Mansion milik keluarga Vardl memiliki halaman depan dan belakang cukup luas ,serta bagian samping kanan dan kiri mansion hanyalah berisikan pohon-pohon biasa.
Di halaman belakang mansion terdapat lapangan luas dengan beberapa prajurit memakai armor badan sedang berjaga disana.
Di tengah lapangan terdapat seorang pria berambut putih gelap dengan iris mata putih gelap tengah mengayunkan pedang kayu kearah sebuah puppet yang terbuat dari kayu keras.
BUKK BUKK BUKK
Ayunan demi ayunan mengenai puppet sampai beberapa bagian puppet ada bekas goresan yang cukup parah yang disebabkan terkena ayunan keras dari pedang kayu.
Pria tersebut dengan keringat basah kuyup berusaha mengayunkan pedang kayu dengan sekuat tenaga dengan di aliri mana sihir pada pedang kayu untuk bisa memperkuat daya tahan pedang kayu tersebut.
BRUKK
Puppet tersebut terkoyak menjadi dua bagian setelah terkena ayunan pedang kayu dari pria dengan keras.
"Hah~,Hah~,Hah~" Pria tersebut terengah engah ,badan berkeringat membasahi baju yang dia gunakan.
Pria tersebut adalah Rey seorang anak tunggal dari keluarga Vardl yang terkenal akan kekejamannya.
Sudah beberapa hari Rey berpindah tubuh dengan di tubuh Rey ,sudah beradaptasi dengan keadaan dan serta berhasil berkembang dalam teknik pedangnya tanpa adanya guru sama sekali.
Awalnya kedua orang tuanya menawarkan untuk Rey di ajari oleh guru ternama di sekitar wilayah mereka namun Rey menolaknya.
Kapasitas mana sihir Rey cukup banyak dan mengesankan bagi seorang berumur 7 tahun.
Beberapa prajurit disana melihat tuan muda mereka yang tampak berkembang pesat dalam mempelajari teknik teknik dasar bela diri pedang bukannya bangga malah merasa ngeri menatap tuan muda mereka seperti monster yang baru saja lahir.
"Tuan muda ,ini handuknya." Ucap seorang pembantu berambut pirang memberikan handuk putih dengan menundukkan kepalanya kepada Rey ,dia adalah Lisa.
Rey mengambil handuknya tanpa berkata apa apa lalu membersihkan wajahnya yang berkeringat ,sambil melihat ke sekitaran.
Rey melihat para prajurit prajuritnya tampak menatap kearah dirinya dengan tatapan ngeri.
'Sebenarnya aku ini seperti apa di pandangan kalian' Rey menggerutu di dalam hati.
Disaat Rey sedang menggerutu di dalam hati suara lembut serta riang terdengar menyadarkan Rey.
"Tuan muda ,apakah anda mau berhenti sekarang? Hari mulai gelap ,anda pasti lelah setelah berlatih 4 jam ,terlebih ayahanda dan Ibunda sebentar lagi akan kembali." Ucap Lisa tampak sedikit cemas dengan kondisi tubuh Rey yang memaksakan untuk berlatih sampai 4 jam penuh.
Bukannya menjawab Rey hanya melirik pembantu pribadi tersebut ,pembantu yang bernama Lisa tersebut ,Lisa di dalam game Ten Yuusha malah menjadi salah satu heroin dari karakter utama yaitu Arata.
Diceritakan Lisa membelot dari Rey karena tidak tahan dengan kelakukan majikannya dan bekerja sama dengan Arata.
Dan juga Lisa seiring berjalan dia akan jatuh cinta kepada Arata ,dan juga kata para komunitas game Lisa cukup berperan penting dalam melawan Raja Iblis karena memiliki skill unique yang cukup aneh tapi sangat membantu yaitu skill yang dimana meningkat power sihir orang yang dicintai oleh penggunanya.
Namun sekarang Skill Unique milik Lisa belum bangkit karena belum menemukan seseorang yang dicintai.
Rey harus memikirkan cara membuat Lisa untuk bersekutu dengan Arata yaitu dengan membuatnya tidak tahan dengan sifatnya sendiri.
"Ini masih belum." Gumam Rey yang tidak sengaja didengar oleh Lisa ,membuat Lisa tersentak mendengarnya.
"Latihan ini tidak akan cukup untuk membuatku kuat untuk menjadi seorang kesatria." Gumam Rey membuat Lisa keheranan.
Rey pun menatap kearah salah satu prajurit yang berada di sana dengan tatapan dingin.
"Hey kamu! Kesini lah!" Ucap Rey dengan nada dingin menunjuk kepada pria berbadan besar memakai armor badan.
"Eh? Saya?" Ucap prajurit tersebut menunjuk dirinya sendiri.
"Benar!" Balas Rey membuat prajurit tersebut maju ke tengah lapangan lalu berlutut hormat.
"Ada urusan apa dengan saya ,Tuan muda." Ucap Prajurit tersebut dengan nada hormat kepada Rey sebenarnya dia cukup benci dengan Rey namun sebagai seorang yang bekerja dibawahnya dia harus patuh kepadanya.
"Aku melihat tubuhmu yang kekar dan besar ,itu membuatku tertarik dengan tubuhmu." Ucap Rey memegangi dagunya.
Prajurit tersebut keheranan mendengarnya namun wajah seketika berubah pada saat mendengar ucapan Rey.
"Bagaimana kita sparing? Tidak usah khawatir jika aku terluka ,kau tidak akan dipecat sama sekali." Ucap Rey membuat wajah prajurit tersebut berubah pucat.
"Tuan muda ,saya tidak bisa menuruti permintaan and-" Ucap Prajurit berusaha menolak namun tersela.
"Diam! Siapa bilang jika ini adalah permintaan, ini adalah perintah!" Ucap Rey dengan nada dingin.
Lisa terkejut melihat sifat Rey ,dan dia mencoba mendekati Rey namun terhenti setelah mendengar ucapan Rey.
"Kau mundur lah jika tidak mau terluka." Ucap Rey dengan nada dingin serta tatapan dingin membuat Lisa gemetar ketakutan dan hanya bisa menuruti perintah Rey.
"Lalu kau! Berdirilah!" Ucap Rey dengan nada dingin.
Prajurit yang tadinya hanya diam setelah mendengar suara dingin dari Rey hanya bisa menurutinya lalu berdiri.
"Ambil pedang itu." Ucap Rey melempar pedang kayu kearah prajurit tersebut.
Prajurit mau tidak mau mengambil pedang kayu dan menatap kearah Rey dengan tajam.
"Saya tidak akan bertanggung jawab jika Tuan Muda terluka." Ucap Prajurit tersebut mengarahkan pedang kayunya kepada Rey.
"Ya." Balas Rey dengan nada datar.
Prajurit tanpa sepatah kata melesat kedepan mengangkat pedang kayunya keatas dengan tatapan penuh benci terhadap Rey.
Prajurit tersebut menebas kearah Rey secara vertikal namun dihindari oleh Rey dengan minimal ke samping kiri lalu Rey berjalan maju sambil mengayunkan pedangnya yang tampak dialiri mana sihir memperkuat daya tahan pedang kayu tersebut.
KLAKK
Ayunan pedang kayu Rey mengenai perut prajurit yang dilindungi armor namun hantaman pedang kayu cukup membuat prajurit merasa kesakitan sampai sampai di berlutut memegangi perutnya dengan tangan kirinya.
Pedang kayu yang dipegang prajurit jatuh ke tanah karena prajurit tampak tidak kuat menahan serangan kuat dari Rey.
"Lemah." Ucap Rey dengan nada datar membuang pedang kayu tersebut kearah lain lalu mengepalkan tangan kananya.
"Though Body" Gumam Rey.
Kepalan tangan Rey bersinar kuning lalu menghilang sekejap ,Rey pun mengayunkan tangannya kearah pipi prajurit yang sedang mengerang kesakitan.
BUKK
Pukulan keras mengenai pipi kiri prajurit sampai membuat tubuh prajurit tersebut terpental beberapa meter.
Lisa melihatnya tercengang dan langsung berlari mendekati prajurit tersebut yang sedang terkapar tersebut.
"Tuan! Tuan!" Ucap Lisa menggoyangkan tubuh prajurit namun tidak respon sama sekali dari prajurit tersebut.
Para prajurit yang melihat disana merasa ketakutan melihatnya ,dan hanya bisa diam dengan keringat dingin di wajah mereka.
Dalam pikiran beberapa prajurit disana sama yaitu "Ternyata rumor itu benar." itulah yang dipikirkan beberapa prajurit disana.
Bersamaan itu suara dingin dan tanpa perasaan terdengar oleh beberapa orang disana membuat semua orang terdiam.
"Berhentikan dia sebagai prajurit ,keluarga ku tidak sudi menerima prajurit selemah dia." Ucap Rey dengan nada dingin sambil mengelap tangan kananya dengan handuk seolah dia baru saja menyentuh kotoran.
"Eh? Tuan muda ,itu sedikit berlebihan hanya karena kalah-" Ucap Lisa kaget mendengarnya mencoba membela prajurit yang telah pingsan tersebut namun tersela.
"Lisa! Apa kamu berani melawanku!?" Ucap Rey dengan nada dingin sambil menyipitkan kedua matanya membuat Lisa tertegun.
"B-baik!" Ucap Lisa terbata bata terlihat air mata menetes membuat Rey merasa puas dicampur dengan rasa bersalah.
'Maafkan aku' Pikir Rey.
END
Lisa Agnes
Source : Pinterest
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
mamang to get her....
mantap ni blonde
2024-03-19
1
Sak. Lim
apa gunanya walopun jiwa berganti tapi sifat nya sama seperti yg lma ga gunanya juga smbong arogan.
2024-02-21
3
XuanYi
hmm....
2024-01-09
2