Ruang kamar , terdapat seorang gadis berambut merah tengah berbaring di atas kasur tak sadarkan diri ,lalu seorang wanita berambut pirang yang merupakan Lisa membawa teh hangat serta makanan hangat juga.
Lisa menaruhnya minuman dan makanan diatas meja ,lalu berjalan mendekati gadis yang terbaring di atas kasur dan menaruh tangan kananya di atas dahinya gadis tersebut untuk memastikan apakah wanita itu demam atau tidak.
Pintu terbuka kembali, menampakan Rey dengan pipi terdapat kapas yang diberi perban pelengket untuk menahan kapas itu untuk tidak jatuh.
"Tuan Muda? Apakah luka anda masih sakit?" Ucap Lisa cemas menoleh kearah Rey yang baru saja bangun.
"Kau pikir luka seperti itu akan membuatku menangis?" Ucap Rey dengan nada tidak terima merasa seperti diperlakukan anak kecil oleh Lisa.
Lisa mendengarnya hanya terkekeh ,membuat Rey keheranan lalu dia menatap kearah gadis yang berbaring di atas kasur yang adalah Sena.
"Tuan muda ,gadis itu tidak demam sama sekali ,mungkin dia diberi obat penidur" Ucap Lisa melirik Sena.
"Dan juga bagaimana bisa tuan muda menemukan gadis ini? Apakah mungkin anda menculik-" Ucap Lisa tersentak namun tersela disaat Sena tiba tiba bangun tapi bukannya bingung tentang keadaan nya sekarang wanita tersebut malah tiba tiba membawa sebuah benda tajam dan segera menusuk kearah mata Lisa.
WOSH JLEB
Terlihat mata Lisa dengan pupil mengecil karena terkejut ,sambil menatap benda tajam yang merupakan belati berhenti tepat di depan matanya dengan darah segar menetes di ujung bilah belati.
"Hey ,apakah begini caramu berterimakasih kepada orang yang telah menyelamatkanmu?" Ucap Rey dengan nada dingin dengan tangan kanan menghentikan belati Sena sebelum mengenai mata Lisa namun telapak tangan Rey tertusuk sampai tembus.
Sena tampak terpana melihatnya ,sedangkan Lisa segera sadar dan panik melihat darah keluar dari tangan kanan tuan mudanya.
"Tuan muda!? Tangan anda!?" Lisa dengan panik dan menutupi mulutnya dengan kedua tangan nya.
Rey mengambil paksa belati tersebut ,lalu mencabutnya dari telapak tangannya membuat darah semakin banyak keluar.
Lisa segera mengambil perban di dekat sana dan menutupi luka Rey dengan perban tersebut menghentikan darah yang keluar dari luka tusukan.
Sena hanya terdiam menatap Lisa yang sedang menutupi luka Rey.
"Tuan muda ,kenapa akhir akhir ini anda sering terluka." Ucap Lisa merasa tidak terima serta iba melihat tuan mudanya sering terluka akhir akhir ini.
"Dan juga kamu ,kenapa kamu tiba tiba menyerang kami? Apakah kami terlihat seperti penculik bagimu!?" Ucap Lisa menatap kearah Sena dengan tajam namun Rey mendengarnya memiringkan kepala nya.
'Aku sedikit senang kalau kamu peduli denganku tapi kamu tadi saja hampir mengira aku menculiknya sialan' Pikir Rey tidak puas.
Sena tertegun menatap kearah Lisa yang menatap ke dirinya dengan tajam serta emosi setela.
"T-tidak ,a-aku..." Ucap Sena terbata bata karena sedikit merasa bersalah setelah mendengar ucapan Lisa lalu terdiam menundukkan kepalanya.
"Diam lah Lisa ,kamu cukup berisik." Ucap Rey dengan nada datar.
"Tapi Tuan muda-" Ucap Lisa terhenti saat melihat telapak tangan kanan Rey yang terbuka ,Lisa hanya bisa menuruti perkataan Tuan mudanya.
"Namamu siapa?" Ucap Rey dengan nada datar menatap kearah Sena.
"Eh? Aku?" Ucap Sena tersentak mendengarnya.
"Ya, siapa lagi jika bukan kamu" Ucap Rey dengan nada datar.
"Aku..." Ucap Sena tampak terdiam beberapa saat kemudian.
"Tidak menjawab? Biar kutebak kau pasti seorang bangsawan yang telah diculik ,dan akulah yang telah repot repot menyelamatkan mu dari kedua penculik itu" Ucap Rey memegangi dagunya membuat Lisa tersentak.
"Jadi tuan muda terluka karena melawan kedua penculik itu!?" Ucap Lisa terkejut mendengarnya.
"Dan juga Lisa ,kamu sepertinya mau menyampaikan tentang sesuatu kan? Sudah pasti surat berisikan tentang hilangnya nyonya muda keluarga Varza" Ucap Rey membuat Lisa menyadari bahwa di depannya adalah nyonya yang telah hilang.
Mata Sena terbelalak mendengarnya ,karena menyadari dirinya ternyata diculik tanpa dia sadari.
"Walaupun dia nyonya muda tetap saja..." Ucap Lisa terhenti namun masih menatap kearah Sena dengan tatapan tajam.
Ibukota sama sekali tidak jauh dari kota Ards ,tapi perjalanan ke sana hanya jalan kaki saja akan memakan waktu 5 jam itu pun kalau ada hambatan dari monster berkeliaran di tengah perjalanan.
Rey hanya bisa menghela nafas ,ternyata keluarga Vardl telah menerima permintaan bantuan untuk mencarikan nyonya Sena tapi karena yang berada di kota Ard hanya Rey ,sudah pasti Rey asli akan menolaknya.
'Jadi ini penyebab keluarga Varza membenci keluarga Vardl terutama tuan mudanya yaitu Rey' Pikir Rey menatap kearah Sena yang tampak kebingungan.
Namun Rey sekarang tanpa sengaja menyelamatkannya ,dan kemungkinan keluarganya tidak jatuh kelas rendah sangat besar karena masih memiliki modal untuk bisa bersaing di dunia perdagangan.
"Lisa ,buat lah surat tentang nyonya muda keluarga Varza yang telah ditemukan di kota Ards biar para prajurit keluarga Varza menjemputnya ,aku tidak mau repot repot mengantarkannya" Ucap Rey berjalan menuju pintu.
"Tapi tuan muda ,luka anda" Ucap Lisa cemas menatap tangan kanan tengah diperban tapi perban tersebut terdapat bercak darah.
"Kau diam lah dan lakukan apa yang aku perintah!" Ucap Rey dengan nada dingin membuat Lisa terdiam lalu berkata.
"Baik tuan muda" Ucap Lisa menundukkan kepalanya.
"Lalu kau ,tetap diam disini jika lapar kamu bisa malam itu serta ada minum jika masih kurang cari sendiri." Ucap Rey melirik kearah Sena dengan nada datar.
Melihat Rey telah keluar dari kamar Lisa melirik Sena ,tampaknya dia masih tidak terima dengan Sena karenanya Tuan mudanya terluka lagi karena Sena ,setelah beberapa saat meliriknya dia segera keluar dari kamar dan melaksanakan tugas yang baru saja diberikan oleh Rey.
Sena di tinggal sendirian di kamar oleh Lisa dan Rey dalam kebingungan.
Di kamar Rey ,terdapat Rey sedang duduk di meja belajarnya tampaknya dia memikirkan sesuatu.
"Itu tadi ,pertama kalinya aku membunuh seseorang." Gumam Rey mengingat kejadian dia bertarung dengan kedua penculik salah satunya telah terbunuh karena lehernya di tusuk oleh Rey kalau satunya tidak tau kondisinya sekarang karena Rey hanya meninggalkannya di atap bangunan
"Tcih ,bukan itu yang ku masalahkan." Gumam Rey tampak kesal.
Tindakan Rey menghentikan penculik tersebut bisa memicu dirinya akan di incar organisasi yang menyuruh kedua penculik untuk menculik Sena karena dianggap pengganggu.
Tapi organisasi ini tidak begitu besar hanya berisikan sekumpulan pembunuh bayaran kelas rendah dan menengah.
Minimal Rey harus berada di grade 6 tinggi untuk bisa melawan seluruh organisasi tersebut tapi akan memakan waktu kalau Rey hanya melakukan latihan sihir saja.
"Tapi aku masih punya waktu 5 tahun lagi untuk bisa berkembang lagi" Gumam Rey.
Alasan kenapa Rey mempunyai 5 tahun untuk bisa berkembang karena jika sudah 5 tahun dia akan dikirim ke ibukota untuk mengikuti akademi sudah pasti organisasi tersebut telah menunggu momen itu untuk menyerangnya.
Karena organisasi tersebut tidak berani untuk berbuat seenaknya mengincar seorang bangsawan kelas tinggi terlebih prajurit di mansion keluarga Vardl yang sangat banyak walaupun terlihat biasa saja.
Kedua orang tersebut berhasil menculik Sena itu terhitung beruntung serta strategi mereka karena melihat seorang bangsawan tengah krisis ekonomi membuat kesempatan bagi mereka untuk melakukan kejahatan ini.
Memikirkan semua itu di dalam benak nya ,Rey merasa pusing dengan wajah kesal.
"Takdir sialan ,semakin banyak saja beban yang kupikul." Gumam Rey kesal.
END
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Yaser Levi
apa di dunia nyata ..rey juga manusia yg tdk tau diri..yg selalu menyalahkah takdir..jika tak sesuia keinginannya??manusai sialan juga kau rey
2024-12-05
0
XuanYi
namanya juga takdir nggak ada yang tahu
2024-01-13
5