Pagi ini terlihat sedikit mendung,sehingga matahari malu-malu menampakkan sinarnya,
Zay terbangun pagi-pagi sekali, Zay mengingat tadi malam dirinya terlalu gelisah dan memikirkan bagaimana zay harus tidur seranjang dengan josh, padahal waktu dihotel mereka juga tidur seranjang tapi tanpa sepengetahuan zay.
Zay merasa tadi malam hanya tidur sendirian,
"Tidur dimana dia semalam? Gumam zay
Lalu zay keluar dari kamar dan menuju ruang kerja josh.
Zay pelan-pelan membuka pintu dan benar saja,zay mendapati josh masih tertidur disofa besar yang ada di ruang itu, lalu zay mendekat pelan-pelan dan berniat ingin mengambil selimut yang terjatuh,dan memakaikannya kembali ke tubuh josh, tapi belum sempat zay memakaikannya, josh sudah menarik lengan zay,dan terjatuh di dada bidang josh.
"kau sudah bangun?
"hemm..." dehem josh
"terus kenapa kau pura-pura tidur?
"jangan mengalihkan perhatianku, apa yang membuatmu datang kemari? Tanya josh sambil nyolek hidung zay
"aku hanya ingin melihatmu,karena kau tak terlihat dikamar"
"kenapa? Apa kau berharap aku memelukmu saat kau tertidur?? Sontak zay langsung bangun dari pelukan josh.
"a..aku akan pergi mandi dulu" ucap zay yang salah tingkah.
Josh tersenyum melihat tingkah laku zay yang menggemaskan.
Cinta pada pandangan pertama,ya.. itulah sebutan yang cocok untuk josh sekarang, josh juga tak menyangka bisa langsung menyukai zay saat pertemuan pertama mereka, meski sempat menolak dijodohkan dengan zay, karna menganggap itu perasaan biasa, hingga sampai saat ini perasaan josh semakin dalam pada zay, tapi josh akan bersabar dan menunggu sampai zay siap menerima perasaannya.
Dan Saat josh memasuki kamar untuk mandi,Josh melihat zay duduk di meja rias sambil memegang hairdryer untuk mengeringkan rambutnya, josh langsung merebut hairdryer itu dan membantu zay..
"astaga josh kau mengagetkanku"
"zay.. apa kau tahu jika kau seperti ini terus aku bisa menerkammu".
"apa maksudmu josh?? Josh tak menjawab dan langsung pergi menuju bathroom.
Zay sudah mulai memanggil josh dengan santai,
"josh.. Tunggu..?? Josh langsung menghentikan langkahnya dan langsung menoleh.
"aku ingin pergi ke kampus hari ini" ucap zay
"baiklah aku akan mengantarmu, tunggu aku dibawah"
Zay menganggukkan kepalanya.
Mereka sudah selesai sarapan dan pergi menuju mobil yang sudah menunggu nya.
"Al.. antarkan zay dulu ke kampusnya" perintah josh ke alex.
"Baik tuan"
Setiap pagi alex selalu menjemput tuannya untuk pergi ke kantor,karna josh tak ingin menggunakan jasa sopir, dan hanya alex yang josh percaya,dan alex juga memiliki apartemen dekat mansion josh berada.
"tunggu... bisakah aku pergi ke kampus sendiri saja? Aku tak mau merepotkan kal..li...". Ucap zay terbata
"TIDAK" jawab josh tegas.
Ditengah perjalanan mereka hanya mengobrol ringan,dan zay sempat bertanya pada josh.
"Josh..."
"hhemmm...?" dehem josh
"aku melihat di lantai bawah mansionmu ada ruang ngegym..?? Tanya zay hati-hati
"lantas..?" jawab josh santai
"aku melihat juga ada perlengkapan latihan muay thai..?"
Josh langsung mendekatkan wajahnya ke jay.
"lalu apa kau berfikir, kau bisa menggunakannya? Aku takkan membiarkan ruangan kesayangan itu rusak akibat ulahmu". goda josh pada zay.
Zay langsung menyipitkan matanya dan bersedekap.
"ternyata perkataan tuan josh tidak bisa dipercaya" marah zay
Tapi terlihat gemas dimata josh
"perkataan yang mana? Aku sudah melupakannya..? ucap josh sambil tersenyum tipis tapi manis.
"apa? Kau melupakan perkataanmu sendiri? Kau bilang kemaren aku bebas melakukan apapun bersa.....
Belum selesai perkataan zay, rupanya josh sudah mengecup bibir tipis menggoda dan cerewet milik zay.
Zay langsung terperangah tak berdaya,lama mereka terdiam,zay mengalihkan wajahnya ke jendela yang bersemu merah..
tiba-tiba josh menyentuh dagu zay dan menghadapkan ke dirinya.
"Ternyata kau menyimpan setiap ucapanku zay...dan ingatlah aku tak akan melepaskanmu,sekalipun kau melarikan diri dariku,aku akan menemukanmu". Ucap josh dengan mengintimidasi
Zay langsung terdiam dan menelan ludah nya sendiri mendengar penuturan josh.
Jangan ditanya alex yang duduk sendirian didepan,meskipun alex fokus menyetir,alex juga fokus dengan apa yang terjadi di kursi penumpang..
"ya tuhan bos aku hampir salah arah, aku tak percaya bos bisa semanis itu pada nona zay" ucap alex dalam hati,dengan raut muka yang terkejut.
Josh berubah menjadi hangat dan manis saat bersama zay, kehidupan josh yang semula datar dan hanya ketegangan,sekarang sudah berubah manis sejak kedatangan zay.
"Stop.. Stop.. Alex,tolong berhenti disini saja". Ucap zay tiba-tiba.
"tapi ini masih jauh nona"
"gk papa aku akan berjalan kesana".
Alex menoleh ke josh,,dan menyetujuinya dengan menganggukkan kepala.
Mobil berhenti dan zay bersiap keluar,,tapi josh menarik tangan zay.
"apa kau tak berpamitan pada suamimu??
"ah.. Iya,,aku pergi dulu". Tapi josh belum melepaskan tangan zay.
"aku akan menjemputmu nanti". Ucap josh
"kau tak memberi nomor teleponmu"
Josh langsung mengulurkan tangannya,pertanda meminta handphone milik zay.
Zay menyerahkan hp nya ke josh,dan langsung menyimpan nomer kontaknya di hp zay,
"ini sudah.... Turunlah, jangan lupa meneleponku".
"oke" ucap zay sambil turun dari mobil,dan berjalan menuju kampusnya.
Zay belum siap kalau semua orang tau tentang pernikahannya,toh memang pernikahannya juga memang dirahasiakan.
sambil memegang hp nya dan melihat nama kontak yang disimpan josh tadi ,"MY SWEET HUSBAND", itu yang tersimpan disana,,zay senyum-senyum sendiri dan berjalan menuju kelasnya.
Di dalam kelas sudah ada sherly yang menunggu zay,karena zay sudah meneleponnya kalau dia akan datang ke kampus..
Dari kejauhan sherly melihat zay yang senyum-senyum sendiri sambil melihat hp nya.
"Zay.....!! Panggil sherly sambil melambaikan tangannya.
Zay menuju sherly dan berpelukan.
"baby... Aku merindukanmu". Ucap sherly
"aku juga"
"kau berhutang banyak padaku baby,dan kau harus menceritakan semua padaku". Ucap sherly menggebu nggebu.
"aku akan menceritakannya,tapi ini rahasia". jawab zay.
"oke...aku akan menutup mulutku". Ucap gadis berambut hitam dan berkulit putih itu
Dan zay menceritakan semuanya pada sherly,, dengan raut muka yang berubah ubah, kadang teriak kadang sedih,senang dan juga terkejut sherly mendengarkan cerita zay....
Tanpa sadar mereka sudah melewatkan jam kuliah mereka.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments