Rey melihat pintu yang sebelumnya dilewati oleh Lisa hanya bisa menghela nafas ,sekarang dia tidak harus bagaimana.
Dia tidak sepintar Rey asli ,bahkan IQnya dibandingkan dengan Rey saat ini sangat jauh dibawah Rey asli.
Tapi dia sudah berusaha mungkin untuk seperti Rey ,tapi sepertinya dia telah gagal sekarang dan harus membuat strategi untuk kedepan yang lebih matang.
Memegangi tubuhnya yang terdapat luka diagonal ,dan tidak merasakan sakit lagi karena efek potion life tingkat menengah.
Rey melepas perban bercak darah kering yang membaluti tubuhnya ,lalu melihat ke cermin yang telah baru.
Sebuah bekas goresan diagonal terlihat dengan jelas di tubuh Rey ,luka telah tertutup dengan rapat dan hanya menyisakan bekas saja.
Bersamaan suara ketukan pintu ,ada suara Lisa terdengar oleh Rey.
"Tuan muda ,saatnya sarapan" Ucap Lisa.
"Ya" Ucap Rey dengan nada datar.
Rey segera memakai baju nya dengan rapi ,dan segera keluar dari kamarnya.
Rey menghadiri sarapan bersama kedua orang tuanya seperti biasa ,tampaknya Lisa benar benar merahasiakan ini dari kedua orang tua Rey.
"Nak ,kamu benar benar luar biasa dalam 7 tahun kamu bisa berada di tingkat kekuatan seperti ini, ayah bangga kepadamu" Ucap Ayah Rey menatap kearah Rey sambil tersenyum senang.
"Benar kata ayah mu nak ,tanpa seorang guru pun kamu bisa mempelajari bela diri pedang dasar sampai bisa mempelajari teknik khusus juga." Ucap Ibu Rey ikut memuji Rey.
Rey hanya memasang wajah datar saat mendengarnya ,mau bagaimana pun dia masih lemah baginya.
'Pikiranku masih berpikir jika diriku masih belum kuat dan lemah tapi perasaan apa ini....' Pikir Rey merasa perasaan sedikit senang mendengar pujian dari kedua orang tuanya.
"Besok kamu akan mengikuti akademi saja untuk memperluas wawasanmu terhadap bela diri dan sihir di sana" Ucap Ayah Rey yang seolah mendapatkan ide.
"Ya ,dari awal aku sudah ingin masuk ke akademi ayahanda." Ucap Rey dengan nada datar.
"Benarkah?" Ayah Rey mendengar nya semakin senang lalu dia berkata lagi.
"Besok ayah dan ibu akan pergi ke ibukota untuk berbicara kepada kepala sekolah akademi supaya kamu bisa mendapatkan surat undangan." Timpal Ayah Rey.
Surat undangan merupakan surat langsung dari akademi kepada siswa yang hendak masuk ke akademi ,fungsi surat ini adalah memungkinkan siswa/siswi yang menerima surat bisa langsung mendaftar akademi tanpa harus menghadapi ujian masuk ,simpelnya masuk pakai orang dalam.
Rey mendengarnya wajah berubah ,namun dia tidak memikirkan hal itu lagi karena itu dia bisa lebih gampang untuk masuk ke ujian.
"Baik lah ayahanda" Ucap Rey dengan nada datar membuat kedua orang tua Rey tersenyum senang melihat anaknya tampak nurut sekali ,pemikiran yang sangat optimis.
...Beberapa Jam Kemudian...
Di halaman belakang mansion keluarga Vardl, terdapat Rey yang berada di tengah tengah lapangan beserta beberapa prajurit yang menjaga disana.
Saat ini Rey memikirkan cara untuk membuat pertahanan diri ataupun bela diri bertahan ,selama ini dia hanya fokus untuk menyerang saja menyebabkan dia menyepelekan pertahanan serta reflek yang sangat buruk.
Walaupun Rey di dalam game memiliki reflek cepat serta kecepatan tinggi karena dibantu sihir listrik/petir membuat pergerakan Rey secepat kilat.
Namun kekurangan Rey saat ini adalah reflek dan insting ,karena itu dia tidak menyadari bahwa ada serangan tak kasat mata menuju ke dirinya apalagi bereaksi.
Mungkin itu akan berkembang seiring waktu dia bertarung namun dia saat ini dia hanya bisa fokus untuk menutupi kekurangan itu sementara.
Maka dari itu Rey berpikir untuk menutupi kekurangannya dengan cara mencari sihir pertahanan.
"Bela diri bertahan walaupun kuat dan tahan dari serangan fisik dan teknik bela diri tapi tidak efektif karena akan lemah serangan sihir skala tinggi atau menengah sekalipun..., sihir memang adalah jalan satu satunya kah..." Gumam Rey memegangi dagunya.
Thought Body adalah teknik dasar bertahan dari bela diri namun tidak efektif karena sihir skala menengah saja berhasil membuat kerusakan pada benda dengan keras selevel batu.
Para prajurit keheranan melihat tuan muda mereka yang tampak berpikir keras ,karena baru kali ini mereka melihat tuan muda mereka kesusahan dalam berpikir.
Setelah terdiam beberapa saat ,Rey mendapatkan sebuah ide sihir untuk pertahanan Rey lalu dia membuka telapak tangan kananya.
Mana sihir terkumpul di atas telapak tangan Rey ,Rey berkeringat pada saat menfokus beberapa mana sihir yang berkumpul di atas telapak tangannya.
WOSH
Mana sihir Rey yang telah dikumpulkan di atas telapak tangan Rey tiba tiba menyebar kemana mana.
"Tcih ,tidak berhasil." Decih Rey.
Rey kembali melakukan nya ,secara berulang kali selama 1 jam.
1 jam berlalu, terlihat Rey dengan wajah penuh keringat dia, walaupun wajahnya masih datar tapi di dalam hatinya tampak senang melihat keberhasilan dia.
Para prajurit semakin keheranan melihat Tuan muda mereka yang dari tadi hanya mengumpulkan mana sihir di atas telapak tangannya saja.
Rey menatap kearah salah satu prajurit membuat para prajurit tertegun.
"Kamu yang ada disana ,kesinilah!" Ucap Rey dengan nada datar sambil menatap salah satu prajurit yang kebingungan lalu berubah menjadi gugup setelah menyadari bahwa tuan mudanya menatap ke arah dirinya
"Apa kamu tunggu? kesinilah!" Ucap Rey dengan nada dingin dan merasa tidak senang melihat prajurit yang dia tunjuk malah diam saja
"B-baik Tuan muda" Ucap Prajurit dengan gugup segera mendekati Rey lalu berlutut hormat kepada Rey
"A-ada yang bisa saya bantu?" Tanya Prajurit dengan gugup
"Kamu berdirilah" Ucap Rey dengan nada datar membuat prajurit tersebut segera berdiri
"Tarik itu pedang ,dan coba tebas aku dengan sekuat tenagamu" ucap Rey dengan nada datar , prajurit tertegun mendengarnya
"Tapi tuan-" Ucap Prajurit yang yang mencoba menolak namun tersela
"Aku sudah lelah mendengar keluhan orang sepertimu ,mau atau tidak?" Ucap Rey dengan nada datar namun bagi prajurit seperti ancaman baginya
"B-baik Tuan muda!" Ucap Prajurit menarik pedang dari sarung di pinggang nya.
"S-saya akan mulai" Ucap Prajurit dengan gugup sambil memegang pedang sedikit gemetar lalu mengangkat pedang keatas lalu mengayunkan nya secara vertikal kearah Rey.
BUKK
Ayunan pedang prajurit seperti ditahan dan terhenti 5 cm dia bahu oleh sesuatu tak kasat mata membuat prajurit yang mengayunkan pedang serta beberapa prajurit di pinggir lapangan terkejut.
"Pedangnya terhenti!?" Ucap salah Prajurit yang berada di pinggir lapangan yang tercengang.
Melihat sihir pertahanan yang telah dia buat berhasil membuat Rey mengagukan kepalanya dengan puas.
"Kau bisa kembali ke posisi awal" Ucap Rey dengan nada datar sambil melambaikan tangan kanannya.
Prajurit tersebut mendengarnya kebingungan namun hanya bisa menurutinya lalu kembali ke tempat posisi dia kembali.
Tadi itu adalah pertahanan mana sihir yang menyebar ke seluruh tubuh dan melindunginya ,Rey mengumpulkan mana sihir ke atas telapak tangan lalu menyebar ke seluruh tubuh Rey dan tak kasat mata.
"Sihir ini kusebut Ruzaiko" Gumam Rey.
END
Note : Judulnya keliatan alay , mungkin saya ganti🤔 mungkin?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
☠zephir atrophos☠
gak apa
2024-01-21
1
comment 👍
2024-01-12
1