh josh,

"Apa kau mau meninggalkan ku disini??

"ah.... Aku kira kau akan keruang kerja dulu". zay beralasan,karna belum siap satu kamar.

Josh sudah berada diranjang dengan menyandarkan tubuhnya sambil membaca buku.

"Mau sampai kapan kau duduk disitu?? Kemarilah... Aku hanya akan memelukmu tak lebih". Cicit josh

Zay akhirnya mendekat dan dipeluk oleh josh.

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!